Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
surat perjanjian


__ADS_3

Setelah memikirkan nya dengan matang selama seminggu penuh, keputusan Deena kini sudah bulat untuk membawa ibunya dirawat inap di rumah sakit jiwa. awalnya sedikit sulit baginya mengambil keputusan ini, namun jika di biarkan terus terusan seperti ini, ia takut ibunya akan seumur hidup tak bisa kembali normal seperti dulu. apalagi seperti yang kita tahu, kini Deena hanya memiliki ibunya saja.


Saat ini Deena di perintahkan oleh orang misterius yang ia panggil Mr. M untuk membawa ibunya ke sebuah rumah sakit terkenal di pusat kota. disana ia sudah di tunggu oleh seorang wanita berbadan kurus, tinggi, dengan ekspresi dingin ia memakai lipstik warna merah serta pakaian semua serba merah mencolok.


"selamat siang nona. Saya Jane akan menemani anda untuk mendaftarkan ibu anda dirumah sakit.. Silahkan! "... kata wanita itu sambil mempersilahkan Deena masuk ke dalam rumah sakit.


" wah, aku kira akan ada orang bertopeng yang akan menyambutku seperti yang ada di film film ".. pikir Deena.


Sang ibu menarik tangan Deena agar ia tak masuk ke dalam.


" ngga apa apa bu!. kita akan masuk bareng bareng".. kata Deena sambil memegang tangan ibunya dengan erat.


namun sang ibu terus terusan menggelengkan kepalanya.


wanita itu juga ikut berhenti mengikuti langkah Deena dan ibunya, nampak ia saat itu sedang memperhatikan gerak gerik dari ibunya Deena.


"sepertinya beliau suka dengan boneka barbie"... kata wanita itu.


" hmmm. benar."..


. Wanita itu kemudian pergi kembali ke mobilnya untuk mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan sejak sebelum ke sini.


"ini,, boneka baru untuk anda. eits,,, anda harus ikut masuk ke dalam. disana ada lebih banyak yang seperti ini di dalam"...


ternyata bujukan wanita itu berhasil untuk membuat ibunya Deena mau masuk ke dalam rumah sakit.


" anda menyiapkan ini?".. tanya Deena yang takjub.


"mari kita masuk!!".. wanita itu tak mau menjawab pertanyaan Deena dan malah menyuruh mereka untuk segera masuk.


.


.


.


Setelah akhirnya selesai mendaftarkan ibunya kemudian konsultasi dengan dokter disana, Deena di ajak menuju ruangan yang akan menjadi tempat ibunya untuk dirawat inap sampai ia sembuh.


begitu masuk ke dalam, ia kagum melihat ruangan itu telah di rombak sedemikian rupa yang dimana ruangan tersebut tak terlihat seperti ruang rumah sakit jiwa pada umumnya. tembok yang bewarna pink serta di tempelkan stiker stiker yang berbau barbie, seluruh ruangan itu full bertema Barbie. Moana yang begitu masuk juga langsung berlarian senang karna melihat banyak boneka barbie di dalamnya.


"anda melakukan nya sejauh ini?!".. Deena terheran heran dengan orang orang yang ada di balik ini semua. sampai kini ia tak paham apakah orang orang ini berniat membantunya atau hanya memanfaatkan nya untuk menghancurkan keluarga Adam.


" kami akan meninggalkan kalian berdua. silahkan anda mengobrol dengan beliau untuk memberinya pengertian. saya akan menunggu diluar"...


wanita itu pergi meninggalkan kamar tersebut untuk membiarkan Deena untuk mencoba membujuk ibunya agar ia mau tetap tinggal disini.

__ADS_1


Deena mulai goyah begitu mengingat ibunya tidak akan tinggal lagi dengan nya. ia mengusap air matanya yang bercucuran keluar lalu mendekati sang ibu.


"bu,, apa ibu bahagia? semua ini sekarang punya ibu".. sang ibu mengangguk kegirangan, lalu memberikan salah satu boneka yang ada ditanganya agar Deena mau bermain bersamanya.


