PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Misi Di Mulai


__ADS_3

Ara masuk ke dalam tempat dimana lampu kerlap kerlip merah biru yang menjadi penerang para pengunjung di sana. Ia masih mengumpulkan keberanian untuk menemui mami Olin, akan tetapi perasaan takut itu masih saja menyertai dirinya.


Sentuhan di bahu membuatnya terperanjat kaget. Dan begitu ia menoleh ke belakang, ternyata seseorang tersebut adalah Rachel.


"Rachel .. Ah ya ampun, kau mengagetkan ku saja," ucap Ara sembari mengelus dada.


"Iya, kak. Maaf. Tadi aku sudah dapat info, kalau aku harus segera ke sini sekarang."


"Ah baiklah. Kalau begitu kau dulu saja."


"Iya, kak. Kalau begitu, aku duluan, ya."


"Good luck!"


Rachel melipir dari sana untuk mencari wanita yang menjadi pegawai pura-pura dan pengunjung sewaan Evril. Langkahnya terhenti begitu melihat mereka sedang bersama mami Olin.


"Ini bagaimana, mam? Sepertinya pria ini mabuk parah."


Mami Katty melihat pria yang di maksud oleh Katty, pria itu terlihat tepar. Dan pandangannya beralih pada dua botol minuman di meja yang sudah kosong.


"Kau bisa antar dia ke kamar? Kita tidak mungkin membiarkannya di sini."


Katty bersorak dalam hati. Rupanya ia berhasil menjalankan misi ini.

__ADS_1


"Baik, mami."


Katty pun mengangkat tubuh Beno dan membawanya ke kamar yang mami Olin tunjukan.


"Biarkan dia tidur di sini."


"Baik, mami," jawab Katty patuh.


Sementara Katty dan Beno masuk ke dalam kamar tersebut. Mami Olin mengeluarkan sebuah kunci yang ia jadikan sebagai kalung. Ia kemudian menutup pintunya perlahan dan mulai mengunci pintunya. Senyum seringai penuh kelicikan terbit dari sebelah sudut wanita itu.


Dari kejauhan, sebuah layar HP merekam apa yang di lakukan wanita tersebut. Dan segera pergi dari sana setelah merasa selesai menjalankan misinya.


"Maafkan mami, Katty." ucap mami Olin.


"Maaf untuk apa, mom?"


"Ara?" Mami Olin kelihatan panik, namun ia berusaha untuk meminimalisir agar terlihat biasa saja supaya Ara tidak curiga padanya.


"Mami bicara dengan siapa?" Ara pura-pura mencari orang lain di sana.


Mami Olin berharap jika Katty tidak mengeluarkan suara apapun dari dalam. Ia tidak ingin rencananya gagal hanya karena Ara.


"Mami tidak bicara dengan siapa-siapa, sayang. Ah ya, sejak kapan kau ke sini?"

__ADS_1


"Aku-"


Baru saja akan memberi jawaban, tapi sudah di potong oleh mami Olin begitu dia menyadari perubahan penampilannya.


"Oh my god, Ara. Anak mami tersayang. Mami tidak salah lihat kan ini?"


Mami Olin memutar tubuh gadis itu yang mengenakan gaun sekksi. Wanita itu terlihat senang dan secepetnya mengajak Ara untuk pergi ke ruangannya.


"Ayo, sayang. Ikut mami, jangan di sini."


Mami Olin menarik tangan Ara dan membawanya pergi dari sana. Sepertinya mami Olin tidak ada curiga padanya.


"Sini duduk, sayang. Sini, anak mami yang paling cantik."


Mami Olin menepuk sofa di sebelahnya. Ara pun duduk di sana.


"Ada apa, sayang? Kenapa lama sekali tidak mendatangi mami lagi?" Mami Olin sudah tidak sabar mendengar maksud dan tujuan Ara datang ke tempatnya.


Ara meremmas jemarinya yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Sebisa mungkin ia harus bisa mengontrol diri agar tidak ketahuan penyamarannya oleh mami.


"Aku .. Aku malu mengatakannya, mami."


"Malu kenapa, sayang? Jangan malu-malu, katakan saja. Apa yang bisa mami bantu?"

__ADS_1


Mami Olin semakin tidak sabar. Pasalnya Ara ini akan sangat menguntungkan bagi bisnisnya jika dia mampu membuat gadis itu bergabung menjadi anak asuhnya. Selain cantik, Ara juga memiliki body yang sangat menarik bagi para pria yang melihatnya.


_Bersambung_


__ADS_2