Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
gara gara monyet dan teori butterfly effect


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan jam 16:00 WITA, Deena masih asik memotret PURA PURA yang ada di di daerah ubud. seharian tanpa lelah dia berjalan jalan ketempat yang sudah lama ingin di kunjungi olehnya. dia juga mendatangi salah satu tempat pendakian yang terkenal di daerah tersebut.


"tempatnya indah banget. kalo bareng Karina asik juga nih. dia kan suka sama yang berbau alam alam, gunung bukit kayak gini"...


sakin sibuknya memotret dengan ponsel, salah satu monyet itu mencoba merampas ponselnya dan kemudian dia menjerit karna kaget.


ponsel nya berhasil dia selamatkan tapi sayangnya ponsel itu sempat terjatuh dan kemudian mati karna ulah sang monyet nakal..


"dasar monyet as*!!!..jwbzuakshsusalj"..


perkataan yang tak enak di dengar terus keluar daru mulutnya, dia tak bisa melampiaskan kemarahanya dengan memukul sang monyet yang sudah hilang rimbanya itu.


" lihat nih ponsel aku rusak!!".. teriak Deena ke monyet monyet yang ada jauh di seberang sana. pengunjung lain yang melihat itu mungkin mengira dia gila karna terus berbicara dengan muka marah sembari sesekali mengumpat dalam bahasa inggris yang dia tahu.


"padahal aku makan sama naik transfort pake uang digital yang ada di ponselku. terus aku bawa uang saku cuma ceban gini lagi"... dia terus berjalan mencari atm sambil menggerutu karna masih kesal dengan si monyet tadi.


....


syukurlah, saat itu atm berada tak jauh dari tempat yang sedang dia kunjungi. jadi dia tak perlu berjalan jauh lagi untuk mencari atm apalagi sekarang perutnya sudah mulai lapar karna ingin di isi ulang.


Baru saja dia hendak masuk ke restoran yang ada di ujung jalan, ia tak sengaja melihat anak kecil yang duduk dengan baju compang camping tak jauh dari restoran. melihat itu ia sangat iba, kemudian mendekati sang anak tersebut.


"dek, kamu ngapain sendirian di pojokan sini?".. tanya nya


"aku lapar kak".. ucap sendu sang anak


mendengar hal itu, Deena sangat terharu dan menawarkan anak itu untuk ikut makan dengan nya.


" yaudah kamu ikut kakak aja sekarang buat makan. nanti kakak beliin kamu makanan".


"aku punya adek 3 kak dirumah".. lanjut sang anak itu


" ga apa apa dek. nanti kita bungkusin adek kamu juga".. ucap nya dengan nada lembut


"salah satu adek ku sakit kak. jadi aku ga ada uang buat belikan dia obat"..

__ADS_1


Deena kemudian mengela napasnya dengan panjang, air matanya sudah ingin keluar karna memikirkan bagaimana keadaan anak itu dan adik adiknya. ia kemudian mengeluarkan dompet yang berisi uang yang dia ambil di atm tadi, dan hendak memberikan sebagian ke anak itu. sayang seribu kali sayang. baru saja hendak mengambil uangnya anak itu sudah lari dan mengambil dompet Deena. Deena yang lengah saat itu sempat tertegun beberapa saat melihat dompet dan yang dibawa lari sang anak.


"maaf kak, aku terpaksa." hanya itu teriakan yang terucap dari mulut anak itu yang berlari semakin jauh dari Deena.


setelah tersadar karna ucapan anak itu, baru Deena berteriak meminta tolong dan berlari teriak copet.


"tolongggggg, copettttt... woyyyyy bocil!!! jangan di ambil semuanya. atm, ktp, bpjs nya di kembalikan!! ".. teriak Deena sambil berlari


namun dia sudah kehilangan jejak anak itu karna jalan yang berkelok kelok seperi labirin.


" mbaq lapor polisi aja segera!! biar pencurinya bisa langsung di cari". ucap salah satu orang yang membantu mengejar si pencuri tadi.


Deena hanya mengangguk sambil ngos ngosan karna berlarian tadi..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain di daerah yang sama.


ada seseorang yang sedang khawatir dan berusaha menghubungi ponsel Deena namun tak kunjung aktif.


yess,, itu adalah Adam. pria ini didesak oleh mamanya dan ibunya Deena untuk menelpon Deena yang ponselnya tak bisa di hubungi. Adam mulai berpikir yang aneh aneh saat itu, terakhir kali sinyal ponsel Deena berada di daerah sekitar itu, tapi kemudian hilang. ditambah lagi didaerah itu banyak homestay, bisa saja laki laki yang dikatakan sedang bersama Deena itu membawa nya ke homestay sekitar sini, pikirnya.


