Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
bab 48


__ADS_3

Deena duduk di atas meja sambil melihat sang ibu bermain dengan boneka ken nya. di dalam pikirannya masih tentang video tersebut. ia berpikir keras, jika benar Jerome pembunuh dari ayahnya lalu apa alasan ia melakukan hal itu?. jika masalah persaingan bisnis , itu tidak mungkin karna bisnis mereka sangat berbeda jauh dan berbanding terbalik bahkan dari penghasilan yang didapatkan oleh ayahnya dan juga Jerome jauh lebih sedikit pendapatan Yanto. lalu sang ayah kini sudah di anggap sebagai kriminal oleh seantero negeri ini, jika ini berhubungan dengan bisnis gelap ayahnya itu berarti Deena harus mencari tahunya sendiri.


tapi ia tak berani berpikir pendek dan mengambil keputusan secara gegabah, bagaimanapun ia tidak tahu seperti apa sifat asli dari orang yang akan ia hadapi, entah ia seorang musuh atau bukan.


"sangat sulit mendeteksi nya, karna beliau adalah orang terdekat kami yang sudah banyak membantu kami"... gumam Deena.


ibunya tersenyum melihat ia berbicara sendiri.


Tak lama kemudian terdengan suara ketukan pintu dari luar, Deena bergegas keluar karna ia mengira itu adalah orang misterius yang mengirimikan paket box itu, namun ia salah besar ternyata itu adalah Adam.


"tumben kau tersenyum melihat kedatangan ku.!".. kata Adam yang melihat Deena tersenyum sampai memperlihatkan giginya ketika ia membuka pintu rumahnya.


" ah anda rupanya, silahkan duduk".. kata Deena yang sedikit kecewa.


"kau kecewa saya yang datang? apakah kau sedang menunggu seseorang?"... tanya Adam dengan perasaan nya yg ikut kecewa juga.


" tidak. memangnya siapa yang saya tunggu!!"...


kata Deena dengan ketus.


sang ibu ikut keluar melihat siapa yang datang.


"ken!!" kata ibunya Deena yang memeluk Adam.


Adam hanya tersenyum dan memeluk balik Moana. meskipun ia di panggil dengan nama Ken tapi setidaknya Moana tak takut kepadanya. iya, hanya ke dialah Moana tak menunjukan reaksi yang berlebihan.


"lagi!!.bu nama dia Adam, bukan Ken. sekarang lepasin dia".. Deena tak enak dengan Adam karna ia tak di panggil dengan namanya sendiri apalagi sang ibu suka tiba tiba memeluknya dengan erat. ia pun berusaha melepaskan pelukan sang ibu namun dengan lembut Adam memegang tangan Deena untuk menghentikan nya.


"bi.ar.kan sa.ja".. bisik Adam.


Deena pun sedikit menjauh dan membiarkan mereka berpelukan.


" tante udah makan?".. tanya Adam dengan lembut. Moana mengangguk sambil melepaskan pelukan nya.


"Ken jaga Barbie yah, agar tak di ambil oleh Ryan".. kata Moana.

__ADS_1


Barbie yang di maksud tentu saja adalah Anaknya sendiri, sementara untuk nama Ryan itu adalah karakter dari film barbie yang tak lain dan tak bukan merupakan saingan Ken.


Deena sontak menghentikan agar ibunya tak berbicara omong kosong lebih jauh lagi.


"ibu kita masuk yuk.. Deena eh maksud ku barbie ingin berbicara berdua dengan Ken".. ucap Deena yang membujuk ibunya.


.


.


" maaf. semoga anda memaklumi ibu yang sekarang ".. Kata Deena begitu keluar dari dalam.


" saya mengerti kok. untuk apa kamu terlalu memikirkan nya"... jawab Adam.


Deena menunjukan senyuman paksa nya saat itu.


"ah silahkan diminum tehnya. nanti dingin. maaf hanya ini yang saya punya dirumah" kata Deena.


"tidak apa apa. terima kasih tehnya"..


" ah sepertinya anda datang kesini ingin mengatakan sesuatu." ucap Deena


"oh, iya benar. saya ingin memberitahukan update terbaru tentang persidangan nya. seperti yang kau mau, tidak ada pengajuan banding untuk mengklaim balik sebagian kecil dari aset yang disita. seluruhnya di pakai untuk mengganti kerugian para keluarga korban yang sudah berhasil di identifikasi tentang keluarganya. kemudian sidang selanjutnya adalah sidang terakhir tentang siapa aja yang terlibat dalam aksinya ini, sekaligus sidang pemberitahuan untuk menutup kasus ini karna tersangka sudah tidak ada didunia jadi sidang tak bisa dilanjutkan lagi. sejauh ini, mereka tidak menemukan ada orang lain yang terlibat dalam aksi Beliau karna caranya cukup bersih untuk menutupi orang orang yang ada di belakangnya". jelas Adam ke Deena.


Deena mendengarnya sambil melamun dalam kesedihan.


"mengapa anda baik dengan keluarga saya?!" tiba tiba pertanyaan dalam hatinya keluar langsung dari mulutnya.


"karna aku menyukai mu. karna aku merasa bersalah dengan mu. karna aku tak ingin kamu melalui ini sendirian" batin Adam


"hmm. bagaimana pun juga, kau adalah anak dari sahabat papa. dulu om Yanto juga baik kepada keluarga kami jadi tidak ada salahnya saya membalas beliau dengan semua ini".. jawaban Adam sangat berbeda dengan yang ada di dalam hatinya.


" benarakah? bukan karna hal lain kan?". tegas Deena dengan sedikit curiga.


Adam batuk karna terkejut, mukanya sedikit memerah karna panas tubuhnya yang bereaksi ketika ia gugup kala itu.

__ADS_1


"maksud lain apa maksudnya?".. tanya Adam lagi.


" apakah sekentara itu aku menunjukan perasaan ku padanya sehingga ia memancing ku begini?!".. ternyata Adam salah mengira dari pertanyaan Deena itu. ia pikir Deena bertanya seperti itu karna karna Deena curiga dengan perasaan nya. sementara untuk Deena, ia curiga jika Adam mengetahui sesuatu tentang papanya yang membuat ia merasa bersalah, itu sebabnya mungkin Adam membantunya sampai sejauh ini karna perasaan bersalahnya itu.


"tidak ada hanya bertanya saja, untuk memecahkan suasana yang tegang!".. jawab Deena dengan kebohongan.


" ohh".. imbuh Adam.


"intinya terima kasih telah membantu saya mewakili sidang ayah. terima kasih atas segala kebaikan anda dan keluarga anda. untuk sidangnya saya akan menerima keputusan apapun yang di ambil oleh hakim, saya tidak akan melawan karna bagaimanapun juga ayah sudah tidak ada didunia ini. jadi sulit bagi saya menanyakan keadaan sebenarnya. terlepas dari itu ayah saya telah menjadi suami dan ayah yang baik serta bertanggung jawab selama ini. saya akan terus percaya dia adalah orang yang baik dimata saya"..


Deena mengatakan ini bukan karna ia suka ayahnya di hina dan di caci makin kemudian di cap sebagai pem bu nuh, tapi ia tak suka itu semua. hanya saja ia tak bisa melakukan apapun saat ini untuk membersihkan nama baik ayahnya karna bukti menunjukan bahwa ayahnya memang seorang kri mi nal.


"saya tak menyangka bahwa kau sudah sedewasa ini. mungkin pikiran mu jauh lebih dewasa dari saya ketika dulu masih seusiamu". ucap Adam yang menyanjung Deena.


.


.


..


Adam sudah pulang sekitar 10 menit yang lalu, Deena melanjutkan aktifitasnya belajar memasak makanan yang lebih enak selain sayur bening dan tempe goreng yang hampir tiap hari ia masak.


di atas meja ponsel lamanya terlihat menyala, terlihat ada tulisan besar yang muncul di layar ponsel yang telah diretas tersebut.


...'BUKAN KAH LEBIH MUDAH MENDEKATI KELUARGA ITU LEWAT PRIA YANG TADI. KAU HARUS BERSIKAP BAIK PADANYA AGAR BISA MASUK DENGAN MUDAH TANPA DICURIGAI OLEH ORANG TERSEBUT.' ...


"sial!,, ternyata dia mengawasiku!!.".. pikir Deena setelah membaca tulisan di layar ponselnya.


dia menghela napasnya dengan kasar, kemudian memijat pelipisnya.


" sangat sulit beradaptasi dengan nya untuk saat ini. aku bahkan merasa perasaan ku ini menahan ku untuk tak begitu dekat dengan nya". gumam Deena sendirian.


"tidak!! untuk saat ini aku tidak bisa. ibuku,,,, bagaimana dengan nya? dia tak bisa melihat ku pergi keluar, ia akan histeris disaat itu juga!".. lanjut Deena lagi.


" haruskah aku memamfaat kan dia hanya untuk kepentingan ku sendiri? bukankah itu egois.. tidak, tidak, tidak Dee. ini salah besar, dia tak perlu terlibat dalam urusan ini bukan? itu sama saja kamu berlindung di balik bayangnya agar tak diganggu ketika kamu menyelidiki papanya!!"... ucapnya ke diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2