
Jam baru menunjukan pukul 7 pagi namun Cello sudah tiba di kantor , saat suasana kantor masih sepi seorang staf kantor bernama Luna datang ke ruangan Cello , Cello yang baru saja duduk di kursi tahtanya sedikit heran, karena Laura berpakaian begitu seksi ia memakai blouse yang begitu rendah di belahan dadanya, juga rok yang sangat mini membuat siapapun ingin meny*d*knya.
Tok tok tok!
Luna datang ke ruangan Cello sambil membawa secangkir kopi Americano hangat untuk Cello. Ia memang salah satu wanita yang menginginkan Cello, ia selalu bisa menggoda Cello bahkan saat ia tau kalau Megan tunangan bosnya. Selama Cello masih memberinya celah, Luna pasti mengambil kesempatan itu, ia selalu tau waktu yang pas untuk mendekati Cello. Seperti saat ini, tampaknya Cello sedang sendiri di ruangannya, membuatnya berkesempatan untuk mendekati Cello lagi meski hanya untuk memuaskan hasrat bosnya yang terkenal dengan rumor negatifnya.
"Masuk! " Jawab Cello sambil menyalakan laptopnya.
"Permisi Pak Cello.. Emm ini saya bawakan coffee americano khusus untuk pak Cello, masih hangat, semoga pak Cello suka yaa.. "
"Simpan saja di meja , terima kasih Luna! " Jawabnya masih sambil menatap layar laptopnya membuat Luna sedikit kesal.
Luna pun berjalan memutar ke arah Cello lalu duduk di pangkuannya, lalu ia ******* bibir Cello dengan ekspresi yang penuh gairah, sambil meraba remot yang ada di meja kerja Cello lalu memencet nya.
Klek!
Jendela dan pintu otomatis terkunci oleh remot tadi.
"Aku sudah mengunci semuanya sayang.. " Ucapnya lembut sambil mencium tekuk leher Cello lalu perlahan membuka kancing blouse nya hingga memperlihatkan kedua buah dadanya yang begitu menggoda.
Mereka pun saling berciuman, menyesap, dan ******* satu sama lain, tangan Luna mengarahkan tangan Cello tepat di atas kedua bukit kembarnya yang begitu menggoda untuk meremas nya, membuat Cello lebih tertantang.
"Aghhhh"
"Emmhhh"
"Aashhhh"
Luna sengaja mendesah di hadapan telinga Cello, tangannya tak tinggal diam dia mengurut milik Cello di bawah sana.
"Sudah lama ashhh, kita tak bercinta sayang, aku ingin kita bercinta lebih lama dari Emmhhh yang biasanya sayang, aku sangat sangat merindukan dirimu.. "
"Asal kau bisa memuaskan aku lebih dari yang biasanya sayang.. "
"Tentu saja sayang itu pasti, goyanganku lebih hebat dari pada tunangan manjamu itu.. " Godanya sambil tersenyum kecil.
Kini tangan Cello mengangkat rok mini Luna lalu memainkan jarinya di bawah sana dengan leluasa karena Luna sudah melepas cd nya sebelum ia masuk ke dalam ruangan Cello.
"Kau begitu niat sampai cd mu kau lepas dulu sayang.. "
"Agar kau bisa langsung memasukinya sayang.. Asshhh " Godanya lagi sambil membenamkan wajah Cello di dadanya.
Mereka terus melakukan pergumulan panas mereka hingga waktu makan siang tiba.
"Sudah waktunya makan siang sayang, aku sangat lelah karena permainan mu sangat kasar namun mengagumkan membuatku ingin terus menikmatinya sayang.. "
"Kau tau kalau aku memang jagonya kan.. " Cello terkekeh memuji dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah keluar delapan kali namun kau hanya dua kali, kau sungguh perk*s* sayang, tak sia sia aku memberinya dengan suka rela " Luna merapikan pakaiannya bersama sama dengan Cello.
Setelah selesai Luna pun mencium Cello lalu keluar dari ruangan itu.
***
POV Alisha
Hari ini hari kepulangan Alisha dari rumah sakit setelah satu bulan ia di rawat di sana, lukanya kini sudah membaik bahkan traumanya juga sudah mulai hilang.
Ia di jemput oleh El dan Gress, El begitu senang karena Alisha sudah bisa pulang ke rumah, ia begitu merindukan suasana itu.
"Yee, akhirnya hari ini Alisha bisa pulang deh!! Ga betah lama lama di sini kak " Serunya
"Haha yaiyalah siapa juga yang betah lama lama di rumah sakit syaa , oh iya sekarang kamu pulang ke rumah kaka ya ! Sekarang kakak udah beli rumah di Jakarta, ya emang kecil sih, tapi lumayan untuk kita berdua sebelum kakak menikah sama Gress hehe , jadi kamu ga perlu kost lagi! " Ucapnya sambil mengemasi semua barang Alisha
"Hemm iya deh yang udah ngebet pengen nikah.. Hemm Iyaa ka, makasih ya ka! "
"Kak Gress mana ka? " Tanyanya lagi
"Baru di tinggal bentar aja udah kangen, lagi ngurusin administrasi dulu bentar! "
"Hehe emm Kak, maaf ya kalau Alisha ngerepotin kakak terus.. " Ucapnya sambil menundukkan kepala membuat El diam lalu membalikan badannya berjalan ke arah Alisha yang masih duduk di atas ranjang.
