
Adam masih tak mau melepaskan Deena. namun Deena seperti terpikir kan suatu ide, Deena mencoba mempraktekan cara seperti yang pernah dia tonton di film maupun drama. yaitu ketika dalam situasi seperti ini, lutut dan pahanya sangat berperan penting untuk meninju bagian inti milik Adam.
sangat di sayangkan sekali, ide Deena itu gagal karna Adam sudah sangat tau trik seperti ini. dia benar benar mengunci paha dan kaki Deena agar tidak bisa bergerak. Adam hanya tersenyum melihat Deena kebingungan di campur panik.
tak kehabisan ide, kali ini Deena memiliki ide pemungkas untuk membuat Adam melepasnya.
.
"kamu tau ga? dimata aku kamu itu pria yang bagaimana".. ucap Deena dengan lembut.
dia semakin mendekatkan wajahnya ke telinga Adam dan berbisik ditelinganya
" kamu pria baji*nan!!".. Deena menggigit telinga Adam sehingga Adam menggeliat mundur ke belakang karna kesakitan.
dengan kesempatan itu Deena berlari membuka pintu ruangan itu tapi tak bisa di buka..
"hahahahahaha"... suara tawa Adam sambil memegang kupingnya.
Deena mulai merasakan ketakutan ketika melihat Adam tertawa dengan wajah yang merah padam, dia bisa melihat betapa kesalnya Adam ke dirinya.
Deena panik dan berusaha membuka pintu.
Adam dari belakang menempeli tubuhnya di belakang tubuh Deena dan membuat Deena tersudut di pintu itu.
"pintu ini hanya bisa dibuka dengan sidik jari ku. kau akan sulit keluar dari sini, apalagi kau baru saja membuat ku sangat marah.".
Deena mulai keringat dingin dan sangat takut karna di pikiranya sudah penuh dengan pikiran yang negatif.
" apa kau tidak tau, bagi sebagian orang telinga itu adalah hal yang sangat sensitif untuknya. dan aku salah satu orang itu. aku bisa saja membalas mu dengan menanggalkan semua pakaianmu disini. tapi jangankan melihat tubuh mu tanpa sehelai benang pun, memikirkan untuk mencium bibir mu saja aku merasa sangat jijik.".... Ucap Adam
setelah selesai berbicara Adam menarik Deena untuk mundur dan membuka pintu tersebut. dia mendorong tubuh Deena keluar dengan sangat kasar dan menutup pintu dengan sangat keras.
Deena tidak ada perlawanan sedikitpun, tubuhnya lunglai mendengar ucapan Adam yang begitu kasar. dia mengepal tangan nya dan sangat marah sembari menahan tangisnya.
__ADS_1
"pria yang kejam!".. ucap Deena
Deena kemudian kembali menuju ruang makan namun pelayan mengarahkan dia ke ruang tamu.
" Dee kamu kok lama banget di toiletnya".. ucap sang ibu ketika anak nya masuk keruangan.
Deena mencoba terlihat baik baik saja dan sedikit senyum menjawab.
"mungkin ini karna Deena udah beberapa hari ini belum BAB jadi agak butuh waktu lama di toilet". jawabnya
sepanjang itu di ruang tamu Deena terlihat sesekali melamun dan tak begitu memperhatikan percakapan para orang tua, dia masih terngiang ngiang perkataan Adam yang begitu menusuk relung hatinya.
setelah itu Adam masuk ke ruangan untuk pamit karna akan pergi bekerja.
"mah, pah. om tante.. Adam pamit pergi kerja dulu ya.".. ucap Adam.
wajah nya terlihat biasa biasa saja seolah olah tidak terjadi apa apa sebelumnya.
" oh ya, kalo gitu saya mohon undur diri duluan. saya juga mau kerja. saya titip istri dan anak saya disini".. kata Ayah Deena. dia kemudian pergi dan disana Deena serta ibunya masih tinggal karna Sintia ada rencana untuk mengajak mereka untuk jalan jalan dimall.
