
3 hari menuju ulang tahun Al.
Pukul 07.00
"Brakk"
Alisha terjatuh ketika Al membuka pintu kamarnya.
"Alisha?!! "
"Pagi pak Al.. Maaf saya menunggu bapa di depan sini tadinya saya mau ketok pintu eh malah kebeneran bapa juga buka pintu jadi saya jatuh deh.. Hehe.. "
"Ngapain kamu pagi pagi udah disini Alisha? "
"Ponsel saya kan hilang jadi saya pikir dari pada nanti pak Al nunggu saya lebih baik saya nunggu pak Al gitu.. "
"Oh iya.. Tunggu sebentar.. " Lalu Al pun masuk kembali ke kamar hotelnya dan mengambil sesuatu di mejanya.
"Iya pak.. "
"Ini untuk kamu!! " Sambil memberikan sebuah kotak ponsel yang masih di segel pada Alisha.
"Apa ini pak? " Tanya Alisha heran
"Handphone! Untuk kamu , biar saya gampang menghubungi kamu!!"
"Duhh saya gabisa nerima ini.. Apalagi handphone ini terlalu mahal harganya dan saya juga tidak mampu membayarnya pak.." Sambil memberikan kembali kotak ponsel tersebut kepada Al.
"Ambil.. Ini untuk kamu.. Kalau kamu ngga mau ada utang ke saya.. Anggap aja pas nanti kamu gajian.. Saya potong gaji kamu untuk bayar ini!! " Sambil tersenyum
"Tapi harga ponsel ini lebih mahal dari pada gaji saya magang di perusahaan bapa.. Jadi saya ngga bisa terima ini pak.."
"Kalau gitu terima aja .. Kamu bisa membayarnya lain kali.. Jangan bilang No!! "
"Emmm... Tapi pak.. Saya bingung cara untuk membayar handphone yang mahal ini.."
"Emm saya ada ide.. Kamu magang di Adinata kan tidak lama lagi, hanya beberapa hari lagi, nanti saya punya beberapa permintaan dan kamu harus mengabulkannya.. "
"Maksud pak Al.. Maaf saya tidak mengerti apa yang pak Al maksud.. Kan saya bukan ibu peri,mana mungkin bisa mengabulkan apa yang pak Al inginkan, dan saya yakin yang pak Al inginkan tidak bisa saya wujudkan.." Dengan nada bergurau sambil tersenyum pada Al.
"Issshhh saya serius Alisha.. Sudahlah.. Nanti saya pikirkan apa permintaan saya dan kamu harus menurutinya.. " Kata Al
"Kamu memang bukan ibu peri tapi kamu bidadari yang Tuhan kirim untuk saya.. " Ucap Al dalam hatinya.
"Tapi jangan aneh aneh ya pakk.. " Ujar Alisha yang masih sedikit bingung dengan permintaan Al.
"Ngga ko.. Tenang aja.. Tapi kamu harus nurutin permintaan saya.. Gimana? "
"Ya ok.. Selama itu ngga ada yang aneh dan ngga macem-macem.. "
"Iya tenang aja.. "
"Jadi kapan kita berangkat ke proyek? "
"Ayo kita ke proyek sekarang.. " Sambil melengos pergi
Lalu mereka pun pergi dan berjalan menuju Lift.
***
__ADS_1
"Berhubung Steve sudah pulang ke Jakarta jadi kamu meneruskan proyek ini bersama saya.. Saya harap kamu tidak keberatan Alisha.. " Kata Al sambil berjalan menuju lokasi proyek.
"Untuk apa saya keberatan.. Kan saya memang sekertaris pak Al bukan sekertaris pak Steve.. Maaf jika kemarin saya sempat marah dan tidak ingin bekerja bersama pak Al.. Itu hanya emosi sesaat saya.. Saya minta maaf pak Al! "
"Saya yang seharusnya minta maaf.. Saya sudah menyadari kesalahan saya.. Kamu tidak perlu minta maaf.. Kamu tidak salah.. Steve sudah menjelaskan setiap hal dan akhirnya saya pun menyadari kesalahan saya.. Saya juga mendapat kabar dari beberapa klien.. Mereka memuji hasil kerjamu.. Mereka bilang hasil kerjamu bagus.. Kamu sangat teliti dalam mengerjakan tugas yang saya berikan.. "
"Bapa serius? "
"Iya saya serius Alisha!! Dalam urusan pekerjaan saya tidak pernah bercanda.."
"Ya ampun terima kasih banyak pak.. Saya akan bekerja semaksimal mungkin agar saya tidak mengecewakan pak Al!! "
"Tapi sayangnya tidak lama lagi kamu akan selesai magang di perusahaan Adinata.. "
"Iya sih.. Sekitar 5 hari lagi saya bekerja bersama pak Al.. Ngga kerasa ya.. Akhirnya hampir selesai juga tugas magang saya dan setelah itu saya bisa menyelesaikan kuliah saya.. "
"Apa kamu senang bisa berpisah dengan saya? "
"Kok bapa nanya gitu? "
"Ya keliatan dari wajah kamu.. Begitu gembira akan berpisah dengan saya.. "
"Ngga ko.. Mana mungkin saya senang berpisah dengan CEO tampan seperti pak Al.. "
"Ya ampun dia bilang gue tampan dong.. Haha mimpi apa gue.. Jangan jangan dia juga naksir sama gue.. " Ucap Al dalam hatinya gembira.
