Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
pasangan untuk pesta nanti malam


__ADS_3

Siang itu Deena sedang mengobrol lewat telpon dengan Karina. mereka masih membahas tentang kejadian lusa waktu dirumah ibu angkat Gisele.


"gila Dee!. aku sampe mimpiin ayah tirinya Gisele lagi nampar aku tadi malem. aduh merinding banget!! mana wajah nya bengis gitu"... ungkap Karina diseberang sana


" kita harus sering sering ketemu sama Gisele. biar kejadian ini ga terlalu membuat dia tertekan"... imbuh Deena.


"e'em bener banget, saat ini dia kan cuma punya kita disampingnya"...


" iya makanya.. eh, udah dulu ya Rin! nanti kita sambung lagi... byeee"...


"oke bye"..


...


Di dalam ruang kantornya, Adam nampak serius memikirkan sesuatu. entah apa yang mengganjal di pikiran nya saat itu, yang pasti dari raut wajahnya dia sedang bimbang kemudian ia sesekali mengacak acak rambutnya.


"****".. umpatnya dalam hati.


tok tok tok..


pintu ruanganya terdengar di ketuk oleh seseorang.


" masuk"..


masuklah Ulan saat itu sambil membawa beberapa berkas di tangan nya. dia nampak intens memerhatikan atasan nya itu yang terlihat sedikit aneh hari ini.


"are you okay boss!!?".. tanya nya


"hmm" .. jawab singkat Adam.


tak yakin dengan jawaban dari atasanya itu dia kemudian mengambil ponsel di kantong jas nya dan menelpon Leo untuk datang keruangan Adam.


"hmm.. kamu ke ruangan tuan muda sekarang, ada hal penting!!".. perintahnya ke Leo dan kemudian dia menutup panggilan tersebut.


Adam menghela napasnya dengan kasar sambil menatap Ulan dengan kesal.


" kenapa memanggil Leo kesini?!".tanya nya dengan nada sedikit kesal


"jika saya dan Leo tidak mampu menyelesaikan masalah yang saat ini tuan pikirkan, berarti masalah itu pasti tentang kisah asmara tuan!!"..


dia sedikit tersentak mendengar ucapan mantan asisten pribadinya itu.


tak lama kemudian Leo datang dan masuk keruangan.


" kenapa saya di panggil?!". tanya nya tanpa basa basi.


"Leo, lihatlah tuan muda kita. ada sesuatu hal yang sedang bergelut dalam pikiran nya. sepertinya itu masalah yang tak bisa kita selsaikan"... kata Ulan

__ADS_1


" maaf tuan, apa kami melakukan kesalahan? atau ada hal besar yang sedang tuan pikirkan saat ini?"... tanya Leo dengan kepo..


"berisik sekali kalian ini!!".. tegas Adam dengan tatapan dinginya.


"Ulan! nanti malam kau ikut aku ke acara nenek ku!! aku tidak menerima penolakan"... sambung nya


" apa tuan?.. ho ho tidak bisa!!".. jawab Ulan


"aku sudah bilang, aku tidak menerima penolakan!!!".. balasnya sambil membanting berkas yang tadi Adam pegang di tangan nya.


"saya tidak ingin gara gara saya tuan di blacklist sebagai ahli waris teratas dari Andromeda company".. tegas Ulan.


" lalu jika kamu tidak mau menurutiku, dengan siapa aku harus pergi?!".. Tanya nya dengan suara yang tetap angkuh.


"kita sewa saja seseorang buat menemani tuan untuk acara nanti!".. ucap Leo dengan riang nya.


huuufttt " dasar bo doh!!!".. umpat Ulan ke Leo.


"begini saja tuan! bagaimana jika tuan membawa nona Deena saja untuk mendampingi tuan. Selain dia adalah anak teman dari orang tua anda, ia juga mempunyai tipe wajah yang akan disukai oleh nenek anda"!!.. Ulan yang begitu percaya diri dengan ucapan nya itu.


" bagaimana kau tau itu? bahwa dia akan di sukai oleh nenek ku?".. tanya nya lagi


"tentu saja karna dia tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan kebencian nya ke tuan! "..


maksudnya Ulan disini, Nenek Adam tipe orang yang memperhatikan dengan siapa Adam dekat, ia juga tak segan segan mencari tahu tentang wanita yang sedang didekati oleh cucuntentang intinya nenek Adam adalah tipe nenek yang kepo dan teliti terhadap calon mantu yang akan masuk ke keluarga besar nya.


Adam kembali berpikir keras saat ini, seputus asa kah dia sehingga harus meminta tolong ke Deena. sementara juga selama ini hubungan mereka begitu dingin sebagai seorang atasan dan bawahan.


