
Hari berikutnya disela sela jam istirahat, Deena masih sibuk scrolling ponselnya tentang Ziniia indah mantan atasan nya itu. perasaan penasaran serta kagumnya tak luput membuat dia berhenti mencari tau tentang wanita yang kini lebih banyak menghabiskan masa karirnya di luar negri itu.
sesekali dia berdecak kagum melihat gaya hidup Indah yang glamour serta anggun bak tuan putri dari sebuah kerajaan.
"aku iri. melihat dia cocok memakai baju yang mungkin akan aneh jika di pakai oleh orang lain. semua baju akan cocok jika dia yang memakainya. jarang sekali ditemui wanita dengan tu buh seperti dia".. batin nya.
Dia kemudian menaruh ponselnya didalam kantong celana nya. seperti biasa dia seperti sudah langganan duduk di dekat kaca dinding dari cafe perusahaan yang menghadap ke arah luar tersebut. bagi dia itu adalah healing ketika duduk sambil meminum es kopi dan melihat orang orang berlalu lalang di jam makan siang.
"aiiishhh. lagi enak enak liat orang lewat, dia malah ikutan muncul".. imbuhnya ketika melihat Adam yang turun dari mobil. sepertinya dia baru selesai makan siang tapi entah dengan siapa.
" pura pura ga liat dee"..
Adam masuk berjalan bersama dengan Leo dan beberapa orang berjas hitam di belakang nya, dia bak pangeran berjas hitam yang sedang di kawal oleh bodyguard saat itu.
"ahh orang itu. sepertinya dia akan mulai bekerja dengan atasanya lagi". yang dia maksudkan adalah Leo..
...----------------...
POV LEO dan ADAM
di bali..
Leo baru saja masuk ke villa dengan tubuh penuh keringat, dia menghempaskan tubuhnya kemudian memukul sopa itu karna marah.
" si al an. tuan pasti ga bakalan maafin kita karna ga becus buat nangkep satu orang aja".. teriaknya ke orang orang yang berbadan kekar sedang berdiri di hadapan nya.
dia mengambil ponselnya dan menelpon tuan nya si Adam untuk melaporkan semua yang terjadi.
"Hallo, tuan. maaf saya gagal menangkap tangan kanan Lucas".. dengan nada enggan mengakui kekalahan nya, Leo terlihat gugup meskipun hanya lewat telpon.
" aku perintahkan, kamu untuk kembali sekarang!!!! ".. Ucap Adam dengan dingin di sebrang telpon.
" baik tuan"...
__ADS_1
...****************...
di sebuah restoran di kota L, Leo kembali ke kota dimana tuan nya tinggal saat ini. dia langsung bergegas ke sebuah restoran tempat tuan nya sedang makan siang..
"selamat siang tuan!!!"... Leo menyapa Adam begitu masuk ke ruangan Vvip di restoran itu.
" kemampuan mu semakin menurun, seperti nya sudah saatnya kamu pensiun Leo!!". tegas Adam dengan tatapan dingin
"maaf tuan. saya memang ceroboh tapi tolong jangan menyuruh saya pensiun. saya masih suka menjadi bawahan tuan"... jawabnya sambil menunduk.
" lalu kenapa kamu tak pernah bisa menangkap satu orang saja??!! "...
" Dia memiliki kemampuan yang hampir sama dengan tuan dalam bela diri".. Imbuhnya
"ahhh,, aku jadi penasaran apa itu dia yang kemampuan nya kamu bilang hebat itu tapi beberapa tahun yang lalu dia kabur dari ku?".. tanya Adam dengan penuh tekanan
" iya tuan. itu memang dia. dan saya berani jamin dia memang tangan kanan Lucas!"... Leo kembali menundukan pandangan nya ketika Adam membalas menatapnya.
"kamu yakin?".tanya nya.
Adam melihat dengan seksama poto itu, dia mengerenyitkan keningnya dan mengangkat sudut alisnya sebagai tanda itu memang orang yang selama ini mereka buru.
"sebenarnya apa tujuan laki laki ini dan tuan nya memberi peringatan yang tak jelas berulang kali dengan kita?!".. Tanya Adam yang masih melihat poto laki laki itu di ponsel Leo.
" kenapa tuan tidak menanyakan saja langsung ke tuan Jerome?!".. saran nya Leo.
mendengar hal itu, Adam melempar ponsel Leo ke arahnya dan berhasil ia tangkap.
"kau cukup tau bagaimana cara papa ku menyelsaikan masalahnya kan!!. aku tak begitu suka cara instan nya itu. jadi kau tutup mulut mu!! biarkan aku menyelsaikan dengan caraku"...
Leo hanya mengangguk, Adam menghampirinya dan menepuk pundaknya. dia kemudian keluar dari restoran dan kembali ke perusahaan.
...----------------...
__ADS_1
Di perusahaan. Adam turun dari mobilnya di ikutin oleh Leo dan beberapa security atau bodyguard khususnya Adam yang akan mulai bekerja hari ini diperusahaan. mereka adalah bawahan yang sudah terjamin kesetiaan nya dan sudah bekerja sejak jaman papanya masih aktif mengurus semua bisnis keluarga mereka.
Diwaktu bersamaan saat Leo baru masuk ke gedung perusahaan dan melihat Deena yang duduk sendirian menghadap kearah luar sambil menikmati kopinya. dia medekat ke arah Adam dan membisikkan sesuatu.
"Tuan, haruskah kita mengawasi nona Deena juga?".. bisiknya
" tidak perlu!!".. tegasnya
"kenapa?".. tanya nya lagi, namun Adam terus berjalan ke arah lift dan tak menggubris ucapan Leo itu.
...----------------...
Di meja kerjanya, Deena terlihat sibuk melihat komputernya. Leo yang melihat mendatangi Deena dengan niat ingin menyapanya.
" Halo nona cantik!!".. rayunya
Deena melihat sekilas kemudian kembali melihat komputer nya.
"astaga. saya di cuekin".imbuhnya
" jangan ganggu saya. saya lagi kerja!!!".. tegas Deena
"oh ya btw. mulai hari ini saya kembali menjadi asisten kedua dari tuan Adam. itu artinya kita akan terus bertemu mulai hari ini dan seterusnya.".. ucap nya dengan riang.
" aku tidak peduli. asalkan kamu menjaga batas"..
"kalo orang ngomong bok yo di jawab dong nona Deena!"..
" Hem. selamat bekerja kembali. bisakah anda membiarkan saya pokus dengan kerjaan saya?".. Ucapnya dengan lembut dan senyum tipis.
"pergilahhh".. batin Deena
" baiklah. kalo begitu maaf karna sudah mengganggu waktu anda"...
__ADS_1
Leo kemudian pergi meninggalkan Deena disana. kini dia mencari mangsa baru di ruangan Sekertaris MK. yaitu target selanjutnya adalah Ulan.
Leo memang tipe orang yang tak bisa diam dan banyak bicara, hanya dia yang memiliki kepribadian hangat di antara orang orang sedingin Adam dan Ulan yang tak asik di ajak bercanda.