
Berita tentang Adam dan Deena yang digosipkan berkencan itu akhirnya terdengar sampai ke telingan sang mama. kepala asisten di rumahnya yang memberitahu Sintia tentang kejadian tadi pagi. antusias bercampur gregetan dirasakan oleh Sintia saat itu. akhirnya setelah menunggu begitu lama, mereka pun berkencan tanpa perlu merepotkan dirinya untuk membantu mereka bersama. kini ia hanya menunggu pengakuan dari dua orang itu.
Hari ini waktu terasa begitu lama berjalan bagi Sintia, ia tak henti hentinya bolak balik di ruang tamu sambil melihat jam. tak sabar rasanya ingin melihat Deena dan Adam pulang bekerja. ia sudah tak sabar ingin melihat bekas tanda cinta yang Deena berikan ke Adam.
"aku pulang!!".. sapa Adam saat itu.
mata Sintia berbinar sambil memeluk anaknya.
" pucuk di cinta ulam pun tiba!!" batin Sintia saat itu.
"Dam, kamu ga pulang bareng Deena?!".. tanya langsung.
" ngga!!. tempat kerja kami berlawanan arah!".. jawab Adam sambil melonggarkan sedikit dasi dilehernya.
mamanya melotot melihat dengan tajam diarea leher Adam yang sedikit kelihatan.
"itu minuman untuk siapa ma?".. tanya nya sambil menunjuk minuman yang ada di atas meja.
" untuk kamu!!"ucap mamanya sambil tersenyum hangat. Sintia kemudian duduk di dekat Adam.
"mama ingin mengatakan sesuatu?!"... jarang jarang mamanya seperti ini jadi wajar jika ia curiga bahwa ada udang di balik batu dari sikap mamanya.
"ah jika sudah ketara begini sekalian saja aku minta cucu ke Adam."..
" mama pengen cucu dari kamu. kamu kapan ngasih mama cucu?! "..
Adam menyemburkan minuman yang ada di mulutnya.
uhuk-uhuk.. " mah!! kenapa tiba tiba?!".tanya Adam yang menatap mamanya dengan lekat.
"tiba tiba apanya? setiap tahun mama mengatakan hal ini padamu.".. ucap mamanya dengan santai..
Deena pulang bekerja dan menambah suasana jadi seru di tengah tengah tuntutan untuk Adam menikah. Sintia menyuruh Deena duduk di samping nya.
" Dee, kamu kesini sebentar?!"... Sintia melambaikan tangan nya sebagai tanda ia memerintahkan Deena untuk kehadapanya langsung.
"mah.aku pergi dulu!".. kata Adam yang merasakan tidak nyaman dengan semakin datangnya Deena di tengah tengah mereka.
__ADS_1
" Dam!! kamu juga duduk!!"... perintah Mamanya. ia pun duduk kembali ditempatnya semula.
"jangan jangan tante Sintia mau marahin aku karna kejadian tadi pagi. aduh ini pasti kelakuan para pelayan yang melihat kami waktu itu!! "... pikir Deena. ia pun juga tetap duduk tak jauh dari Sintia.
"karna Deena sudah ada disini, mari kita to the point saja. saat ini aku ingin kalian berdua jujur!!! aku serius, tidak ingin mendengar sebuah kebohongan dari kalian!!"... kata Sintia dengan tegas dan menekan nada bicaranya..
"baru kali ini aku melihat tante benar benar marah! aku jadi takut".. Sakin takutnya mulut Deena seperti di tempelkan dengan lem, tak bisa terbuka sama sekali.
" tentang apa ma?".. tanya Adam kemudian.
"tentang tadi pagi!!".. lagi lagi Sintia memelototi Adam dengan tatapan menakutkan.
" aku tidak berani mengatakan apapun. bagiamana jika tante menyeretku keluar dari rumah ini. semua rencana ku akan gagal! aku bahkan belum memulai mencari petunjuk disini!"..
"giliran seperti ini, kalian malah kompak sekali diamnya!!".. omel Sintia ke mereka berdua.
" tente maafin Deena. aku tidak bermaksud membuat mas Adam seperti itu. aku benar benar tidak sengaja!!".. siapa bilang ia tak sengaja, jelas jelas ia sengaja. tapi namanya juga naluri seorang manusia yang ingin bertahan hidup disaat kritis seperti ini.
