
Hari ini Karina dan Gisele datang diam diam seperti pencuri ke rumah kecil milik Deena dan ibunya. mereka seperti itu ya karna ketakutan jika Moana melihat mereka lalu tiba tiba berteriak dan histeris disana.
"Dee, tante Moana mana?!"... bisik Gisele dan Karina.
" lagi tidur, siang"... jawab Deena dengan santai.
mreka bernafas lega kemudian duduk diteras rumah.
"syukurlah".. kata Karina.
" gila!! kita udah seperti perampok aja nih setiap kali datang kerumah kamu Dee!!".. ucap Gisele yang masih keringat dingin.
"maaf sudah merepotkan kalian selama ini!!".. imbuh Deena yang sedih juga saat itu melihat teman teman nya seperti itu.
" kamu ini, hal seperti itu dimasukin ke hati".. ucap Gisele lagi..
"oh ya,, ini semua belanjaan bulanan yang udah kamu list ke kita. kamu cek ulang deh siapa tau ada yang kelewatan.".. sambung Karina.
saat itu memang mereka berdua tidak datang dengan tangan kosong. mereka datang untuk mengantar stok keperluan hidup Deena dan ibunya selama sebulan. beruntungnya Deena punya sahabat sebaik mereka, yang mau dititipin barang belanjaan keperluan nya untuk menyambung hidupnya yang terisolasi dari rumah.
"makasi sahabat sahabat ku. oh ya, struk nya mana?"...
" ga sengaja kebuang.".. jawab Karina.
"hmm yaudah kira kira total semua belanjaan nya berapa?"
"udah gausah dipikirin untuk bulan ini aku sama Gisele yang nanggung"... kata Karina yang diiringi dengan anggukan Gisele.
" kalian ga boleh gitu. nanti aku ga bisa nitip ke kalian lagi.".. Deena menolak jika kebutuhan nya bulan ini ditanggung oleh kedua Sahabat nya itu.
"Dee please. gengsi banget sih kamu, nerima kebaikan sahabat sahabat kamu ini".. tegas Gisele.
" aku makasih banget sama kalian! tapi untuk saat ini aku ada kok sedikit uang lebih dari hasil jualan online ku. lain kali aja yah, pas aku bener bener butuh! biar nanti aku ga merasa canggung kalo minta tolong ke kalian".. Deena mencoba memberikan pengertian ke sahabat sahabat nya itu agar mereka tak tersinggung jika ia menolak bantuan mereka saat ini.
"yaudah deh!! nih struk belanjaan nya. sorry karna kita udah boong. tapi inget iya, kalo kamu bener bener kepepet, please andelin kita!!.. kita maksa nih!!".. dengan sedikit candaan Gisele ucapkan agar suasana tak terlalu tegang.
" bener bener nih anak!!".. kata Karina yang sedikit kecewa.
Deena tersenyum karna merasa bahagia berkat adanya mereka disaat saat tersulitnya.
andai saja mereka berdua tidak ada untuk menghiburnya, mungkin sekarang ia sudah gila karna tak bisa menanggung beban masalah hidupnya.
"oh ya Dee. kamu udah siapin berkas berkas yang aku suruh itu kan, buat ngajuin BPJS untuk tante Moana biar bisa di obati ke rumah sakit"...
sebelumnya Karina menyarankan Deena untuk membuat kan ibunya BPJS kesehatan agar lebih mudah untuk membawa ibunya berobat ke dokter psikologi atau psikiater. tapi Deena sepertinya saat ini sedang mempertimbangkan tawaran yang diberikan orang misterius itu padanya..
__ADS_1
FLASHBACK ON
Kemarin setelah Adam pulang, muncul beberapa pesan di layar ponselnya yang telah diretas itu.
isi dari salah satu pesan tersebut yaitu ia diberikan sebuah penawaran yang dimana jika ia ingin mencari tahu tentang kematian ayahnya dan apa hubungan ayahnya yang sebenarnya dengan Jerome, maka ia akan membiarkan ibunya dikirim ke rumah sakit jiwa untuk di obati, sebagai gantinya ia akan menuruti instruksi dari orang misterius itu. dengan begitu juga Deena jadi leluasa untuk mendekati keluarga Jerome.
...'KAU HARUS MEMBIARKAN AKU MENGIRIM IBUMU KERUMAH SAKIT UNTUK DI OBATI OLEH MEREKA. DENGAN BEGITU KAU LELUASA UNTUK KELUAR DAN MENDEKATI KELUARGA ITU. AKU AKAN MENJAMIN IBUMU AKAN BAIK BAIK SAJA' ...
FLASHBACK OFF
"Dee, kenapa kamu melamun?"... tanya Karina yang membuyarkan lamunan Deena.
" aku hanya memikirkan berapa biaya tambahan pengobatan ibu nanti"... Deena terpaksa berbohong karna ia belum bisa menceritakan tentang kegelisahan nya saat ini.
"tenang aja. kalo ada biaya tambahan nya nanti, kamu tinggal hubungi aku atau Gisele, kita pasti bakalan bantuin kamu"...
Deena tersenyum sambil memegang tangan kedua sahabatnya itu.