Deena mencoba membuat ibunya semakin senang dengan cara ia menemani ibu nya bermain sebentar.


setelah kurun waktu 15 menit, ia mencoba berbicara lagi dengan ibunya.


"bu, ibu tidur siang dulu ya disini, sekarang ini jadi kamar ibu, ibu bisa bermain dengan barbie dan temen temen nya"... sang ibu masih pokus bermain dan tak mendengarkan nya.


" jika aku mengatakan dengan terus terang bahwa aku akan pergi, ibu pasti akan mengamuk. bagaimana cara mengatakan nya agar ibu mau kutinggalkan disini"... pikir Deena saat itu.


"ibu mau ga aku bawain lagi yang seperti ini?".. Ibunya sontak mengangguk excited saat itu.


" kalo begitu, ibu tidur siang dulu. nanti setelah bangun, aku bawain boneka baru yang lebih bagus"... tanpa basa basi, sang ibu langsung naik ke atas ranjang yang ada di kamar itu, ia menyelimuti dirinya sendiri dan kemudian memejamkan matanya.


"apa??! berhasil? semudah ini?".. Deena cukup terkejut melihat reaksi ibunya yang diluar dugaan nya sendiri.


seperti biasa ia pun duduk di samping ibunya sambil menyanyikan lagu penghantar tidur.


" bintang kecil di langit yang tinggi, amat banyak menghiasi angkasa. aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada.. hmm mm mm"... setelah mengulangi lirik yang sama beberapa kali, ibunya pun tertidur. ia mencium kening, pipi, hidung, pucuk kepala dan mata sang ibu.


"i love you.. dan juga maafkan aku ibu".. bisik Deena sambil menangis.


" sudah!?." ucap sang wanita yang telah menunggunya dari tadi didepan pintu kamar.


setelah dari rumah sakit Deena dibawa ke sebuah restoran untuk berbicara lebih lanjut dengan wanita itu.


"ini adalah surat perjanjian anda dengan tuan saya!"... wanita itu menyodorkan kertas yang berisi perjanjian yang akan ditandatangi oleh Deena.


ia mengambilnya dan membacanya dengan seksama.


" anda bisa mengunjungi ibu anda kapanpun anda mau, tidak ada larangan apapun tentang itu, anda juga bisa membawa teman teman anda atau siapapun itu kesana tapi asalkan anda tetap menjaga kerahasiaan dari surat perjanjian ini.".. wanita itu melanjutkan lagi ucapan nya.


"kami akan melakukan yang terbaik untuk ibu anda asalkan anda tetap mengikuti aturan dalam surat perjanjian. satu saja dari salah satu perjanjian itu yang anda langgar, maka anda harus membayar denda 10 kali lipat dari uang yang telah kami keluarkan untuk anda ataupun ibu anda"..


Deena melepaskan surat perjanjian yang ia pegang, dan mengatur napasnya untuk berbicara.


"sebenarnya apa tujuan kalian membantu saya? apakah hanya untuk menghancurkan keluarga Jerome atau kalian memang ada hubungan nya dengan ayah saya?".. tanya Deena dengan tatapan penuh curiga.


. wanita itu tersenyum licik sambil meminum tehnya.


" tenang saja. jika anda tidak melanggar surat perjanjian itu, maka anda akan tahu bahwa ini akan sangat menguntungkan bagi anda"... jawabnya dengan santai.


"saya menyimpulkan kalian memang ada niatan untuk membantu saya. tapi sepertinya niat kalian hanya setengah setengah saja. buktinya saya sendirilah yang harus bersusah payah untuk menemukan teka teki yang kalian berikan kepada saya!!".. kata Deena yang tak mau kalah berargumen dengan wanita ini.

