PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

Mami Olin kerap kali memanfaatkan pria yang tengah mabuk berat guna mengubah seorang gadis yang bekerja di tempatnya menjadi seorang gadis dewasa. Meski tanpa imbalan uang, mami Olin sengaja melakukan hal tersebut agar gadis yang bekerja di tempatnya bisa menjadi seorang dewasa yang nantinya akan menjadi penerus anak asuhnya dan berada di bawah komando dirinya jika suatu hari ada pengunjung yang jajan. Dan bagi mami Olin, kecantikan dan kepolosan Ara memiliki potensi yang cukup menguntungkan bagi bisnisnya.


Selain cantik, Ara juga memiliki bodi yang lumayan aduhai. Dan para pelanggannya menyukai gadis yang masih kencang.


Mami Olin sangat senang Ara akhirnya kembali ke tempatnya. Tapi ia juga sangat terkejut jika gadis itu ternyata sangat trauma dengan apa yang dia alami. Sebab gadis-gadis sebelumnya yang sudah merasakan satu kali sentuhan, justru akan ketagihan dan bersedia menjadi anak asuhnya. Tentu saja itu sangat menguntungkan bisnisnya.


Mami Olin melepaskan pelukannya setelah Ara merasa puas menangis. Ia usap air mata Ara dan membelai lembut rambut gadis itu. Ia tatap wajah Ara dengan senyuman, layaknya seorang ibu yang tengah berhadapan dengan putrinya.


"Ara, sayang .. Jangan takut, nak. Kau harus bisa menghilangkan ketakutan itu. Jika kau memang masih takut bertemu dengan kakakmu dan khawatir akan pertanyaan yang membuatmu merasa terganggu, kau bisa tinggal bersama mami. Bagaimana?"

__ADS_1


Ara menatap wajah mami Olin usai mendapat penawaran tersebut.


"Kau sudah bekerja di tempat mami ini selama tiga bulan, sebelum kemudian kau memutuskan untuk berhenti. So, kau sudah tahu tempat ini seperti apa. Dan tidak perlu takut lagi untuk tinggal di sini. Mami akan kasih kamar khusus untukmu, sayang."


Ara masih belum bisa menjawab penawaran mami Olin. Baik itu menerima maupun menolak.


Mami Olin kembali membelai rambut Ara dengan sangat lembut. Mami Olin juga menyeka sisa air mata di kedua pipi gadis itu.


Mami Olin menghela napas panjang. Karena Ara sedari tadi terdiam. Ia harus bisa membuat Ara menerima tawarannya untuk tinggal di sana.

__ADS_1


"Ara .. Anakku, sayang. Lupakan tentang kejadian malam itu. Kau tidak perlu mengingatnya sampai membuatmu menderita. Sebab sampai kapan kau akan seperti ini, sementara pria itu akan menjadi suami kakakmu, dan kau akan menjadi adik iparnya."


"Ara, kau hanya perlu mengingat apa yang kau rasakan pada malam itu. Jangan mengingat jika kejadian malam itu membuat dirimu kehilangan duniamu. Tapi rasakan kenikmatan dari nikmat dunia itu. Maka kau tidak akan seperti ini lagi, sayang. Mami yakin kau akan secepatnya pulih."


"Tapi, mam-"


"Sekarang kau pejamkan kedua matamu, dan rasakan bagian yang membuatmu menyenangkan saja pada malam itu. Ketakutan itu harus di lawan, sayang. Jika di biarkan maka kita terus di hantui olehnya."


Ara menatap wajah mami Olin cukup lekat. Wanita itu menganggukkan kepalanya memberi kode agar Ara melakukan apa yang dia minta. Ara pun mencoba memejamkan kedua matanya, mengikuti saran mami.

__ADS_1


Mami Olin mengangkat sebelah sudut bibirnya begitu Ara mengikuti sarannya untuk memejamkan mata dan membayangkan sentuhan dari pria itu. Ia harap setelah ini Ara akan menjadi gadis dewasa yang tentunya akan ia manfaatkan sebagai bisnisnya itu.


_Bersambung_


__ADS_2