
Tidak pernah terbayangkan di hidup Derga jika ia telah membuat dunia seseorang hancur karenanya. Padahal selama ia menjalin hubungan dengan Ana ia tidak pernah menyentuh wanita itu secara berlebihan. Tapi apa yang ia lakukan pada gadis itu? Ia membuat seseorang harus kehilangan dunianya karena luapan permasalahan dirinya. Dan terlepas dari kesalahannya, ada wanita pemilik club yang membuat semua ini terjadi. Ia tidak akan membiarkan wanita pemilik club itu hidup dengan tenang. Ia harus melakukan sesuatu agar wanita itu lebih hancur dari Ara.
"Jadi apa yang kau pikirkan tentang adikmu?" tanya Derga kemudian setelah beberapa saat terdiam.
"Aku merasa jika Ara menjadi korban kekerasan sekksuall seseorang."
Jawaban Ana kini membuat Derga jadi takut dan cemas. Bagaimana jika Ana sampai tahu jika seseorang di balik kehancuran Ara itu ternyata dirinya? Ia tidak bisa membayangkan sebenci apa Ana nanti.
"Aku harap kau mengerti dengan alasan momy kenapa kita harus menunda dulu pernikahan ini. Paling tidak sampai kondisi Ara sedikit lebih baik. Nanti kami akan cari tahu lebih lanjut penyebab yang sebenarnya."
Derga mengangguk. "Iya, aku mengerti sayang. Aku paham sekali dengan apa yang terjadi keluarga kalian."
Kirana mengulas senyum. Ia senang jika Derga bisa memahami apa yang terjadi.
"Tapi aku meminta satu hal padamu," ucap Ana kemudian.
__ADS_1
"Apa?"
"Aku minta kau menutupi perihal waktu pengunduran pernikahan kita dari daddy aku. Kalau bisa dari orang tuamu juga. Nanti kita bisa mencari alasan agar mereka bisa mengerti tanpa harus menjelaskan yang sebenarnya."
Derga mengangguk setuju. Justru ia senang jika Kirana meminta untuk menyembunyikan hal itu dari orang tuanya. Dengan itu momy nya tidak akan menjadikan kesempatan ini untuk menjodohkannya dengan Jolly.
Sementara di kamar, momy Anika memberikan beberapa paper bag pada putri bungsunya, Kinara.
"Apa ini?" tanya Ara seraya menerima paper bag tersebut dari momy Anika.
"Tadi momy habis dari butik, sayang. Momy sengaja ke sana untuk membelikan pakaian itu untukmu. Momy ingin menunjukan jika momy tidak hanya sayang pada Kirana saja. Tapi momy juga sayang sekali padamu, nak."
"Kenapa, sayang? Tidak suka?" tanya momy Anika memastikan.
"Kasih sayang itu di berikan dengan tulus sehingga dapat di rasakan dengan tulus juga. Bukan harus di tunjukan hanya karena ingin di akui."
__ADS_1
"Lalu momy harus bagaimana, sayang? Bagaimana cara momy memberi tahu dirimu jika momy pun sayang tanpa pilih kasih."
"Seharusnya momy sadar jika perhatian yang momy berikan pada Kirana lebih besar di bandingkan perhatian untukku. Momy memberikan aku barang-barang ini, apa momy memberikannya untuk Kirana juga?"
Momy Anika mengangguk. "Tentu, sayang. Itulah mengapa momy tidak pernah membeda-bedakan kalian."
"Momy mengajak Kirana langsung ke tempat itu. Lalu apa aku di ajak?"
Pertanyaan Ara barusan membuat wanita itu seketika terdiam.
"Apa itu masih bisa di sebut tidak membeda-bedakan, mom?"
"Kinara, sayang. Tapi kan kau masih tidur. Momy-"
"Setidaknya bangunkan aku, mom. Paling tidak ajak. Mau ikut atau tidak, itu kembali lagi pada diriku. Aku tidak menginginkan barang-barang berharga seperti ini, aku hanya ingin kita menghabiskan waktu bersama sebagaimana momy dengan Kirana. Aku hanya ingin kedekatan antara seorang ibu dengan anaknya saja, mom. Tak apa kita pergi tanpa membeli apapun. Yang penting kebersamaannya."
__ADS_1
Apa yang di katakan oleh Ara barusan ada benarnya juga. Mungkin mulai detik ini momy Anika harus benar-benar meluangkan banyak waktu untuk Kinara. Sebab yang Ara butuhkan dirinya bukan hanya menjadi seorang ibu baginya, melainkan menjadi seorang teman, sahabat, dan seseorang yang bisa menjadi segalanya.
_Bersambung_