Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
Social distancing


__ADS_3

Liburan 2 hari 1 malam di bali akhirnya berakhir. Deena yang rencana nya pulang jam 8 malam harus rela pulang lebih awal karna permintaan kedua orang tuanya. padahal dia belum begitu banyak menjelajah tempat tempat di sekitar tempat dia menginap karna kemarin keburu penasaran dengan daerah ubud.


sedikit kecewa namun ada perasaan trauma yang ia alami. tidak mudah bepergian sendirian di tempat yang asing tanpa pengalaman yang benar benar memadai. ini pelajaran hidup yang sangat berharga untuknya, semoga kedepan nya dia bisa bepergian dengan tenang bersama orang yang dia sayang.


Saat itu pukul jam 2 siang Deena sudah sampai di rumahnya. kedatangan nya sudah ditunggu tunggu oleh kedua orang tuanya, sahabatnya, dan kedua orang tua Adam.


Deena disambut seperti menyambut orang yang baru pulang merantau selama bertahun tahun. begitu mengharukan dan menghebohkan dipart dua emak emak itu yg memeluk Deena dengan isak tangisan yang terdengar keluar dari mulut Moana.


"anakku.. syukurlah kamu pulang dengan selamat".. ucap Moana yang diringin isak tangis.


" maafkan aku ibu, karna udah buat kalian semua khawatir.".. jawab Deena sembari dia meneteskan air matanya. begitu terharu nya dia melihat orang orang ini mengkhawatirkan dia.


Moana melepaskan pelukannya dan mendorong dia ke arah sang suami yang sudah berdiri dari tadi menunggu giliran untuk memeluk anak tunggal yang dia sayangi itu..


"Dee...".. ucap sang Ayah sambil melebarkan tangan nya


" Ayah.."


"Ayah maafin Dee, udah buat ayah khawatir".. sambung nya.


" syukurlah kamu kembali dengan utuh nak. Ayah tidak akan memarahimu. saat ini yang terpenting adalah keselamatan mu"..


Deena dan ayahnya tersenyum setelah mengucapkan kata kata yang mengharukan tadi. dia melanjutkan lagi menghampiri kedua sahabatnya dan memeluk mereka berdua.


"Rin,,, Sel,, ".. ucapnya sambil memeluk sahabatnya


" Dasar ceroboh ".. kata yang keluar dari mulut Karina. meskipun nyelekit katan itu penuh dengan kehangatan.


disisi lain saat Deena menghampiri kedua sahabatnya, Yanto juga menghampiri Adam untuk berterima kasih karna telah menyelamatkan Deena dan membawa Deena pulang dengan selamat sampai rumah.


"nak Adam, terima kasih atas semuanya. mulai dari kamu rela datang ke bali langsung untuk mencari Deena, terus menyelamatkan dia da...".. belum selesai berbicara Adam sudah memotong ucapan Yanto tadi.


" om. mohon maaf jika saya memotong pembicaraan om. tapi saya merasa malu jika om melanjutkan nya.... tidak apa apa om, di keluarga saya Deena sudah seperti anak kedua bagi orang tua saya jadi saya berusaha mungkin juga membuat kedua orang tua saya tidak sedih karna insiden yang menimpa Deena. dan juga mama saya tipe orang yang sangat gigih jika dia sudah menuntut sesuatu, jika saya tak segera memenuhinya dia pasti tidak akan membuat saya tenang"...


senyuman tipis Yanto mendengar perkataan Adam cukup untuk menjelaskan semuanya, ada kekecewaan yang tersirat dari senyuman itu. tapi bagaimanapun juga dia harus tetap berterima kasih ke Adam. dia mengangguk tersenyum sambil menepuk bahu Adam.

__ADS_1


...----------------...


Sementara yang lainnya masih sibuk mengobrol di ruang tengah, dikamar Deena dia sedang dihujani dengan banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya, dia sampai bingung harus menjawab siapa dan pertanyaan yang mana.


