
Adam menyunggingkan bibirnya begitu sang mama menceritakan itu semua.
"kenapa kamu senyum seperti itu?!". mamanya tersinggung melihat ia tersenyum seolah olah tak percaya dengan ucapan mamanya.
" Adam cuma senyum ma. apa itu salah?". katanya
"senyuman kamu itu jelek. mama ga suka!".. sang mama terlihat sebal kala itu.
ia memeluk mamanya agar tak marah lagi dengan nya. namun Adam tak mengatakan alasan ia tersenyum karna ia senang dengan apa yang dikatakan oleh peramal itu.
" maafin Adam".. cupp, dia mengecup pucuk kepala mamanya.
"aku ke kamar dulu ya ma. aku cape, sekalian mau mandi".. ia kemudian masuk ke dalam kamarnya.
.
.
Di dalam kamar, Adam merebahkan tubuhnya sembari melihat plafon kamarnya. akhir akhir ini perasaan nya sering gelisah dan tak tenang.
huuuftt " apa karna sudah berumur, jadi beban pikiranku semakin bertambah" pikirn nya.
Memang saat ini ia sedang menyelidiki papa nya sendiri secara diam diam untuk mengetahui tentang terlibat atau tidaknya dia dengan kematian dari ayahnya Deena.
belum lagi pikiran nya terbagi ke Deena yang saat ini semakin menjauh dari dirinya. ketimbang dulu, yang sekarang lebih sulit untuk mendekatinya.
drrt.. ia melihat ada pesan masuk dari Ulan di ponselnya.
^^^'saya sudah mengirimkan berkas berkas para pelamar yang akan melamar menjadi Asisten sekertaris anda'^^^
Adam mengabaikan pesan tersebut karna memang ia tidak berniat mencari Asisten sekertaris baru.
posisi itu ia biarkan kosong untuk jaga jaga jika nanti Deena berubah pikiran dan mau bekerja lagi diperusahaan nya. sebagai gantinya Leo lah yang menggantikan Deena untuk sementara waktu.
.
.
.
__ADS_1
...
Keesokan hari nya Deena mendapat sebuah paket misterius berbentuk box yang telah di taruh di depan pintu rumahnya. begitu ia membuka pintu, ia tak sengaja menendang paket itu sehingga terlempar dan isinya berserakan.
ia lalu memungut satu persatu poto yang berserakan keluar dari dalam paket tersebut.
betapa terkejutnya ia ketika melihat ternyata poto itu adalah poto poto Ayahnya bersama Jerome yang sedang mengangkat kerah baju satu sama lain.
"ini poto Ayah bersama om Jerome? apa mereka sedang bertengkar? ini kan baju yang di pake oleh Ayah ketika ia kecelakaan. apa maksudnya ini?"..
ia melihat lagi apakah di dalam paket box itu masih ada isinya atau tidak. benar saja ada 1 surat yang masih ada di dalam box tersebut.
ia segera membaca isi surat itu.
...'apa kamu tidak penasaran siapa sebenarnya yang membunuh ayahmu?!. jika jawaban mu adalah iya, gantunglah kain merah di ganggang pintu mu. jangan beritahu tentang ini kepada siapapun termaksud teman teman mu dan tunggu jawaban ku selanjutnya.'...
wajah nya pucat, bibirnya bergetar, perasaan nya tak karuan. ada banyak tanda tanya dalam kepalanya. kenapa ada poto ayahnya dan Jerome? , apa yang terjadi sebenarnya dengan mereka?, apakah kematian ayahnya berkaitan dengan Jerome? ataukah ia adalah pembunuh ayahnya? jika iya bagaimana ini bisa terjadi, apa penyebabnya? lalu siapakah orang yang mengirim paket tersebut dan mengambil poto poto ini.
rasanya kepalanya mau pecah, rasanya ia tersedak ingin menangis tapi sudah tak tahu harus menangis seperti apa lagi. rasanya kakinya ingin berlari menuju rumah nya Jerome tapi sudah jelas jawabanya, tak mungkin ia akan jujur dengan Deena. satu satunya cara menemukan jawaban dari pertanyaan nya yaitu dengan menunggu jika ada paket yang datang lagi, atau mungkin sang pengiriman paket yang akan datang sendiri ke hadapan nya.
"aku harus cari tau siapa pengirim paket ini. tapi bagaimana caranya?"... Deena bingung bagaimana harus menyelidiki ini sendirian sementara ia sudah terisolasi dirumah bersama dengan ibunya.
" ah. aku ada cara, aku akan mengintip dari jendela kemudian menyergapnya"..
.
.
.
.
Malam harinya, tepatnya sampai jam 2 dini hari, Deena masih terjaga meskipun mata nya sudah mulai susah di buka. badan terutama kakinya sudah pegal pegal duduk mengintip di jendela sambil memegang teplon yang ia bawa dari dapur, tapi masih belum ada pertanda ada orang yang menyelinap datang di depan rumahnya.