" ahhhh beruntungnya aku punya kalian di dunia ini.. tapi sepertinya aku punya cara lain"....
teman temannya membulatkan kedua matanya, entah mengapa mereka merasa itu bukan sesuatu hal yang bagus.
"kenapa bola mata kalian berdua dipaksa keluar begitu?!?".. Ejek Deena yang melihat ekspresi teman teman nya.
" cara lain apa Dee? moga aja ini ga aneh aneh dan buka jalan pintas ya!!".. Tegas Gisele saat itu.
"maksud kamu jalan pintas apa sih Sel? ga paham aku!... aku itu cuma mau rawat inap ibu di rumah sakit. ga pake bolak balik. gituloh maksud ku?".... jelas nya yang membuat mereka semakin heran.
" tapi biayanya mahal. dan BPJS ga bisa nanggung itu untuk yang rawat inap jangka panjang"... jelas Karina juga.
"i know!!. aku akan kerja keras buat biayain pengobatan ibu biar dia cepet sembuh"...
Deena sebenarnya ingin mengatakan semuanya tapi ia tak bisa dan kini ia merasa bersalah dengan rahasianya yang ini.
" yaudah. kita akan dukung kamu dalam keputusan apapun yang akan kamu ambil selama itu baik untuk mu dan tante Moana"..Ucap Gisele.
mereka bertiga kemudian berpelukan di sana.
.
.
.
..
__ADS_1
Di kantor Adam sedang disibukkan dengan interview pegawai baru yang akan jadi calon Asisten nya. dari sekian puluhan lembaran kertas lamaran itu tak satupun yang lulus, padahal mereka adalah lulusan terbaik di kampusnya.
Ulan dan Leo hanya bisa menahan kesalnya dengan sikap atasan mereka yang menolak para pelamar itu.
"Sampai kapan anda akan terus terusan seperti ini".. Ulan menekan ucapanya sambil mengikuti Adam masuk kedalam ruangan nya.
" mereka tidak ada yang cocok denganku. mau bagaimana lagi!!".. jawab Adam dengan wajah yang tak peduli.
"anda mau cari Asisten sekertaris atau mau cari jodoh?!!".. Timbal Ulan yang di angguki oleh Leo.
" kenapa kamu mengangguk!?". tanya Adam dengan dingin. sontak Leo langsung menggeleng kan kepalanya untuk cari aman.
"dasar pengecut!!". um pat Ulan sambil menatap Leo dengan tajam.
"kenapa kalian mempermasalahkan hal seperti ini.. apakah kamu tidak menganggap Leo itu ada!!"..
" tuan muda!. Leo ini lebih cocok menjadi asisten pribadi anda di luar kantor. selama ini kan juga begitu. ia sudah terbiasa membereskan masalah kantor maupun luar kantor dengan cara nya sendiri. ini sangat berbeda dengan asisten atau sekertaris yang khusus untuk pekerjaan kantor!"... kali ini Leo setuju dengan Ulan, tapi ia masih tak berani mengeluarkan suaranya disana.
"apa kau keberatan jika bekerja di depan komputer?". tanya Adam dengan tegas ke Leo.
Leo sekilas melihat Ulan, dia bingung ingin menjawab jujur apa bohong. tapi karna ia lebih takut dengan bos nya, ia pasrah menjawab dengan kebohongan agar tak disamsak oleh atasanya itu..
" tidak".. jawab singkat Leo.
"sudah dengar kan!!".. kata Adam yang puas dengan jawaban Leo.
.
Ulan menatap Leo dengan lekat. ia mengepal tangan nya.
" anda tahu sendiri bahwa ia sedang berbohong!!".. Tegas Ulan lagi.
Adam melihat ke arah Leo yang tengah berdiri tegang disana.
"benarkah!?".ucap Adam yang pura pura tidak tahu.
" yaa!! aku akan membunuh mu jika kau tidak jujur!!".. Ancam Ulan yang sudah geram saat itu.
Leo hanya bisa menelan salivanya dengan kasar dan sesekali mengusap keringatnya di keningnya.
"saya minta maaf bos. sebenarnya saya lebih suka menjadi asisten anda seprti sebelumnya. selama ini saya sangat tidak nyaman didepan komputer mengerjakan tulisan tulisan yang membuat saya sakit kepala"... Leo mengucapkan ini dengan tempo yang cepat seprti sedang melakukan rap.
Adam menyunggingkan bibirnya dan bangun dari tempat duduknya. ia medekati Leo sambil menepuk pundak Leo.
"seharusnya kau katakan lebih awal. jadi hukuman mu bisa lebih cepat selesai".. kata Adam yang berbisik pelan di telinga Leo.
__ADS_1
" maaf kan saya. saya akan menarik ucapan saya yang tadi".. Leo hanya terlihat penakut dan pengecut didepan Adam serta Ulan. sebenarnya ia tak selemah itu, tapi entah kenapa dia begitu menciut dengan hanya melihat ekspresi Adam dengan wajah datarnya.
"ah sudahlah!! terserah kalian. aku pergi dulu!!!".. Ulan menyerah untuk membujuk bosnya. ia pergi dengan perasaan yang kesal.