
"Jadi bagaimana, Vril. Sudah ada pergerakan?" tanya Derga memastikan.
"Sudah tuan. Katty, gadis yang saya minta untuk berpura-pura menjadi pelayan di sini sudah bekerja semalam tiga hari. Tapi dia belum mendapat perintah untuk mengantar seseorang yang tengah mabuk ke kamar. Dan malam ini saya sudah memberi arahan padanya, supaya begitu Beno, pria yang saya suruh untuk menjadi pengunjung yang berpura-pura mabuk parah dalam keadaan tepar, Katty harus berada di dekat Beno. Untuk memancing Olin memberi perintah pada Katty. Dan begitu mereka masuk ke kamar, Rachel harus masuk ke club untuk merekam ketika Olin mengunci pintu kamarnya." jelas Evril.
Derga mengangguk paham.
"Tapi ini cukup berat untuk Rachel. Bagaimana jika Rachel sampai ketahuan?" ujar Ara cemas.
"Kak Ara tenang saja, aku akan berhati-hati."
Sebelumnya Rachel sudah di beri banyak keyakinan jika dia mampu menjalankan misi dengan sangat baik. Awalnya dia juga takut dan keberatan, tapi seiring Evril mengatakan jika hal ini tidak di lakukan, maka akan semakin banyak korban nantinya. Dan Rachel pun bersedia dengan cara membuang perasaan takut itu dan menggantinya dengan keberanian.
"Ok, kalau begitu sekarang sudah saatnya kau masuk, Kinara. Kau harus meyakinkan wanita itu jika kau berniat untuk menjadi anak asuhnya."
Ara sedikit ragu apa ia bisa untuk melakukan semua ini. Ia takut semuanya ketahuan dan ia akan terjun ke dalam masalah besar.
Derga memegang sisi kedua bahu Ara, membuat gadis itu agar berdiri menghadap dirinya.
__ADS_1
"Kinara, jangan takut. Percayakan semuanya padaku jika tidak akan terjadi apa-apa. Ada aku di sini." Derga menatap kedua manik mata Ara secara bergantian, ia berusaha untuk meyakinkan Ara dan memberi kekuatan pada gadis itu.
Evril sedikit terkejut dengan perlakuan bos nya terhadap gadis tersebut. Sebab setahu dirinya bosnya itu akan menikah dalam waktu dekat dengan wanita yang selama ini menjalin hubungan dengan bosnya.
Ara memejamkan matanya kemudian mengangguk. Berusaha memantapkan diri jika ia mampu menuntaskan misi ini. Ia harus ingat jika ia menjadi korban mami Olin. Maka tidak boleh ada gadis lain yang akan menjadi korban bisnis mami Olin selanjutnya.
"Baik, aku akan temui mami Olin sekarang."
"Bagus. Jangan takut ya jika nanti kau bertemu dengan pria yang akan menjadi klien mu. Dia pria yang ada di bawah kendali kami."
Ara menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Sebelum kemudian ia pergi dari sana untuk masuk ke tempat dimana ia harus menyelamatkan banyak gadis di sana.
Ponsel Evril seketika bergetar, terdapat nama Ketty di layar. Pria itu segera menjawab teleponnya.
"Halo, Kat. Bagaimana, sudah bisa di mulai?"
"Sebentar lagi aku akan membawa pria yang berpura-pura menjadi pengunjung ini ke kamar. Bersiap-siap untuk Rachel."
__ADS_1
"Baik, terima kasih info nya."
Evril menutup sambungan telepon nya.
"Kenapa, Vril?" tanya Derga.
"Ini, tuan. Katty memberi tahu jika sebentar lagi akan membawa Beno ke kamar. Dan Rachel harus bersiap-siap dari sekarang."
"Ya sudah, kalau begitu kau masuk sekarang, ya." pinta Derga di angguki oleh Rachel.
"Baik."
Rachel pun segera pergi dari hadapan Derga dan Evril. Ia tidak boleh melewatkan momen dimana mami Olin mengunci Katty di dalam kamar bersama Beno. Ia harus mendapatkan rekaman tersebut.
Kini Derga dan Evril masuk ke dalam mobil. Mereka memilih untuk menunggu di dalam saja, khawatir ada orang yang curiga akan keberadaan mereka di sana.
_Bersambung_
__ADS_1