"aishhhh!!! kapan orang itu akan datang. aku sudah menggantung kain merah di gangang pintu depan tapi kok dia belum datang yah? apakah dia biasa datang di pagi buta?"..
Deena memukul mukul kakinya yang mulai ngilu dan kesemutan..
" bisa bisa aku mati penasaran jika terus begini"... imbuhnya dengan nada sedih..
__ADS_1
Entah jam berapa itu, ia tak sadarkan diri dan tertidur dilantai tepatnya dibawah jendela rumahnya. ia terbangun begitu mendengar ibunya membuang buang barang didalam kamar. yah sekarang ini sudah jadi kebiasaan ibunya selalu memberikan pertanda dengan membuang barang atau menggedor pintu kamarnya agar Deena tau bahwa ia telah bangun.
Deena bergegas masuk ke kamar ibunya yang sengaja ia kunci agar ketika ia tertidur ibunya tak pergi kemanapun.
"ibuu.. berhenti!!!".. kata Deena yang menghentikan ibunya membanting kursi yang ada didalam kamar nya.
" gara-gara buru-buru mengintai tadi malem. aku sampai lupa bawa kursinya keluar. sial, sekarang kursinya sudah patah di banting oleh ibu"..
Deena hanya pasrah melihat ibunya menghancurkan kursi itu hingga patah menjadi beberapa bagian, hanya ini cara agar ibunya bisa tenang setelah melampiaskan perasaan nya.
"sudah bu?!".. tanya Deena dengan lembut kemudian ibunya mengangguk.
ia kemudian memeluk sang ibu layaknya ia memeluk anak bayi untuk menenangkan nya.
"sekarang kita mandi dulu, setelah itu Deena buatin sarapan. okeh!!!"..
ibunya menunjuk ke arah kasur, yang berarti ada sesuatu di kasur tersebut.
Deena mendekat ke arah kasur dan mencium bau pesing disana. sepertinya sang ibu pipis lagi di kasurnya. ia pun menghela napasnya dengan panjang sambil tersenyum melihat ibunya.
"ngga apa apa bu, nanti Deena bersihin kasurnya biar wangi lagi!. sebelum itu kita mandi dulu yuk, kita main air".. Sang ibu tersenyum sumringah kegirangan seperti anak kecil yang polos.
ini memang berat bagi Deena, tapi ini belum seberapa dari perjuangan ibunya melahirkan dan membesarkan ia selama ini. dan juga mereka hanya tinggal berdua sekarang tanpa siapapun.
itu sebabnya Deena memilih untuk merawat sendiri ibunya, ia mengalah dan melepaskan karir nya yang belum lama ia bangun.
Setelah selesai memandikan ibunya, memberinya sarapan beres beres di dalam, kini waktunya untuk menjemur kasur dan pakaian yang sudah ia cuci tadi. begitu buka pintu, paket tersebut dengan model box yang sama sudah ada di atas kursi didepan terasnya. dia buru buru menjemur kasur dan membawa masuk box itu karna sudah penasaran sejak kemarin apa isi selanjutnya dari dalam paket ini.
Di dalam paket tersebut berisi kode QR untuk masuk ke dalam sebuah situs web. karna dia takut menggunakan ponsel yang gunakan sehari hari, ia pun menggunakan ponsel lama yang sudah tak terpakai untuk berjaga jaga agar ponsel pribadinya tak di retas.
dalam situs itu ada sebuah video yang berdurasi 1 menit yang memperlihatkan ketika hari kecelakaan ayahnya ada dua yang mengejar mobil ayahnya, di dalam mobil itu terlihat sekilas seperti siluet dari Jerome dan mobil yang lain nya tak terlihat jelas.
"apa om Jerome adalah penyebab kematian ayah?"...
tak lama kemudian muncul pesan di layar ponselnya yang bertuliskan, 'JIKA KAMU PENASARAN DENGAN ORANG INI, SEHARUSNYA KAMU LEBIH MENDEKATKAN DIRI DENGAN MEREKA. INI SATU SATUNYA CARA UNTUK MENEMUKAN JAWABAN DENGAN MATA KEPALA MU SENDIRI'
" ****!! ponsel ku di retas. untung saja ini ponsel yang sudah lama tak ku pakai dan masih berpungsi dengan baik. syukurlah aku kepikiran sampai disana".. pikir Deena
.
__ADS_1
"bagaimana cara ku membalasnya??"... Deena kebingungan bagaimana caranya untuk berkomunikasi dengan orang yang meretas ponsel nya ini.
" ah sudahlah. sekarang aku harus berpikir jernih. dia menyuruh ku untuk lebih dekat dengan keluarga om Jerome? bagaimana caranya sementara di otakku ini, aku menuduh ia sebagai kandidat terkuat yang berhubungan dengan kematian ayahku"...