
"tahan dirimu Dee!!"... Deena berusaha menenangkan dirinya melihat pria itu menatapnya dengan tatapan bu as.
" mas jangan ganggu anak anak ini. Orang tua mereka tidak akan membiarkan nya begitu saja.".. bujuk istrinya..
dia kemudian mentap istrinya lalu langsung menamparnya dengan keras.
"jangan ikut campur kamu!!!".. bentaknya.
Gisele sontak lari ke arah ibunya untuk memastikan keadaan ibunya..
" kejam sekali anda!" teriak Deena.
pria itu berbalik hendak menghampiri nya, Ia mundur bersama dengan Karina di belakang nya.
"bapak, ibu!!".. muncul suara anak kecil dari belakang Karina..
anak kecil itu adalah adik tiri dari Gisele yang bernama david dan saat ini baru berusia 5 tahun.
pria tadi yang semula terlihat begitu marah dengan muka merah padam kini terlihat sedikit lebih tenang ketika melihat anak itu masuk dan berlari ke arah istrinya.
"ibu kenapa duduk di lantai!".. ucap anak itu.
"ibu tadi lagi bersihin lantai"... ucap Ibunya dengan nada yang masih menahan tangis.
" kakak kapan datang? itu siapa!? ". tanya anak itu dan menunjuk ke arah Deena.
" mereka temen temen kakak"..
"Sel, katanya mau pulang! buruan gih nanti keburu petang sebelum nyampe jalan besar".. ucap Ibunya yang memberi kode untuk ia segera pergi dari sana.
" baik bu!... dek kakak pergi dulu ya!! nanti kakak datang lagi". dia pamit dan mencium kening adiknya dengan linangan air mata.
"tunggu!!".. ucap si pria tadi..
" kalian menawarkan negosiasi ke saya untuk melepaskan dia!!.. mana sini!!?".. pinta sang pria itu yang menaggih ucapan Deena tadi.
Deena dan Karina mengeluarkan uang mereka yang ada di dalam dompet mereka.
__ADS_1
"ini!!".. ucap Deena.
" berikan semuanya!! " tegas si pria.
dengan berat hati Deena dan Karina memberikan semua uang tunai mereka yang ada di dompet masing masing.
"kamu mana?!!". tanya nya ke Gisele.
" aku ga ada. uang semua udah aku pakai buat biaya hidup di kota!".. Ucap Gisele
"alah!!. boong kamu!!". pria itu mengambil paksa tas Gisele dan menggeledah isi tas nya namun tak menemukan sepeser uang pun di dalam tas maupun dompet Gisele.
" lain kali, ga akan aku biarin kamu pergi semudah itu!!" ancam pria itu ke Gisele.
Gisele pun pergi bersama teman teman nya dari tempat itu segera.
...
didalam mobil ada keheningan yang cukup panjang antara mereka bertiga, mereka kalut dengan pikiran masing masing. ada yang masih shock, marah dan sedih saat itu.
" Sel. makasih udah izinin kita ikut. kalo kamu datang sendirian, kami ga bisa bayangin nasip kamu di tangan pria itu"... ucap Deena. ia pun memegang tangan Gisele yang ada di belakang nya. sementara karina hanya mengangguk dan tersenyum.
"bagaimana kamu melewati ini semua selama ini".. Sambung Karina
" entahlah" jawab Gisele.
"sepertinya orang itu sangat menyayangi anaknya. pas adek kamu dateng dia sempat terkejut dan mencoba mengatur ekspresi wajahnya." lanjut Karina
"ia, dia pasti seperti itu karna ga mau anak nya tau kalo dia selama ini sering berlaku kejam ke istrinya".. imbuh Gisele...
" bisa jadi "... sahut Deena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[**oke kali ini kita akan bahas story tentang Gisele ya guys. jangan lupa + fav novel ini dan sukai ya
Terima kasih]
__ADS_1
...
...STORY OF GISELE** ...
