
Gadis gadis ini masih tertawa membicarakan film comedy yang mereka tonton tadi di dalam bioskop.
"kayaknya film tadi bakalan aku rewatch lagi deh"... ungkap Karina
"girls, makan yuk!! laper habis ketawa ngakak".. ajak Deena karna kebetulan mereka baru saja keluar dari dalam bioskop.
"yuk!".. kata kedua sahabat nya.
drttttt. drrtttt.
"ibu aku nelpon nih. bentar ya".. ucap Gisele..
Gisele menjauhi kedua sahabatnya untuk mengangkat telpon dari ibunya. terlihat dari kejauhan Gisele seperti sedang bertengkar dengan ibunya itu. tak lama kemudian dia menutup telepon nya dan menghampiri kedua sahabatnya dengan wajah cemberut.
" maaf ya, aku harus pergi. ibuku tadi nelpon nyuruh aku kerumahnya"..
"are you okay?!"... tanya Deena yang begitu khawatir melihat raut wajah sahabatnya itu.
" yah seperti yang kalian tau. setiap kerumah ibuku, aku ga pernah merasa baik baik aja"... keluh Gisele.
Deena dan Karina memeluk nya dengan erat dan memberi semangat serta dukungan untuk Gisele.
"kita ikut ya!".. pinta Karina.
" iya, aku juga mau ikut. please!". sambung Deena.
"tapi guys. aku ga enak kalo kalian nanti denger sesuatu yang ga enak ditelinga kalian apalagi sampe ngeliat..".. ucapnya yang kemudian dipotong oleh Deena.
" Sel,,, kita itu sahabat kamu. kita udah berjanji buat nemenin satu sama lain dalam keadaan apapun. kita itu udah kayak saudara. kita pengen jadi rumah buat kamu!.. so please! kali ini aja biarin kita ikut dengan kamu".. Bujuk Deena
Akhirnya Gisele luluh dengan bujukan Deena, ia juga melihat raut wajah dari kedua sahabatnya yang nampak khawatir serta sedih melihat dia sekarang ini..
...
Perjalanan menuju kampung halaman ibunya Gisele cukup jauh, mereka menempuh jarak sekitar 71 KM dengan waktu tempuh sekitar hampir 3 jam karna mengikuti kondisi jalan yang masih belum sebagus jalan jalan kecil di gang perkotaan.
Karna pertama kalinya juga bagi Deena dan Karina kesini, mereka sempat muntah muntah karna mabuk perjalanan di mobil melewati jalan setapak yang kecil dan penuh guncangan. cukup membutuhkan banyak perjuangan untuk sampai di kampung tempat tinggal ibunya Gisele dengan suaminya itu.
"Assalamu'alaikum".. Salam mereka bertiga begitu sampai didepan rumah ibunya Gisele.
tak lama setelah itu ibunya Gisele keluar dan menyambut mereka.
" waalaikum salam.. loh kalian juga ikut kesini".. ibunya Gisele terlihat terkejut ketika melihat anaknya membawa kedua sahabatnya itu.
"iya bu. kebetulan Karina lagi liat liat lokasi sekitar sini untuk projek rumah sakitnya nanti." ucap Gisele yang berbohong agar ibunya tak memarahi dia karna membawa teman teman nya.
"oh gitu, silahkan duduk nak. kalian mau teh atau kopi?".. tawarnya ke mereka.
" kita berdua air putih aja tan"... jawab Deena segera..
__ADS_1
"baik, tunggu sebentar ya!".. ibunya Gisele kemudian masuk ke dalam untuk mengambil air minum buat mereka bertiga.
" Sel. bapak tiri kamu yang kejem itu kemana?". tanya Karina sambil celingak celinguk ke sekitaran depan rumah.
"dalam tas ku!!!".. jawab nya dengan singkat.
"dah tau kita sama sama baru nyampe. malah nanya ke aku!!".. sambung Gisele lagi.
" hehe. iya maaf".. ucap Karina.
Ibunya Gisele muncul dari belakang sambil membawa air putih dan meletakan ke atas meja yang adi teras rumahnya.
"ini minuman kalian. silahkan diminum.... Gi, ada yg mau ibu omongin sama kamu"... imbuh sang ibu.
Gisele kemudian bangun sambil ditatap oleh kedua sahabatnya. mereka mencuri curi pandang sambil melihat Gisele masuk ke dalam mengikuti sang ibu..
...
Gisele lalu dibawa ke dapur oleh ibunya.
"kamu ngapain sih, bawa mereka kesini!".. Omel sang ibu
" kan aku udah bilang alesan mereka ikut karna Karina ninjau tempat ini, dia kan dokter jadi sesekali dia pengen ngelihat keadaan pelosok yang puskesmasnya aja jauh dari sini".. karang Gisele.
"terus satunya lagi kenapa juga ikut?"..
" dia awalnya cuma nemenin Karina kok bu"..
" dia bukan bapak aku!! aku cuma punya ibu doang!"..
"Gi!!.. ah,,sudahlah!"..
"yaudah. aku akan pergi bawa temen temen aku sebelum laki laki itu pulang. sekarang ibu nyuruh Gisele ke sini ada apa?".. tanya nya dengan lembut.