Siang hari di pusat perbelanjaan, ada 3 wanita yang sedang berbelanja dan keluar masuk ketoko yang ada di tempat pusat perbelanjaan itu. bisa di bilang mereka ini definisi 3 tipe orang yang kalo belanja di mall, pertama ada yang terlalu excited yaitu mama Sintia, kedua yang biasa aja ikutin arus seperti ibu Moana, dan yang terakhir wajahnya masam seperti wajah Deena. karna kelelahan berkeliling untuk membeli pakaian, mereka kemudian istirahat di restoran susi di mall tersebut.
"ya ampun belum pernah aku seseneng ini belanja bareng orang lain disini".. kata mama Sintia sembari dia mengecek barang belanjaan nya.
" syukurlah jeng kalo kamu bahagia bareng kita".. ucap ibu Moana
"loh emang kamu ga seneng jeng?.. Dee kamu juga gitu? apa cuma aku yang seneng Sendirian belanja bareng kalian?".. tanya mama Sintia.
" ngga jeng! bukan begitu, yah kami tidak biasa belanja seperti ini, trutama saya tidak terlalu mengerti juga tentang fashion jadi saya sedikit khawatir tadi kalo jeng Sintia tidak akan suka bareng kami".. sangkal ibu Moana
"oalah! begitu rupa nya"...
Deena memaksa kan senyumnya agar tidak di curigai lagi oleh Sintia bahwa ia mulai bosan dan lelah melakukan hal ini. apalagi ia sempat down karna kejadian yang terjadi tadi pagi dengan Adam.
__ADS_1
" hmm. dulu di tempat lama aku sering belanja sama temen temen ku, dan semuanya sama kayak aku yang suka belanja dan suka fashion. tapi yah gitu disana kita ga ngejual sebuah hubungan pertemanan, melainkan kita menjual sebuah harga diri dan gengsi. kita lebih banyak menghabiskan waktu pamer selera dan kekayaan yang kita miliki. dan ternyata setelah bertemu jeng sintia yang berbeda membuat saya menyukai suasana yang normal ini. ini membuat saya sedikit lega dan tidak menekan saya".. curhat mama Sintia..
Moana kemudian tersenyum sembari memegang tangan Sintia.
"bentar lagi Riri besar, dan pasti tante ga kesepian lagi dan bisa ajak Riri belanja belanja ketika tante mau"... ucap Deena
" Riri itu ga pernah mau di ajak belanja belanja di mall. dia ga suka yang ginian, dia lebih suka belajar. dia mirip sekali dengan Adam dulu yang suka belajar".. lanjut nya Sintia
"makanya nanti kalo Deena ada jodoh dengan Adam, Deena mau kan temenin tante belanja belanja kayak gini?"
" moon maaf tan, saya ga ada niat dan kepikiran mau nikah atau bahkan sampe suka sama anak tante yang kurang ajar itu!!"... dumelnya Deena dalam hati..
Deena hanya memilih tersenyum dan tak menjawab pertanyaan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pukul 03:12 mereka akhirnya selesai makan dan keluar dari mall, di tempat parkir Deena izin pamit untuk pulang duluan kerumah, sementara ibunya akan lanjut kesuatu tempat bareng mama Moana.
"ibu, tan. aku pulang duluan ya! . hari ini aku ada janji sama temen ku buat ketemu. mohon maaf aku ga bisa ikut kalian ke mueseum seni nya"..
" yaudah hati hati ya sayang".. ucap ibunya
"kamu mau ketemu temen atau pacar mu?".. tanya Sintia.
" temen tan.. aku belum punya pacar. doakan saja segera".. ucap Deena sambil cengar cengir.
mendengar hal itu Sintia hanya tersenyum dan mengangguk angguk.
.
.
.
__ADS_1
.
"arghh.moga aja aku sempet mandi dan dandan setelah sampai rumah".. gumam Deena.