
Ana merasa jika Derga memang tengah menutupi sesuatu darinya. Tapi apa?
"Sayang, hubungan kita sudah berada di tahap serius. Sebentar lagi kita akan menikah. Jadi tolong jangan menyembunyikan apapun dariku. Aku ingin kau lebih terbuka lagi. Jangan menutupi apapun. Aku berhak tahu apa yang sedang kau tutupi dariku."
Derga menatap Kirana dengan kepala yang sibuk menyusun kata. Bagaimana caranya membuat Ana tidak berpikir yang macam-macam dan percaya akan perkataannya.
Ia raih buah tangan Ana lalu di genggamnya tangan itu dengan erat. Ia tatap kedua manik mata wanita itu cukup lekat.
"Sayang .. Kau yakin mau mengundur waktu pernikahan kita? Aku tidak mau jika pengunduran waktu pernikahan kita membuat aku harus melihat kesedihan di wajah momy-ku yang sudah tidak sabar ingin menimang cucunya."
Derga terpaksa memberi alasan bohong supaya Ana tidak lagi curiga padanya. Ia berharap Ana akan percaya dengan jawabannya barusan.
"Maaf, sayang. Aku terpaksa bohong," ucap Derga dalam hati.
Ana menunduk. Ia bingung apakah harus memberi tahu Derga alasan yang sebenarnya. Tapi ia khawatir pria itu tidak terima dengan alasannya yang di katai tidak masuk akal sampai mengorbankan waktu pernikahannya.
"Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Tapi aku berharap kau bisa mengerti."
__ADS_1
Derga mengangguk. "Iya, aku pasti akan berusaha untuk mengerti, sayang. Asal kau jujur kenapa pernikahan kita harus di tunda."
Kirana menarik napas dalam-dalam. Sebelum akhirnya ia mengatakan alasan kenapa ia mengundurkan pernikahannya.
"Sebenarnya ini permintaan momy."
Jawaban Ana membuat Derga mengerutkan keningnya. "Maksudnya?"
"Iya. Jadi tadi malam momy tiba-tiba membangunkan aku dan meminta aku untuk mengundurkan waktu pernikahan ini, sayang."
"Alasannya?"
Untuk beberapa saat mereka saling diam. Derga benar-benar tidak paham akan maksud Ana.
"Ara?"
Ana mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Sayang, tolong jangan membuatku gagal paham. Tolong katakan yang sejelasnya."
"Jadi beberapa bulan lalu sikap Ara terlihat aneh. Dia sering kali menyendiri. Dia yang selalu meminta ruang untuk sendiri. Ara tidak mau lagi berkumpul dengan keluarga. Dan kami selalu bertanya apa yang terjadi pada dirinya, dia selalu meyakinkan kami jika dia baik-baik saja. Padahal dia seringkali histeris. Sampai akhirnya dia terlihat membaik. Tapi di malam kau datang untuk melamarku, dia kembali histeris dan sampai sekarang sikapnya seperti waktu lalu."
Penjelasan Kirana membuat Derga merasa tertampar jika penyebab Ara demikian adalah atas perbuatan dirinya. Ternyata kejadian malam itu sangat berpengaruh besar pada hidup gadis itu dan ia tidak pernah tahu jika dampaknya seburuk itu. Dan ternyata Ara sehancur itu.
"Momy menyadari jika ada yang salah dari Ara. Oleh karena itu momy meminta aku untuk mengundurkan waktu pernikahan kita karena ingin fokus dulu pada kesembuhan Ara. Sebab momy berpikir jika Ara mengalami sesuatu yang membuat dia jadi seperti sekarang ini."
Derga jadi semakin merasa bersalah.
"Aku pernah dengar Ara mengatakan jika dia bertemu lagi dengan pria yang telah merenggut dunianya."
Kalimat Ana barusan membuat tubuh Derga seketika menegang dan degup jantung serasa terhenti.
"Itulah yang membuat aku dan momy semakin yakin jika Ara mengalami sesuatu yang membuat dirinya se trauma ini. Apalagi daddy sampai menyarankan agar Ara di bawa ke pakar psikologi. Itu semakin menguatkan keyakinan kita jika Ara ini memang tidak baik-baik saja."
Tidak pernah terbayangkan di hidup Derga jika ia telah membuat dunia seseorang hancur karenanya.
__ADS_1
_Bersambung_