Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
mencuri ciuman mu lagi


__ADS_3

Sinar bulan bersinar menyinari malam gelap yang penuh bintang, meskipun tak terlalu luas mata memandang langit malam karna terhalang pepohonan nan tinggi namun Deena dan Adam menikmati pemandangan itu di teras lantai 2 villa tersebut. mereka duduk disana setelah selesai menikmati makan malam yang dibuatkan oleh para pelayan. Adam yang sibuk memeriksa poto poto yang ia ambil tadi siang lewat camera nya sementara Deena sibuk melihat langit dan bulan yang kini sudah jarang ia temui semenjak pindah ke kota.


"dulu melihat bulan dan bintang adalah hal biasa saja ketika saya masih tinggal di pulau. namun kini, ini menjadi pemandangan yang membuat saya tak ingin menyia nyiakan nya begitu saja"...


Adam melihat Deena dan berdiri menghampirinya untuk melihat langit juga.


"bagaimana menurut anda langitnya. indah bukan?"...


Adam melihat Deena dengan sinis dan dingin. dia kembali duduk ke kursinya.


" kenapa lagi dengan dia. kali ini aku salah apa!!"...


Sejujurnya Adam sangat sensitif ketika ada yang menyebut kata indah di depannya.


ketika kata itu disebut, akan terlintas wajah dari sang Mantan nya yang bernama Indah yang seorang model itu.


pak Nan datang memecahkan keheningan ditempat itu, ia membawakan minuman herbal yang ia racik untuk Adam dan Deena serta makanan ringan sebagai pendampingnya.


"maaf tuan, nona. ini saya bawakan minuman herbal hangat untuk tuan dan nona. silahkan di minum"..


Deena kemudian datang dengan antusias menyambut pak Nan, kebetulan ia merasa tubuhnya sedikit dingin dan ingin meminum yang hangat hangat.


" wahhh. pak Nan tahu aja kalo saya ingin minum yang hangat hangat"...


Deena langsung menyeruput minuman itu.


"kenapa rasanya aneh yak? saya pikir tadi ini minuman terbuat dari jahe atau semacamnya"..


" itu minuman yang bagus untuk membuat nona malam ini merasa nyaman dan tidur dengan nyenyak. saya juga memberikan nya ke tuan muda, itu bukan minuman yang aneh aneh kok non"...


"ha ha. saya ga curiga kok pak, cuma bertanya saja karna agak kaget dengan rasanya"...


Adam sedari tadi yang diam kemudian menyuruh pak Nan untuk pergi dan membiarkan ia berdua dengan Deena.


" pak Nan terima kasih. silahkan anda kembali beristirahat."..


pak Nan kemudian mengangguk dan meninggalkan mereka berdua disana.


"kau, duduklah disini. jangan seperti hewan yang suka minum dan makan sambil berdiri"..


Deena merasa sedikit aneh dengan sikap Adam hari ini yang berubah ubah. sebentar dingin, sebentar hangat, sebentar ramah, sebentar cuek, sebentar sinis.

__ADS_1


" ada yang ingin anda bicarakan?"


"hm"... singkat Adam


" kau menanyaiku tadi bagaimana pendapatku tentang langit malam itu. tadi kau bertanya apa padaku, aku lupa?"..


"ahh?.. hmmm menurut anda bagaimana langitnya, indah bukan?"...


" nah.. kata kata itu. jangan kau ulangi lagi kedepan nya"..


"apa?? kenapa"..


" aku tidak menyukainya! "..


" apa maksudnya? dia tidak menyukai langit malam?".


"hmm.. baiklah saya tidak akan berkata seperti itu lagi"..


Nambah lagi kesalah pahaman dalam hubungan atasan dan pegawai yang satu ini. Adam tak menjelaskan kata mana yang dia maksud sehingga Deena pun salah mengartikan kata yang tidak ia sukai itu.


keheningan berlanjut, lama lama diam Deena pun merasakan kantuk yang berat. di iringi dengan angin malam sepoi sepoi membuat ia tak sadar telah tertidur di atas kursi itu.


"angin terasa makin kencang, sebaiknya kau masuk ke dalam".. ucap Adam ke Deena.


" apa minuman ini semanjur itu. jika aku meminumnya, apa aku akan langsung tertidur seperti dia"... pikir Adam sambil memperhatikan minuman yang sudah dingin dan belum ia minum sedikitpun.


Adam menggoyangkan lengan Deena untuk mencoba membangunkan nya, tapi Deena tak merespon sedikitpun.


