Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
mustahil dia cemburu


__ADS_3

Deena meminta Adam menurunkan nya didepan toko bunga yang berjarak 50 meter dari perusahaan. karna ia sudah terbiasa tak terlihat satu mobil dengan Adam jadi Deena merasa tak nyaman jika ada yang melihat ia turun dari mobil Adam di depan kantor.


Tanpa bertanya apapun Adam langsung berhenti dan menurunkan Deena disana. Deena pun berjalan dari sana menuju kantor dengan berlari setelah bayangan mobil Adam hilang dari pandangan nya.


Ia pun sampai di kantor dengan terengah engah. baru saja ia hendak menaruh tas nya di atas meja kerja nya, Leo datang dari belakang membawakan sesuatu untuknya.


"enak ya, jadi orang penting. dateng jam segini, mana langsung di sediain makanan pula"... ucap nya mengejek Deena.


Deena hanya diam tak menggubris ucapnya, Deena masih mengatur napasnya dan duduk di kursinya. kaki nya bergetar di barengi dengan perutnya yang keroncongan. ia hampir kehilangan sebagian besar tenaganya karna belum sarapan tadi di hotel.


"nih!! bos minta aku beliin kamu makanan. katanya kamu belum sarapan!"... Leo berbicara ketus dengan Deena.


" ada apa sih? sinis banget!"... ucap Deena yang sebal dengan nada bicara Leo yang menyebalkan.


"aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar tentang kalian tadi malam?!".. Leo mengambil kursi yang tak jauh dari meja kerja Deena, ia pun duduk disana sambil melihat Deena makan.


" tunggu!! siapa aja yang tau di kantor perihal ini?!".. bisik Deena sambil waspada...


"tenang aja. tidak ada yang tahu kecuali aku dan Ulan".. jawab nya


Deena tersenyum mengelus dadanya, dan melanjutkan memakan makananya.


" kamu pura pura kan selama ini tidak menyukai tuan muda?".. pertanyaan menohok ini membuat Deena tersedak...


"yaaa, untuk apa aku bersusah payah tak banyak berkomunikasi dan menjauhi dia jika aku menyukainya?. kau gila ya!!!"...


Leo pun tersenyum dan merasa lega dengan mendengar jawaban Deena. dia semakin yakin bahwa ia sebentar lagi akan mendapatkan kekayaan yang besar dari setengah harta Ulan hasil dari taruhan tadi pagi.


"cih,, apa ini cara baru untuk memikat tuan muda? dengan pura pura memperlihatkan kamu tidak tertarik dengan nya agar ia merasa penasaran dengamu?"..


Deena bertepuk tangan didepan muka Leo.


" luar biasa. kau seharusnya jadi penulis novel saja. kau sangat berbakat mengarang cerita.".. ucap nya sambil melempar Leo dengan kertas yang ia remas tadi.


"uweekk.. tidak kena!!".. ejek Leo yang berprilaku seperti anak kecil.


" kau tutup mulutmu, berhenti membicarakan ini. jika ada orang kantor yang tau, aku akan menganggapmu sebagai orang yang membocorkan kejadian tadi malam!!".. Ancam Deena.


Leo berdiri karna tak terima dengan ancaman Deena yang menurut dia tak masuk akal ini.


"kamu pikir aku apa?! aku tidak mungkin merusak reputasi bos ku dengan menyebarkan rumor yang tidak berarti ini. aku masih sayang nyawaku. bos ku juga tidak akan suka jika rumor kamu dengan nya sampai didengar oleh orang kantor"...


" ahh kau merusak nafsu makan ku!!. sebaiknya kau pergi sekarang dari hadapan ku. sebelum aku menyembur mu dengan makanan yang ada di mulutku ini"..


"kamu berani sama pria yang lebih tua dari".... Leo pun berlari pergi karna melihat Deena yang sudah memasang kuda kuda untuk memberinya pelajaran.


"aaaaaa Leo as*.ganteng ganteng tapi nyebelin banget. cerewet pula kayak tante tante" batin Deena yang kesal saat itu..


Tak jauh dari meja kerja nya, Adam berdiri di balik sudut tembok untuk bersembunyi dan menguping pembicaraan Deena dan Leo.


ia tadinya mau keluar sebentar mengambil sesuatu di mobilnya tapi kebetulan saja saat itu ia tak sengaja mendengar Deena dan Leo membicarakan dia.


Adam mulai mendengar percakapan mereka ketika Leo bertanya ke Deena perihal apa ia menyukai nya atau tidak.

__ADS_1


Adam mengurungkan niatnya untuk turun ke parkiran dan memilih kembali ke kantornya.


dia tersenyum sinis mengingat percakapan Leo dan Deena tadi.


"tidak menyukai ku katanya. lalu untuk apa tadi malam ia menyuruhku membuktikan diriku ke dirinya jika bukan karna ia ada rasa denganku."


gerutunya sambil mengehempaskan dirinya di atas kursi kebanggaan nya.


"bukan nya orang mabuk itu jujur?!!.. apa ada orang yang membenci seseorang tapi ia meminta dicium oleh orang yang membencinya?."... Dia berbicara sendirian disana, jika ada yang mendengarnya mungkin ia akan punya julukan baru di kantor 'si bos gila'...


ia menghentikan omelan nya ketika pintu ruangan nya diketuk. itu adalah Deena, ia masuk untuk memberikan berkas yang akan ditandatangi oleh Adam...


Deena celingak celinguk melihat seluruh ruangan Adam.


"ada apa?".. tanya Adam yang melihat Deena yang seperti itu.


" saya kira anda tadi ada tamu. karna saya mendengar anda seperti sedang marah marah.".


"tadi saya sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon".. katanya dengan salah tingkah.