"bagaimana caraku mengatakan nya?!!"... pikirnya saat itu.


lamunan sesaatnya dibuyarkan oleh Ulan.


" tuan tidak ada waktu untuk memikirkan konsekuensi nya sekarang! waktu anda kurang dari 4 jam sampai acara di mulai. anda harus mengambil keputusan yang cepat agar tau rencana ini berhasil atau tidak!!"...


Adam menghela napasnya dengan kasar.


"baiklah!! kalian berdua keluar. aku akan memanggil nya ke sini"..


setelah mantap dengan keputusan nya dia memanggil Deena lewat landline untuk segera keruangan nya.


" iya pak, anda memanggil saya!?".basa basinya setelah memasuki ruangan Adam.


"hemmm.. ".. keraguan Adam datang ketika melihat Deena masuk keruangan!.


" pak?!" ucap Deena lagi yang sedikit kebingungan.


"saya ingin kamu lembur malam ini?!".. ucapan yang tidak terduga keluar dari mulut Adam.

__ADS_1


" sial!! bukan ini maksud ku!!". gerutu Adam dalam hatinya.


"haah? apa?!.. saya sudah menyelesaikan pekerjaan yang bapak berikan kesaya kok. apa ada yang lain lagi!".. Tanya Deena yang masih keheranan.


"ma.. maksud saya, hari ini kamu harus menemani saya ke acara penting!"..


" dia kenapa sih ni orang!?".. batin Deena.


"tapi ini tidak ada di dalam jadwal bapak!! ".. ucap Deena sambil mengecek kalender di ponselnya.


Adam menghela nafasnya dengan panjang.


dia mulai mengatur napasnya, dan mencoba menenangkan dirinya agar tak salah bicara lagi.


" begini, nanti malam nenek saya mengadakan acara ultahnya yang ke 80 tahun. setiap tahun dia selalu menuntut saya datang bersama pasangan saya. biasanya yang menemani saya keacara ini Ulan. perlu digaris bawahi, saya dan Ulan tidak memiliki hubungan spesial tapi dia datang karna untuk membantu saya.". imbuh nya dengan nada yang sedikit lembut


"okee, terus".. Ucap Ulan


" jadi, karna tahun ini Ulan sudah bukan asisten pribadi saya lagi. kamu lah yang akan menggantikan dia untuk mendampingi saya!".. Jelas Adam dengan sedikit perasaan lega.


"boleh saya menolak!!?"... sontak jawaban Deena membuat Adam memijat pelipisnya.


" tidak!! ini adalah perintah saya sebagai atasan. setiap waktu yang kamu anggap membuang nya dengan percuma nanti malam, saya akan memasukan nya sebagai gaji lembur dan akhir bulan nanti kamu akan saya berikan bonus!! ".. tawar Adam


" bukankah ini menyalah gunakan kekuasaan?!"... ucap Deena lagi.


hati Adam menjerit dan mulai sedikit kalang kabut saat itu. jika bisa absen, dia pasti sudah absen di acara ini. namun tidak akan semudah itu lolos dari neneknya nanti.


"kamu lebih memilih gaji bulan ini dipotong karna banyak bicara serta tidak mengikuti perintah saya. atau kamu diam dan turuti perintah saya maka bulan ini kamu dapat bonus 10 kali lipat!!?"..


tentu saja pilihan ini membuat hati Deena sumringah mendengar nya, kapan lagi gaji dia dalam sebulan naik 10kali lipat melebihi gaji dia bekerja disini dalam setengah tahun.


"ahhh, saya harus izin untuk ke mall membeli dress yang cocok untuk nanti malam. apa bapak mengizinkan saya keluar sebentar ke mall?!!".. ucap Deena dengan wajah bahagia.


" apakah hanya uang yang bisa membuat wajahnya bersinar seperti ini?" batin Adam ketika melihat wajah Deena tersenyum sumringah, secerah matahari yang bersinar disela sela awan hitam setelah hujan baru saja berlalu.


"tidak perlu!! nanti Ulan yang akan menyiapkan dres untuk mu.. kamu bisa keluar sekarang, saya masih ada pekerjaan yang harus di lakukan!"..


Deena kemudian pergi dengan canggung, suasana yang baru saja hangat kembali terasa dingin ketika dia segera disuruh meninggalkan ruangan itu.


...


Hampir lama menunggu kabar dari Ulan, akhirnya ada pesan masuk lewat aplikasi chating milik Deena. Ulan membagikan lokasi tempat dia hari ini memilih gaun dan berdandan untuk acara nanti..


"nona, Leo sudah menunggu anda di bawah! silahkan pergi kelokasi ini!" ..


^^^"oke"^^^

__ADS_1


__ADS_2