
Ketika Deena pergi, pak Nan datang menghampiri Adam.
"tuan muda, saya sudah menyiapkan kamar untuk nona"..
" katakan dengan jujur. apa ini rencana dari nenek ku?".. tanya Adam dengan tegas.
"saya tidak mengerti maksud tuan muda apa?"..
" mobil saya disabotase oleh seseorang. sepertinya orang itu sangat ahli dalam otomotif. supir saya tidak mungkin senekat ini. sekalipun bisa, pasti ada orang lain yang membantunya sehingga ia berani melakukan hal itu. sekarang pun, nenek tidak ada disini. padahal dia menyuruh saya datang kesini dan akan menunggu saya terlebih dahulu disini. namun ternyata ia juga menyuruh orang lain untuk kesini. daj juga sungguh tak masuk akal jika saya mencurgai musuh saya karna mereka tidak akan mungkin membiarkan hanya mobil saya saja yang mogok?. jadi katakan apa yang kau tau dari rencana nenek Andro"...
Pak nan ragu ragu untuk memberikan jawaban dari pertanyaan Adam, posisi ia juga saat itu seperti buah simalakama. serba salah!.
"Tenang saja. saya tidak akan memberitahu nenek jika pak Nan memberitahu kan rencananya. saya akan pura pura mengikuti permainan nenek ini!. jadi katakan saja yang sebenarnya!"..
pak Nan akhirnya menyerah dan mengatakan yang sebenarnya.
" nyonya besar menyuruh saya untuk membuat kan kalian minuman herbal. beliau sepertinya ingin anda segera memberinya cicit lewat nona. dia menyuruh saya membuat skenario agar seolah-olah itu sebuah kecelakaan "...
Adam tertawa geli mendengar rencana nenek nya sendiri.
" sudah hentikan!!. nenek kekanak-kanakan sekali!"... dia tak merasa marah dengan rencana sang nenek, dia mempertimbangkan rencana neneknya itu untuk menggoda Deena.
"tidak, tidak!!! aku tidak ingin terjebak dengan rencana jahil nenek ini. pada akhirnya aku sendiri yang akan menanggungnya nanti di kamar mandi dengan tanganku sendiri"..
Dia mengurungkan niatnya dan memikirkan cara agar nenek Andro tak mencurigai bahwa pak Nan menghianatinya.
" lalu bagaimana rencana tuan selanjutnya?"..
"buat minuman herbal yang bisa membuat kita tidur nyenyak."... pak Nan mengangguk menyetujui rencana Adam.
Deena datang menghampiri dua orang yang terlihat serius membicarakan sesuatu.
"sepertinya kalian sedang membicarakan hal yang serius.".. Deena agak tak enak mengganggu mereka tapi rasanya lebih canggung lagi jika ia hanya berdiri atau malah pergi ke tempat lain tanpa memberi tahu Adam.
" pak Nan memberitahu saya bahwa ia sudah menyiapkan kamar untukmu."
"saya tidak bilang saya akan menginap!!"...
" maaf nona, nyonya besar yang menyuruh saya menyiapkan kamar untuk anda. beliau bilang untuk menyampaikan pesan ini bahwa anda harus menginap di villa ini untuk semalam.".. ucap pak Nan
"vila ini cukup luas untuk di kelilingi dan di potret dalam waktu 2/3 jam. di tambah lagi perjalanan dari sini kembali ke kota sangat jauh!! . besok juga weekend. jadi menginap saja, anggap saja sedang liburan!"..
Deena mengerucutkan bibirnya dan pasrah begitu saja.
" istri saya akan mengantar nona ke kamar. dan setengah jam lagi makan siangnya akan segera siap."..
Pak Nan pamit pergi meninggalkan mereka berdua disana.
"apa tempat ini seluas itu sampai sampai tidak cukup di kelilingi hanya 2 jam?"... tanya Deena ke Adam.
" hmm. di belakang ada tempat yang akan dijadikan outdoor pesta nanti. terus di depan ada taman yang dipenuhi berbagai macam bunga kesukaan nenek. kau mungkin akan menghabiskan waktu yang lama disana"...
__ADS_1
.
"apa seindah itu tamannya?. entahlah! beda selera!"..
" jadi menurutmu indah atau tidak?"..
"tidak?!!".. ucap Adam yang tiba tiba Sinis.
"labil. sebentar bentar baik, sebentar bentar sinis."..
.
" permisi non. saya buk Sri, saya akan mengantar nona muda ke kamar diatas. mari.."..
Deena bangun mengambil tasnya dan mengikuti buk Sri untuk membawa ia kekamarnya.
"buk, ada berapa aja pekerja di ini?".. tanya Deena yang basa basi.
" ada 10 non, 5 penjaga keamanan. dan 5 lagi yang mengurus villa. saya dan suami saya di kasih emban oleh nyonya besar untuk menjaga tempat ini sampai nanti ada salah satu dari cucu nya yang menempatinya."...
