Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
hutang budi


__ADS_3

Saat memasuki hotel, banyak mata tertuju ke arah Adam yang sedang menggendong Deena menuju ke kamarnya. sepertinya Gadis itu terlalu mabuk sehingga tak sadar tubuhnya di bopong oleh pria yang dia benci di lubuk hatinya itu.


sempat kesulitan membuka kamar Deena, syukurlah ada resepsionis hotel yang sedang lewat dan membantu membuka kamar itu yang sempat terkunci.


"terima kasih".. ucap Adam.


resepsionis tersenyum kemudian meninggalkan dia bersama dengan Deena di dalam kamar.


" untung aja ada orang yang tadi. jika tidak aku sudah melempar mu ke dalam kolam didepan kamar mu itu... kerjaan mu hanya bisa merepotkan akuuu saja".. Gerutu Adam sambil melepas sepatu dan topi Deena.


sejenak dia memandangi lagi wajah gadis ini dari dekat, dia duduk di pinggir ranjang tempat gadis itu terbaring.


"tubuhnya padat berisi, body nya sesuai seleraku, wajahnya cantik, kulitnya kuning langsat, hidungnya mancung, matanya yang terlihat sendu ketika melihat orang lain namun terlihat berbeda ketika melihat ku. kamu menarik, hanya saja aku terlalu peka dengan perasaan mu sekarang. kamu terlalu terang terangan memperlihatkan kebencianmu padaku"...


Dia kemudian bangun hendak meninggalkan kamar itu, namun tangan nya di tarik oleh Deena.


"jangan pergi, aku takut dengan kesendirian".. ucapnya dengan nada yang masih setengah sadar. matanya perlahan terbuka, tatapan nya sendu dan dia bangun kemudian menarik Adam untuk duduk lagi.


Deena mendekatkan wajah nya ke wajah Adam, kini wajah mereka hanya berjarak satu jengkal telapak tangan. Dia mengelus wajah Adam dengan tatapan hangat, tatapan yang tak pernah Adam lihat sebelumnya dari dirinya.


" aku melihat kedalam mata mu. kau begitu kesepian, batin mu sangat terluka sehingga kau melampiaskan pada pekerjaanmu.


kita hampir sama, kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. trauma ini menghantam hati kita sehingga hancur berkeping keping.


pernah kah kau ingin jatuh cinta, namun terbayang bayang dengan masa lalu?. aku merasakan nya!. itu sangat menyakitkan! aku membenci diriku yang masih terjebak dimasa lalu."..


Deena kemudian mundur dan menjauhkan tangan nya dari wajah Adam.


"tunggu!!". kata Adam yang menarik tangan Deena sehingga tubuhnya kembali berdekatan dengan Adam.


"apa kebencian mu begitu besar padaku?". lanjutnya bertanya pada Deena.

__ADS_1


"aku memang iba padamu, tapi rasa benci ku lebih besar untuk dirimu. kau laki laki yang pertama kali bertemu dengan ku memangilku dengan panggilan hinaan begitu saja. itu sangat membekas di hatiku. kita sebelumnya tak pernah bertemu tapi kau memanggiku seolah olah aku memang wanita yang seperti itu!.. kau tidak tahu betapa hancurnya mental ku hanya karna ucapan mu itu?!"...


"kau salah.. jauh sebelum itu, kita pernah bertemu setelah kita dewasa, hanya saja kau tak mengingatnya. kau lah alasan ini terjadi padaku, rasa kesepian dan terluka ku ini begitu mendalam menusuk relung hatiku"..


Deena mundur perlahan mendengar ucapan Adam, dia bingung apa yang di maksud dengan Adam. tiba tiba kepalanya sangat pusing, rupanya alkohol tersebut masih breaksi di tubuhnya.


melihat hal itu, Adam menidurkan tubuhnya dan memeluk tubuh Deena agar kepalanya tak terlalu pusing. Deena tak menolak perlakuan Adam, mungkin karna dia masih dalam pengaruh alkohol jadi dia belum menyadari sekarang dia sedang tidur sambil di peluk oleh laki laki yang bukan suami atau pacarnya tersebut


...----------------...


tok tok tok


Deena terbangun mendengar suara ketukan pintu yang terus menerus mengetuk pintu kamar.


dia terbangun sambil berjalan lontang lanting hingga tak sadar kakinya menendang pakaiannya yang berserakan di bawah.


ceklek.. dia kemudian membuka pintu dengan mata setengah terbuka dan setengah terpejam..


Adam kaget melihat Deena yang membuka pintu kamar dengan baju tanktop tanpa tali, serta celana hitam pendek yang terlihat hampir seperti daleman tersebut.


" oh my god!! ngapain kamu buka pintu kanar pakai baju itu".. Adam membalikan badan nya.


"hah??".. Deena menunduk dan melihat ternyata dia hanya memakai daleman saja di hadapan Adam. dia yang malu kemudian membanting pintu dan bergegas memakai baju yang dia pakai tadi malam.


....


Di dalam kamar Deena.


" yaaa!!!! bisakah kamu diam dan tidak menbuat keributan di manapun kamu berada!!"..


tegas Adam.

__ADS_1


Deena hanya diam sambil berlutut di atas ranjang tempat tidurnya. dia terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang di hukum oleh ayahnya.


"aku akan memberi tahu orang tua mu tentang tadi malam kamu mabuk mabukan dibar dan memukul orang sembarangan!"..


" apa?!! " Deena melotot dan mengerenyitkan keningnya ke arah Adam.


"ga percaya?, nih liat!! ".. dia melempar ponsel nya ke arah Deena. ia hanya melongo melihat betapa brutalnya dia ketika mabuk tadi malam.


" maaf tapi tolong jangan beritahu ayah dan ibuku. please".. ucap Deena dengan nada memohon.


"untung saja mereka tidak menuntut mu!!".. lanjut Adam..


huuuufttt, terdengar suara nafas Deena yang terlihat lega.


" jangan lega secepat itu. video ini belum sampai kerumah orang tuamu"... Adam tersenyum licik menandakan dia sudah punya rencana yang buruk untuk membuat mulutnya tetap bungkam.


Deena menelan saliva nya melihat ekspresi Adam yang menyebalkan itu.


"katakan, apa yang kau inginkan dariku?".. Ucapnya dengan ekspresi malas.


" untuk saat ini tidak ada. jadi anggap saja kau ada hutang budi padaku. jadi kedepan nya kau harus berprilaku lebih baik padaku dan lebih banyak tersenyum juga agar mood ku tak hancur untuk mengeluarkan unek unek karna kelakuanmu tadi malam"...


"dasar ba ji ng*n licik!!.".. umpat Deena


" baiklah jika itu yang anda inginkan, maka saya akan lakukan tuan".. Deena kemudian tersenyum dengan paksa.


Adam tersenyum puas ketika melihat dirinya berhasil membuat wanita di depan nya ini takut padanya.


"oh ya ini ponsel mu udah selesai di perbaiki".. dia melempar ponsel Deena yang sudah selesai diperbaiki.


" cepet banget!!".. ucap Deena sambil sibuk membuka ponselnya.

__ADS_1


"kalo ada duit, maka semuanya jadi lebih mudah!".ketus Adam.


__ADS_2