"Ko kamu ngomong gitu sih, ngga sama sekali ko, ini kan emang udah tugas kakak buat terus jagain kamu, jadi pleaseee kamu jangan bilang gitu lagi ya, nanti daddy marahin kakak dari atas sana loh! " Ucapnya sambil mencolek hidung Alisha membuat Alisha tersenyum
"Iya deh, kakak pastiin, apa yang kamu mau kakak kabulkan.. Hehe " Guraunya sambil tertawa
"Haha kaya om jin aja.. " Mereka pun tertawa bersama sama sampai akhirnya Gress datang.
"Ada apa nih, kok aku ngga di ajak.. Hayo pada ngomongin aku ya hehe " Serunya sambil membawa kursi roda untuk Alisha.
"Hehe ngga ko, gimana kak udah beres? Aku pengen cepet pulang nih " Racaunya gemas
"Udah semua, go kita pulang, kamu pulangnya mau beli makan apa Shaa, ntar biar kita mampir dulu! " Jawabnya exited
"Emm apa ya, kayanya aku pengen bakso deh kak.. "
"Siaappp tuan putri, nanti kita mampir dulu makan bakso deh.. "
"Ciyee yang udah mulai akrab nih, kak El nya malah terabaikan.. " Goda nya
"Haha apaan ihh kak El mah, udah ah ayo kita pulang "
"Becanda doang ya ampun Syaa, sini kakak gendong, buat sementara kamu pake kursi roda dulu yaa, sampe luka di kaki kamu sembuh total "
"Okey siap komandan! " Goda nya sambil menirukan polisi yang sedang memberi hormat .
__ADS_1
"Haha.. " El tersenyum kecil
El menggendong Alisha ke kursi roda yang baru saja di bawa Gress, lalu mereka berjalan keluar meninggalkan ruangan itu.
Sepanjang koridor rumah sakit mereka terus bercerita hal hal yang konyol untuk menghibur Alisha. Tiba tiba saat di ujung koridor mereka bertiga bertemu Al yang berjalan seorang diri, membuat El emosinya kembali membara. Ia langsung menghadang El yang akan menghampiri Alisha.
"Alisha, aku perlu bicara "
"Al, mau apa lagi lo ke sini " Ucap Alisha
"Berani beraninya lo datang ke hadapan gue setelah apa yang udah lo lakuin sama Alisha!"
"El pleaseee gue minta maaf! Alisha please maafin aku! "
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi! " Jawab El dengan tegas
"Al gue ga sanggup , pleaseee tinggalin gue, semuanya udah berakhir! Denger lo hamilin Laras aja hati gue udah patah, apalagi setelah gue tau kebenarannya,lo yang udah bikin gue dan kak El jadi yatim piatu,hati gue udah hancur Al"
"Ngga Syaa pleaseee kamu perlu tau yang sebenarnya juga Sya , aku benar-benar mencintai kamu ,ngga semua yang kamu fikir itu bener syaa! Please kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya syaa" Al coba menjelaskan.
Alisha mengabaikannya "Ayo kak kita pulang! "
"Ayo syaa ,pergi sana,jangan ganggu adikku lagi!" Jawab El dengan tegas
"El gue mohon, ijinin gue sekali aja ngomong sama Alisha!! "
"Ayoo ka kita pergi, please Al gue belum sanggup buat liat muka lo apalagi untuk bicara sama lo! " Tegasnya sambil mengalihkan pandangannya dari Al.
"Syaa aku mohon, aku perlu ngejelasin .. Apa setelah semua yang jalanin selama ini, kamu gitu aja move on dari aku syaa "
"Lo udah denger kan, kalo adek gue udah ngga mau sama lo! Lo udah kecewain dia, dan itu ngga bisa gue terima! " Ucapnya lalu pergi meninggalkan Al.
"Syaa, please dengerin hati kamu syaa, aku tau hati kamu bener bener mencintai aku dengan tulus! "
" Alisha.. "
"Syaa dengerin gue dulu syaa.. Gue minta maaf syaa, gue ngga maksud bikin lo kecewa syaa.. " Teriak Al, namun Alisha mengabaikannya sampai akhirnya suara itu tak terdengar lagi, mereka pun masuk ke dalam mobil. Lalu El pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu menuju rumah barunya.
Sepanjang perjalanan Alisha terlihat murung, wajahnya begitu sedih, membuat El tak tega melihatnya, ia bingung apa yang harus ia lakukan, apa caranya sudah benar untuk menjauhkan Alisha dari Al? Meski sebenarnya El tau kalau tidak semudah itu bagi Alisha melupakan Al. Namun El sudah terlanjur dendam pada Al, karena ia berani menyakiti adik kesayangannya. Meski menurutnya ini sudah cara terbaik yang ia lakukan namun belum tentu baik bagi Alisha.
"Syaa kakak minta maaf, kakak harus lakuin semua ini.. " Gumam El dalam hatinya.
Alisha masih memikirkan kejadian tadi sambil melihat ke arah kaca mobil "Kenapa sih Al, kenapa harus lo yang bunuh orang tua gue? Kenapa harus lo Al? Di saat kita udah bener bener saling mengenal dan lo malah khianati gue Al, sakit Al!! Kenapa nasib buruk selalu Nimpa gue .. Apa gue selalu di takdirkan untuk bernasib sial " Ucapnya sambil sesekali mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
El dan Gress hanya bisa melihat Alisha dari kaca spion. Mereka tidak mau membuat Alisha lebih sedih lagi dengan mengajaknya berbicara. El ingin Alisha menenangkan diriny dulu sejenak, mungkin dengan menangis setidaknya ia bisa meluapkan emosinya saat ini.
"Kasihan Alisha, dia begitu tulus mencintai Al tapi semua itu di balas penghianatan oleh kekasihnya sendiri! " Gumam Gress dalam hatinya.
__ADS_1