
Hari ini Deena berdandan dengan sangat cantik memakai T-shirt warna putih dan rok denim selutut dengan slit di sisi depan. tak lupa ia ada make up tipis tipis agak natural yang membuat dirinya terlihat menawan dengan rambutnya yang di kuncir.
ia kemudian turun dari kamar nya untuk pamit ijin ke Sintia dan Jerome, disana mereka sedang duduk di ruang keluarga sambil memegang ponsel dan laptop masing masing.
"selamat siang, om dan tante yang cantik"... sapa Deena sambil mencupika cupiki pipi Sintia.
" kamu mau kemana Dee?". tanya Sintia dengan wajah kepo
"hmm mau ke rumah sakit ketemu ibu terus ketemu sama temen!" jawabnya sambil tersenyum sumringah.
Adam melirik Deena yang tengah sibuk berbincang dengan mamanya, ia terpesona dengan dandan Deena hari ini.
"kenapa harus bedandan secantik itu?!"..
" temen apa temen! bukan pergi kencan kan?".. tanya Sintia kemudian.
Deena terlihat malu malu menjawab pertanyaan Sintia, namun semua orang paham bahwa jawabanya adalah iya cukup melihat dari gelagat Deena hari ini.
"ma sudahlah! biarkan saja Deena. jangan tanya terlalu detail seperti itu. kita juga kan pernah muda!!".. tegur Jerome ke istrinya.
" hmm yaudah. nanti biar Adam yang anterin kamu yah!"...Sintia melirik dan mengedipkan matanya ke Adam. memang dalam setiap kesempatan yang ada Sintia selalu berusaha membuat Adam dekat dengan Deena.
"terima kasih, tapi tidak usah tan! dia katanya akan datang menjeputku!"...
Degghh, jantung Adam dan Sintia terasa seperti hendak terpental keluar.
" ha ha jika begitu jangan lupa suruh dia masuk dulu untuk mampir! sekalian berkenalan".. ucap Jerome..
namun Deena menolak nya langsung karna mark dan ia belum ada hubungan apa apa, ditambah lagi mereka baru saja berkontak lagi setelah setahunan tak saling mengabari.
"nanti ya om kalo dia udah siap!!"...
Sintia mencubit Adam yang duduk berdekatan dengan nya, dia memberi kode agar Adam mengikutinya keluar.
benar saja mereka keluar dari ruangan itu dengan alasan Sintia mau mengambilkan minuman untuk suaminya, dan Adam mau ketoilet.
" Dam! kok kamu diem aja sih dengar Deena mau pergi kencan?!".. bisik Sintia di dapur dengan Adam.
"terus Adam harus bagaimana? ngamuk ngamuk? dia kan bukan adik Adam! dia juga bukan pacar atau tunangan Adam! jadi apa hubungan nya denganku?!".. Keluh Adam.
tapi sebenarnya ia juga ingin bisa menghentikan Deena namun terhalang karna gengsi dan rasa malu.
" cukup Dam!! mama tau kamu suka sama Deena!! kalo kamu ga berani melangkah mendekati dia maka kamu akan terus bertepuk sebelah tangan dengan nya!! memang nya kamu rela melihat dia di ambil orang!"... Sintia berusaha agar anak nya memiliki semangat untuk memperjuangkan cintanya. tapi ia tidak tahu bagaimana sulitnya bagi sang anak yang tsundere menunjukan perasaanya ke Deena yang sudah memasang tembok pembatas di antara mereka.
__ADS_1
"ini bukan suka ma tapi Adam hanya mencoba menerima kehadiran nya di keluarga kita!". sangkalnya untuk membuat mama nya berhenti menekan dia menuruti kehendaknya.
Deena juga pergi ke dapur untuk mengambil minuman karna kehausan.
dari kejauhan ia melihat Adam dan Sintia terlihat membicarakan hal yang serius sambil berbisik.
tadinya ia mau menguping namun tak jadi karna ada pelayan di sekitaran sana yang sedang bersih bersih. ia pun tetap masuk karna memang sudah sangat kehausan saat itu.
"loh kalian berdua disini!!".kata Deena yang tiba tiba masuk ke dapur. Adam dan Sintia sangat terkejut, Deena jadi merasa tak enak dan juga sedikit curiga.
" iya aku tadi habis minum!!".. kata Adam, kemudian ia bergegas keluar dari dapur.
di sana Sintia hanya bisa tersenyum paksa begitu melihat Deena.
"Dee!! " panggil Sintia ke Deena
"iya tan?"
"menurut kamu Adam itu gimana? kamu harus jujur yah! jangan bohong, tante terima kok jika kamu mengeritik dia didepan tante!".. tiba tiba Sintia ingin tahu bagaimana Deena melihat Adam selama ini.
" hmm dia baik, cekatan, dan tampan!!"... kata Deena.
"kamu cari aman yah??! kamu harus jujur, tante ingin tahu menurut pandangan kamu atau menurut hati kamu yang paling dalam.".. kini Sintia menanyakan nya dengan wajah yang serius.
