
Dengan wajahnya yang sedih campur cemberut, Gisele menghampiri Deena dan Karina.
"kamu kenapa sel?".. tanya Deena saat itu.
" ini loh ponsel aku rusak gara gara di tabrak sama cogan"... ketus Gisele..
"terus dia mau tanggung jawab?".. tanya Karina
" hmm katanya sih gitu, tadi dia lagi buru buru. nih dia tulis nomor ponselnya di telapak tangan ku. ga tau ini nomor dia atau bukan"... Gisele menunjukan telapak tangan nya ke teman teman nya.
"dan kamu bego banget ga lihat ID nya langsung!! "... Kata Deena, sementara Karina sibuk mencoba menghubungi nomor ponsel yang di tulis ditelapak tangan Gisele.
" eh nyambung!!"... kata Karina, ia kemudian me loudspeaker ponselnya.
"ga di angkat. mungkin nanti aja kali ya, aku coba lagi!!"... ucap Karina lagi di angguki oleh Deena dan Gisele.
" udah untuk sementara ponselnya kita skip dulu. sekarang kita kembali bahas tentang kepindahan Princess Deena ke rumah prince Charming nya".. kini dua pasang mata sedang menatap Deena dengan serius, menunggu ia membuka mulutnya untuk menceritakan semuanya.
"apa? kalian mau tau apa?. tanya dong biar aku bisa jawab jawaban yang ingin kalian ketahui!!"..
Karina dan Gisele melirik satu sama lain, mereka saling memberi kode bahwa siapa yang akan bertanya lebih dahulu. akhirnya Gisele lah yang bertanya.
"apa alasan kamu memilih tinggal bersama keluarga itu sementara kita tahu bahwa selama ini orang yang kamu hindari juga tinggal di sana?!".. Mereka berdua antusias menunggu jawab dari Deena.
" hmm untuk meminimalisir pengeluaran bulanan, dan aku ga selamanya disana, yah sampai ekonomi aku stabil sih baru aku pindah!!. dan saat ini yang tepenting adalah pengeluaran aku tidak sebanyak saat aku tinggal dirumah lama. jadi aku mengesampingkan perasaan ku".. Deena menjawab mereka dengan santai karna memang ia sudah mempersiapkan diri dengan baik sejak dari rumah, kini ia layak mendapatkan penghargaan karna telah berhasil mengelabui kedua sahabat dengan akting nya itu.
"oke giliran aku. bagimana jika kamu jatuh cinta dengan Adam selama tinggal di sana?".. pertanyaan yang tidak Deena duga ini sempat membuatnya tersentak.
" maka aku akan meninggalkan nya!!!"... Deena menjawabnya dengan nada bercanda sambil cengar cengir.
"aku serius Dee!! jangan menjawab ku dengan bercanda!!".. Karina menghentikan tawa Deena.
" aku juga serius!! aku akan pergi jika hal itu terjadi!"..
__ADS_1
Karina dan Gisele terkejut, kini suasana jadi menegang.
"why?!!" tanya Karina
"karna jatuh cinta dengannya tidak ada dalam rencana ku ini!!". pikir Deena
" ya karna aku kan tidak suka pria yang punya mantan lebih sexy dari aku. aku malas di banding bandingkan!!"...
"cuman itu?!!"... tegas Gisele yang tak percaya dengan ucapan Deena.
" iya mau bagaimana lagi. aku ingin bertemu dengan pria yang sederhana, berhati hangat. tidak dingin dan gila kerja seperti dia!!"....
mendengar itu Karina dan Gisele bernapas lega, entah mengapa mereka Seperti itu.
.
.
.
.
"pagi!!"... sapa Adam yang baru saja selesai lari pagi keliling komplek.
" aishhh!! kirain siapa!!".. hampir saja Deena mengumpati Adam..Adam tersenyum sambil menuju ke kulkas untuk mengambil air dingin.
Deena hanya bisa terpana melihat tubub atletis yang sedang berkeringat itu melewati nya, bulu kuduk nya berdiri begitu hidung nya mencium bau aroma parfum Adam.