"Pak!! Pak Al!! Kok malah bengong gitu sih.. Emang saya salah ngomong ya? Duh saya minta maaf pak Al.." Kata Alisha heran.
"Ngga.. Ngga.. Ngga ada yang salah.. Cuman .. Kamu serius barusan bilang saya tampan?! "
"Lah.. Emang saya akui bapa itu tampan.. Setiap kita jalan ke tempat ramai aja semua wanita melirik pak Al.. Begitu mempesona nya pak Al di mata banyak wanita.. Emang pak Al ngga ngerasa? "
"Ya saya tau kalau saya memang tampan.. Saya tidak memungkiri itu.. "
"Apa Shaa? Saya ga denger.. "
"Emmm.. Ngga pak.. Hehe.. "
"Boleh saya tau ngga.. Warna kesukaan kamu apa.. Terus.. Apa yang kamu suka gitu.. Ya saya pengen tau aja!! "
"Dulu saat orang tua saya masih ada , saya sangat suka warna hijau,. Menurut saya hijau itu sangat indah.. Namun setelah orang tua saya meninggal saya benci warna itu karena baju terakhir saat kecelakaan yang mami dan daddy saya pakai warna itu.. Sekarang saya lebih suka warna merah dan hitam sama seperti kak El.. "
"Begitu berharganya ya kak El dimata kamu? "
"Tentu.. Kalau kak El ngga ada mungkin kita ngga bisa ketemu sekarang, karena aku pasti akan putus asa saat itu juga.. "
"Kak El pasti bangga punya adik sepintar dan sehebat kamu.. Wanita yang pintar.. Mandiri.. Kuat.. Tahan banting dengan hinaan dan caci maki orang lain.. Kalau aku ada di posisi kamu.. Mungkin aku tidak akan sekuat itu.. "
"Ah pak Al.. Jangan seperti itu.. Pak Al juga hebat ko.. Saya sendiri salut dengan pak Al karena pak Al bisa melewati trauma yang pak Al alami saat kecil.. Hanya saja mungkin saya tidak seberuntung pak Al yang masih memiliki seorang kakek dan seorang ibu yang kaya raya dan sangat menyayangi pak Al.. Tapi setidaknya saya saya bersyukur karena memiliki seorang kakak yang hebat.. Kuat.. Selalu menjaga dan melindungi adiknya.. Meskipun saat ini kami berjauhan.. Tapi kak El selalu menghubungi saya.. Selalu menanyakan kabar saya.. Keadaan saya.. Menurut saya itu melebihi apapun.. "
"Yah.. Kamu memang benar.. Oh iya setelah ponsel kamu hilang.. Bagaimana kamu menghubungi kakak kamu.. ? "
"Emmm... Hanya via instagram saja.. Untungnya saya memiliki laptop meskipun itu laptop jadul bekas kak El.. Hhe"
"Tapi kan sekarang kamu sudah memiliki ponsel baru jadi kamu bisa menghubungi kak El lewat ponsel baru yang saya beli tadi.. "
"Iya pak.. Terima kasih banyak ya.. Pak Al begitu baik terhadap saya.. "
"Sama-sama Alisha.. Mau berapa kali lagi kamu bilang terima kasih kepada saya? " Tanya Al sambil tersenyum
__ADS_1
"Ah bapak ini bisa aja.. Maaf pak soalnya saya sangat gembira sekali sampai tidak sadar kalau saya terus terusan bilang makasih ke pak Al.. "
"Iya.. Iya.. Saya mengerti.. So.. Udah ya.. Ngga usah bilang terima kasih lagi.. "
Selama perjalanan menuju proyek mereka terus berbincang sampai di waktu makan siang pun, mereka terus saja bercanda gurau, hati Alisha kini kian melunak, begitu pun dengan Al yang terus menerus mengambil hati Alisha.
Hingga saat pulang pun tiba. Mereka berdua langsung memasuki mobil, Al pun langsung menyalakan mesin mobilnya , mereka pun melaju.
Selama perjalanan Alisha dan Al terus saja mengobrol tak henti hentinya, seolah olah sudah sangat akrab sekali.
"Hari ini saya fikir pak Al berbeda dari biasanya.. Pak Al begitu banyak senyum dan bercanda.. Apa hati pak Al begitu bahagia saat ini?hehe.." Tanya Alisha dengan nada bercanda
"Haha iya.. Saya sangat bahagia.. Saya menyukai seorang wanita namun hati wanita itu sangat keras hingga tidak seorang pun yang berhasil mendapatkan hatinya.. Tapi saya selalu berusaha untuk mendapatkan hatinya.. "
"Oh ya? Lalu..? Apa dia menolak pak Al? " Tanya Alisha lagi penasaran
"Hmm.. Tidak.. