
Sudah tak terhitung lagi berapa kali Adam bolak balik membuka pintu kamar yang ditempati oleh Deena, hingga jam 10 pagi ia masih saja tertidur pulas. meskipun hari ini tidak banyak pekerjaan dikantor tapi tetap saja mereka harus bekerja, namun Adam sedikit merasa tak enak membangunkan gadis cantik itu karna rasa bersalahnya perihal tadi malam.
"berapa lama lagi aku harus menunggu"... gumamnya sambil terus melihat jam tangan nya.
..
Deena terbangun sambil merenggangkan tubuhnya yang masih dalam posisi tidur.
"udah lama ga serelax ini pas bangun tidur".. sambungnya lagi.
Dia duduk dengan posisi masih di atas tempat tidur sambil memperhatikan sekelilingnya.
" aku dimana?,,,ini mirip tempat yang ada di mimpi aku".. katanya yang seperti orang linglung.
dia kemudian beranjak dari tempat tidurnya hendak keluar dan pintu dibuka oleh Adam diwaktu yang bersamaan ketika ia baru saja akan membukanya.
"astagah!!".. kagetnya Deena. Adam juga sempat kaget dan terdiam sejenak.
" akhirnya. kau kembali jadi manusia!!"... ucap Adam kemudian kembali ke sopa
"memang saya manusia. apa maksud anda berkata seperti itu!?"... bentaknya sambil mengikuti langkah Adam di belakang.
"apa kau tidak tau, ketika tidur kau malah cosplay jadi batu?!."... timpal Adam sambil menggelengkan kepalanya.
" dia selalu menghina ku disetiap kesempatan yang ada!!! rasanya ingin ku remas mulutnya itu!"..
"apa yang kau tunggu!! ini sudah jam 10 , kau harus kerja!!"..
" wait,, bukan kah kemarin saya ada di sopa ini karna nenek menyuruhku untuk menunggu anda? lalu kenapa saya bangun ditempat yang berbeda?"..
"saya tidak tahu. saya datang setelah kamu tertidur lelap. nenek berpesan untuk tidak membawa mu pulang dan membiarkan mu istirahat disitu."..
"lalu anda?! anda juga menginap disini?!".
" hmm. tapi saya tidur di sopa!!"....
"huuuftt syukurlah. tapi bagaimana dengan mimpi semalam? apakah itu beneran mimpi atau kenyataan?.. ah tidak mungkin itu nyata"..
" saya beri kamu waktu 30 menit untuk mandi dan siap siap. jika kamu masih saja melamun, maka kamu harus bekerja menggunakan dress ini."..
"iya, ya. ini mau mandi!!"... Deena berlari masuk hendak ke kamar mandi tapi kemudian ia berlari kembali ke Adam.
" apa lagi!!?".. lirih Adam yang sudah hampir kehilangan kesabaran nya.
"saya tidak punya baju ganti"... ucap Deena dengan nada sedih.
__ADS_1
" tuh. dalam tas itu ada baju yang sudah disiapkan untukmu!... cepat!!"..
ia pun bergegas mandi dan mengganti bajunya karna takut membuat atasan nya menunggu lama.
.
.
"ini pertama kalinya aku masuk kerja tanpa dandan. aku malu sekali padahal belum sampai di kantor".. batin Deena yang saat itu sudah berada di dalam mobil bersama Adam..
Ia mencuri curi pandang ke kaca yang ada di pintu mobil untuk memastikan apakah di wajahnya ada jerawat atau tidak.
"jam 12 siang nanti ada klient kita yang mendadak mengganti jadwal pertemuan nya. nanti saya kabari dimana tempat pertemuan nya. kamu sebelum ini siapkan berkas dari proyek TN10 yang minggu lalu yang saya berikan!. kita akan butuh itu!!"..
" baik pak!"..
"aaaaaaa kenapa waktunya mepet banget. mana muka aku polos gini. mana sempet keluar buat beli make up!! "...
" kau cemas?".. tanya Adam sambil melihat Deena yang nampak cemas.
"tidak pak!".. jawabnya, namun ia tak bisa membohongi Adam karna gestur tubuhnya saat itu tampak tak tenang.
" katakan saja jika kau merasa tidak enak badan! aku akan menemui client sendirian nanti"... ucapnya dengan lembut.
"kenapa dengan nya? apa dia salah makan sesuatu pagi ini? kenapa tiba tiba baik begini."
Adam kembali melajukan mobilnya setelah lampu rambu lalu lintas bewarna hijau.
" kau belum menjawab ku!".. ucapnya lagi yang masih penasaran karna tadi Deena mengalihkan pembicaraan
"saya baik baik saja pak. ini hanya masalah wanita."
"apa maksudnya masalah wanita?"... meskipun masih penasaran, Adam tak melanjutkan lagi pembicaraan dari topik yang tidak ingin dibahas oleh Deena.
" ah masa bodoh. mau make up apa tidak. lagian di kantor aku tidak ada crush disana, jadi untuk apa aku malu menampakkan wajahku tanpa make up!!!"...
Deena menyandarkan kepalanya di kaca pintu mobil sambil menikmati suasana kota sambil melihat kendaraan yang berlalu melewati mobil mereka..