"apa?? dia memanggil ku mas? dia juga menyebut namaku? apa ini beneran dia?".. Adam terpesona dan bahagia ketika Deena menanggil namanya.
" jadi maksud kamu secara tidak langsung, kamu lah yang lebih dulu menerjang Adam?!".. Tanya Sintia.
" iya. tapi Deena tidak tahu akan jadi seperti ini!".. Deena merendahkan nada suaranya karna malu mengakui jika ia telah menggigit leher Adam hingga lebam.
"ha ha ha. tidak apa apa sayang. tante tidak berpikiran sekolot itu. tante paham kalian anak muda sedang di fase menggebu gebu. tapi jika sudah seperti itu seharusnya Adam bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kamu?!"... Sintia senang dengan pemikiran nya sendiri yang mengira bahwa mereka telah melakukan hal yang lebih dari sekedar berpacaran, tapi ia tak tahu itu hanya pemikiran nya seorang yang tak sesuai dengan kejadian sebenernya.
"maksud mama apa? anak muda yang menggebu gebu?".. tanya Adam yang tiba tiba memelas wajahnya
" loh!! kok kamu nanya gitu sih? emang maksud Deena tentang dia yang salah itu apa?..
Mereka sama sama kebingungan karna berbeda pemikiran.
"jadi tante mengartikan ucapan Deena itu berbeda?"... Sintia mengangguk dengan polos.
" oh my god mah!!. please, apapun yang ada di pikiran mama. itu semua tidak benar, apa yang mama dengar dari para pekerja rumah, itu juga tidak benar. biar Adam katakan tentang tadi pagi, itu hanyalah kebetulan tanpa ada maksud tersembunyi. mama ngerti kan sekarang!!"..
"apah? jadi kalian tidak sedang berpacaran atau melakukan sesuatu?".. Wajah Sintia berkeringat karna merasa malu di hadapan mereka berdua yang sudah ia salah pahami
__ADS_1
Adam dan Deena mengangguk, mereka juga tak bisa berkata kata lagi. bisa bisanya Sintia berpikiran sejauh itu, Adam dan Deena sampai sampai shock karna nya.
"lalu bagaimana bisa leher kamu ada bekas merah seperti habis digigit orang?".. tanya mamanya
" Adam tidak sengaja terpeleset dan jatuh kena pinggir kursi di kamar Adam. akhirnya kena leher dan meninggal bekas seperti ini".. Adam terpaksa memalsukan kejadian tadi pagi untuk menghentikan pikiran ibunya yang suka traveling terlalu kaub
Sintia pun pergi meninggalkan mereka berdua disana dengan perasaan kecewa dan malu.
suasana canggung mewarnai suasana disana.
"maafkan mama. ia memang orang yang suka kepo dan berpikir berlebihan tentang banyak hal"..
kata Adam ke Deena.
Deena pun mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
"hmmm kalo begitu, saya pergi duluan ke kamar!".. Adam pamit lebih dahulu karna tak tahan dengan tubuhnya yang gerogi sendiri karna terus teringat kejadian setengah romantis didalam dapur tadi pagi.
.
.
.
Di dalam kamar Deena memukul lantai kamarnya karna frustasi memanggil Adam dengan sebutan mas.
"dasar mulut sialan!! kenapa harus mas?!!! kenapa ga om aja! dia kan udah tuwek!!"..
Deena hanya bisa ******* ***** rambutnya di bagian atas.
tak lama ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk.
^^^'selamat malam? Deena apa kabar? ini mark!! kamu masih ingat? aku orang yang di kenalkan Gisele padamu! jika kau ada waktu, bisakah kuta bertemu besok?.' ^^^
bunyi pesan itu yang ternyata di kirim oleh mark.
mata Deena kemudian membara, ia melupakan tentang frustasi nya.
__ADS_1
"benar!! aku sudah terlalu lama menjomblo, aku juga butuh pria si samping ku untuk membuat ku tetap waras didekat Adam!!".. plan lain dari Deena adalah mark. ia akan mencoba menjalin hubungan baik dengan mark, dengan begitu ia bisa mengantisipasi perasaan nya untuk jatuh cinta dengan Adam selama ia tinggal dirumah ini.