
Derga menghentikan mobilnya di tepi jalan.
"Kenapa berhenti?" tanya Ara merasa heran.
Derga mengambil paper bagian berukuran kecil dari jok belakang dan memberikannya pada gadis itu.
"Apa ini?"
"Kau harus pakai itu."
Ara mengambil sesuatu di dalam paper bag tersebut yang berisi gaun berwarna merah merekah. Ara menatap Derga bingung.
"Aku harus pakai gaun ini?"
"Iya."
"Aku tidak mau. Aku tidak biasa memakai gaun seperti ini."
Ara memasukan kembali gaun tersebut ke dalam paper bag.
"Kinara, ayolah. Kau lupa misi kita? Di sini kau berpura-pura menjadi anak asuh wanita itu. Aku akan mengirim seseorang yang berpura-pura untuk menjadi klien-mu. Jadi, dengan menggunakan gaun ini kau terlihat meyakinkan. Please .."
__ADS_1
Derga memohon supaya Ara mau memakai gaun tersebut demi misi tersebut.
"Kenapa harus orang lain? Aku takut jika orang itu benar-benar melakukannya."
Derga menatap Ara dan berusaha meyakinkan gadis itu.
"Percaya saja padaku. Tidak akan terjadi apapun. Percaya padaku. Kita harus menuntaskan masalah ini sebelum banyak gadis lain yang menjadi korban bisnis itu."
Ara terdiam untuk beberapa saat sebelum kemudian ia mengangguk setuju. Ia tidak ingin akan banyak gadis yang mengalami hal buruk seperti dirinya.
"Baiklah, kalau begitu aku harus pakai dimana?"
Derga menghela napas lega akhirnya Ara mau mengikuti permintaannya.
"Ok."
Setelah keduanya bersepakat, Derga menghidupkan kembali mesin mobilnya dan pergi menuju pom bensin depan. Sepuluh menit berikutnya Ara sudah selesai ganti baju dan kembali ke mobil.
Derga menatap penampilan Ara yang tampak berbeda kali ini. Dengan gaun yang cukup anggun dan tentunya cantik. Seketika ia sadar jika ia tidak bisa membuang waktu lebih banyak lagi. Sebab Evril sudah memberinya kabar jika dia sudah sampai di lokasi.
Keduanya kini lanjut menuju ke lokasi. Jarak dari pom bensin barusan ke lokasi hanya berkisar lima belas menitan. Kebetulan jalanan juga cukup lenggang.
__ADS_1
Derga menghentikan mobilnya di belakang mobil Evril. Mereka sengaja menghentikan mobilnya sebelum sampai di tempat yang mereka tuju saat ini.
Derga dan Ara turun dari mobil dan menghampiri Evril yang sudah berdiri di depan body mobil bersama seseorang.
"Rachel?" Ara terkejut lantaran ada Rachel juga di sana, sebelumnya ia tidak di beri tahu oleh Derga jika Rachel ikut dalam misi ini.
"Iya, kak. Aku ikut," sahut Rachel seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Ara.
Ara menoleh ke arah Derga, pria itu menganggukan kepalanya seolah memberi tahu jika ia yang meminta Rachel untuk ikut dalam misi ini. Ia berharap misi ini berjalan dengan lancar dan semuanya tuntas.
"Jadi bagaimana, Vril. Sudah ada pergerakan?" tanya Derga memastikan.
"Sudah tuan. Katty, gadis yang saya minta untuk berpura-pura menjadi pelayan di sini sudah bekerja semalam tiga hari. Tapi dia belum mendapat perintah untuk mengantar seseorang yang tengah mabuk ke kamar. Dan malam ini saya sudah memberi arahan padanya, supaya begitu Beno, pria yang saya suruh untuk menjadi pengunjung yang berpura-pura mabuk parah dalam keadaan tepar, Katty harus berada di dekat Beno. Untuk memancing Olin memberi perintah pada Katty. Dan begitu mereka masuk ke kamar, Rachel harus masuk ke club untuk merekam ketika Olin mengunci pintu kamarnya." jelas Evril.
Derga mengangguk paham.
"Tapi ini cukup berat untuk Rachel. Bagaimana jika Rachel sampai ketahuan?" ujar Ara cemas.
"Kak Ara tenang saja, aku akan berhati-hati."
Sebelumnya Rachel sudah di beri banyak keyakinan jika dia mampu menjalankan misi dengan sangat baik.
__ADS_1
_Bersambung_