PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Sedikit Iri


__ADS_3

Tidak berapa lama Ara mendengar suara mobil di hidupkan. Ia mendongakan kepala menoleh ke sumber suara yang berasal dari mobil pria tadi. Ia menegakan tubuhnya memandang ke arah perginya mobil tersebut yang sudah keluar pagar rumah usai security di rumahnya membukakan gerbang.


"Kenapa dia cepat sekali? Apa lamarannya di batalkan?" pikir gadis itu.


Ara menggeleng tiba-tiba. Ia khawatir jika pria itu membatalkan lamaran dan mengatakan apa yang telah terjadi dengan dirinya pada enam bulan lalu.


"Aku harus masuk ke rumah sekarang untuk memastikan apakah dia membatalkan lamaran dengan kak Ana atau tidak."


Ara bangkit berdiri dan bergegas pergi dari sana. Ia mendapati kakaknya tengah memeluk momy Anika.


"Selamat ya, sayang. Akhirnya Derga datang melamarmu dengan keseriusannya."


Momy Anika mengecup pangkal rambut Kinara dengan penuh cinta. Sementara Ara berdiri di ambang pintu seraya mengulas senyum tipis. Ternyata pria itu tidak membatalkan lamarannya. Tapi tunggu, siapa tadi namanya? Derga? Ternyata pria itu bernama Derga. Dan tadi bibi pelayan sempat memberi tahu jika mereka merupakan keluarga Xavier. Itu artinya nama pria itu Derga Xavier. Dan ia baru tahu nama itu.


Ara melihat Kirana beralih memeluk Daddy nya. Daddy Brighta tampaknya sayang sekali dengan kakaknya. Itu yang membuat Ara kadang sedikit iri dengan Kirana. Sebab ia merasa jika mereka lebih menyayangi Kirana di banding dirinya. Itulah sebabnya kenapa ia memilih menjadi pelayan di sebuah club meski terlahir di keluarga berada. Ia memilih untuk mencari uang sendiri. Ia menyebut uang yang di dapatnya halal meski ia bekerja di tempat yang orang-orang cap haram.


Ara berjalan beberapa langkah guna menghampiri ketiga orang yang tengah berbahagia ini.


"Selamat ya, kak," ucapnya membuat ketiga orang tersebut menoleh.

__ADS_1


"Iya, terima kasih, Ra," ucap Kirana dengan seulas senyum dan lekas memeluk sang adik.


"Aku senang sekali, pada akhirnya Derga melamar aku. Sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan," ucap Kirana di dalam pelukan Ara.


Ara hanya diam mendengar hal itu. Ia akan ikut senang jika kakaknya bahagia. Meski seharusnya pria itu bertanggung jawab atas kesalahan di enam bulan lalu pada dirinya, tapi sepertinya kakaknya lebih berhak atas Derga. Sebab mereka menjalani hubungan sudah hampir dua tahun lamanya. Ia tidak ingin di benci oleh Kirana, momy dan daddy nya atas itu. Sebab ia tidak punya siapa-siapa lagi selain mereka.


Ara melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Kirana.


"Aku ikut bahagia dengarnya. Semoga acara pernikahan kakak dan calon suami berjalan dengan lancar."


"Iya, semoga. Kami berharap seperti itu."


"Bulan depan."


Ternyata sebentar lagi. Pria itu tidak hanya mendapat virgin miliknya, tetapi milik sang kakak juga nanti.


"Baguslah, lebih cepat lebih baik. Tidak baik juga jika menunda terlalu lama."


"Iya."

__ADS_1


Ara beralih menatap momy dan daddy nya.


"Mom, dad, aku ke kamar dulu, ya. Maaf jika aku tadi membuat kekacauan saat acara lamaran kak Ana di mulai," pamit dan ucap Ara.


"Iya, sayang. Tidak apa-apa. Lagipula acaranya sudah selesai dan lancar. Lain kali kalau ada masalah apapun, cerita sama momy ya. Jangan di pendam sendiri. Agar momy tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu."


Ara senang mendapat perhatian seperti itu dari momy nya.


"Iya, mom. Dad, aku mau istirahat, ya." pamitnya lagi di angguki oleh daddy nya.


"Selamat beristirahat, putriku," ucap daddy Brighta.


"Thanks, dad."


Ara pun melipir pergi dari hadapan mereka, meniti anak tangga dan menghentikan langkahnya di tengah-tengah. Menoleh ke bawah dan melihat kembali kebahagiaan ketiga orang itu. Momy dan daddy nya bahagia lantaran sudah tidak sabar ingin menimang cucu. Sementara Kirana bahagia lantaran sebentar lagi akan hidup bersama dengan seseorang yang dia cintai dan juga mencintainya.


Ara membalikan badannya kembali, menghela napas pelan sebelum kemudian melanjutkan langkah menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar Kirana.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2