Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
selimut


__ADS_3

Deena mengecek ponsel nya, ia mengira telah tidur begitu lama ternyata baru sejam lewat semenjak ia memejamkan matanya. ia berbalik arah dan melihat Adam yang masih duduk ditempatnya semula dengan tubuh yang menggigil. Deena kaget kemudian bangun dan kemudian mengecek suhu tubuh Adam.


"astaga.. saya kira anda demam karna tubuh anda menggigil".. ucap Deena sambil memegang kening Adam.


Adam salah tingkah begitu melihat Deena duduk di sampingnya dengan berbalutkan selimut tipis yang di kemben sebagai ganti pakaian nya.


Deena sadar setelah Adam memalingkan wajahnya. ia sontak sedikit mundur ke belakang Adam


" saya kira hujan nya sudah reda. tapi sepertinya masih deras diluar. jadi sebaiknya anda pakai selimut ini bergantian. saya tidak mau anda sakit gara gara saya!!".. Deena menyelimuti Adam dari belakang.


"tidak usah. kau saja. wajar jika kedinginan. tempat ini sangat lembab karna tidak berpenghuni".. ucap Adam sambil melepaskan selimut tadi yang menempel di pundaknya.


" lihat, tante Sintia menelponku!"... Deena kemudian mengangkat telepon dari Sintia.


"iya halo tan?!"..


" dee, tante mau nanya? Adam lagi sama kamu atau ngga?. tante coba hubungi dia tapi ponselnya ga di angkat. terus tante telepon Leo, dia bilang Adam pergi sama kamu. sekarang dia masih kan sama kamu?"..


"iya tan. saat ini, dia ada di samping ku"..


" astaga. kalian dimana sekarang. tante lihat di berita ada banjir dan pohon yang roboh akibat angin kencang tadi. kalian ga kenapa kenapa kan?"..


"kami baik baik saja. kami ditempat aman. tante tenang aja, oh ya tante mau ngomong ke orangnya?".


" tidak perlu Dee. tante lega kalo dia baik baik saja sama kamu. yaudah kalo gitu kalian hati hati ya sayang.. bye bye"..


"iya tan. dah".. ..


" ponsel anda ada di mana??".. tanya Deena langsung ke Adam.


"di mobil!. aku lupa bawa!".. jawab Adam.


" dingin juga ya!! kalo aku ga pake selimut, bisa bisa aku flu deman nih nanti malem. tapi kasian dia, kalo ga pake selimut dia bakalan kedinginan. nanti kalo dia kenapa kenapa bagaimana?".. batin Deena sambil melihat Adam dengan intens.


"huft.. baiklah! begini saja. tidak ada cara lain lagi. aku juga kedinginan jika tidak pake selimut. sebaiknya kita tidur berpelukan agar sama sama tidak kedinginan."..


Saran Deena, namun Adam menolaknya dengan tegas.


" tidak perlu!! aku sudah tidak kedinginan lagi"..

__ADS_1


"wah keras kepala sekali. lihat pakian anda basah di bagian atas syukurlah celana tidak terlalu basah. tapi tetap saja bisa menimbulkan flu dan demam!!"..


" huuuuft. saya tidak akan melakukan hal yang aneh dengan anda. jangan khawatir. saya seperti ini karna sedang mengkhawatirkan anda!".. sambung Deena.


"benarkah kau mengkhawatirkan ku?"..Adam merasa senang karna Deena mengkhawatirkan nya.


" hmm jadi...... bukalah baju anda saja. saya tidak mau di peluk dengan baju yang basah itu.".. Deena sudah siap tidur sambil di peluk. meskipun terlihat biasa saja, tapi sebenarnya ia juga tegang dan gugup. namun demi kebaikan bersama ia pun harus menghilangkan gengsi serta rasa malunya ke Adam.


"Dee jika kamu memperlihatkan ketegangan mu maka suasana akan menjadi sangat canggung".


" apalagi yang anda tunggu. ayo!! aku kedinginan!!!".. teriak Deena yang sudah merasa malunya akan tumpah ruah di hadapan Adam.


