Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
menginap di villa


__ADS_3

Deena turun lebih dulu dari kamarnya, ia di pandu oleh salah satu pelayan di vila itu menuju ruang makan, sementara Adam menyusul nya setelah 15 menit ia menunggu di atas meja makan.


"lama sekali anda!!".. omel Deena ke Adam yang baru saja duduk di kursinya.


" kau menungguku?".. tanya Adam yang melihat piring Deena masih kosong.


"Ho oh"... jawab Deena dengan sebal.


" kenapa kalian melayani tamu kita dengan buruk?!".. ucap Adam ke para pelayan termaksud ke pak Nan dan buk Sri.


"wait. saya belum makan karna memang saya ingin menunggu anda, tidak sopan aja jika saya makan terlebih dahulu sementara tuan rumah belum datang"...


" maaf. tadi aku sedang berbincang dengan mama"...


"astaga dia bilang maaf.. "...


Deena berdebar hanya dengan mendengar kata maaf dari Adam yang keluar dengan nada lembut.


" yang lain ayo kita makan bareng. silahkan duduk"..


Deena menawarkan makan bersama ke para pelayan yang sedang melayani mereka saat itu.


"silahkan nona muda menikmati makanan anda. kami akan makan di belakang nanti".. ucap buk Sri


" tapi makanan sebanyak ini mana bisa kami habiskan berdua"..


Deena mengira makanan yang banyak itu akan mereka makan bersama sama tapi ternyata itu hanya untuk dia dan Adam saja. di atas meja itu tersaji makanan khas Indonesia seperti sate, soto, mie aceh, ayam taliwang, opor ayam, sup iga sapi dan makanan penutup seperti buah buahan dan kue cake. tak heran Deena berpikiran seperti itu.


"maafkan kami nona tapi ini karna pertama kalinya nona datang kesini, jadi kami tidak tahu makanan kesukaan nona, itu sebabnya kami menyiapkan banyak agar nona bisa memilih mana yang mau nona makan"... jawab bu sri lagi..


Deena mengangguk sambil menggigit ujung sendoknya. dia melihat mana yang akan ia makan.


makanan yang tersaji di atas meja itu rata rata adalah makanan yang ia suka.


"kalian beneran tidak akan bergabung dengan kami?".. ucap Deena lagi.


mereka semua kompak menggeleng kan kepalanya.


Meskipun canggung Deena makan dengan lahap setiap masakan yang ada di atas meja, dia memapresiasi kerja keras para pelayan di vila itu.


satu persatu dengan takaran sedikit ia memakan nya dengan perasaan bahagia.


"aku curiga, yang jadi chef di vila ini pasti chef bintang Micheline. masa semua masakan nya seenak ini, padahal hampir setengah nya udah sering aku makan tapi ini beda banget rasanya"...


Sakin ia begitu menghayati rasa dari setiap makanan yang di kunyah dan di gigit dimulutnya, Deena sampai tak sadar jika Adam terus curi pandang dengan nya.


Adam menunduk dan tersenyum melihat gadis itu.


"belum pernah ada wanita semanis ini ketika makan" .. pikir Adam..


.


.

__ADS_1


Pak Nan pergi keluar menjauhi ruang makan karna ia melihat nenek Andro menelepon nya.


ia kemudian mengangkat telpon dari nenek Andro dengan perasaan begitu takut, ia takut jika majikan nya itu tahu bahwa ia telah menggagalkan rencana nya menjebak Adam dan Deena.


"iya halo selamat siang nyonya."..


" Nan gimana? kamu udah buat minuman herbal yang aku suruh itu?"..


"belum nyonya"..


" lahh kok belum!!!.."


"tuan dan nona kan akan menginap, jadi lebih baik jika saya buat nanti malam agar bekerja dengan baik."...


" nanti mereka berubah pikiran gimana?"..


"saya akan berusaha menahan mereka disini untuk menginap nyonya"...


" yasudah. jika kamu gagal. kamu tanggung sendiri akibatnya"...


"enggih nyonya"...


Nenek Andro segera mematikan panggilan telepon nya. dari suara bicaranya ia terdengar kesal tapi apa boleh dikata nasi sudah jadi bubur, pak Nan sudah terlanjur jujur dengan Adam tentang rencana nenek nya jadi ia hanya menunggu kontruksi selanjutnya dari Adam.


.


.


Setelah selsai makan siang Adam mengajak Deena berkeliling di dalam Vila. ia menjelaskan setiap detail dari vila itu termaksud prabotan mahal yang neneknya sengaja beli dari luar negri hanya untuk menghiasi vila tersebut.


"apa nenek Andro tidak kesepian ya misalnya jika ia benar benar menghabiskan masa tuanya di tempat sebesar ini?!..."...


"apa kau akan cosplay jadi patung disana?".. kata Adam yang melihat Deena diam mematung di depan lukisan diding itu.


Deena berlari menyusul Adam begitu lamunan nya di buyarkan olehnya.


" kita selanjutnya mau kemana"..


Adam menuntun Deena menuju salah satu dari kamar utama di Villa itu.


