
Tiga bulan setelah kepergian Kirana. Kini Ara sudah benar-benar sembuh dari trauma yang selalu menghantui dan membuatnya merasa ketakutan. Setelah tiga hari meninggalnya Kirana, Derga mencoba membujuk Ara ke psikolog. Sebab ia merasa jika Ara perlu berkonsultasi. Awalnya Ara menolak lantaran gadis itu merasa jika dirinya sudah baik-baik saja. Tapi karena Derga merasa Ara ini masih takut padanya, akhirnya Derga membicarakan soal ini pada momy dan daddy nya gadis itu.
Daddy Brighta yang pada awalnya tidak ingin berbicara dengan pria itu seketika mendadak antusias lantaran ia pun merasa hal demikian. Ia tidak ingin kehilangan putrinya untuk yang kedua kali. Jadi, ia setuju dengan Derga. Mereka menginginkan Kinara sembuh.
Setelah itu, tidak hanya Derga yang membujuk Ara. Momy dan daddy nya pun ikut meminta ia berkonsultasi pada psikolog. Mau tidak mau, Ara pun menerima permintaan mereka. Derga yang selalu mengantar Ara setiap jadwal pertemuannya dengan psikolog tersebut. Dan Ara merasa jika ia memang merasa jauh lebih baik setelah berbicara dengan psikolog. Tidak hanya itu, ia juga di beri obat agar suasana hatinya tetap tenang tanpa rasa takut.
Momy Anika dan Daddy Brighta ikut bahagia karena putri mereka sudah sembuh dan ceria lagi seperti dulu. Mereka tentunya sangat berterima kasih pada Derga. Tidak hanya itu, mereka juga menyetujui permintaan pria itu untuk menikahi putri mereka. Tapi itu semua kembali lagi pada Ara sendiri yang memutuskan.
Dan Ara, merasa jika Derga adalah pria yang tepat untuknya. Meski ia di pertemukan dengan pria itu dengan cara yang menurutnya sangat jahat. Namun di balik itu semua terdapat hikmah yang dapat ia ambil. Jika kepergian Kirana ternyata yang membuat kehidupannya kini jauh lebih baik. Dan Tuhan selalu memberikan jalan terbaik meski manusia hanya bisa berburuk sangka.
Di atas pelaminan, kini Derga dan Kinara tengah berdiri. Mendapat banyak ucapan selamat dari banyak orang. Semburat kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya.
Momy Xavier berjalan menghampiri mereka. Langkahnya berhenti tepat di hadapan Ara. Wajahnya tampak datar. Ketegangan pun terjadi di antara mereka. Derga pun ikut khawatir jika momy nya akan merusak suasana kebahagiaan ini.
Momy Anika dan Daddy Brighta yang melihatnya segera mendekat. Khawatir terjadi sesuatu.
Tanpa orang-orang duga, momy Xavier justru membawa Ara ke dalam pelukan. Ia memeluknya cukup erat.
__ADS_1
"Hari ini kau resmi menjadi menantu momy. Welcome to Xavier's family, Kinara." ucap momy Xavier cukup mengejutkan.
Momy Xavier pun melepaskan pelukannya. Kemudian beralih menatap putranya dengan senyum hangat.
"Kau memilih pasangan yang tepat, Derga." ucap momy Xavier kemudian.
Derga, Ara, momy Anika, daddy Brighta, bahkan suami momy Xavier sendiri tidak menyangka dengan perubahan wanita itu. Mereka senang jika momy Xavier benar-benar berubah dan menerima Ara sebagai menantunya.
"Apa aku sedang bicara dengan momy?" tanya Derga memastikan, lantaran wanita di hadapannya saat ini seperti bukan momy nya. Ia bahkan tidak mengenali jika itu momy nya.
Momy Xavier tersenyum. "Maafkan momy selama ini, Derga."
Momy Xavier menceritakan bagaimana Jolly sebenarnya. Ternyata wanita yang dia anggap sebagai menantu idaman itu merupakan wanita yang tidak pernah di inginkan oleh siapapun. Jolly merupakan seorang model dewasa yang melakukan perbuatan tidak terpuji dalam pekerjaannya. Tidak hanya itu, ternyata Jolly merupakan wanita pemain pro yang tidak hanya mendapatkan uang dari pekerjaannya saja. Tapi menerima bayaran dari siapapun yang ingin mendapat kepuasan darinya.
Derga senang jika pada akhirnya momy nya sadar jika Jolly bukanlah wanita baik-baik seperti dugaannya.
"Momy tidak perlu menyesalinya. Cukup jadikan pelajaran agar momy lebih bijak dalam menilai orang. Jangan bersedih di hari kebahagiaanku, kebahagiaan kami."
__ADS_1
Momy Xavier mengangguk lalu menyeka air mata di pipinya. "Iya, Derga. Kau benar. Ini adalah hari bahagiamu, hari bahagia kita semua."
Semua tampak bahagia, terutama Derga dan juga Kinara. Begitu musik romance di nyalakan, Derga membawa Ara ke tengah-tengah para tamu undangan untuk melakukan dansa.
"Hei, kau mau apa?" tanya Ara melihat ke sekeliling orang-orang yang sepertinya menunggu apa yang mereka lakukan.
"Bersenang-senang di hari kebahagiaan kita. Aku mencintaimu, Kinara Putri Brighta."
Dengan malu-malu, Ara pun membalasnya.
"Aku juga mencintaimu. Sangat."
Sebuah kecupan lembut Ara rasakan. Dan itu berlanjut seorang musik berjalan. Mereka melalukannya di depan para tamu undangan sambil menikmati musik romance. Tak jarang para tamu undangan yang ikut berdansa dengan pasangan masing-masing.
Sementara di tempat lain, pohon besar yang terdapat bunga indah seketika berguguran dan berjatuhan ke makam Kirana. Mungkin di sana ia juga ikut merasakan kebahagiaan sang adik bersama orang yang ia cinta.
TAMAT..
__ADS_1
Terima kasih sudah setia membaca novel ini sampai di penghujung cerita. Maaf jika harus di tamatkan dengan cepat. Jangan lupa mampir di cerita DI BALIK CADAR FARADIBA❣️