"terpaksa aku menggendongnya ke kamarnya."


Adam bergerak dengan hati hati mendekati Deena, tanganya sudah mulai memegang lengan untuk di angkat, tiba tiba saja Deena bergerak menyamankan tubuhnya yang sudah setengah menempel didada Adam.


Deruan nafas Deena terasa ringan melewati pori pori kulit wajah Adam yang berjarak sekitar 5 cm meter dari wajah Deena.


ia juga bisa mencium bau tubuh Deena yang harum menusuk kehidungnya.


ia melihat inci demi inci dari wajah gadis cantik bertubuh langsing ini.


jantung nya semakin berdegub kencang, pergerakannnya mengangkat Deena semakin pelan karna ia mulai tak pokus dengan tujuan utamanya untuk menggendong Deena masuk ke dalam.


"sepertinya mama benar. aku memang mulai menyukaimu" pikir Adam

__ADS_1


ia pelahan lahan mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi agar bibirnya bisa menempel di bibir sexy milik gadis itu.


"maafkan aku. aku mencuri ciuman mu lagi"..


cupp..


bibirnya dan bibir Deena menempel, namun itu tak berlangsung lama karna ia tak mau membangunkan Deena dalam keadaan ia tengah mencuri ciuman dari bibir manis dan sexynya itu.


Dari jauh pula pak Nan yang sudah lelah berdiri bersembunyi mengintai Adam dan Deena akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memotret Adam yang sedang mencium Deena. ia melakukan itu karna terpaksa disuruh oleh majikan nya yaitu nenek Andro. ia akan mengirim ini untuk di melaporkan bahwa seolah olah ia telah berhasil menjalankan rencana majikan nya itu.


"terima kasih tuan muda. anda telah menyelamatkan saya. dan maaf jika saya mengambil poto kalian berdua diam diam seperti ini". gumam pak Nan. setelah mengambil satu potret mereka, ia bergegas pergi karna sudah dari tadi ia ketakutan akan ketahuan Adam bahwa ia tengah mengintai disana.


.


.


.


Adam merebahkan tubuh Deena dengan hati hati di atas kasur itu. ia melepas sarung yang Deena pakai sebagai selimutnya diluar tadi.


"cahh.. aku baru sadar. akhir akhir ini dia sering sekali memakai baju yang di pakai oleh wanita yang ingin terlihat dewasa."...


Deena memang seminggu terakhir ini sedang mencoba mengubah style berpakaian nya karna mengikuti saran dari sahabat sahabatnya. dia tadinya selalu memakai baju yang terbilang sopan lah ya tidak terlalu menampakkan lekuk tubuhnya dan bagian bagian kulitnya. tapi kini ia mencoba mengambil style yang lebih berani, apalagi ia akan berumur 24 tahun dalam hitungan hari, jadi ia merasa sudah dewasa dan wajar jika ia memakai pakaian yang agak terbuka.


"kau tau, aku lebih suka melihatmu berpakaian seperti sebelumnya. ketimbang seperti ini, aku semakin tak berani mendekatimu. bagaimana jika kau bertemu dengan pria yang tidak bisa menahan dirinya? tidak semua pria bisa menahan diri seperti aku. apa kau tau??!"...


Adam terus berbicara sendirian seolah olah ia sedang berbicara dengan Deena..


Deena memang datang tak memakai baju ganti jadi selama dua hari di villa ini ia akan terus memakai baju hitam model spring summer style genev top itu.



"aku merasa aneh dengan diriku sendiri ketika berada di dekatmu. aku harus bagaimana? mulai dari mana aku harus memperbaiki komunikasi kita yang canggung ini."...


perasaan sedih dan kesal bercampur aduk di hati Adam. ia menyesal karna sempat menjaga jarak dan mendorong Deena jauh dari dekatnya. kini hubungan nya yang sudah terlanjur canggung itu terlihat rumit untuk di luruskan lagi.


sejak awal ia lah yang terlalu bersikap kekanakan dan membesar besar kan masalah.


ia menunjukan rasa benci nya ke Deena yang bahkan Deena sendiri tak tahu dari mana rasa bencinya itu muncul.


"seperti aku terlalu terjebak masa lalu hingga tak bisa melihat ke berbagai arah. "...

__ADS_1


tubuhnya berjalan menuju ke kamar nya dengan pikiran yang masih sibuk bergulat dengan penyesalan nya.


__ADS_2