__ADS_1


"pintar sekali!!.. jika anda melakukan ini dengan benar, kita akan sama sama untung. anda akan menemukan jawaban yang selama ini mengganjal di hati anda, dan kami akan untung karna anda telah berhasil mengungkap jati diri dari Jerome Perwira Mandalla tanpa harus mengotori tangan kami langsung"..


"licik sekali kalian!!"... Deena sesaat merasa menyesal karna telah mengambil keputusan untuk bekerja sama dengan mereka tanpa banyak bertanya lebih dahulu.


" tuan saya menyuruh saya memberikan poto ini ke anda. beliau tau anda akan ragu untuk menandatangani surat ini.".. wanita itu memberikan sebuah poto lama yang berisi dua anak muda yang berusia sekitar 14-17 tahun terlihat saling bergandengan akrab dan tertawa menghadap kamera.


"mereka terlihat familiar?"... Deena memperhatikan dengan detail dua orang yang ada di dalam poto itu.


" baru saja 3 bulan kepergian ayah anda, anda sudah lupa dengan sosok wajahnya "... jawab wanita itu.


" apah?.. jangan bilang yang di sampingnya ini adalah om Jerome"..


wanita itu menaikan alisnya tanda jawabanya adalah benar.


"mereka sudah kenal jauh sebelum poto itu di ambil. bahkan ada misteri besar yang harus anda pecahkan sendiri di balik poto itu"...


wanita itu semakin membuat Deena kebingungan..


" jangan bilang, om Jerome juga melakukan bisnis yang sama dengan ayahku?". Tanya Deena yang membolatkan matanya menatap wanita itu.


"jika anda ingin tahu, maka temukanlah jawabanya dengan masuk kedalam keluarga itu"...


nafas Deena terengah engah, darahnya terasa mendidih naik, jantungnya berdegup kencang diringi dengan kakinya yang gemetaran.


ada yang memanas dalam dirinya, memicu nya untuk segera mencari jawaban atas pertanyaan didalam kepalanya.


Deena membaca ulang isi surat perjanjian itu lagi untuk memantapkan dirinya menandatangani kontrak tersebut.


"kenapa didalam kontrak ini disebutkan pihak B tidak boleh jatuh cinta selama masih dalam menjalani kontrak dengan pihak A. yang artinya pihak B tidak boleh jatuh cinta terhadap orang orang dari pihak C yang telah di targetkan oleh pihak A!. maksudnya apa ini?".. Deena mengerenyitkan keningnya begitu ia membaca isi perjanjian di pasal terakhir.


"anda tidak boleh jatuh cinta dengan siapapun termasud anak dari Jerome selama kontrak ini masih berlaku. jika anda gagal di bagian ini maka sangat disayangkan, bukan hanya anda harus mengganti rugi ke kami tapi anda juga akan menyia nyiakan kerja keras anda untuk mencari tahu siapa dalang dari kecelakaan ayah anda!!".. tegas wanita itu dengan tatapan yang menekan.


Deena memejamkan matanya, dalam angan angan nya ia mensugestikan dirinya agar selalu ingat dengan tujuan utamanya masuk kekeluarga itu, terutama jangan jatuh cinta dengan Adam atau siapapun itu.


Deena membuang nafasnya lewat mulut setelah merasa yakin kemudian menandatangani surat perjanjian tersebut.


"pilihan yang tepat!!".. wanita itu mengambil kertas yang satunya lagi untuk di bawa ke tuan nya dan satunya di berikan ke Deena.


" sekarang kita telah bekerja sama. kapan tuan anda akan menampakkan dirinya dihadapan saya?"..


akhirnya Deena mengungkap tujuan nya yang lain ketika memutuskan menandatangani sebuah perjanjian yaitu bertemu dengan Mr. M dan melihat sosok dari orang itu.


"nanti.pasti ia akan muncul setelah waktunya tiba!".. wanita itu bangun dan menunduk sebagai bahasa tubuh ia untuk berpamitan pergi.


" kalo begitu saya pamit dulu. nanti tuan pasti akan menghubungi anda"...

__ADS_1


__ADS_2