
Alisha berjalan di depan rumahnya dengan wajah yang bingung melihat banyak tetangga berkerumun mengelilingi rumahnya dengan tatapan iba. Alisha berjalan membelah kerumunan . Lalu bertanya pada seorang ibu berbaju merah yang ada di tengah kerumunan itu juga.
"Ada apa ini bu? Ko ramai sekali.. "
"Pak David dan Ibu Ratih.. Ayah dan ibumu meninggal nak.. Mereka kecelakaan tadi.. " Ucap ibu berbaju merah tersebut.
"Apa? Daddy Mam... Mammi..? " Dengan tatapan yang masih bingung.
Lalu Alisha berlari menuju ruang tengah , sebuah ruangan yang ditempati oleh sang ibu . Kaki Alisha yang lemas tidak dapat menopang berat tubuhnya, ia pun terjatuh di depan jasad sang ibu dan ayahnya yang sudah terbujur kaku. Air mata terus membasahi pipi Alisha.
"Mamiii... Daddy.. Kenapa kalian pergi ninggalin aku.. Kalau kalian ngga ada.. Aku sama siapa..? Please bangun mam.. Dad.. Aku janji ngga akan nakal lagi.. Aku janji akan jadi anak yang baik untuk mami dan daddy.. Tapi please bangun mam.. Mamiiiiiiiii.... "
Teriak Alisha sambil bermimpi kedua orang tuanya Al yang mendengar teriakan Alisha dari ruangannya segera membangunkannya dari mimpinya.
"Shaa.. Alisha..!! " Teriak Al sambil memegang bahu dan pipi Alisha.
"Ehhh.. Emmm.. Mam.. " Spontan memeluk Al
"Ada apa Alisha? Suara kamu terdengar sampai ruangan saya, membuat saya kaget.. It's okay..semuanya akan baik-baik saja.. Kamu tenang ya.. " Ucap Al menenangkan Alisha
"Mami.. Saya mimpi mami dan daddy saya pak.. Maaf pak.. " Sambil melepaskan pelukannya dari Al
"Ini minum dulu.. " Sambil menyodorkan sebuah gelas berisi air putih.
"Sebenarnya mimpi yang seperti apa hingga membuat degup jantung kamu tak beraturan seperti ini.. Mungkin kamu bisa cerita pada saya.. " Dengan nada menenangkan Alisha
"Saya mimpi kejadian yang pernah saya alami tentang kepergian orang tua saya.. Sudah lama saya tidak memimpikan hal seperti ini.. Mungkin karena hari ini saya sangat merindukan mereka.. " dengan nada yang sedih dan sedikit syok , hingga Al menenangkan lagi Alisha dalam pelukannya.
"Tidak apa.. Mimpi itu bunga tidur.. Kamu bisa memimpikan apapun itu jika kamu sedang lelah.. Apa pekerjaan lembur ini membuatmu lelah? "
"Emm tidak pak.. saya minta maaf sudah lancang memeluk pak Al tadi,saya tidak sengaja.."
"It's okay saya paham dan mengerti perasaan kamu saat ini.. "
"Terima kasih pak.. oh iya sekarang pukul berapa pak? "
"Pukul 22.00 malam "
"Pantas saja semua orang sudah pulang.. "
"iya tadi kamu ketiduran.. "
"Duh.. saya malu.. saya benar benar minta maaf.. saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi pak.. saya janji.. " dengan wajah yang mulai memerah menahan rasa malunya.
"Saya harap kamu menepati janji kamu itu.. "
"Baik pak.. sekali lagi saya minta maaf.." sambil menundukan kepala nya.
__ADS_1
"Iya.. Ayo kita juga akan segera pulang.. Mari biar saya antarkan kamu pulang.. sekarang sudah malam..saya tidak bisa membiarkan wanita pulang sendirian di malam hari begini.. "
"Tidak perlu pak.. Saya bisa pulang sendiri.. Terima kasih banyak.. saya tidak ingin merepotkan bapak terus menerus.." Ucap Alisha sambil membereskan semua buku dan laptopnya.
"Saya sudah bilang kan.. Jangan menolak apapun yang saya perintahkan.. Apa kamu lupa? "
"Baik pak.. Sebelumnya terima kasih banyak.. "
Lalu mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai 1 . Namun, 2 langkah lagi menuju pintu lift, terdengar suara langkah kaki.
Degg!
"Apa itu.. Bapak denger ngga" Ucap Alisha kaget dan ketakutan.
"Sebentar.. Biar saya periksa dulu!! Kamu tunggu saja di sini.. "
Namun Alisha menggenggam tangan Al lalu menariknya untuk kembali ke depan pintu lift
"Ngga pak.. Jangan tinggalin saya.. Ngga perlu bapak periksa.. Nanti dibawah kan ada security.. Jadi biar dia yang periksa.. Please pak.. Saya mohon.. "
"Iya.. Ok.. Kamu tenang ya.. Tidak perlu takut.. Hari ini kan hari ke 14 kamu kerja di sini, saya tidak ingin kamu pingsan lagi seperti waktu kemarin.. "
"Makanya.. Ayok kita pulang saja pak.. Ayok.. Pintu liftnya sudah terbuka.. " Ucap Alisha yang masih menggenggam tangan Al.
Sesampainya di lantai 1 , Al langsung menyuruh security untuk memeriksa seluruh lantai untuk memastikan keamanan di perusahaan nya, setelah ia memastikan semuanya aman, ia pun segera ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Alisha yang masih nampak ketakutan sekaligus kelelahan pun akhirnya tertidur di mobil.