"terus terus, beneran dia gendong kamu ke kamar hotel kamu?".. tanya Gisele


" beneran kalo itu cuma kebetulan kan? dia bener bener ga tau kamu nginep disana?".. Sambung Karina


"stop!! guys please! ".. teriak Deena.


"kapan aku bisa jawab pertanyaan kalian kalo kalian sendiri ga berhenti nanya dari tadi".. tegas Deena.


" sorry... ya maaf".. ucap kedua sahabatnya.


"aduhhh aku tambah tertekan nih gara gara kalian berdua".. sambungnya dengan nada sedikit kesal.


tok tok tok..


pintu kamar Deena di ketuk oleh seseorang.


" siapa?".. tanya Deena


" masuk aja!!" Kata Deena


Ceklekk


ada menghampiri Deena dan kedua sahabatnya yang sedang duduk di atas kasur Deena.


"ada apa? ganggu aja,, langsung aja! kita harus me time nih sesama ciwi ciwi.." ketus Karina.


"aku mau ngomong berdua sama kamu!! ".. kata Adam. matanya begitu tajam menyoroti Deena yang sedang duduk sambil memeluk boneka kesayangan nya.


" girls. ceritanya lain kali aja, maaf aku ga ada tenaga hari ini. tapi sebelum itu bisa ngga kalian beri aku waktu dengan Adam, sebentarrrr aja".. rayu nya.


untung saja kedua sahabatnya sangat pengertian dengan Deena saat itu, apalagi mengingat dia baru saja pulang dari luar kota dan sempat menemui musibah. tanpa berlama lama mereka berdua keluar dan pamit pulang langsung saat itu.

__ADS_1


"Ada apa?,,awas aja ya kalo ga penting sampe sampe buat aku ngusir sahabat sahabat ku.. " ketus Deena


"kita harus jaga jarak!!".. ucap Adam sambil berdiri menyilangkan tangan nya di pinggir kasur.


" ah?? aku kan kerja sama kamu di kantor. gimana bisa mau jaga jarak?"... tanya nya dengan keheranan.


"kita hanya bisa berdekatan di kantor karna bagaimanapun juga kamu adalah asisten ku. jadi aku akan bersikap propesional di sini. tapi ketika di luar kantor sebisa mungkin kita harus Social distancing!!".. tegas Adam


" oke!!.. alesan nya?"..


"aku ga mau bikin kedua orang tua kita terlalu berharap dan makin kesini makin aneh aneh buat ngedeketin kita"..


" hahaha. dengan senang hati!!!"..


"bagus anggap saja ini sebagai salah satu cara kamu balas budi dengan ku. aku juga ga mau ada rumor antara kita berdua"..


" dihh kamu pikir aku juga ma'.... wait wait wait wait!!! apa maksud dari salah satu?? jadi hutang budinya belum lunas dengan semua ini"..


Adam duduk di pinggir kasur dan memunggungi Deena, dia membuang nafasnya dengan kasar.


"kamu pikir dengan semua ini bisa membalas hutang budi kamu ke saya?. tidak semudah itu!! ini hanya hal sepele ketimbang aib kamu yang tadi malam!! "..


" cowo ka m pr et!!! ".. batin Deena


" jadi sampai mana hutang budi itu bisa benar benar lunas menurut bapak CEO?".. Tekan Deena


"Sampai saya merasa kamu memang sudah benar benar membalas budi dengan ku.". Ucapnya dengan senyum licik.


Adam berdiri dan meninggalkan kamar Deena.


sementara Deena melempar bantal ke arah pintu yang sudah ditutup oleh Adam..


kata kata tak enak didengar muncul seketika dari mulutnya, ketika Deena begitu geram dengan Adam tadi.


"bagaimana cara ku membuat dia lenyap dari muka bumi ini tanpa harus mengotori tangan ku?".. teriak Deena, dia kemudian memukul boneka kesayangan nya seolah olah sedang memukul Adam..

__ADS_1


"huuuuuffffft".... suara napas Deena yang mencoba menenangkan dirinya.


"sabar dee!!. sabar.. ingat dia berjasa kemarin udah nolongin kamu dua kali".. katanya sambil mengelus elus dadanya.


__ADS_2