
Tempat selanjutnya yang mereka kunjungi terletak di dalam hutan, disana mereka sudah menyiapkan jebakan yang sudah dipersiapkan untuk Adam..
semakin dalam mereka menelusuri hutan, semakin terdengar suara air yang mengalir seperti suara air terjun. hutan disana sangat indah meskipun sedikit rimbun dan tidak berbahaya. warga sana sering ke air terjun itu untuk sekedar healing.
"pulau ini menyimpan tempat seindah ini ya!. kenapa ga dijadiin sebagai tempat wisata aja?.".. kata Adam
" pernah kok pemerintah mengajukan rencana itu, tapi warga kami belum siap melakukan perombakan jika nanti pulau ini dijadikan tempat wisata."... jawab Karina
"why?? justru itu bagus buat mereka. bisnis warga lokal pasti akan semakin naik dengan adanya program pemerintah dan terbukanya tempat parwisata."... lanjutnya Adam
" Sebagian besar warga sini masih suka kehidupan asri seperti ini tanpa banyak kunjungan dari dunia luar. yang ga suka dengan cara hidup warga sini, mereka memilih keluar dari pulau ini kayak kita bertiga".. ketus Deena
"ah jadi kalian ga suka jadi anak desa dan lebih memilih jadi anak kota, begitu?".. ucap Adam
" gini loh mas, disini itu kita makan dan belanja sesuai apa yang ada. yang di tanam dan di tangkap oleh warga lokal gitu. dan disini masih kental kekeluargaan dan saling tolong menolong dengan sesama tetangga. mereka takutnya nanti kalo semakin banyak orang yang masuk ke sini, mereka takut terbawa suasana budaya di luar pulau. apalagi pasti ada aja rencana pemerintah yang nantinya akan membuat peraturan baru di tempat ini"... jawab Gisele dengan bijak.
"yah, kurang lebih begitulah maksud kita mas".. lanjutnya Karina.
tak terasa setelah perbincangan itu mereka hampir sampai di tempat tujuan, yaitu sebuah air terjun yang tingginya sekitar kurang lebih 27 meter. tapi sebelum itu mereka harus melewati kubangan lumpur yang lebarnya hampir 3 meter.
"Ya ampun kita harus lewat mana nih?. ga mungkin kita lompat disini, ini terlalu lebar" kata Deena.
"itu ada jalan, ada bambu tua disana!"..
kata Gisele yang menunjuk ke arah jembatan kecil dari bambu tua tersebut. mereka ber empat kemudian mendekat ke sana.
" Siapa nih yang pertama duluan?!".tanya Gisele
"yah pasti lah satu satunya cowo disini yang harus lewat duluan".. kata Deena dengan wajah tersenyum licik.
sebenarnya jembatan ini adalah salah satu rencana yang mereka buat, sejak awal mereka tidak ingin ke air terjun saja tapi mereka hanya ingin membuat Adam jatuh di kubangan lumpur tersebut. mereka yakin bambu tua itu tak mampu menahan berat nya Adam.
sayang seribu kali sayang, Adam sangat pintar dan malah lolos dari jebakan batman tersebut. dia
hanya melangkahkan beberapa kakinya saja kemudian dia melompat ke sebrang sana.
melihat hal itu ketiga gadis itu terheran heran, kenapa bisa bambu itu tak roboh.
"kata kalian bambu ini di injak dikit aja bisa roboh".. bisik Deena.
Karina dan Gisele hanya terdiam mendengar Deena berbisik.
karna penasaran, Karina mencoba menyusul Adam dan ternyata malah dia yang jatuh karna bambunya roboh, kini badan nya dipenuhi lumpur yang setingginya hampir sampai dadanya tersebut.
" aaaaaaaaa, karina".. teriak Deena dan Gisele yang kaget meliat teman nya itu jatuh..
"Sialan!!".. hanya kata ini yang keluar dari mulut Karina.
Adam yang melihat itu segera mencari sesuatu untuk menarik Karina naik dari Lumpur.
ternyata tak jauh dari situ Adam menemukan jalan lain. itu jembatan kecil yang terbuat dari kayu yang kokoh. Adam kemudian kembali setelah menemukan kayu untuk menarik Karina.
" Ini!! cepat pegang kayu ini, aku akan menarik mu".. Ucap Adam
Karina kemudian berpegangan sekuat tenaga di kayu tersebut dan lalu ditarik oleh Adam.
__ADS_1
setelah Karina di atas dia kemudian memberitahukan yang lain jika ada jalan yang lebih bagus di sebelah sana.
"kalian harus lewat sana, ga jauh dari sini ada jalan yang bisa kalian lewati".. ucap Adam sambil menunjuk arah jalan..
" kita udah tau keles!!"... gumam Karina yang sedikit kesal.
tanpa berlama lama, mereka kemudian pergi ketempat yang di maksud tersebut.
"sialan nih cowo. dia ga nanya gitu aku baik baik aja atau ngga?! dia malah pergi gitu aja". gumam Karina dalam hatinya.
setelah itu, di air terjun tersebut Karina membersihkan badan nya yang terkena lumpur dan ditemani oleh kedua sahabatnya. sementara itu Adam melihat lihat dan memotret di sekitaran air terjun tersebut.
"ini nih yang disebut senjata makan tuan!!"... oceh Karina..
