
Awal kebencian Adam dengan Deena bermula terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu, saat itu usia Deena masih 17 tahun dan usia Adam sekitar 25 tahun. waktu itu Adam masih menjalin hubungan dengan mantan pacar nya yang bernama Indah.
Adam begitu mencintai Indah, ia telah mencurahkan seluruh hatinya hanya untuk Indah saja. sampai-sampai ia rela bolak balik 2 bulan sekali dari Amerika serikat ke indonesia.
di umur 25 tahun, ia sudah lulus S1 di bidang kedokteran dan waktu itu dia pulang ke indonesia untuk melamar indah yang masih berusia 23 tahun menjadi istrinya.
tergolong muda memang usia dia dan Indah saat itu, namun keputusan Adam sudah bulat untuk menikahi kekasihnya dan bekerja sebagai seorang dokter di rumah sakit swasta.
sehari sebelum ia merencanakan untuk melamar kekasihnya, Adam di ajak ke sebuah pesta topeng ulang tahun dari temannya Indah saat itu. ia mengiyakan kekasihnya dan tak lupa ia selalu membawa cicin yang akan digunakan untuk melamarnya nanti di dalam kantong jas nya.
.
.
Sesampainya di pesta Adam di perkenalkan oleh Indah ke teman teman nya.
"jadi ini pacar kamu yang kamu bilang blesteran itu".. ucap salah satu teman nya Indah.
" yup, ganteng kan!! awas ya kalo kalian berani ambil dia dari aku"... Ancam Indah dengan nada candaan nya.
Adam tersenyum dan ikut berbicara.
"ga akan ada yang bisa ambil aku dari kamu. aku cuma milik kamu"... semua teman nya Indah yang mendengar ucapan Adam itu seketika bersorak ria heboh berjamaah.
" auuuuuu... ga kuattt dengan keromantisan ini"... canda mereka.
Indah yang sedikit malu, tersenyum sambil mencubit lengan Adam.
mereka melanjutkan perbincangan mereka sambil meminum alkohol yang telah di sediakan di pesta itu.
.
.
mereka gila gilaan disana, meskipun bukan di club tapi pesta itu diselenggarakan layaknya seperti di dalam club, lengkap dengan DJ, musik, barista, serta lampu lampu kelap kelip yang menemani mereka semakin menikmati malam itu.
Adam yang melihat Indah sudah mulai sedikit sempoyongan kemudian menyeretnya keluar sebentar untuk meredamkan rasa mabuknya.
"aaaa whyyy? kenapa aku di seret sih sayang, ah? hmm?".. Indah cemberut dan ingin masuk lagi ke dalam tapi Adam menahan nya.
" jangan minum lagi. kamu udah mabuk banget. ayo kita pulang".. Adam membujuk Indah tapi ia tak mau menurutinya.
"ga!!... ini udah jam berapa?.. tanya nya.
" jam 11"... jawabnya Adam.
"tuh kan jam 12 aja belum,nanti kita pulang jam setengah 1 oke!!!. nanti kita pulang ke apertemen aku, nanti disana aku kasih kamu full service yang..".. Indah semakin berbicara melantur membuat Adam tak bisa lagi membiarkan ia minum minum di dalam.
" bukan itu masalahnya. besok kamu ada kuliah pagi, dijurusan matkul kamu!."..
"oke, oke.. kamu ambilin aku dulu, obat pengar yang ada di dalam tas aku, di mobil"...
__ADS_1
" oke, tunggu disini. aku ambilin"...
Adam pergi mengambil obat pengar yang di maksud oleh Indah..
.
.
"ini.cepat minum"... Adam kembali setelah 7 menit meninggalkan Indah yang tak jauh dari tempat parkir.
" mas".. panggil Indah ke Adam.
"hmm"..
" sayang "... panggil Indah lagi.
" mm apa?... tanya Adam yang menatap mata Indah dengan lekat.
"cium aku"... Adam langsung mengecup bi bir Indah.
cupp..
Indah memanyunkan bibirnya karna tak puas bibirnya hanya di ke cup saja.
" aku mau lebih!! "... tuntut Indah.
" nanti kalo udah di apertemen. sekarang ga bisa".. Adam menolak permintaan Indah karna merasa was was jika ada yang melihat mereka.
Indah tak mau melepaskan ciu man itu, dia pun menggoda Adam dengan meraba raba senjata tempur Adam dari luar. Adam terkejut dan menepuk tangan Indah untuk menyingkirkan nya.
" kau tidak lihat kita sedang ada di mana!"... kata Adam yang melotot sambil memegang kedua tangan Indah agar tak nakal lagi.
