PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Penjelasan Rachel


__ADS_3

"Aku melihat mami Olin mengunci pintu kamar dimana ada pria yang tengah mabuk parah dan kak Tity yang mengantar pria ke kamar itu."


Degg!


Kalimat Rachel barusan membuat Ara teringat kembali akan kejadian di malam enam bulan lalu bersama pria yang saat ini menatap dirinya dari balik kaca spion yang menggantung di atas.


Derga menghentikan mobilnya seketika. Ara yakin jika pria itupun sangat penasaran dengan apa yang ingin Rachel katakan selanjutnya.


"Maaf, kenapa berhenti, tuan?" tanya Rachel saat tiba-tiba Derga menghentikan mobilnya.


"Apa yang kau ketahui lagi tentang tempat itu?"


Rachel sedikit terkejut begitu pria itu ikut menimpali ceritanya. Tapi karena ia pikir pria itu adalah kekasih Ara, mungkin memang pria itu berhak tahu juga.


Rachel menatap ke arah Ara yang menganggukan kepala agar ia melanjutkan ceritanya tentang club mami Olin.

__ADS_1


"Dua minggu lalu, Sabrina yang menggantikan kak Ara usai memutuskan berhenti bekerja cerita sama aku. Jika dia sekarang menjadi anak asuh mami yang akan melayani dan menjadi wanita penghibur bagi pengunjung yang ingin menyewa kamar di sana."


Ara sangat terkejut dengan cerita Rachel barusan.


"Sabrina memberi peringatan padaku untuk tidak membocorkan rahasia ini. Sebab ia pun sebelumnya mengalami hal serupa dengan kejadian kak Tity tadi. Jika ia pernah mengantar seorang pria yang tengah mabuk parah ke kamar lalu tidak bisa keluar dari kamar tersebut gara-gara pintunya terkunci. Alhasil Sabrina menjadi mangsa pria yang tengah mabuk parah itu."


Ara sontak menoleh ke arah Derga yang juga menatapnya. Apa yang di ceritakan oleh Rachel barusan sama persis dengan apa yang ia alami pada saat kejadian itu.


"Mami Olin tahu jika kau memergoki saat mami sedang mengunci pintu kamar itu?"


Ketakutan tergambar jelas di wajah Rachel sama halnya seperti dirinya. Bedanya Rachel tidak merasakan hal itu secara langsung sementara ia sudah mengalaminya.


Usai mendengar cerita dari gadis itu, Derga merasa ada yang tidak beres dari tempat itu. Jika apa yang di katakan oleh gadis itu benar adanya, maka ia menjadi salah satu orang yang termasuk ke dalam jebakan wanita pemilik club yang mereka sebut-sebut dengan nama mami Olin.


"Sial! Wanita itu rupanya salah terget. Aku pastikan tempat itu akan hancur dalam satu malam." Derga mengepalkan tangannya tidak terima ia di jadikan bahan terget demi keuntungan tempat itu.

__ADS_1


Derga menghidupkan mesin mobilnya kembali dan berhenti di tempat kediaman Ara usai mengantarkan Rachel sebelumnya.


Ara hendak turun dari mobil itu, namun urung begitu mendengar pria itu bicara.


"Aku sudah bilang kan jika apa yang terjadi di malam itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Dan kau barusan denger dari teman satu tempat kerjamu, jika pemilik tempat itu dengan sengaja mengunci aku denganmu di kamar itu di saat aku dalam keadaan mabuk."


Meski demikian, tetap saja Ara masih tidak terima atas apa yang terjadi pada dirinya. Sebab di sini dialah yang paling di rugikan dan itu tidak bisa di bilang sebuah ketidaksengajaan.


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Ara turun dari mobil Derga. Gadis itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan rasa terima kasih padanya.


"Sombong sekali dia," umpat Derga.


Pria itu bergegas menghidupkan mesin mobilnya kembali dan bergegas pergi dari sana sebelum ada orang yang mengenali mobilnya karena mengantar Ara pulang.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2