
Masih di vila, sekitar jam 8 pagi Deena keluar dari kamar nya setelah mandi, ia kemudian turun ke bawah untuk sarapan dan mencari Adam.
"dimana dia. katanya dia mau mengajak ku melihat area luar.".. batin Deena sambil mencari Adam di setiap sudut ruangan di lantai satu.
" nona, sarapan anda sudah siap. tuan sudah menunggu anda dari tadi".. kata salah satu pelayan itu.
"owh.. okee".. ternyata Adam sudah lebih dahulu turun dan menunggunya di ruang makan.
Sesampai disana Adam berekspresi datar dan menyambutnya dengan ucapan selamat pagi.
" selamat pagi"...
Deena tercengang melihat hal itu.
"dia kenapa? perasaan aku ga enak".. pikirnya yang berlebihan.
" iya pagi".. Deena tersenyum dengan paksa dan duduk berhadapan dengan Adam.
"apa anda baik baik saja?".. Tanya Deena karna ia tidak terbiasa dengan sikap Adam yang seperti ini.
" sure!!.. memangnya kenapa? ada yang aneh?"... Tanya Adam yang merasa tidak ada yang salah dengan dirinya sendiri.
"tidak ada.".. Deena menelan makanan nya sambil melirik Adam yang sedang pokus makan.
" ahh pasti sebentar lagi tempramen nya balik lagi nih jadi dingin. dia kan emang suka begitu"...
nyatanya Sikap Adam yang ramah tak kunjung berubah setelah berjam jam an mereka menghabiskan waktu berdua mengelilingi taman belakang hingga ke taman yang ada di depan vila.
"tempat ini nanti akan di dekor agar bisa dijadikan spot poto atau untuk membuat film prewed pengantin. lalu di taman belakang akan dijadikan aula utama untuk pesta yang bertema outdoor."..
ucapan Adam tertahan ketika matanya bertemu dengan mata Deena. mereka membuang pandangan masing masing dan salah tingkah sendiri.
" tempat nya bagus yah!"... kata Deena yang mencairkan suasana.
"iy,,, iya".. jawab Adam.
" kamu mengerti kan yang saya jelaskan tadi"... sambung Adam
"iya saya mengerti". Deena menundukan pandangan nya untuk menahan matanya agar tak melihat ke arah Adam.
" syukurlah. karna kamu dari tadi terlihat tidak pokus, saya pikir kamu sedang tidak enak badan"...
__ADS_1
Deena hanya menggelengkan kepalanya sambil masih menghindari menatap Adam.
"kalo begitu, saya bisa mempercayakanmu membantu saya untuk membuat proposal agar segera bisa di ajukan untuk di iklankan nanti"...
" baik, saya akan sesegera mungkin mengerjakan"..
Anehnya Deena membuat suasana menjadi canggung, ia tak menatap Adam ketika berbicara dengan nya. Adam jadi ikutan canggung karna sikapnya itu.
"tolong kau masuklah dan biarkan aku sedikit bernafas bebas disini".. batin Deena.
ia merasa seperti tak bisa bernafas karna gugup disamping Adam.
" disini panas. sabaiknya kita masuk saja".. Adam menarik tangan Deena masuk karna cuaca sudah terasa panas disana, ia takut jika nanti Deena terkena dehidrasi jika terus terusan berada di bawah terik panas matahari.
"kenapa dia menarik tangan ku".. Deena hanya diam mengikuti Adam masuk dan membiarkan tangan nya di pegang oleh Adam, tapi batin nya hampir berteriak disana.
drrrttt drrrr
" maaf, ponsel saya berdering. saya angkat dulu.".. Deena menarik tangan nya kemudian mengangkat telpon dari seseorang.
"halo, dengan siapa ini?"..
" iya benar dengan saya sendiri"...
" tunggu, mungkin anda salah sambung."..
"iya itu memang nama ayah saya"...
Deena menjatuhkan ponselnya kemudian terjatuh ke lantai. Adam langsung memapahnya untuk bangun.
" apa yang terjadi, siapa yang menelpon".. tanya Adam, Deena hanya terdiam dan shock dengan tatapan yang kosong namun airmatanya terus mengalir keluar. Adam mendudukan nya di kursi yang ada di teras depan, dia mengambil ponsel Deena dan melihat ponselnya masih aktif dengan sambungan telpon tadi.
"halo, siapa ini!?"..
" apa yang terjadi??".. Adam terkejut kemudian menatap Deena, dengan panik ia menggendong Deena yang masih seperti orang tidak memiliki jiwa ke dalam mobilnya.
didalam mobil Deena menangis histeris dan menjerit, Adam semakin mempercepat laju mobilnya.
"ngga.. ayah ga mati. ayah masih idup. dia sekarang pasti lagi nunggu aku dirumah." ... ternyata yang meneleponya tadi adalah pihak rumah sakit. ia di beritahukan kabar duka bahwa sang ayah telah meninggal dalam sebuah kecelakaan maut tabrak lari.
"tolong bawa saya pulang kerumah, ayah saya pasti sekarang lagi ada dirumah". Deena memohon agar Adam segera mengantarnya pulang kerumah saja, ia tak terima jika ayahnya meninggal dan ada dirumah sakit.
__ADS_1
"ibu.. iya benar. aku telepon ibu untuk memastikan ayah sudah pulang atau belum"... ia seperti orang yang tidak waras sambil mencari ponselnya.
" dimana ponselku???...... dimanaa ponsel kuu!!!!!!! ".. ia membanting dirinya dan memukul barang yang ada didepan nya karna tak kunjung menemukan ponselnya.
Adam menghentikan mobilnya untuk mencoba menenangkan Deena.
" saya mohon tenanglah. saya akan mengantarkanmu ke ayahmu tapi kamu harus tenang. kita harus sampai dalam keadaan selamat ".. bujukan Adam itu tak berhasil.
" mana ponselku!!!?"... Deena semakin berteriak dengan kencang membentak Adam.
Adam mengambil ponsel Deena yang ada di dalam sakunya. dengan sigap Deena menelpon nomor ibunya tapi sang ibu tak kunjung mengangkat panggilannya.
"ibu ga ngangkat panggilan ku." Deena mengeluh dengan wajah pasrah dan menyedihkan.
Adam memeluknya dengan erat didalam mobil itu, Deena mulai menangis lagi dan memukul mukul punggung Adam.
"ngga, semua itu ngga mungkin.. a.. ayah masih hidup! dia ngg,, ngga mungkin ninggalin kita cuma berdua disini"..
Adam membiarkan Deena memukul punggungnya sekeras apapun, meskipun ia merasa kesakitan, tapi demi sedikit menenangkan Deena saat ini ia rela menahan rasa sakit itu.
" sekarang berhenti menangis, duduk dengan benar, pakai sabuk pengaman. kita pergi cari ayah mu... oke"... Deena mengangguk, Adam melepaskan pelukan nya. dia mengusap airmata di pipi Deena lalu kembali menyalakan mesin mobil nya dan melaju menuju rumah sakit.
5 jam perjalanan dengan kecepatan penuh, mereka akhirnya sampai dirumah sakit tujuan.
Deena bergegas lari ke ruangan IGD untuk mencari sayang ayah, disaat itu ia melihat ibunya sudah ada disana sambil memeluk jasad seseorang yang seluruh tubuhnya telah diselimuti oleh kain.
Deena berjalan seolah olah ia tak sedang menginjakkan kakinya di bumi. perlahan penglihatan nya mulai kabur dan pendengarnya mulai hilang saat itu ia langsung terjatuh kelantai tak sadarkan diri.
.
.
Menyedihkan, ia terbangun disamping mayat sang ayah yang masih berada di IGD, jaraknya dengan mayat ayahnya sendiri sekitar 3 meter. Deena bangun dengan wajah datar namun air mata terus mengalir, perlahan ia buka selimut yang menutupi wajah jasad itu. benar saja itu wajah sang ayah tercinta yang hampir separuh dari wajahnya telah hancur karna kecelakaan tersebut.
Deena teriak menjerit kaget melihat kondisi jasad sang ayah, Adam masuk dan memeluk Deena dari belakang..
disana Adam sempat menitikkan airmatanya melihat keadaan Deena yang sangat kacau.
"ayahh. maafin Deena ayah. Ayah Deena menyesal karna telah menjadi putri yang buruk untuk ayah. Ayah bangun, Deena janji ga bakalan bikin ayah cemas lagi".. ia mendorong tubuh Adam menjauh dari dirinya, kemudian ia memeluk tubuh sang ayah, memohon di dada ayahnya agar ia bangun.
pikiran nya berlari kesana kemari,terlintas di ingatan nya ketika ia bertengkar dengan ibunya dan menuduh sang ayah selingkuh, ia juga teringat bagaimana ia membuat onar untuk ayah dan ibunya dulu ketika ia masih remaja yang labil.
__ADS_1
Tidak ada patah hati terhebat lagi bagi seorang anak yang dekat dengan orang tuanya selain kehilangan orang tua nya untuk selama lamanya.
selama ini Yanto mendedikasikan hidupnya hanya untuk membahagiakan Deena dan istrinya. seorang family man telah meninggalkan keluarganya untuk selama lamanya. betapa hancurnya hidup sang anak yang telah kehilangan cinta pertama dalam hidupnya untuk selama lamanya.