Indah yang melihat Adam salah tingkah tertawa terbahak bahak, ditambah tadi ia merasakan senjata tempurnya Adam sudah aktif hanya dengan ciu man pa nas itu.
"kau puas!!".. tegas Adam yang masih melihat Indah tertawa.
" hahahaha oke , oke... sorry".. cupp, Indah mengecup bi bir Adam sebagai tanda permintaan maaf.
.
"ternyata kalian berdua ada si sini. In, anak anak pada nyariin kamu tuh. masuk dulu yuk"... salah satu teman nya Indah mengajaknya masuk lagi kedalam.
" mas. kita masuk sebentar yuk. ga enak kalo ga pamit"... ajak Indah lagi namun Adam tetap duduk tak mau bangun.
"massss.... ayooo... aku janji ga bakalan minum lagi. kita cuma pamit setelah itu kita pulang.."...
Adam menghela napasnya dengan kasar lalu bangun dan masuk ke dalam..
.
.
__ADS_1
" kamu kemana aja sih Indah?".. kata salah satu teman nya
"sorry gaes tadi aku terlalu mabuk, jadi keluar buat nyari udara segar, ngeringanin rasa mabuk."..
" oh ya, kami denger kamu udah tanda tangan kontrak dengan perusahaan modeling dari Amrik. itu beneran kan?".. tanya salah satu teman nya lagi.
Adam yang belum mendengar hal itu sontak menatap Indah dengan tajam.
"iya. kemarin kami tanda tangan dan aku akan segera pergi ke amrik"... Indah ditarik oleh Adam menuju ke halaman belakang.
" kita perlu bicara"... orang orang yang menyaksikan itu mulai berbisik bisik.
.
.
"kenapa aku ga tau tentang ini?!!!...jawab akuu!!!"..
Adam sangat kesal saat itu, ia bahkan tak peduli jika ada yang melihat ia saat itu sedang marah dengan Indah.
" pelan kan suaramu. teman teman ku bisa mendengarnya.".. ucap Indah dengan suara agak kecil.
"je.las.kan pa.daku SE.KA.RANG!!!!!"... ucap Adam yang menekan jelas perkataannya itu.
"mas, aku tadinya mau kasih tau kamu nanti setelah kita sampai di apertemen. aku ga bermaksud nyembunyiin ini semua dari kamu!!"...
hatinya bagai disayat sembilu, Adam merasakan sakit yang begitu sakit dihati nya. sejak awal ia tak pernah setuju jika Indah melanjutkan karirnya di dunia modeling, untuk kedua kalinya ia dikecewakan oleh keputusan Indah.
.
.
"kenapa tidak memberitahu ku sebelum kamu tanda tangani kontraknya?".. tanya Adam dengan wajah yang merah padam karna rasa marahnya.
" karna aku tau kamu ga akan pernah setuju dengan keputusan ku ini!"...
Adam menjambak rambutnya, ia mendang nedang rumput yang tak bersalah karna tumbuh di sana.
"aku akan bebasin kamu dalam bekerja di bidang apapun kecuali modeling!. aku udah bilang hal ini kan sama kamu!. apa kamu pikir dengan aku jadi dokter, tidak bekerja di perusahaan papa aku, kamu berpikir aku tidak mampu membiayai hidup kamu yang serba mewah?!"....
" kenapa jadi larinya kesana!! mas, kamu kenapa sih berpikiran sempit sekali. aku kan sudah bilang, aku tidak bekerja sebagai model dewasa, aku bekerja seperti model yang waktu itu kamu lihat di fashion show.!!"...
"whatever apapun itu!!. aku tetep ga suka kamu jadi model. aku ga suka kamu berpakaian minim, memperlihatkan hampir seluruh tubuh kamu, berlenggak lenggok di atas panggung. akuu paling benci memikirkan bagaimana laki laki menjadikan kamu bahan fantasinya!!!"...
plakkkk... Wajah Adam ditampar oleh Indah.
" cukup mas!! cukup!!. kamu udah keterlaluan.. aku mau masuk kedalam. nyelesain pembicaraan yang tadi dengan temen temen aku. sebaiknya kamu disini. aku ga mau malu karna ketahuan bertengkar sama kamu!!"..
begitulah Adam ditinggalkan disana dalam keadaan ia masih marah tapi tak dipedulikan oleh Indah.
Ia mengambil cicin yang ada di dalam jasnya, mentapnya dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"mungkin kamu tidak akan pernah sampai ke jari nya".. batin Adam sambil melihat cicin itu.