Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
bab 55


__ADS_3

"saya harap kamu memaafkan sikap Riri tadi. saya tidak bermaksud membenarkan tentang ia menyinggung perasaanmu, tapi dia juga masih terbilang anak kecil, jadi ia belum bisa mengontrol emosi dan ucapan nya"... kata Adam di balik punggung Deena.


Deena sesegukan dengan air mata yang berkaca kaca. anak mana yang tak sakit hati ketika orang tua yang ia cintai di hina sekalipun itu keluar dari mulut seorang gadis yang masih berusia 12 tahun.


"saya minta maaf atas nama Riri, saya pasti akan.."..


" tolong biarkan saya sendiri. saat ini saya tidak ingin berbicara dengan siapapun".. Deena berbalik arah menatap Adam yang sejak tadi menatap punggungnya dengan sendu.


"aku ingin menyeka air matamu dan memeluk mu dengan erat"...


Adam pun pergi meninggalkan kamar Deena.


.


.


" tidak Dee, kamu jangan lemah. jika kamu lemah maka kamu akan kalah dan menyia nyiakan semua ini"...


seperti biasa ia menguatkan dirinya sendiri, menepuk pundaknya sendiri serta mengelus elus kepalanya sendiri.


...----------------...


Dikamarnya Adam terus mondar mandir, sesekali ia menempelkan kuping nya di pintu kamarnya atau di tembok yang bersebelahan dengan kamar Deena.


mengapa ia melakukan hal itu? tentu saja karna ia takut Deena akan menarik keputusan nya dan diam diam kabur dari rumahnya. ini hanya antisipasi nya agar ia bisa mencegah Deena saat hal itu terjadi.


Bosan menunggu di kamar, ia turun kebawah untuk minum. didapur ia melihat ibunya sedang menyiapkan buah buahan dan makanan ringan untuk salah satu penghuni rumahnya.


"itu untuk siapa ma?!".. tanya nya


" untuk Deena, mama mau melihat keadaan dia sambil mengantarkan makanan ringan.".. jawab mamanya.


"lalu bagaimana keadaan Riri sekarang?!"... tanya Adam lagi.

__ADS_1


" kamu tahu sendiri kan dia seperti apa!.. dia ingin segera pindah ke luar negeri dan dia ingin papa dan mama ikut"... jelas Sintia ke anaknya.


Adam terdiam dan tak bertanya lagi saat itu.


"yaudah mama naik dulu ke atas ya!".. Sintia naik ke kamar Deena sambil membawa makanan ringan untuknya.


setengah jam menunggu, Sintia pun turun dari kamar Deena. Adam pura pura mengupas kulit pisang sambil mengutak atik layar beranda ponselnya.


"loh Dam, kamu belum tidur?"...


Adam hanya mengangguk.


" mmmm,, bagaimana keadaannya? dia sudah tidur?".. tanya Adam dengan ragu.


Mamanya tersenyum sambil mencuci tangan nya.


"oh jadi kamu belum naik ke atas karna ingin tahu keadaan Deena dari mama!"..


Adam terlihat salah tingkah, membuat mamanya semakin ingin menggoda anaknya yang sedang jatuh cinta itu.


sekeras apapun Adam mengeles, firasat seorang ibu tak pernah meleset. Sintia tahu betul bahwa anaknya ini sedang mengkhawatirkan Deena.


"disaat seperti ini, dia memang sedang membutuhkan support dari seseorang. mama berharap sih itu kamu, tapi mama tahu kamu tidak menyukai dia jadi bagaimana bisa suport kamu bisa membantu perasaan nya menjadi lebih baik"... Sintia berusaha berakting memelas agar anaknya simpati dan melakukan sesuatu untuk lebih dekat dengan Deena.


"oh ya!! bagaimana tentang keputusan mama pala tentang keinginan Riri yang ingin ke LN bersama kalian?"... Adam mengalihkan pembicaraan nya membuat sang mama berdecak kecewa.


" entah!!.. nanti mama dan papa pikirkan. udah ya mama mau kekamar dulu, udah ngantuk!!"...


Adam lega setelah mamanya pergi begitu saja, ia jadi tak perlu menanggapi drama dari mamanya itu.


...****************...


Deena duduk di warteg pinggir jalan bersama kedua sahabat nya, ia sedang membahas kepindahan nya ke kediaman Adam. sebelumnya mereka sudah si beritahu lebih dahulu jadi pembicara mereka kebanyakan mengejek dan mendoakan Deena agar ia berjodoh dengan Adam.

__ADS_1


"dari wajah kalian itu cocok banget, tapi untuk kepribadian kayaknya kalian terlalu dingin untuk satu sama lain".. kata Gisele sambil menatap Deena dengan intens.


" apa sih? aku cuma disana sampai bisa mendapatkan gaji besar dan ibu bisa sembuh. ini satu satunya cara agar pengeluaran bulanan ku tidak terlalu banyak"... Deena kini sudah terbiasa harus berbohong dengan para sahabatnya. andai mereka tahu Deena masuk ke keluarga itu untuk mencari tahu sebuah kebenaran, mungkin mereka tidak akan pernah mengizinkan Deena mengambil keputusan ini.


Gisele pergi ke toilet, didepan toilet ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria hingga membuat ponselnya rusak karna terpental jauh.


"Awwww!! lihat lihat dong mas kalo jalan!!".. Gisele langsung terpana dengan wajah pria yang ia teriaki.


" maaf saya sedang buru buru.".. pria itu mengambil ponsel Gisele dan mengeceknya. ternyata ponsel itu rusak.


"maaf sepertinya saya tidak sengaja merusak ponsel Anda!!".. Pria itu masih sibuk membolak balikan ponsel Gisele.


" ngga apa apa!!... eh apa??. ponsel ku rusak?" Gisele meraih dengan kasar ponsel yang ada di tangan pria itu.


"aaaaaaaa anak ku!!, baru 2 bulan yang lalu kamu lunas sekarang udah rusak aja!!"... perasaan Gisele langsung berapi api melihat ponsel kesayangan nya rusak seperti itu.


" maafkan saya. saya tidak sengaja!!"... ucap pria sambil sesekali menunduk minta maaf.


"meskipun mas ganteng, tapi mas harus ganti rugi dong!!"....


Pria itu mencari pulpen di kantong jaketnya. setelah ketemu ia menuliskan nomor ponselnya ke Gisele.


" ini nomor saya silahkan hubungi saya jika ponsel anda sudah selesai diperbaiki. saya janji akan menebusnya langsung!!".. pria itu teelihat terburu buru dengan masker yang sudah ia pasang lagi di wajahnya.


"bagaimana saya bisa percaya bahwa anda ini jujur!!".. tegas Gisele


" di ujung sana ada CCTV, anda bisa melaporkan saya karna tak mengganru rugi kerusakan yang telah saya perbuat. jadi silahkan cari saya lewat kantor polisi."... pria itu menunjukan setiap sudut yang dipasangi oleh CCTV.


Gisele masih menatapnya dengan curiga.


"maaf tapi saya benar benar sedang terburu buru. kita bicara nanti saja. saya janji!!".. pria iru bergegas pergi meninggalkan Gisele yang masih berdiri di depan pintu.


" cowo tadi ganteng dan gentle banget sih! tipe aku banget!! "... pikir Gisele yang masih terbayang bayang..

__ADS_1


Gisele melihat ponselnya lagi dengan perasaan yang hancur.


" Semoga aja dia tidak berbohong ".


__ADS_2