"apa anda sudah mendengar rencana beliau untuk menyewakan tempat ini?"..
" nggih, beliau mengatakan nya lebih dulu ke kami.".
"lalu bagaimana dengan kalian jika nanti banyak orang yang akan datang mendekor tempat ini?"..
"kami akan tetap disini, kami di tugaskan untuk mengawasi para pekerja seperti biasanya."..
"beliau memang terlihat tidak ramah tapi beliau adalah orang yang peduli dengan orang sekitar nya. persis seperti tuan Adam."..
Deena tersenyun sinis mendengar Adam di sanjung oleh buk Sri.
" oh ya. maaf jika saya banyak bertanya, tapi apa buk Sri punya anak?"..
"oh tidak apa apa non. saya senang karna nona begitu ramah mengajak orang seperti saya ini untuk berbicara. saya memiliki anak yang saat ini sedang sekolah di kampung halaman saya. saya titipkan dia dengan saudara saya disana."..
"anak bu sri perempuan atau laki laki?"..
"non kita sudah sampai, ini kamar nona. sudah ada kamar mandi didalamnya. nona istirahat saja dulu, setengah jam lagi akan ada pelayan lain yang akan memanggil nona untuk makan..."... buk Sri kemudian hendak meninggalkan kamar Deena, dia berbalik lagi ketika mengingat belum menjawab pertanyaan Deena.
"hmm saya punya anak perempuan, dia cantik seperti nona. umurnya sudah 19 tahun dan sedang berkuliah di sana"... buk Sri tersenyum menceritakan anaknya meskipun singkat tapi terlihat jelas dia begitu menyayangi dan merindukan anak satu satunya.
Deena membalas senyuman itu dengan hangat.
..
..
Dikamarnya Adam sedang berbincang dengan mamanya lewat Vidcall.
"Dam deena mana?".. tanya mamanya
__ADS_1
" dia bukan istriku, kenapa mama mencari nya disini?"..
"mama kan hanya bertanya. ketus sekali kamu!!!"..
" dia ada dikamarnya"..
"Dam, mama masih tidak habis pikir. dimana letak minusnya Deena dimata kamu? kenapa kamu masih saja sinis dengan dia?"...
" mama lagi lagi membahas hal seperti ini tentang dia. memang harus sekali ya Adam menyukai wanita yang mama sukai!."..
"tidak juga. tapi mama yakin kalo Deena itu perempuan yang cocok untuk kamu Dam. mama juga ngerasa kamu ga sebenci dulu ke Deena sekarang ini. lalu kenapa kamu menyangkal perasaan kamu?!".
Adam terkekeh ketika mamanya berkata begitu.
" menyangkal? apa yang aku sangkal? aku sendiri tidak merasa menyangkal perasaanku. karna memang inilah yang sebenarnya "..
" mama terlalu banyak membaca novel!! sehingga fantasi mama terhadap Adam terlalu berlebihan!".
"Dam sebelum terlambat, sebaiknya kamu harus segera menyadari perasaan kamu sendiri. jika terlambat, kamu akan patah hati lagi. dan ini ga bagus buat kamu"...
" okeee!. jadi mau mama bagaimana? mama mau aku meniduri dia dengan paksa, lalu menanam benih ke rahimnya, kemudian kami menikah karna dia mengandung anak ku. begitu? apa mama tidak terpikirkan bagaimana perasaan nya juga terhadap Adam?. mungkin saja ia juga tidak menyukai Adam!."..
"Adam!! pikiran kamu liar sekali!!..".
" hah!"..
"wanita mana yang tidak menyukai wajah blesteran nan rupawan dari anak mama? kamu itu cerdas, mapan ,punya tubuh yang bagus, dan mama yakin kamu bukan impoten. wanita mana yang tidak suka dengan kamu yang ini Dam?"..
" ah sudahlah ma. pak Nan memanggil Adam. Adam mau turun dulu untuk makan siang.."..
"yasudah. ingat jaga Deena dengan baik!."..
"kenapa mama tidak tukar saja Deena menjadi anak mama dan Adam menjadi anak tante Moana".. canda Adam ke mamanya.
" mama malas meladeni jokes bapak bapak kamu ini. sudah sana pergi. bye love you sayang"..
"love you mom"..
Adam tersenyum bahkan setelah ibunya mematikan Vidcallnya..
" pikiran ku yang liar?".. batin nya yang memikirkan percakapan nya tadi dengan mama nya.
tiba tiba tubuhnya merespon pikiran nya itu.
"tidak!!".. ucapnya sambil memegang senjata tempurnya itu dari balik celananya.
" tenang Dam. ini normal. kamu sudah lama tidak merasakan hal itu jadi wajar pikiran mu agak liar dan tubuh mu langsung merespon"..
dia mengatur napasnya agar tubuhnya sedikit lebih rileks..
"menyadari perasaanku?"... batin nya.
__ADS_1
" sebenarnya bagaimana perasaan ku dengan wanita itu?"..