
Sepanjang jalan di dalam mobil Adam hanya ada keheningan yang begitu menyisakan banyak ruang hampa di tempat tersebut. yang satu hanya pokus menyetir dan sesekali melirik ke arah kirinya untuk melihat gadis yang sedang berwajah masam itu. sementara si gadis tak hentinya menyabarkan diri sendiri agar tidak meluapkan emosinya disana. Adam juga memahami bagaimana perasaan sang gadis tersebut terhadap dirinya sekarang, apalagi tadi pagi dia sempat kasar terhadap sang gadis, jadi dia pun ikutan enggan untuk mengajak sang gadis ini mengobrol.
Pada akhirnya setelah kesunyian yang cukup panjang bagi mereka berdua, akhirnya mereka pun sampai dirumah Deena, disana terlihat ibunya Deena menunggu di depan rumah sambil tersenyum menyambut Deena dan Adam.
Deena yang baru turun dari mobil bergegas masuk ke dalam karna sudah tak kuat menahan emosinya lagi berdekatan dengan Adam.
"Dee!! kamu mau masuk gitu aja? Dee!! ga sopan kamu kayak gitu".. teriak sang ibu, namun Deena tak menggubris nya sama sekali.
" gpp tan, mungkin dia kecapek an".. kata Adam.
"ya ampun anak itu. maaf ya nak, Deena biasanya tidak seperti itu. tapi mungkin telah terjadi sesuatu dengan dia sehingga membuat moodnya buruk".
" iya tan, gpp"..
"ayo masuk dulu kedalam. om juga ada di dalam".
" saya mohon maaf tan, mungkin lain kali saja saya mampir dan ngobrol sama om tante. saya kebetulan ada yang harus dikerjakan jadi saya pulang dulu"
" ya ampun.. hmm kalo gitu terima kasih banyak ya nak. udah mau anterin Deena selamat sampe rumah. sekali lagi maafin kelakuan Deena yang tadi"..
"iya tante. saya permisi dulu. oh ya salam ke om yanto... selamat malam tan"..
" malam"..
.
.
.
.
Didalam kamarnya, Deena menggeliat seperti cacing kepanasan, di atas kasurnya itu dia melampiaskan rasa kesalnya diboneka dan juga bantal bantal nya. sesekali mulutnya mengeluarkan kata kata yang tak seharusnya di ucapkan. tak henti hentinya meninju wajah boneka nya itu seolah olah itu adalah wajah Adam..
__ADS_1
tak lama setelah itu, terdengar suara pintu kamar dibuka, ternyata yang masuk adalah ibunya. Deena sudah sangat mengerti sekali apa yang akan terjadi, ibunya masuk ke kamarnya pasti untuk mengomelinya. tapi dia sudah pasrah dan tak peduli, karna dia merasa hal yang dia lakukan tadi sudah sangatlah tepat.
"Dee!! ibu ga suka ya sama sikap kamu yang tadi!".. ucap ibunya sembari tangan nya naik di pinggangnya.
" Dee! katakan sama ibu , kamu kenapa? kenapa sampe seperti tadi?".
Deena hanya diam membisu dan tak mau menjawab pertanyaan ibunya
"ohh jadi kamu udah mulai bisa membangkang ibu ya!".
" Deena Aulia bin Yanto Saputra!. jawab ibu!! kalo kamu ga mau jawab. ibu akan benar benar marah sama kamu!".
"bu, please. Deena ga suka kalo ibu coba buat aku sama Adam deket"..
" why?!!"..
"pokoknya aku ga suka bu!"..
" Deena, kamu sama Adam baru ketemu beberapa kali ini. gimana bisa kamu menyimpulkan ga suka sama dia hanya dengan pertemuan yang cuma 2/3 kali tersebut"..
" haha. lucu ya, ucapan anak gadisku yang beberapa jam lalu kencan dengan orang yang dikenalin sama temen nya sendiri".
"dia cuma dikenalin aja. bukan berarti setelah itu kita cocok."
"nah, hal yang sama yang ibu lakuin dengan kamu dan Adam"..
" tapi Deena sama Adam sejak awal udah ga cocok bu".
"ga cocok di bagian mana nya Deena?".
" d..di.. di, banyak lah pokoknya. misalnya umur. aku sama dia beda 8 tahun dan dia itu tua banget untuk aku".
"astaga, Deena. ibu bener bener bisa sangat marah jika kamu meneruskan ucapanmu.. percakapan ini belum selesai. besok kita lanjut lagi! ibu udah ga kuat jika terus terusan tersulut emosi gara gara kamu!"..
__ADS_1
dengan perasaan yang marah dan jengkel Moana keluar dari kamar Deena.
" Adam Asu!!".. teriak Deena di kamarnya sembari dia melepar bantalnya ke tembok.
drrrttt drrrttt..
ponsel Deena menyala dan bergetar, Terlihat ada pesan masuk dari nomor yang tak di kenal.
'malam. ini aku mark. kamu udah sampe rumah dengan selamat?'.
namun Deena hanya membaca pesan tersebut dan tak membalas nya.
drrrttt drttt
tak lama dari itu, ponselnya berbunyi lagi. ada pesan masuk dari Gisele.
'*Dee kamu udah sampe rumah? mark bilang dia ga pulang sama kamu. beneran kamu pulang bareng Adam?'.
'Dee. gimana menurut kamu dengan teman ku itu? sesuai selera kamu ngga*?'
Deena lagi lagi hanya membaca dan tak membalas pesan yang masuk ke ponselnya.
karna tak ingin di ganggu, Deena mematikan ponselnya dan tidur terlentang di atas kasur sembari menatap langit langit kamarnya.
dia mengingat ingat kembali awal pertemuanya dengan Adam. dia baru menyadari dari ingatan lamanya itu ada sebuah fuzzle teka teki yang belum di ungkap dalam hidupnya.
pertama, dia masih belum menemukan jawaban kenapa dulu Daniel di seret paksa keluar dari restoran.
kedua, kenapa dia mudah menyimpulkan dan memanggilnya dengan nama hina seperti dulu saat kejadian dia menyeret Daniel tersebut.
ketiga, tatapan mata yang benci dan marahnya tadi pagi seolah olah Deena melakukan kesalahan besar sebelumnya ke Adam.
"haruskah aku cari tahu jawaban dari rasa penasaran ku ini?.".. gumamnya dalam hati
__ADS_1
" kenapa takdir pertemuan kita begitu buruk... arghhh bikin pusing aja".. lanjutnya
dia mengacak acak rambutnya karna frustasi dengan semua itu. lama kelamaan matanya perlahan lahan mulai tertidur dengan posisi dia yang masih terlentang di atas kasurnya.