PESONA CALON ADIK IPAR

PESONA CALON ADIK IPAR
Terbongkar


__ADS_3

Derga menghentikan mobilnya di depan gerbang tempat kediaman keluarga Brighta. Ia turun lebih dulu guna membukakan pintu samping untuk Ara.


"Terima kasih," ucap Ara.


"Iya."


Ara pun turun dari mobil tersebut dan sekarang mereka berdiri berhadapan.


"Aku rasa ini sudah selesai. Sekarang aku merasa sangat lega, karena tidak ada yang perlu aku takutkan lagi. Kau sudah berjanji untuk mencegah ketakutan aku tentang mami Olin agar tidak menyakiti aku."


"Ini belum selesai," sahut Derga.


Hal tersebut menciptakan kerutan dalam di kening Ara. "Apa maksudmu?"


Terdengar helaan napas berasal dari Derga.

__ADS_1


Perlahan tangan pria itu bergerak meraih kedua buah tangan Ara. Gadis itu kini merasa sedikit tegang.


"Aku merasa jika aku pria paling jahat di dunia ini. Apalagi setelah aku tahu jika apa yang terjadi di malam itu menciptakan luka dan trauma besar dalam hidupmu. Aku jahat sekali memintamu untuk melupakan sesuatu yang justru menghantuimu setiap saat. Aku memintanya untuk pura-pura tidak kenal jika suatu hari kita bertemu lagi. Dan pada akhirnya akupun membutuhkan bantuanmu. Pria macam apa aku ini?"


Ara berusaha mencerna baik-baik kalimat ucapan Derga.


"Aku tahu jika kata maaf saja tidak akan pernah bisa menebus kesalahan atas perbuatanku padamu. Ya, aku akui. Jika apa yang terjadi di antara kita merupakan sebuah ketidaksengajaan. Karena posisiku yang berada di alam bawah sadar, sekaligus jebakan wanita itu. Tapi sekarang aku sadar jika kau bukan hanya korban dari bisnis wanita itu, melainkan korban dari luapan masalahku. Dan sekarang, aku siap untuk bertanggung jawab atas apa yang pernah aku lakukan padamu."


Jantung Ara seketika berpacu lebih cepat di atas normal. Ia tidak paham apa yang pria itu maksud. Bertanggung jawab dalam bentuk apa? Entah kenapa, ia justru malah di buat takut. Tubuhnya kini panas dingin.


"A-apa, m-maksudmu?" tanya Ara gugup.


"Kinara, aku akan bertanggung jawab menikahimu. Dan aku akan membatalkan pernikahanku dengan kakakmu-Kirana."


Tidak hanya Ara saja yang terkejut dengan pernyataan Derga, seorang wanita yang baru saja datang pun ikut syok mendengarnya.

__ADS_1


Prakk ..


Suara benda yang terjatuh membuat Derga dan Ara menoleh. Iris mata Ara seketika melebar dua kali lipat mendapati Kirana yang tiba-tiba saja ada di belakangnya.


Benda yang terjatuh itu merupakan buku harian milik Ara. Gadis itu merasa sudah mengunci pintu kamarnya sebelum pergi. Lalu bagaimana cara Ana mendapatkan barang yang merupakan privasinya.


Kirana memupuk cairan putih bening yang siap terjun bebas kapan saja di pipinya. Rasanya sangat sakit mendengar pria yang sudah menjalani hubungan dengannya selama dua tahun mengatakan hal demikian pada wanita yang merupakan adiknya sendiri. Wanita mana yang tidak terluka?


"Bertanggung jawab? Menikahi? Membatalkan pernikahan? Apa ini maksudnya?" ucap Ana pelan menahan air mata yang sudah tak kuasa ingin keluar.


Ara cukup panik, namun Derga terlihat sangat santai dan tenang.


Pandangan mata Ana beralih pada Ara. Wanita itu menatap adiknya tajam dengan penuh kekecewaan.


Plaakk ..

__ADS_1


Sebuah tamparan Ana mendarat dengan mulus di pipi Ara hingga mengeluarkan setetes darah segar di sudut bibir gadis itu.


_Bersambung_


__ADS_2