Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
Your my hero


__ADS_3

"woyy! beban!!" ucap Adam yang mendekat ke arah Deena


"k ka kamu!".. kata Deena yang tersentak dan menghentikan tangisnya.


" maaf. apa anda mengenal wanita ini? katanya dia datang ke kota ini hanya sendirian".. ucap si Polwan


"iya, saya kenal. dia beban bagi orang orang di sekitarnya".. ketus Adam.


mbaq Polwan sedikit cengingisan mendengar perkataan si pria.


" saya permisi kalau begitu, saya akan menitipkan dia ke anda. tolong hibur dia. saya sudah berusaha dari tadi tapi dia terus saja menangis....".


mbaq polwan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua, dan anak kecil yang dari tadi di belakang Adam itu datang untuk meminta maaf ke Deena.


"kak, maafin saya".. ucap anak itu


"kamu!! ngapain kamu disini?".. tanya nya


" bentar bentar, wajar kamu disini karna kamu ngambil dompet aku. tapi secepat ini?".. lanjut Deena yang kebingungan melihat anak ini tau tau sudah ada di depan nya.


"aku yang membawanya.".. sambung Adam


" apa?!, bagaimana bisa?"..


"ehem. ga sengaja aja ketemu dia di palak preman yang megang dompet kamu".. ucap Adam yang masih dengan nada ketusnya.


Adam yang sedari tadi berdiri di depan Deena kemudian dipeluk sepontan oleh Deena, dia terbujur kaku mendapatkan pelukan mendadak itu.


" makasi, your my hero sir! ".. satu kalimat penuh ketulusan itu keluar dari mulut Deena.


karna canggung Adam mendorong Deena sehingga Deena kembali duduk di tempatnya semula.


" apa sih!. lebay. ini cuma kebetulan".. ketus Adam


diam kemudian berjalan masuk keruangan yang ada di dalam kantor polisi untuk membuat laporan tentang preman yang sudah dari tadi dimasukan ke dalam penjara itu.


"selamat sore pak!".. ucap salah satu polisi itu


" sore.. saya kesini ingin membuat laporan atas kejahatan yang di lakukan oleh 3 preman tadi"..


"baik pak. atas kejahatan apa?".


" pencurian, pemerasan, pengancaman dan perbudakan untuk melakukan tindakan kriminal"..


"bagiamana kronologis nya, bisa di jelaskan secara detail?".


" wanita yang menangis dan membuat kantor polisi ini ricuh adalah bawahan saya. dia kelihangan dompet beserta isi nya ketika melancong sendirian di daerah xxx tadi. saya mendengar dari anak kecil ini, dia berniat membantu anak ini karna merasa iba. tapi anak ini malah mencuri dompet si wanita ini. kemudian saya tak sengaja melihat dia di daerah yang sama namun di tempat yang berbeda, anak ini di palak oleh preman preman itu. usut punya usut, anak ini diperbudak dan terpaksa melakukan kejahatan dan di ancam dengan kekerasan. dia memilih terpaksa mengikuti keinginan mereka karna dia juga membutuhkan uang untuk makan dan membeli obat untuk adiknya. jadi dengan kata lain, kami ingin melaporkan ketiga pereman itu dan memaafkan anak ini karna mengingat keadaan nya yang tak berdaya saat itu.".. jelas Adam panjang lebar.


"ah? sejak kapan kita sepakat untuk ini? dan dia tau sedetail ini secepat itu?".. batin Deena


" baik pak, terimakasih karna sudah membuat laporan dengan detail. kami akan menindak lanjuti mereka bertiga segera dengan hukuman yang pantas mereka dapatkan".. tegas sang polisi.

__ADS_1


tak berlama lama ditempat itu setelah mereka selesai membuat laporan, mereka kemudian keluar dari sana.


"kak maafin saya".. ucap anak itu lagi


Deena masih kesal dan tak menggubris perkataan si anak tersebut.


" biar kan saja. tak perlu minta maaf terus menerus jika kau tak di hiraukan".. kata Adam


Deena mendengus dan menoleh ke belakang sambil menghentikan langkahnya.


"aku tu kesel. udah hampir nangis karna iba dengan cerita dia tapi dia malah ngambil dompet aku. dia harusnya ngambil uangnya aja terus dompetnya di buang biar aku ga pake drama nangis nangis panik karna ga ada uang speser pun"...


anak itu hanya diam dan Adam menggelengkan kepalanya kemudian meninggalkan Deena yang masih diteras kantor polisi tersebut.


Diparkiran


"ini mobil siapa?". tanya Deena yang melihat Adam hendak masuk ke mobil itu


" agent".. jawab singkat Adam


"tuan!". ucap laki laki yang datang dari arah belakang mobil


" ini siapa lagi sih?". batin Deena


"urus anak itu!!!" ucap Adam yang sudah di dalam mobil


pria itu mengangguk dan langsung membawa sang anak itu pergi bersamanya.


"siapa orang itu? dan kamu mau apain anak itu?".. tanya Deena


"bukan gitu. aku cuma kesel aja. mungkin sekarang aku akan trauma berbuat baik ke orang lain... eh tapi tunggu, bukan itu intinya. anak itu siapa dan orang itu juga siapa"..