" siapa suruh kamu ikutan lewat sana padahal kamu udah tau ada jalan lain".. ketus Deena.
"iya nih anak, kayak orang bego. maen ikut ikut aja".. timpal Gisele lagi
" Diem kamu sel!! "... ucap Karina dengan nada kesal.
" udah, udah.. kok jadi kita sih yang debat disini!. pokoknya rencana kedua ini harus berhasil! jangan sampai ada senjata makan tuan lagi!!".. ucap Deena yang kemudian di anggukin oleh kedua sahabatnya..
...----------------...
"Udah?!".. tanya Adam ketika dia di hampiri oleh ketiga gadis tersebut.
" hooh".. jawab mereka.
"yaudah kemana lagi nih kita? lanjut atau pulang?". tanya nya lagi
" lanjut dong! kita masih ada 1 tempat lagi nih buat di datengin. ini tu surganya buah buahan".. ucap Gisele dengan riang.
Karina dan Giselen memang sangat menghapal jalan yang ada di dalam hutan tersebut, karna setahun sekali mereka pulang kesini dan menjelajahi hutan tersebut.
"kalian ga ada takutnya yah!".. kata Adam melihat Gisele dan Karina berjalan dengan percaya diri.
" kita itu dari kecil emang udah biasa keluar masuk hutan ini. cuma kita ga berani sampe malem disini karna kita kan cewe cewe. nanti kalo ketemu babi hutan bisa brabe banget"... kata Gisele
"trus tadi kenapa kalian ga tau kalo ada jalan lain buat lewat ke air terjun".. tanya Adam lagi..
" jalan nya mungkin di buat setahun terakhir ini, kita mana tau. kita sekarang udah jarang berkunjung kesini".. ketus Karina yang masih kesal dengan kejadian tadi.
setelah berjalan hampir setengah jam mereka sampai di tempat tujuan. Adam terpukau melihat buah buahan yang tumbuh liar disana.
ada mangga, rasberry, apel, jeruk dan bahkan ada duren yang jatuh disana.
"oh my god!!!. aku terkejut bukan karna belum pernah liat buah buahan ini, tapi kaget ngeliat ada buah buahan sebanyak ini dibiarin nganggur disini?!".. ucap Adam yang takjub dengan semua yang dia lihat.
" haha dasar orang kota. ini itu sengaja ga di ambil oleh warga lokal. karna kalo di ambil semuanya, hewan hewan pemakan buah yang ada di hutan ini , bisa bisa nyari makan ke pemukiman warga karna stok buah yang disini itu udah habis dimakan kita.
jadi sebisa mungkin kita menjaga eksosistem lingkungan kita"... kata Gisele..
"pantes aja, mereka mempertahankan tempat ini se asri mungkin".. lanjutnya Adam.
" aduh ada panggilan alam nih!! gaes, temenin aku yuk sebentar nyari spot yang bagus"... ucap Deena
__ADS_1
"iya yuk.".. kata Karina.
" mas Adam disini sebentar ya tungguin kita. aku mau anterin Deena buat memenuhi penggilan alam dulu" .. kata Gisele..
Adam kemudian mengiyakan mereka dan menunggu disana sambil memotret spot view yang menarik menurut dia.
.
.
.
.
.
.
"oke girls. inget rencana kita selanjutnya apa?". ucap Deena yang sedang bersembunyi di balik semak semak tersebut
" nakutin mas Adam".. jawab Gisele.
"karna lagi ga ada monyet atau hewan lain disini. kita harus pakai kain putih ini buat nakutin dia. tapi siapa nih yang jadi hantu?".. tanya Deena
karna tidak ada yang mau dia lah yang akan menjadi hantunya untuk menakuti Adam menggunakan kain putih yang ia bawa dari villa tersebut.
" bentar!".. ucap Karina dengan tiba tiba.
"kenapa Rin".. tanya Deena
" aku kayak ngedenger suara hewan deh tadi" .. lanjut Karina.
dengan was was mereka bangun dari semak semak dan memeriksa di sekitar mereka.
tak jauh dari situ mereka melihat ada ular yang sedang mencoba melahap kelinci putih tersebut.
karna terkejut mereka lari dan teriak ketakutan melihat kelinci itu sudah hampir masuk ke dalam mulut sang ular..
"aaaaaaaaaaaa uuuullaaaarrr".. teriak mereka bertiga.
mereka lari terbirit birit mendekati Adam dan kemudian mereka bertiga bersembunyi di belakang tubuh Adam.
" ada apa?" tanya Adam dengan heran
"a..a ada uler tadi makan kelinci".. jawab Deena dengan panik
" dimana?!".. tanya nya lagi
"tadi di sana, di balik pohon durian yang Besar itu".. tunjuk Deena
" yaudah lah, ulernya ga ngejer kalian kok. dan ngapain juga kamu bawa kain putih gitu?"... tanya nya ketika melihat kain putih yang ada di tangan Deena.
"hmm ini pengganti tisu".. ngeles nya Karina
" hah? kenapa ga bawa tisu aja?". lanjut Adam
__ADS_1
"terserah aku dong mau bawa apapun. itu urusan aku!!".. ketus Deena
" cewe aneh!!".. setelah mengatakan itu Adam kemudian pergi meninggalkan tempat itu disusul oleh ketiga gadis tersebut.