Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
the real of ngenes


__ADS_3

Sebelum itu, disaat Deena dan Adam sibuk bertengkar di luar, terlihat dari dalam ada banyak pelayan yang kurang kerjaan mengintip mereka. lalu datanglah Sintia yang berniat untuk memarahi mereka.


"apa yang kalian lakukan??!! saya tidak menggaji kalian semua untuk diam berjamaah seperti ini!!" Teriak Sintia yang memang saat itu sedang badmood gara gara Deena yang akan pergi kencan.


para pelayan kemudian berdiri sejajar ke samping dengan menunduk.


"kalian sedang lihat apa?".. tanya Sintia yang masih dengan nada marah.


" a..anu nyonya besar. kk..kami sedang melihat tuan muda dan nona Deena sedang bertengkar seperti sepasang kekasih!".. kata salah satu pelayan itu.


tentu saja, tanpa ba bi bu be bo lagi Sintia langsung mengintip dari jendela dan melihat mereka berdua. saat itu ia melihat Adam sedang mengancingkan baju Deena dengan wajah menahan marah, sementara Deena hanya diam membiarkan Adam mengancingkan bajunya sendiri. Sintia kegirangan bukan maen, ia sekarang tahu kelemahan anaknya yaitu dengan cemburu maka anaknya akan berani menunjukan perasaan nya ke lawan jenis.


"dasar anak ku!!! kamu harus punya saingan dulu baru berani nunjukin perasaan kamu rupanya!!"..


Sintia kemudian mengajak semua pelayan untuk mengintip dengan melambaikan tangan nya sebagai gerakan agar semua melihat keluar.


"sejak adegan mana kalian melihat mereka berdua!?".tanya Sintia dengan senyum senyum.


" tadi kami melihat tuan mendorong motornya keluar, kemudian mengelap motornya di depan nona yang sedang sibuk memegang ponsel. nona kemudian menghampiri nya dan mereka terlihat bertengkar. awalnya tuan muda terlihat main main untuk memancing nona Deena tapi lama kelamaan tuan muda terlihat marah seperti mereka berdua adalah pasangan yang sedang bertengkar."..


penjelasan dari salah satu pelayan nya membuat Sintia semakin kegirangan bukan maen.


setelah Deena pergi keluar dan Adam masuk, mereka bubar dengan kompak seolah olah sedang bekerja lagi dan Sintia akting sibuk mengecek setiap debu di sela sela rumah.


Adam tak curiga melihat mereka semua disana, ia percaya rumahnya ini kedap suara jadi tak mungkin mereka semua mendengar pertengkaran nya dengan Deena.


...****************...


Mark melihat Deena menghampiri nya dengan wajah cemberut. ia bergegas keluar dan membukakan pintu mobil untuk Deena.


Deena hanya diam kemudian masuk ke dalam mobil.


"maaf. aku tidak bermaksud membuatmu menunggu lama. mobil ku tadi sempat mogok di simpang sana, untuk menghubungimu saja ponsel ku kehabisan baterai. aku sibuk kemarin jadi tak sempat mencarger ponsel ku. sekali lagi maafkan aku"... Mark meminta maaf dengan memelaskan wajah nya agar Deena mau memafkan dia.

__ADS_1


"tidak apa apa. tadinya aku kesal denganmu tapi kini bukan karna mu aku kesal! begini! ".. kata Deena dengan sinis.


" lalu dengan siapa?".. tanya Mark penasaran.


"ada lah pokoknya, tetangga ku yang menyebalkan". Deena tak mau Mark tahu bahwa ia tinggal serumah dengan Adam.


Dijalan, Deena masih terlihat memasang wajah masam. Mark kebingungan bagaimana cara mengembalikan mood Deena kembali. bahkan untuk mengajaknya berbincang saja ia masih agak ragu ragu.


"mmmmmm... jadi sekarang kau tinggal dengan om dan tante mu?".. Mark memberanikan diri mengajak Deena ngobrol.


" iya. tapi itu untuk sementara. jika perekonomian ku sudah stabil. maka aku akan segera pindah "... syukurlah Deena tak menjawabnya dengan nada sinis jadi suasana tidak canggung lagi.