" ohh begitu"..


...


Setelah selesai membicarakan pekerjaan dengan client, Adam dan Deena menerima tawaran client untuk makan siang bersama di restoran mewah bintang Michelin.


"terima kasih sudah menerima tawaran saya untuk makan siang bersama".. ucap orang itu yang tak lain adalah direktur dari perusahaan yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Adam.


"ha ha.. hmm nona".. sapa nya ke Deena.


" iya pak?".. jawab Deena


"saya dengar anda sering sekali memenangkan tender untuk perusahaan pak Adam. anda sangat kompeten sekali. saya harap suatu hari jika anda berhenti di perusahaan pak Adam, anda mau bekerja untuk perusahaan kami dibagian pemasaran".. kata sang direktur itu.


"saya merasa terhormat dengan sanjungan anda. tapi jika saya disuruh bersaing dengan madam Lin, saya rasa saya akan mundur karna tak mampu menyaingi beliau".. jawab Deena yang menyanjung Asisten pribadi sang direktur.


"anda bisa saja nona. anda sangat pandai menyanjung orang lain, saya yakin pak Adam tak akan membiarkan anda keluar dari perusahaan nya".. Ucap asisten Lin yang membalas sanjungan Deena.


" saya serius dengan ucapan saya tadi. saya akan lebih sering menghubungi anda untuk belajar lebih banyak hal dari anda".. jawab Deena lagi.


"silahkan saja nona. saya akan menunggunya".. Asisten itu tersenyum dengan wajah anggun.


" jika nona ingin menghasut asisten saya untuk pindah perusahaan. saya rasa nona sebaiknya mengulurkan niat itu. saya tidak akan membiarkan perusahaan saya kehilangan orang seperti dia".. jawab direktur dengan nada gurauan.


"jangan takut pak. saya sudah cukup memiliki dia disamping saya"... sambung Adam yang memecahkan suasana menjadi kaku..


melihat semua orang terdiam, sang direktur pun tertawa untuk menghangatkan kembali suasana disana.


" ha ha ternyata kita sama sama tak ingin kehilangan pegawai kompeten diperusahaan kita.. tapi nona tawaran saya akan berlaku seumur hidup jika anda sudah bosan bekerja untuk pak Adam"...


Deena sempat gugup ditengah suasana yang tadi tapi ia memaksakan dirinya tersenyum agar tak kentara jika ia salah tingkah dengan ucapan Adam.


"terima kasih pak. saya akan ingat baik baik ucapan anda ini"..

__ADS_1


.


.


Mereka melanjutkan makan mereka dengan khusyuk hingga tiba saatnya mereka hampir selesai makan sang direktur melontarkan pertanyaan lagi ke Deena.


" oh ya nona? berapa umur anda tahun ini?!"..


"23 tahun pak. ada apa ya?!".. tanya nya balik


" ah tidak. saya hanya penasaran saja karna teringat dengan anak laki laki saya. dia juga tahun ini sudah 24 tahun, tapi saat ini ia masih diluar negri untuk menyelsaikan pendidikan nya"... Ucap sang direktur dengan suara yang mulai rendah, seolah olah ada kesedihan dihatinya. mungkin saja karna ia sedang jauh dari putra tercintanya


"saya harap beliau cepat menyelesaikan study nya ya pak!".


" iya terima kasih atas doanya. jika ia kembali nanti, mau kah nona saya kenalkan dengan anak saya? yah siapa tau ternyata nona cocok dengan anak saya"..


Adam sedikit tersedak mendengar ucapan berani sang direktur, ia langsung memerhatikan wajah Deena.


"he he. hmmm".. Deena agak kebingungan ingin menjawab ucapan sang direktur.


" tenang saja. anak saya tampan ngikutin gen ibunya yang seorang gadis dari suku Dayak "... ucap sang direktur sambil tersenyum.


" oh bukan, bukan. bukan begitu pak. Saya hanya terkejut dengan ucapan bapak. saya bukan orang yang seperti itu pak. tapi jika ada kesempatan, boleh saja. semoga beliau juga berkenan ingin dikenalkan dengan saya"...


"tentu saja, dia pasti mau. saya yakin!!"...


Adam mendengar itu hanya bisa tersenyum sinis.


...


Didalam toilet


" nona, boleh saya bertanya? tapi ini mungkin pertanyaan yang cukup lancang".. ucap Asisten Lin ke Deena.


"boleh.tidak apa apa".. jawab Deena sambil mencuci tangan nya diwastapel.


" apa anda dan direktur Adam ada hubungan asmara?".. pertanyaan itu tiba tiba membuat Deena merasa geli mendengarnya


"kenapa anda bertanya seperti itu? kami hanya sebatas atasan dan bawahan dikantor maupun diluar kantor"... jawab Deena


" hmm mungkin saya yang berlebihan".. jawab asisten Lin dengan perasaan canggung.


"memang nya kenapa? apa kami terlihat seperti itu?".


" hmm begitulah. apalagi saat tadi ketika bos saya bilang ingin mengenalkan anaknya dengan anda, saya melihat pak Adam sangat sinis dan seperti tak suka. jadi saya mengira dia cemburu?..


"ha ha ha ha.. mana mungkin!! itu hanya perasaan anda saja!..


" mustahil dia cemburu".. batin Deena


"ah begitu ya."... meskipun begitu asisten Lin yakin dengan pirasat nya bahwa Adam itu suka dengan Deena. karna selama ini dikantornya ia tak pernah salah menilai dari penglihatanya jika ada yang sedang cinlok diam diam dikantor.


" mata ku yang tajam ini dan pirasat ku yang kuat tak mungkin salah".. pikir Asisten Lin

__ADS_1


__ADS_2