"oh gosh!!".. mata Deena membelalak lebar ketika melihat desain kamar itu seperti kamar kamar dari kerajaan Eropa. gaya clasik dengan warna cat yang agak kuning brown serta temboknya yang dibuat seperti sebuah pahatan dari mahakarya seniman hebat.


"ini adalah kamar utama yang nenek desain untuk cucunya dan cucu menantunya"... jelas Adam.


Deena terlalu terlena dengan desain ruangan itu sehingga ia tak mendengar ucapan Adam.


Dia mendekati ranjang kamar itu dan memegang gorden yang masih di ikat di tiang ranjang tempat tidur.


"romantis sekali. jadi teringat adegan dari film US yang aku tonton. mereka melakukan malam pertama di ranjang yang ada gorden nya seperti ini"..


Adam mengambil kesempatan memotret Deena yang sedang tengah pokus dengan pikiran nya sendiri. kamera itu hampir penuh dengan poto Deena yang ia ambil diam diam di dalam vila.


" setiap kali dia terpesona. ekspresi nya itu selalu membuatku ingin memotretnya"... batin Adam.

__ADS_1


"sampai kapan kau akan sibuk sendiri dengan pikiran mu sampai sampai tak mendengarkan penjelasan ku.".. ucap Adam ke Deena


" saya dengar kok apa yang anda ucapkan."


"kalo begitu, ulangi ucapan saya yang tadi perihal tentang kamar ini"..


" ah? tadi dia ngomong apa?"..


"hmmm terlalu panjang, aku lupa".. Deena membelakangi Adam karna malu ia ketahuan telah berbohong.


Adam memasang wajah datar dan mendekati Deena dari belakang...


" coba lihat ke sekeliling. kenapa kamar ini berbeda temboknya dari kamar yang lain. bahkan isinya pun dibedakan dari yang lain "...


Deena terkejut mendengar suara Adam yang begitu dekat si belakang, ia sontak berbalik dan jatuh terduduk di pinggir ranjang itu.


" lihatlah".. ucap Adam lagi


"memangnya kenapa dengan kamar ini?!".. tanya Deena dengan pura pura sinis.


" kamar ini sengaja di desain oleh nenek untuk cucunya yang sedang dalam masa bulan madu alias masih pengantin baru"..


Tubuh Deena merinding seketika, dia terbangun dan hendak keluar dari kamar itu, namun tangan nya di pegang oleh Adam. entah apa yang membuat Deena salah tingkah sendiri dan ingin segera kabur dari sana.


"kau mau kemana? saya belum selesai menjelaskan tentang kamar ini".


tangan Adam menarik tangan Deena untuk duduk lagi di pinggir ranjang dan ia berdiri menjelaskan nya.


" memang nya perlu untuk dijelaskan dengan detail begitu?"...


"tentu saja. ini proyek khusus yang akan saya tangani sendirj jadi otomatis kamu sebagai asisten saya akan ikut membantu saya mengerjakan ini nanti"...


" baiklah baiklah, saya mengerti!"..


"bagus.. kamar ini nanti tidak akan disewakan. semua kamar boleh ditempati oleh orang yang menyewanya termaksud kamar utama yang satunya lagi terkecuali kamar ini."


"why?"..


" kamar ini sudah didesain sedemikian rupa hanya untuk di jadikan kamar bulan madu dari cucu cucu nenek Andro. lihatlah patung patung yang menempel ditembok itu. itu adalah patung patung yang terinspirasi dari kisah orang yunani yang ingin memiliki keturunan dan hidup makmur bersama keturunanya. nenek berharap kamar ini jadi saksi bisu perjuangan cucunya untuk memberikan ia cicit"..


"wahhh".. Deena menghela napasnya dengan panjang


" jadi ketika saya nikah nanti. ini akan jadi kamar utama saya dengan istri saya. kelambu putih ini sengaja di gantung disini untuk menambah rasa romantisme ketika nanti saya dengan istri saya di atas ranjang ini."..


"tunggu!!. untuk apa anda menjelaskan hal sedetail ini ke saya?"... Deena mulai terengah engah mendengar Adam menjelaskan hal sedetail itu, pikiran nya melayang membayangkan bagaimana nanti kamar ini akan dijadikan sebagai kamar pengantin baru.


" hanya iseng!!".. Adam tersenyum sumringah karna berhasil menggoda Deena, yah, meskipun dia belum selesai karna masih ingin menggoda Deena tapi melihat wajah Deena yang sudah merah padam membuatnya menghentikan perbuatan jahilnya itu.


"sebaiknya kau kembali ke kamar. besok aku akan mengajakmu melihat ke belakang dan ke taman yang ada di depan. hari ini aku terlalu lelah jika harus melanjutkan nya lagi"...


Deena segera bangun tak berkata apa pun dan berjalan cepat keluar dari sana.


tubuhnya akan semakin mendidih jika ia terus berada disana.

__ADS_1


"hanya iseng katanya!!!. apa dia menggodaku!? coba saja kalo bukan bos ku, sudah ku pukul dan kutumbuk dia!!".. gerutu Deena dalam hatinya.


__ADS_2