Mark pun tersenyum sumringah.


" oh ya, terima kasih sudah bersedia untuk meluangkan waktu denganku!". Mark tak menyangka bahwa Deena mau bertemu lagi dengan nya padahal sudah setahun mereka lost contact.


"iya. kebetulan juga hari ini aku libur kerja paruh waktu".. jawab Deena lagi.


" hmm jadi kamu udah berhenti kerja di tempat yang dulu?"...


"kenapa?" tanya mark lagi


"aku ingin dekat dengan ibu. jadi jika terjadi sesuatu yang tidak memungkinkan. sangat mudah untuk bisa langsung menghampiri nya. apalagi tempat aku bekerja tidak jauh dari rumah sakit!".. jelas Deena.


"kegiatan apa yang kamu lakukan jika tidak sedang bekerja?"..


" aku berjualan online. jadi kebanyakan menghabiskan waktu bolak balik anter barang ke kurir atau jasa kirim"...


begitulah percakapan mereka terus berlanjut, karna sudah lama tak bertemu jadi banyak pertanyaan dan jawaban yang terlontarkan..


...----------------...


Adam menggigit bibir bawahnya sambil memantau ponsel yang ada di atas meja. ia duduk dengan kaki yang terus bergerak tak bisa diam.

__ADS_1


drtttt... ponselnya berdering ia segera mengangkat telpon itu.


"bagaimana? kau berhasil mengikutinya?".. tanya Adam dengan antusias ke Leo yang ada di seberang sana.


" iya tuan. jika saya tak berhasil maka anda boleh saja menembak jantung saya!!"... kata Leo yang sebenarnya agak mengejek Adam.


"hey!! aku menyuruhmu mengikutinya, karna aku curiga dengan laki laki itu! jika terjadi sesuatu padanya seperti sebelum sebelumnya maka yang akan repot adalah aku juga kan!!"... Adam segengsi itu mengatakan yang sejujurnua bahwa ia cemburu Deena jalan dengan laki laki lain.


namun karna Leo juga tidak peka peka banget, jadi percaya begitu saja.


"iya saya mengerti tuan. sekarang jarak saya dengan mereka kurang lebih 5 meter. jadi nanti saya hubungi lagi jika terjadi sesuatu!!!".. Leo mematikan telepon nya dengan Adam.


meskipun begitu Adam masih tidak tenang, ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri keadaan disana.


......................


Deena dan Mark telah sampai dirumah sakit. Deena masuk mengajak Mark, Leo yang melihat itu segera melaporkan ke Adam.


Adam semakin tak tenang karna Deena sudah membawa laki laki lain untuk bertemu dengan ibunya.


itu artinya Deena memang serius dengan laki laki ini. padahal sebenarnya Mark hanya menunggu di luar saja dan tidak bertemu langsung dengan ibunya Deena, tapi pikiran Adam memang sudah kalang kabut di bakar api cemburu.


Setelah selesai dari rumah sakit, Deena dan Mark kemudian pergi ke kantor urusan agama atau KUA untuk menjadi saksi ijab kabul salah satu teman alumni Deena waktu kuliah dulu.


Awalnya Deena hanya datang sendirian tapi Mark juga bersedia untuk ikut menjadi saksi bersama dengan nya.


Leo segera melaporkan hal itu ke Adam.


Adam membanting handuk yang ia pakai untuk mengeringkan kepalanya karna baru selesai mandi.


ia kemudian segera bersiap siap untuk menyusul Deena ke KUA.


"apa dia senekat itu? menikah dengan pria yang belum lama ia kenal?". kata Adam sambil memakai pakaiannya dengan kasar dan buru buru.

__ADS_1


" kau lihat saja!! aku akan menggagalkan rencana mu!!".. omel Adam saat itu.


sementara Leo tak bisa masuk karna tempat itu hanya bisa dimasuki oleh orang orang tertentu saja. jadi ia menunggu diluar tanpa tahu apapun yang terjadi.


__ADS_2