"bau parfum kesukaaan ku".... Deena langsung membelalakan matanya, ia tiba tiba teringat bahwa ia pernah mengatakan hal yang hampir sama disuatu tempat.
" kamu kenapa?!".. Adam menepuk bahu Deena yang terdiam mematung!.
Deena mendekati Adam dengan wajah Sendu dan penasaran. Adam mundur mengikuti langkah Deena yang maju.
__ADS_1
kini tubuhnya mentok di pinggir meja makan didapur.
perlahan lahan Deena mengendus bau parfum Adam, ia menutup mata sambil mengingat ngingat dimana ia pernah mencium bau parfum ini. seperti sedang deja vu, Deena masih sibuk mengingat sesuatu di antara tumpukan memori nya, sementara Adam tak bisa mengeluarkan kata katanya karna gugup. hatinya ingin mendorong Deena menjauh tapi tubuhnya ingin mendekap ia agar lebih dekat.
pada akhirnya logika mengalahkan semua, Adam menutup matanya sambil perlahan mendekatkan muka nya dengan Deena, setelah Deena sadar wajahnya telah ditiup oleh deru napas yang keluar lewat hidung Adam, ia membuka matanya.
mata bertemu mata, baru kali ini Deena benar benar melihat kedua bola mata Adam dalam keadaan 100% sadar. mata yang indah, bulu mata yang lentik, tatapan yang sayu, lalu ingatan yang terkubur kini timbul lagi kepermukaan.
ingatan 5 tahun silam itu akhirnya mencuat di ingatan nya.
ternyata pria yang dulu ia temui di pesta itu adalah Adam, bahkan ia terkejut mengingat dulu ia hampir mencium Adam lebih dulu. lebih menyakitkan lagi, ia mengingat bahwa ia adalah penyebab Adam ditinggalkan oleh kekasihnya karna mengira dirinya adalah selingkuhan Adam.
hendak mundur beberapa langkah, pinggangnya sudah ada dalam pelukan Adam.
"kenapa? kenapa kamu mundur setelah seberani ini mendekati ku?". tanya Adam dengan nada sendu dan napas yang tak beraturan.
Deena terdiam lagi sambil mencerna kembali awal pertemuan mereka setelah kejadian di pesta itu.. iya, kini ia paham alasan Adam menghina nya saat direstoran itu. ia pasti dendam sekali dengan Deena karna alasan ia diputuskan oleh mantan nya gara gara salah paham dengan Deena.
"lepaskan!!".. Deena mencoba melepas tangan Adam di pinggangnya, namun cengkraman kedua tangan Adam sangat kuat mengunci tubuh Deena dalam dekapan nya.
"tidak!! tadi kau yang mendekati ku terlebih dahulu"... Adam bersikekeuh meskipun tangan nya tergores oleh kuku Deena.
tak jauh terdengar suara hentakan kaki yang berjalan mendekat ke dapur.
Deena berbisik minta di lepaskan tapi Adam semakin tak mau melepaskan nya. tidak ada cara lain lagi, Deena menggigit bagian leher paling bawah Adam hingga ia merintih kesakitan menggigit bibirnya dan melepaskan cengkraman tangan nya di pinggang Deena.
"aawwwww ****!!! ".. pekik Adam sambil memegang bagian yang digigit oleh Deena. ia menatap Deena dengan wajah kesakitan
"apa kau ini vampir? kenapa menggigitnya disini? bagaimana jika berbekas?"..
Deena melihat sedikit di bagian leher Adam, memang benar langsung meninggalkan bekas seperti bekas ******.
" mampus!!!".. maki Deena kemudian meninggalkan dapur, mereka berdua keluar berjarak dan berpas pasan dengan para pembantu yang hendak bersiap siap mulai bekerja.
__ADS_1
karna kejadian itu, selama seharian para pekerja dirumah Adam bergosip yang tidak tidak tentang mereka karna melihat bekas merah dileher tuan nya di tambah mereka menguatkan opini mereka dengan melihat Adam dan Deena keluar dari dapur tadi pagi.