"ngomong ngomong sudah lama ya, tak satu mobil dengan si Alien!!".. mata nya melirik wajah tampan nan rupawan Adam yang sedang pokus menyetir itu.
ingatan tentang semalam juga tiba tiba terlintas membuat dia salah tingkah sendiri dan membenarkan cara duduknya.
" please lupain Dee. yang tadi malem cuma mimpi. jangan sampe kebawa sampai dunia nyata!"..
..
__ADS_1
...
di kantor Leo berlari menyerobot masuk ke ruangan Ulan, ia nampak seperti sedang dikejar kejar oleh debt collector.
"ada apa?? bikin kaget aja!!"... bentak Ulan setelah dibuat kaget oleh Leo yang masuk sambil membanting pintu ruangan nya.
" katakan Lan yang ku dengar ini hanya sebuah omong kosong belaka!".. Leo berbicara sambil ngos ngosan.
"tentang apa?!".. tanya Ulan
" aku mendengar jika tadi malam di acara pesta neneknya, bos mengumumkan bahwa nona Deena adalah calon tunangan nya. katakan bahwa yang kudengar ini tidak benar?!".. Leo begitu serius menanyakan hal ini, dia tak percaya dengan apa yang ia dengar itu karna selama ini yang ia tau serta percayai bahwa mereka berdua tidak begitu akur.
"apa urusannya dengan kamu jika itu benar!!"... jawab Ulan dengan santai seolah olah ia sudah tahu lebih dulu.
" oohhh myyy goodd.. kenapa kamu ga bilang dari awal?. aku kira rencana nyonya yang ini ga akan berhasil! wahhh!!"... Leo memijat kepalanya saat itu, Ulan tersenyum sumringah melihat tingkah Leo seperti itu.
"heyy idi yot!! apa kau berencana untuk bersaing perihal asmara dengan tuan muda!?".... tuduh Ulan dengan senyuman liciknya itu yang mengira Leo menyukai Deena.
" heii, jaga mulutmu!! aku begini karna kaget dan tidak percaya. kamu lihat sendiri kan selama ini mereka berdua terlihat saling menbenci satu sama lain sampai sampai saling menghindari sampai sebegitu nya. aku itu tidak pernah memiliki perasaan dengan perempuan yang masih dalam lingkaran se tan milik tuan muda!".. Leo menegaskan ucapanya itu dengan serius ke Ulan. dia tak ingin ada kesalah pahaman dalam hal ini karna bisa menimbulkan hal patal baginya.
"apa kau mau bertaruh?!,,,".. tawar Ulan
" tentang mereka?".. tanya Leo
"ehm.. mari kita taruhan tentang hubungan mereka. jika tuan muda berhasil jatuh cinta dengan nona Deena, kau harus memberikan setengah dari kekayaanmu padaku. dan jika sebaliknya sampai akhir mereka tetap tidak saling menyukai atau bahkan menikah dengan orang lain, maka aku akan memberikan setengah harta yang ku punya padamu.. bagaimana??".....
" apa kau gila?!.. kau jadikan tuan muda taru han?.". Leo mondar mandir memikirkan apakah ia harus menerima tawaran Ulan ini apa tidak.
"jika kau takut, yasudah tidak usah!".. ucap Ulan dengan nada meremehkan.
" oke deal!!".. sontak jawabnya Leo dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman sebagai tanda pengesahan taruhan mereka itu.
Ulan membalasnya dengan senyuman sumringah. ia nampak yakin bahwa ia akan menang dengan taruhan ini.
"btw jangan terlalu yakin. tuan muda punya jiwa rasa iba dan tanggung jawab yang besar jika ada orang terdekatnya yang sedang dalam masalah. jika kau percaya diri hanya karna dimasa lalu ia pernah menyelamatkan nona Deena, maka kau salah besar. ingat tuan muda juga sudah sering membantumu tapi dia tak kunjung jatuh cinta juga padamu sampai sekarang"..
"apa kau mau higheels ku ini terlempar ke mulutmu?!".. bentak Ulan yang kesal karna ucapan Leo yang membahas topik masa lalunya ketika ia masih dalam keadaan terpuruk itu.
" baiklah maaf!!"..... "dasar wanita pemarah begitu saja emosi. padahal itukan fakta!!".. lain dimulut lain di hati, itulah perasaan Leo sekarang di hadapan Ulan.
" kau jangan meremehkan naluri seorang wanita!!. lihat saja nanti, bukan hanya tubuh nona Deena yang bisa memikat tuan muda tapi juga hatinya nona Deena akan mampu memikat nya!!"..
"haha padahal kau tau sendiri, tuan muda sampai kini belum punya kekasih itu kan karna dia belum melupakan mantan nya yang model itu. yang jauh lebih aduhay dari nona Deena!"..
" mulutmu percis seperti ibu ibu yang suka bergosip didepan komplek!!.. sudah pergi sana!!, kau pikir aku digaji disini hanya untuk menemanimu adu mulut?!"..
__ADS_1
Ulan mendorong paksa Leo keluar dari ruangan nya, dia menutup pintu dengan keras. pelan pelan ia mengatur napasnya agar tak merusak moodnya ketika kembali bergulat dengan komputer..
"dasar ku ny uk!!"... um pat Ulan ke Leo yang sudah lenyap dari pandangan nya.