" tenang aja, aku masih berprikemanusiaan"..


"cih. apa susahnya jawab pertanyaan ku". gerutu nya.


lama mobil itu di terpa dengan kesunyian karna kedua orang ini sama sama tak berbicara sengan dengan satu sama lain. yang satu hanya pokus menyetir dan satunya lagi sibuk dengan pikiran nya yg kemana mana. hingga pikiran nya sampai dititik terpenting dari keberadaan orang yang di samping nya itu.


"tunggu dulu... kenapa aku baru kepikiran! orang ini kenapa kebetulan bisa ada disini dan bisa ketemu begini?"..


Deena kemudian menoleh ke arah Adam dengan matanya yang Memebelalak.


" ada apa?".. tanya Adam


"kamu kok bisa disini? kok kita bisa ketemu? kebetulan macam apa ini".. ucap Deena


" aku ada kerjaan ketemu client disini! dan sudah ku bilang pertemuan ini hanya kebetulan."


"ah klien? seharusnya itu ada dong dalam jadwal kamu? kok aku ga tahu ya?"..


" sengaja aku pisah. karna ini client penting dan aku ga mau orang lain ganggu aku"...

__ADS_1


"aha.. itu pasti pacar kamu kan.. dih, sok sok an bilang klien padahal lagi kencan"..


" kalo aku lagi kencan dengan pacarku, sudah pasti hari ini kamu masih nangis di kantor polisi dan pontang panting nyari tempat untuk tidur".. tegas Adam.


Deena melongo dan mengangguki perkataan Adam itu.


"iya juga sih".. gumam Deena


Flashback on, 6 jam yang lalu


" Mah, Adam pergi dulu ya. client Adam ada yang tiba tiba mengubah jadwal pertemuan kita.".. pamit Adam ke mama nya


"loh kok gitu Dam.".. ucap sang mama


" hem.. ya gitu".jawab nya dengan singkat.


Adam kemudian pamit ke mama nya dan ke Moana yang saat itu masih ada di rumahnya.


"kamu ga tanya dia mau pergi kemana".. kata Moana


" anak ku ga suka ditanya dia mau kemana."..


"gimana kalo nanti terjadi sesuatu di jalan terus kita ga tau apa apa?"..


" kamu ini!! jangan ngomong buruk kayak gitu dong!! anak ku selalu pergi dengan bawahnya , nanti juga bawahnya nelpon kasih tau aku kalo dia lagi dimana"..


"kok bisa dia lebih memilih ngasih tau bawahnya dari pada ke kamu"..


" anak ku itu bukan ga perhatian atau ga sayang sama aku. cuma kepribadian dia emang sedikit berubah beberapa tahun belakangan ini. aku kan udah cerita sama kamu alasan dia sekarang lebih banyak diam kayak kulkas dua pintu gitu.."


Moana hanya mengangguk mendengar penjelasan panjang lebar dari sintia. mereka kemudian melanjutkan kegiatan merajut mereka.


Di bandara ngurah rai bali pukul 13:45 WITA


"tuan kenapa mendadak begini sih. saya kan tidak sempat membereskan villa yang baru saja ditinggalkan oleh turis turis itu".. keluh Leo.


[Leo adalah asisten Adam yang lain dulu selain Ulan. saat ini statusnya masih sebagai asisten Adam, namun Adam menempatkan dia bekerja di daerah Bali untuk mengurus villa yang dia beli disana. Ulan dan Leo ini sudah lama bekerja untuk Adam. mereka punya profesi yang sama namun dengan tugas yang berbeda. Ulan lebih banyak menyelsaikan tugas bos nya dengan cara yang lebih halus dan logis, sementara Leo lebih condong Menyelsaikan tugas tuan nya dengan cara yang kasar. dia hampir seusia dengan Ulan namun ulan lebih tua beberapa bulan dari dia. Leo keturunan chindo yang suka menggunakan visualnya untuk bermain dengan wanita di luar sana]


"memang ada yang melarang ku untuk datang kapanpun aku mau?!!".tegas Adam dengan nada menekan


" ngga sih. cuma bok yo saya loh tuan yang cape karna semua mendadak begini" ..


"ba cot! kamu ini kayaknya udah cukup santai akhir akhir ini karna jauh dari saya. dari omongan kamu ini, kayaknya pengen banget dapet banyak pekerjaan dari saya".. ucap Adam sembari melototi Leo


" hehe.. tuan saya hanya bercanda. sejujurnya saya sangat merindukan tuan.."..


"bawa saya ke hotel xxx"..


" loh tuan ga ke villa?"


Adam menghentikan langkahnya, dan menaikan sedikit alisnya sembari menatap dingin ke arah Leo.

__ADS_1


"aha.. maaf ketikdak pekaan saya. saya hanya terlalu rindu sehingga banyak bicara seperti ini tuan.. ucap nya dengan nada sedikit gemetar karna takut dengan amarah tuan nya itu.


" mulut kam pr et. hampir aja aku di bantai dengan tatapan maut nya".. Batin Leo sembari memulu mulutnya


__ADS_2