" kamu ada uang? adek kamu minta di beliin tas baru. tas lamanya udah rusak"..
tanpa ba bi bu be bo, Gisele mengeluarkan semua uang tunai yang ada di dompetnya dan memberikan pada ibunya.
"ibu kenapa sih ga ikut Gisele aja ke kota, kabur dari laki laki itu dan bawa adek?!"..
" udah ibu bilang kan!! cukup ibu merepotkan kamu dengan menanggung biaya hidup aku dan adekmu. ibu ga bisa lebih dari itu!.
"bu, aku anak ibu. apa ibu ga bisa anggep aku setara dengan adekku? kenapa ibu harus seperti ini".. ucap Gisele sambil berlinang air mata.
ibunya memeluk dia dan mengelus punggung putrinya itu.
"Gi,, anak ku yang cantik dan manis. selama ini kamu sudah cukup menderita. kamu adalah anak ibu sampai kapanpun, tapi ibu tak pernah bisa membahagiakan kamu. sampai akhirnya kamu besar dan tumbuh dengan kerja keras kamu sendiri, ibu tak pantas disebut seorang ibu karna belum pernah membuat anaknya bahagia"..
isak tangis memenuhi ruang dapur, Gisele memeluk erat tubuh kurus ibunya itu.
__ADS_1
"ga bu.. Gisele belum cukup berterima kasih sama ibu selama ini. ibu udah rawat Gisele dari kecil, membesarkan Gisele sendirian. padahal ibu adalah seorang gadis waktu itu tapi harus menjadi ibu tunggal karna kasihan padaku.".
" ngga Sel, ngga sayang!"..
"bu.. jika ibu tak memungut Gisele dulu, entah sekarang bagaimana nasip Gisele yang di buang di kolong jembatan. terima kasih ibu. maaf jika Gisele banyak menuntut sesuatu dari ibu"...
sang ibu melepas pelukan nya sembari mengusap airmata yang berjatuhan di pipi anak gadisnya.
tiba tiba muncul suara tepuk tangan yang keras dari belakang Gisele.
"wah, wah, wah, wah.. drama yang sangat mengharukan".. Ucap seorang pria yang lengan disebelah kirinya ada tato.
Deena dan Karina juga datang dan berdiri di belakang pria itu.
" anak dan ibu ini pantas sekali jadi aktris yang memerankan karakter cengeng. setiap ketemu selalu aja nangis. bikin muak saja!!". teriak si pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah suami dari ibunya Gisele.
"saya kesini hanya sebentar. jadi anda tenang saja. saya akan segera pergi".. jawab Gisele.
" kamu datang jauh jauh kesini patut saya sambut dengan baik apalagi kamu membawa dua wanita cantik ini untuk ikut dengan kamu, saya sebagai tuan rumah harus memperlakukan kalian selayaknya raja bukan?!!!"...
"tidak perlu!! mereka kesini juga ada kerjaan. jadi kami akan segera pergi!"..
Gisele mencoba keluar membawa teman teman nya dari sana, tapi tangan nya malah di tarik oleh pria itu.
"apa yang anda lakukan!! lepaskan saya!! "...
lengan nya di genggam dengan erat, hingga dia menjerit kesakitan..
" lepaskan teman saya!!!".. tegas Deena.
"kamu orang luar jangan ikut campur!!!. ini urusan saya dengan anak tiri saya. oops! maksud saya dengan anak angkat dari istri saya!!".. Ejek Pria itu..
Merasa geram, Deena mengepal tangannya hendak menyiapkan kuda kuda untuk memberi pelajaran kepria itu. namun Gisele memegang tangan nya dan menggelengkan kepala nya untuk menghentikan maksud dari Deena itu.
"saya mohon, biar kan saya dan teman teman saya pergi. mereka tidak tahu apa apa! mereka ke sini karna ada urusan lain!".. Gisele memohon dengan nada putus asa, berharap pria ini membiarkan dia dan sahabatnya pergi.
namun pria itu semakin erat mencengkram kedua lengan Gisele.
" saya mohon mas!!! lepaskan Gisele! dia kesini atas pinta saya".. ibunya berlutut memeluk kaki pria itu agar anaknya dilepaskan tapi pria itu masih ngotot tak mau melepaskan Gisele.
"semakin kalian memohon, semakin aku tak ingin melepaskan anak ini".. tegasnya.
" jika Deena terpancing dan memukul pria ini, ibuku bisa dalam bahaya setelah ini" . batin Gisele.
"Dee, lakuin sesuatu!!". bisik Karina yang sembunyi di balik tubuh Deena.
" pak. mari kita bernegosiasi! lepas kan kami. kami akan membayar anda dengan setimpal!".. ucap Deena dengan tenang.
"hmmm. menarik!! , apa yang bisa kalian berikan ke saya? !!". tanya pria itu.
__ADS_1
" uang!! anda pasti suka uang!!"... ucap Deena.
"benar!! tapi saya lebih suka tubuh kalian, terutama kamu!!".. pria itu tersenyum dengan licik sambil menatap tubuh Deena dari atas sampai bawah.