PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Kecurigaan


__ADS_3

Satu jam berikutnya. Saat Ara tengah mengobrol dengan Derga, tiba-tiba Ana sudah muncul di ambang pintu tanpa terdengar ada suara mobil berhenti.


"Sayang .." ucap Ana lirih begitu mendapati calon suaminya ada di rumah.


Pandangan Ana beralih pada Ara yang duduk di sofa single dan calon suaminya duduk di sofa panjang dekat sofa yang di duduki oleh adiknya. Derga sontak bangkit berdiri usai menghentikan obrolannya dengan Ara.


"Kenapa berhenti di sini?" pertanyaan tersebut bersumber dari momy Anika yang datang dari belakang Ana.


Wanita yang membawa beberapa paper bag di tangannya itu ikut menghentikan langkah begitu melihat ada calon menantunya di sana.


"Eh ada Derga .."


Derga bergegas menghampiri kedua orang yang baru saja datang. Pria itu menjabat tangan momy Anika lekas mencium punggung tangannya.


"Apa kabar, mom?" tanya Derga kemudian.


"Baik, momy baik. Sudah lama di sini?" jawab dan tanya momy Anika.


"Baru lima menit, mom."


"Oh, momy pikir sudah lama. Ya sudah, kalau begitu silahkan duduk lagi."

__ADS_1


"Iya, mom. Terima kasih."


Derga pun kembali duduk namun di sofa single yang dekat pintu.


"Sudah sana temani calon suamimu. Biar barang-barangmu momy yang bawakan nanti ke kamar, ya."


"Iya, mom."


Ana menyerahkan dua paper bag di tangannya lalu duduk di sofa panjang dekat sofa yang di duduki Derga. Seketika perhatian wanita itu tersita pada cangkir bekas kopi yang sudah tandas di atas meja.


Ana beralih menatap wajah Derga yang melempar senyum padanya.


"Sudah lama di sini?"


"Baru lima menit, mom."


"Ara, sayang. Kita ke kamar, yuk. Momy ada sesuatu untukmu. Ayo, sayang." ajakan momy Anika membuat Ara seketika paham jika itu adalah cara agar Ana dan Derga memiliki waktu berdua.


Ara pun mengangguk setuju dan bergegas pergi dari sana.


"Barusan darimana?" tanya Derga setelah Ara dan momy Anika sudah pergi.

__ADS_1


"Butik," jawab Ana singkat.


"Kenapa nomermu sulit di hubungi?"


"Aku tidak bawa ponsel. Ponselku low bat karena tidak di charger semalam."


Derga merasa ada yang aneh dari cara Ana menjawab pertanyaannya. Perubahan ekspresi yang tampak begitu jelas. Apakah wanita itu tengah berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya begitu melihat ia sedang bersama Ara tadi?


Derga terdengar menghela napas. Sebelum kemudian ia masuk ke pembicaraan inti.


"Sayang, kenapa kau mengundur waktu pernikahan kita?"


Ana yang semula memandang ke arah lain kini beralih menatap sepenuhnya pada wajah Derga. Jadi kedatangan Derga ke sini untuk menanyakan hal tersebut.


"A-aku .." Ana kini di buat bingung harus memberi jawaban apa pada Derga, sebab itu buka keinginan dirinya. Melainkan permintaan momy Anika.


"Tolong beri aku alasan yang logis agar aku tidak berpikir yang macam-macam, Kirana. Aku tidak ingin pengunduran waktu pernikahan kita membuat aku-" Derga menghentikan kalimatnya saat sadar jika Kirana tidak perlu tahu tentang perjodohan nya dengan Jolly.


Kedua mata Ana memicing. Menatap Derga dengan penuh kecurigaan.


"Membuatmu apa?"

__ADS_1


Kini Derga yang di buat bingung harus memberi alasan apa pada Kirana. Ia tidak ingin membuat Ana sedih jika tahu dirinya di jodohkan oleh momy nya. Apalagi jika Ana sampai tahu jika momy nya sebenarnya tidak setuju akan hubungan mereka.


_Bersambung_


__ADS_2