Al yang sesekali melihat ke arah Alisha yang sedang tidur pun mulai menemukan rasa yang berbeda yang tumbuh dalam dirinya. Al tersenyum seperti mengagumi kepribadian Alisha dan kerja keras Alisha yang ia tunjukan selama beberapa hari ini.
Al mulai peduli apapun tentang Alisha. Karena perhatian Alisha dan kepolosan Alisha membuatnya mulai mencairkan hatinya yang beku.
Al pun perlahan demi perlahan, sedikit demi sedikit ia mulai menyimpan harapan dan rasa cinta untuk Alisha.
Sesampainya di kossan Alisha, Al yang tidak tega untuk membangunkan Alisha akhirnya membangunkan Alisha dengan lembut.
"Shaa.. Kita sudah sampai dekat kossan kamu.. Mana kuncinya biar aku yang membukanya.. "
"Di tas saya.. Tolong pak Al ambil.. Saya ngantuk sekali.. " Yang lalu tertidur lagi.
Al pun mencarinya di tas Alisha namun ternyata tidak ada. Al pun bingung harus bagaimana karena tidak mungkin dia mendobrak pintunya karena itu akan membuat keributan bagi warga sekitar karena akan di sangka maling.
...****************...
Ting.. !! Ting.. !! Ting.. !!
Bunyi dering pesan beruntung dari ponsel Alisha.
"Aduhhh.. Siapa sih pagi gini yang ngirim pesan.. " Kata Alisha.
"Tunggu.. Dimana aku?.. Apa aku mimpi tidur di rumah mewah.. Oh ya mungkin aku mimpi.. Sebaiknya aku tidur lagi..!! " Mata Alisha pun terpejam lagi.
__ADS_1
"Hah?!! Aku dimanaaa? Ya ampun ini kamar siapa? Dan ini rumah siapa?!! " Kata Alisha yang baru sadar sambil berteriak.
Tok.. Tok..
"Kamu ada di kamar saya dan ada di rumah saya!! " Suara Al yang datang dari balik pintu.
"Pak Al? Ko bapa..!? "
"Iya saya.. Ini rumah saya dan ini kamar saya..kurang jelas? "
"Wait.. Kenapa saya bisa ada di rumah pak Al? Apa yang pak Al lakukan terhadap saya semalam ?!! jangan.. jangan.."
"jangan jangan apa hah?!! kamu fikir saya pria sebrengsek itu di mata kamu?! saya bukan pria seperti itu ya!!! " Kata Al dengan nada tegas.
"Yang saya ingat semalam saya kerja lembur terus saya pulang bersama pak Al menaiki mobil pak Al.. Sudah.. Tapi kenapa saya sekarang ada di sini pak? Tolong jelaskan!! "
"Baik.. Tapi tolong kamu tenang dulu.. Semalam saat kita tiba di kosan kamu, kamu menyuruh saya untuk mengambil kunci kosan kamu di dalam tas, lalu saya mencarinya tapi ternyata tidak ada, tadinya saya berfikir untuk mendobrak kosan kamu tapi itu tidak mungkin karena sudah malam dan akan membuat kegaduhan atau keributan bagi warga sekitar, akhirnya saya membawa kamu ke rumah saya untuk beristirahat.. "
"Terus.. Bapak.. Tidur.. Dimannna? "
"Tenang.. Saya tidur di kamar tamu.. Saya bukan orang yang seperti itu yaa.. Kamu jangan menuduh saya macam-macam kalau kamu tidak percaya liat buktinya di sini (sambil memberikan ponselnya) di dalam ponsel ini sudah terhubung dengan cctv, kamu bisa liat jam berapa saya memasukan kamu ke kamar ini dan jam keluar saya dari kamar ini.. Hanya berbeda 2 menit saja kan..? "
"Emmm iya pak.. Saya minta maaf.. Saya terus terusan merepotkan bapak.. Kalau begitu sekarang saya pulang dulu pak.."
"Merepotkan adalah kebiasaan kamu.. saya tau itu..!! " dengan suara berbisik dan memalingkan wajahnya.
"Pak Al ngomong apa? saya ngga denger..!! "
"Kamu mandi saja dulu.. Setelah itu pakai baju ini.. Anak buah saya sudah membelinya tadi.. Setelah itu kamu sarapan.. Pukul 08.00 kita akan siap siap untuk pergi selama 3 hari ke luar kota.. "
"Tapi saya belum membawa persiapan apapun pak.. "
"Doni.. Sopir saya sudah menyiapkannya di koper ini.. "
"Kita mau pergi kemana pak? " Tanya Alisha penasaran
"Kita akan ke Bali.. "
"Hah? Bali? Untuk apa pak? "
"Turuti saja perkataan saya.. Dan jangan membantah.. Kamu akan tahu nanti.. "
"Mmm..Tapi pak kan saya juga harus ada persiapan.. (sambil melihat mata Al yang sudah melotot menandakan Alisha harus menuruti kemauan nya) Baik pak Al.. " Kata Alisha dengan nada pasrah
Alisha pun segera bangun dari tempat tidur yang nyaman itu untuk mandi dengan wajah yang terpaksa dan menuruti apapun kemauan Al dan apa yang diperintahkan oleh Al.
Alisha yang masih heran dengan tingkah Al pun bertanya tanya tentang apa yang akan Al lakukan disana dan tugas apa yang akan Al perintahkan nanti padanya.
...****************...
Bersambung..
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya di Bali ya bersama Al dan Alisha
Thankyou 🙏