PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Anak Asuh Mami


__ADS_3

Sebisa mungkin Ara harus bisa mengontrol diri agar tidak ketahuan penyamarannya oleh mami.


"Aku .. Aku malu mengatakannya, mami."


"Malu kenapa, sayang? Jangan malu-malu, katakan saja. Apa yang bisa mami bantu?"


Mami Olin semakin tidak sabar. Pasalnya Ara ini akan sangat menguntungkan bagi bisnisnya jika dia mampu membuat gadis itu bergabung menjadi anak asuhnya. Selain cantik, Ara juga memiliki body yang sangat menarik bagi para pria yang melihatnya.


"Aku butuh uang mami .. Aku tidak tahu harus minta tolong sama siapa lagi."


Iris mata mami Olin melebar dan mulutnya menganga. Gembira tampak jelas di wajahnya usai mendengar kabar baik dari Ara.


Ara sedikit takut, lantaran ia lupa apa ia pernah menceritakan dirinya berasal dari keluarga orang berada atau tidak. Ia harap kalaupun pernah menceritakannya, mami Olin lupa untuk hal itu.


"Mami bisa bantu, sayang. Tentu saja mami bisa bantu. Tapi .." Mami Olin menggantung kalimatnya.


"Tapi apa, mam?"


"Tentu saja mami tidak akan memberimu uang secara cuma-cuma. Apa kau sanggup memenuhi syarat dari mami?"


Ara terdiam agar mami yakin jika dirinya benar-benar seperti orang yang butuh uang.

__ADS_1


"Aku akan melakukan apapun, asal mami bisa kasih aku uang."


Mami Olin memetik jari di depan wajah Ara.


"Good, mami suka. Kalau begitu tunggu sebentar."


Mami Olin mengambil ponsel di tas kecil yang tergeletak di atas meja di hadapannya. Lalu mendial nomer seseorang di sana.


"Halo, ini mami Olin. Apa tuan masih minat membeli barang di mami dengan harga yang kemarin sudah kami sepakati? Kebetulan barang yang tuan cari sudah ada."


Perasaan dan jantung Ara sudah berdegup tidak karuan. Ia sangat takut sekali jika klien mami Olin ini merupakan orang lain, bukan orang sewaan Derga.


"Ara, sayang. Mulai sekarang kau resmi menjadi anak asuh mami. Rupanya kau telah berhasil melawan ketakutanmu itu. Dan sekarang kau justru mendapatangi apa yang kau takuti waktu itu."


"Maksud mami?"


"Yaaa .. Jadi, syarat dari mami kau harus melakukan apa yang selama ini menjadi ketakutan terbesarmu, sayang. Kau sudah bilang jika kau mau melakukan apapun untuk mami bukan?"


Ara menghembuskan napas pelan, sebelum akhirnya dia mengangguk.


"Bagus, sayang. Kalau begitu kau ikut mami. Sebentar lagi orang itu akan menjemputmu."

__ADS_1


Mami Olin merengkuh bahu Ara dan membawanya pergi ke luar tempat tersebut.


Tidak berapa lama, sebuah mobil datang dan berhenti tepat di hadapan mereka.


Mami Olin mendapat pesan dari seseorang yang menjadi klien untuk Ara. Pesan tersebut berisi permintaan agar Ara masuk ke dalam mobilnya sekarang.


"Kau ikut bersama seseorang yang ada di dalam mobil ini. Have fun ya, sayang."


Mami Olin mencium puncak kepala Ara. Ara pun mengikuti saran dari mami untuk masuk ke dalam mobil tersebut. Meski ia masih sangat takut.


Begitu masuk ke dalam mobil, Ara terkejut mendapati Derga yang ada di dalam.


"Der-"


"Ssstttt .." Derga meminta Ara untuk diam.


Ara pun mengangguk menurut, ia masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya rapat-rapat.


Dari luar, mami Olin melambaikan tangannya seiring mobil itu pergi. Wanita itu kembali masuk ke dalam mobilnya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2