" ia orang yang terlalu serius dan kaku, ia tampan, tubuhnya bagus, punya masa depan yang cerah juga!".. kata Deena dengan percaya diri.
"tapi dia tidak menarik?".. tanya Sintia lagi
" tidak!! dia menarik!".. sontak Deena menjawab nya, membuat ia langsung malu.
Sintia tersenyum disana.
"jika ia menarik, seharusnya sudah lama kamu tertarik dengan nya!! tapi seperti nya kamu berbohong!!".. Sintia mencoba memancing emosi Deena secara samar samar.
" hmmm tante mengapa menanyakan hal itu tiba tiba?".. untung saja Deena langsung menyadarinya dan ia berusaha membelokan pembicaraan nya.
"tidak ada, tante hanya pengen tau aja!!. oh ya tante mau anter ini ke om kamu dulu yah".. Sintia kemudian meninggalkan Deena di dapur sendirian.
dengan wajah merah padam nya Adam juga yang sudah dari tadi menguping bergegas pergi dari depan pintu dapur ketika mendengar mamanya hendak keluar dari sana.
...****************...
Deena hampir mengurungkan niat nya karna sudah setengah jam menunggu Mark yang tak kunjung jua datang padahal sejam yang lalu dia bilang hampir sampai ditempat Deena.
__ADS_1
sambil mengecek ponselnya Deena duduk di depan teras rumah, Adam kemudian keluar membawa motor harleynya untuk dibersihkan dari debu debu karna selalu ditaruh di dalam bagasi.
"seorang pria tidak akan membiarkan wanitanya menunggu lama!!".. sindir Adam sambil mengelus elus body motornya.
Deena membuang napasnya dengan kasar, ia bangun dan menghampiri Adam.
" tidak usah menyindir, seharusnya anda bangun kemudian menatap mata saya sambil mengatakannya langsung!"..
Adam juga berdiri dan menatap Deena dengan lekat!
"pria itu tidak bertanggung jawab! jadi urungkan niatmu berkencan dengan nya!".. sontak kata kata itu keluar dari mulut Adam, andai itu sebuah kail pancingan mungkin ia sudah menariknya lagi.
" ah? anda bahkan tidak terlalu mengenalinya. bagaimana bisa berkata seperti itu!!".. bentak Deena, ia semakin badmood gara gara Adam menyulutkan api di hatinya.
"lihat saja, ia membuatmu menunggu seperti ini!! seharusnya ia memberi kabar jika tak bisa atau sedang mengalami sesuatu kan!!"..
Deena menggit bibirnya tanda ia sudah kesal dengan Adam.
" lihatlah bajumu, kancing nya tak di pasang sampai atas, sok pamer dada padahal datar begitu. ditambah roknya selutut tapi robek sampai atas! kamu mau pergi kencan untuk menarik hatinya atau menarik napsunya". Adam cemburu dengan pria yang membuat Deena berdandan seperti itu, jadi ia sengaja mengkritik Deena agar ia tak terlalu berlebihan memamerkan semuanya.
"dasar gila!! mengatakan dada saya datar!! memang nya anda pernah menyentuhnya atau melihatnya!??? apa anda pikir semua pria di dunia ini semesum otak anda?? anda lihat, bahkan sela sela dada saya saja tidak kelihatan!!".. Deena teriak membentak bentak Adam, ia kemudian menendang motor kesayangan Adam.
" ya!!! apa kau marah saya mengatakan nya!! kenapa kau melampiaskan nya ke motor ini?".. timpal Adam
"mengatakan yang sebenarnya??????... wah bisa gila saya!.. ya om om otak mesum!! terserah saya mau berpakaian seperti apapun!! itu bukan urusan anda!!".. Deena semakin membuka kancing bajunya yang satu lagi untuk membuat Adam semakin kepanasan. dengan wajah nyolot dan puas Deena melihat Adam semakin terlihat marah!.
"hentikan!!".. teriak Adam sambil memegang kedua tangan Deena. ia pun mengancingkan baju Deena sampai ke atas.
Deena tertegun, dengan sikap Adam.
"percayalah jika kau ingin menemukan pria yang baik, maka jangan dahulukan napsumu. pria normal akan sulit mengendalikan napsunya ketimbang perasaan nya!".. ucap Adam sambil masih pokus mengancingkan baju Deena.
Deena pun menepis tangan Adam.
" apa yang anda lakukan!!? " . Deena masih kebingungan dengan sikap Adam.
"ini hanya nasihat dari orang yang lebih tua darimu!!".. Adam masuk dengan perasaan kecewa dan wajah yang masih marah.
disusul oleh suara klakson mobil dari luar menandakan mobil Mark telah sampai didepan rumah.
Deena langsung keluar untuk menghampiri Mark.
Adam berbalik melihat Deena berlari keluar gerbang, ia semakin merasa kecewa dan terbakar api cemburu.
__ADS_1