PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Menemui Kinara


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah tempat kediaman calon mertuanya, Derga pulang ke apartemen. Sebab jika ia pulang ke rumah, momy nya akan terus memaksa dirinya agar terus saja melayani Jolly. Apalagi momy nya sudah memiliki rencana makan malam bersama dengan wanita itu.


Ia memang tidak kenal siapa Jolly sebenarnya. Momy nya hanya bilang jika wanita itu putri dari temannya. Pekerjaan Jolly sebagai model majalah. Dan Derga merasa jika wanita itu tidak baik sehingga ia sama sekali tidak tertarik.


Baginya, Kirana lebih dari segalanya. Namun saat ia tahu jika ia telah menghancurkan hidup seseorang, ia merasa sangat berdosa. Ia merasa seperti memiliki tanggung jawab penuh atas seseorang itu. Sampai membuat perasaannya terhadap Kirana mulai terkikis tanpa ia sadari.


Derga termenung di balkon apartemen. Ia bingung bagaimana cara bisa bertemu dengan Kinara tanpa sepengetahuan orang lain terutama Kirana. Dan satu-satunya cara adalah dengan pergi ke rumah itu.


"Iya, sepertinya aku harus temui Kinara di rumahnya. Siapa tahu aku memiliki kesempatan lagi untuk mengobrol dengannya."


Tanpa pikir panjang Derga bergegas pergi usai menyambar ponselnya yang tergeletak di atas meja depan sofa di kamar unit apartement tersebut.


Dua puluh lima menit berikutnya ia sudah sampai di depan pintu gerbang rumah yang ia tuju. Namun ia khawatir jika pelayan yang tadi pagi ia temui mengadu pada Kirana jika ia sempat datang untuk mencari Kinara.


"Sepertinya pelayan itu tidak mungkin mengadu pada Kirana mengenai kedatangan aku tadi pagi. Sebab tadi aku chat Kirana dan respond nya masih baik."


Derga memantapkan hati untuk masuk ke pelataran rumah itu usai pintu gerbangnya di bukakan oleh satpam di sana. Ia turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.


Langkah pria itu urung begitu melihat sosok gadis yang tengah duduk di bangku taman samping rumah. Sebelah sudut bibir pria itu terangkat membentuk sebuah senyum kecil mendapati sosok gadis sebagai tujuan utamanya datang ke sini ada di depan mata.

__ADS_1


Derga berjalan menghampiri gadis itu.


"Senang sekali duduk menyendiri di sini?"


Pertanyaan tersebut membuat Ara sedikit terperanjat kaget. Sebab tiba-tiba saja ada orang lain selain dirinya di sana. Ia menoleh ke belakang dan seorang pria tengah berdiri di sana.


"Derga? Sejak kapan kau berdiri di sini?"


Pria itu berjalan mengitari bangku tersebut kemudian ikut duduk di sana.


"Sejak kau bicara sendiri tadi," sahut pria itu.


"Hm? Aku bicara sendiri? Kapan?"


"Kenapa kau tiba-tiba tertawa?"


Derga menggeleng. "Tidak. Tidak apa-apa. Memangnya kenapa kalau aku tertawa?"


"Itu hakmu. Tapi aneh saja. Kau tadi bilang berdiri di sini sejak aku bicara sendiri. Padahal aku tidak mengatakan apapun sejak duduk di sini."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ya."


"Tapi aku tadi sempat dengar kau bicara. Apa mungkin aku memiliki kelebihan bisa mendengar suara hatimu?"


Ara seketika mengulas senyum. "Eh, apa sih? Aneh."


Ara di buat geleng-geleng oleh sikap Derga yang seketika berubah menjadi aneh. Dan yang lebih anehnya lagi pria itu kini berubah diam dan menatap dirinya lekat.


"Hei, kau kenapa lagi?" tanya Ara memastikan.


"Sejak aku bertemu denganmu, baru kali ini aku melihatmu tersenyum. Manis," puji pria itu kemudian.


Degup jantung Ara seketika berpacu di atas normal mendengar pujian pria itu. Ia berusaha mengalihkan tatapannya ke arah lain untuk menghindari tatapan Derga. Sebab ia khawatir tidak bisa mengontrol diri.


"Hhpp .." Kedua mata Ara membulat sempurna, ia terkejut tiba-tiba Derga membawa dirinya ke dalam pelukannya.


Pria itu memeluknya dengan cukup erat sehingga ia tidak bisa berkutik. Napasnya kini tertahan dan sekujur tubuhnya menegang.

__ADS_1


"Aku minta maaf karena aku telah menyakiti dirimu di malam itu, Kinara." ucap pria itu di dalam pelukan.


_Bersambung_


__ADS_2