" ga bakalan gw maafin kalo dia sampe gw pergokin sama cowo lagi macem macem"..


dia menendang batu kerikil yang ada di depan nya untuk melampiaskan rasa kesalnya itu. batu tersebut terlempar ke arah beberapa orang yang terlihat seperti sedang memalaknya di sudut gang tersebut sehingga membuat Adam tertarik untuk mendekati mereka..


"Deena Aulia... cih.. cantik juga cewe ini di poto KTP-nya. pasti aslinya juga cantik".. ujar salah satu orang itu.


mata Adam membelalak mendengar perkataan salah satu dari mereka. dia kemudian bersembunyi di balik tembok untuk mendengar percakapan mereka lebih lanjut.


" saya hari ini dapet banyak. jadi tolong kasih saya lebih dari biasa untuk membeli obat buat adik saya yang sakit" ucap bocah itu dengan nada melas.


"hahaha.. hei bocah!! segini kamu bilang banyak!! ini masih kurang. coba aja tadi kamu juga bawa si gadis pemilik dompet ini, pasti aku bakalan kasih kamu bonus banyak!! ".. ucap preman itu sambil mengangkat leher baju si anak tersebut.


Adam mengepal tangan nya dan keluar dari persembunyian nya.

__ADS_1


" Woyy ba ji ng an!! lepasin anak itu, dan kembalikan dompet itu beserta isinya sekarang juga!" ucap Adam dengan gaya ala ala geng ster jepang😂 sok kalem tapi keren.


"Siapa kamu!??".. teriak pereman. mereka kemudiah maju dengan gaya yang menantang Adam.


" kasih anak itu, semua uang yang dia ambil di dompet itu. kemudian berikan dompet itu beserta hal hal penting di dalamnya".


"ha ha ha ha... sudah berani masuk ke wilayah kami. sekarang kamu mau berlagak seolah olah kamu pahlawan ah!!".


" selagi gw bicara baik baik!! berikan uang itu ke anak itu. dan sisanya kasih ke gw!!"..


preman preman itu tak menggubris perkataan Adam, tanpa aba aba mereka menyerang Adam. 3 banding 1, Adam lah pemenangnya. tak perlu waktu lama dia kemudian membuat 3 preman ini jatuh tersungkur ke tanah. anak kecil yang dari tadi menyaksikan itu hanya mematung karna ketakutan melihat Adam yang bisa mengalahkan 3 pria kekar dan seram itu dalam sekejap.


"cih.. preman amatiran!!". ucap Adam sembari merobek baju dan melepas ikat pinggang sang preman untuk mengikat tangan mereka.


" sudah ku bilang untuk mengembalikan ini dengan baik baik tapi kalian malah memilih jalan kekerasan." gerutu Adam sambil mengecek isi dompet Deena.


dia mendatangi sang anak yang sudah ketakutan dari tadi, dan memberikan semua uang Deena dan menambahkan dengan uangnya.


"ini uang untuk berobat adik mu. tapi sebelum itu kamu harus memenuhi syarat ku"..


anak itu dengan cepat mengangguk dan menuruti syarat dari Adam.


Adam saat itu pergi ke kantor polisi menbawa 3 preman dan anak itu untuk di tangkap dan dijadikan saksi untuk kasus pencurian.


" ah sampai lupa kan!! gw harus nyari tuh cewe".. batin Adam sambil memukul pintu mobilnya.


sesampainya di kantor polisi, ketiga preman itu diseret oleh polisi yang ada disana untuk dimasukan ke penjara. untung saja Adam ikut masuk dan datang ke kantor polisi. dia bertemu Deena disana yang sedang menangis meratapi nasibnya.


"mbaq, kami akan berusaha menemukan orang mencuri dompet anda jadi tolong tenanglah".. ucap si ibu Polwan.


semakin di suruh berhenti menangis, tangisan Deena semakin kencang saja, membuat orang orang yang disana menatapnya.


" huuuu ㅠㅠㅠㅠ . ibu polwan tau ngga? ada teori tentang kepakan sayap kupu kupu. konon katanya kepakan kecil sayang kupu kupu itu bisa membuat badai besar ditexas. misal seperti hal yang terjadi ke aku sekarang, gara mo monyet tadi mau ngambil ponsel aku tapi gagal terus sebagai gantinya ponsel aku jatuh kemudian mati hingga akhirnya aku ambil uang di atm krna uang digital aku ga bisa kepake di ponsel, eh malah ketiban sial lagi dompet aku dicuri semua uang dan atm aku juga... huuuuuuuuuuuu itulah contoh nyata tentang teori butterfly effect ".... rengek Deena


Adam tertawa cengingisan melihat kelakuan Deena yang memang masih seperti Childish itu.

__ADS_1


namun ia merasa lega melihat Deena baik baik saja tak seperti yang ia bayangkan sedari tadi. ia pun menghampiri Deena yang saat itu sedang menangis hingga matanya bengkak


"Woyy! beban!!"..


__ADS_2