Putus asa karna rasa dingin di kamar itu membuat Adam pasrah menuruti kata Deena.


ia melepas bajunya sambil melihta Deena memejamkan mata.


kemudian ia masuk ke dalam selimut dan mereka berpelukan disana.


Deena memejamkan dirinya didada bidang Adam tanpa sadar karna takut dengan suara petir yang masih mengintai daerah tersebut.


"apakah dulu di sewaktu kau tinggal di pulau, kau tidak pernah melihat badai atau cuaca seperti ini?".. tanya Adam yang penasaran.


Adam semakin mempererat pelukan nya untuk melindungi Deena agar rasa takutnya sedikit berkurang.


" bagaimana maksudmu bisa mengatasi nya?"... tanya Adam lagi


Deena menjawabnya dalam keadaan masih membenamkan dirinya di pelukan Adam.


"hmm dulu ketika aku merasa takut, kau pasti langsung bersenmbunyi di sudut kamar atau di dalam selimut sampai tak bisa bernapas karna sesak. tapi sekarang tidak separah dulu sih."..


" tenanglah.. sekarang kau sudah aman bersamaku".. ucap Adam


kalimat ini cukup menjadi penenang bagi Deena, entah kenapa juga ia tak merasa risih dengan posisi mereka sekarang.


sebenarnya tanpa disadar sudah lama Deena bersandar dan mengandalkan Adam, hanya saja ia menolak fakta itu. ditambah ia tahu bahwa Adam kehilangan cinta pertama nya karna dia sendiri, itu membuat Deena semakin menolak Adam masuk lebih dalam ke hatinya. yah semacam perasaan rasa bersalah.


.


.

__ADS_1


.


"boleh saya bertanya sesuatu?".. Deena mendongakan wajahnya dan sedikit memundurkan badanya agar ia melihat wajah Adam dengan jelas.


" apa?".. kata Adam


"maaf ini sedikit lancang tapi saya penasaran. apa anda sering tidur sambil memeluk pacar anda seperti ini dulu? atau anda sering seperti ini dengan wanita lain?".. kata Deena dengan wajah serius.


Adam mendorong tubuhnya hingga mentok di tembok. ia kemudian hendak bangun namun di tarik lagi oleh Deena ke posisinya semula.


" jika anda diam, saya anggap jawabannya adalah iya".. kata Deena.


Adam mengerutkan keningnya dengan wajah yang tak suka ia menjawab ucapan Deena.


"apa bagimu aku pria seperti itu?"..


Deena tersenyum sinis.


" saya hanya bertanya karna anda terlihat seperti biasa saja saat memeluk saya sambil tidur"..


"lalu kau mau aku harus bagaimana? menciummu? memelukmu, memaksa melakukan itu?". Adam kesal karna Deena terus memancing emosinya.


" berusahlah mengerti posisiku yang sulit ini!!".. sambung Adam lagi.


Deena kemudian mengangguk tapi tetap tak memahami maksud ucapan Adam yang terakhir tadi.


"yasudah maaf. saya memang lancang!!".. wajah Deena memelas menbuat Adam luluh dan kembali ke posisi mereka semula yang tidur sambil berpelukan sengan wajah Adam yang masih cemberut.


"maaf".. kata Deena lagi.


" untuk apa?"... tanya Adam


"untuk segalanya"..


" apa tentang yang tadi?"..


"semuanya. tentang aku merusak hubunganmu, tentang aku yang masuk di hidupmu dengan memanfaatkan kebaikan keluargamu. maaf tentang aku yang akan mungkin menjadi orang yang paling kau benci karna akan mengusik hidup papamu. kau pasti akan membenciku jika tahu bahwa aku masuk kerumah mu karna demi membuktikan bahwa papamu lah dalang di balik kematian ayahku!". Batin Deena


"mengapa kau diam?!".. tanya Adam lagi karna Deena tak menjawab ucapan nya.

__ADS_1


" iya tentang yang tadi"... jawab nya dengan senyuman yang indah namun ada racun di baliknya.


__ADS_2