Nama ku Gisele Kimberley, entah dari mana ibuku dapat inspirasi menamai ku dengan nama yang agak ke bule bulean itu.
aku besar di sebuah desa yang berada di luar pulau dari tempat aku bertemu dengan kedua sahabatku itu. saat usia ku 6 tahun, ibu pindah kesana karna dia memiliki kerabat yang memberikan dia pekerjaan untuk menyambung biaya hidup nya denganku. sebelum menikah dengan suaminya yang sekarang, ibuku masih menyandang status sebagai ibu tunggal yang masih gadis.
yup benar, aku bukan anak kandungnya! :). dia menemukan ku menangis ditumpukan sampah di bawah kolong jembatan, saat itu ia sedang lewat di sekitaran sana dan mendengar suara tangisanku kemudian mengampiri ku saat itu.
Meskipun dia belum punya pengalaman sebagai seorang ibu tunggal, ia merawat ku dengan penuh kasih sayang selayaknya ia merawat aku seperti anak kandungnya.
aku bertanya tanya, apa ya alasan orang tua kandung ku membuang ku? apakah aku anak yang tak di inginkan? atau apa?.. aku tumbuh dengan pisik yang sehat dan lengkap sejak lahir. kulit ku juga putih dan jika dilihat aku seperti berdarah Chindo. tinggi ku juga 168cm. jika orang tua kandungku melihatku sekarang, apakah dia akan menyesal telah membuang ku?.. ah pikiran ku ini mulai kemana mana.
balik lagi ke cerita masa kecilku.
saat baru beberapa bulan pindah aku sudah mulai akrab dengan Karina, dia juga saat itu tinggal disana dirumah neneknya. orang tua Karina mengirim dia untuk tinggal dengan neneknya sementara mereka pergi keluar negri untuk kerja.
oh ya, ibuku bekerja sebagai Art dirumah neneknya Karina, ini mengapa aku dan dia cepat akrab karna kami hampir setiap hari bertemu.
Tak lama juga setelah itu, aku bertemu dengan Deena yang duduk sendirian bermain dengan sebuah ranting kayu yang ia pakai untuk menggali lubang kecil didalam tanah. anak ini terlihat pendiam dan pemalu, tapi aku mencoba mengajaknya untuk ikut bermain bersama kami.
lambat laun kami tumbuh bersama hingga usia kami menginjak 14 tahun. neneknya Karina meninggal, ia dijemput oleh orang tuanya kembali untuk pindah dan ibuku juga pindah ketempat yang berbeda hingga akhirnya aku dan kedua sahabatku berpencar dan terpisah selama bertahun-tahun.
selama menjalani hidup di tempat baru, saat usia ku 16 tahun aku menaiki taksi dan buru buru pergi untuk menyusul ibuku yang katanya saat itu dibawa ke puskesmas karna pingsan saat bekerja.
sungguh malang nian nasibku saat itu, sudah jatuh tertimpa tangga pula. taksi yang ku naiki itu di sopiri oleh buronan yang di buron karna telah melakukan transaksi perdagangan manusia. shocknya aku saat itu memikirkan nasib ku yang tidak bisa berbuat apa apa dan hanya melongo seprti orang bo doh ketika dibawa entsh kemana oleh orang itu.
karna kejadian itulah aku punya trauma jika naik taksi sendirian.
aku selamat waktu itu berkat pak polisi yang sigap menangkap para penjahat yang hendak memasukan kami kedalam kapal ilegal untuk di jual ke luar negri.
setahun setelah kejadian itu aku kembali berkontak dengan Karina serta Gisele. ditahun yang sama juga ibuku menikah dengan suaminya yang sekarang. aku tak ikut dengan nya pindah ke rumah suaminya karna harus melanjutkan sekolah di tempat ku yang dulu. Setelah lulus pun aku mengambil beasiswa dan kerja sampingan untuk membiayai kuliahku hingga lulus.
kehidupan yang begitu berat, berkat bantuan dari orang tua Karina yang memberiku pekerjaan di tempat mereka sebagai pekerja paruh waktu, aku bisa menyelesaikan kuliah ku dan mengirimi ibuku uang meskipun tak begitu banyak.
perihal tentang kisah asmara, aku pernah punya pacar dulu waktu duduk di bangku kelas 2 SMA. setelah itu tak lagi memikirkan tentang kisah cinta ku karna sibuk belajar dan kerja, ditambah melihat hidup ibuku yang semakin tak bahagia setelah bersuami membuatku enggan untuk menikah dan benar benar jatuh cinta lagi untuk saat ini.
__ADS_1