
PLAAKK ..
Sebuah tamparan yang di layangkan oleh momy Anika mendarat mulus di pipi Derga. Bagaimana tidak, ia sangat terluka mendengar cerita pria itu jika putrinya telah di nodai meski dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan walaupun Derga sudah menceritakan semuanya sedetail mungkin, tidak akan membuat luka di hatinya pudar sebagai seorang ibu. Terlebih, Derga juga menceritakan jika selama ini Ara mengalami taruma hebat setelahnya. Dan itu semakin membuat perasaan momy Anika semakin terluka, lantaran sebagai seorang ibu ia tidak begitu memperhatikan apa yang telah terjadi pada putrinya.
Suasana berubah menjadi hening. Hanya suara napas memburu yang berasal dari momy Anika yang terdengat akibat menahan emosi yang meluap-luap. Beruntung masih bisa mengendalikan diri.
Momy Anika menghampiri putrinya yang duduk menunduk. Kemudian ia duduk di samping gadis itu dan lekas memeluknya dengan sangat erat. Barulah Ara menumpahkan tangisnya di pelukan momy.
Momy Anika benar-benar menyesal kenapa tidak pernah tahu apa yang terjadi pada putrinya. Pantas saja Ara lebih senang menyendiri dan selalu meminta ruang untuk sendiri. Tak jarang juga Ara sering histeris. Rupanya ini yang di alami oleh putrinya. Seseorang yang telah merenggut dunia putrinya ini adalah calon menantunya dari Kirana.
Setelah puas menangis, momy Anika melepaskan pelukannya. Menangkup kedua pipi Ara dan menatapnya dalam. Menghapus air mata yang terus mengalir tanpa henti di pipi gadis itu.
"Kenapa, sayang? Kenapa tidak pernah menceritakan hal ini pada momy? Kenapa?" tanya momy Anika dengan suara bergetar.
__ADS_1
Ara masih kesulitan untuk bicara lantaran ia masih saja terisak. Ara berusaha mengatur napasnya yang sedikit memburu.
"Maaf .. Aku hanya takut semua orang akan membenciku. Terutama Kirana," ucap Ara di antara isak tangisnya.
Momy Anika menggeleng. "Jika kau jujur, momy tidak akan pernah membencimu."
"Maaf .." ucap Ara tak berani membalas tatapan momy Anika.
"No. Seharusnya momy yang minta maaf. Maaf jika apa yang kau alami ini penyebab utamanya adalah momy. Maaf jika momy lebih memperhatikan Kirana di banding dirimu. Asal kau tahu, sayang. Cinta momy padamu dan Kirana itu sama, sayang. Momy tidak pernah pilih kasih. Andai saat itu kau momy apa yang terjadi, mungkin momy akan menjadi orang pertama yang ada untukmu, nak. Di masa-masa terberatmu."
"Aku baik-baik saja, momy. Aku sudah bisa memaafkan Derga. Semua sudah selesai. Dan aku senang jika momy tidak membenciku. Tapi bagaimana dengan daddy dan Kirana? Apakah Daddy akan membenciku juga sama halnya dengan Kirana?"
Mendapat pertanyaan tersebut, pandangan momy Anika beralih pada Derga.
__ADS_1
"Daddy mungkin akan sama dengan momy. Dan akan di pastikan, daddy akan memberi hukuman atas kemarahan pada dia karena sudah merenggut dunia putrinya apapun alasannya."
Derga menundukan kepalanya. Ia akan terima apapun hukuman yang akan di berikan oleh tuan Brighta nantinya.
Seseorang datang dengan napas tersengal.
"Nyonya .. Nona Kirana, nyonya .." ujar seseorang itu yang merupakan pelayan di rumah.
Perhatian momy Anika, Ara dan Derga tertuju pada pelayan tersebut.
"Ada apa dengan Kirana?" tanya momy Anika dengan perasaan cemas dan panik.
"Dokter bilang jika nona Kirana harus segera di bawa ke rumah sakit sekarang."
__ADS_1
Mendengar itu perasaan momy Anika semakin tidak karuan. Baru saja mendengar jika putri bungsunya telah di nodai, sekarang ia harus menerima kenyataan jika putri sulungnya akan harus di bawa ke rumah sakit.
_Bersambung_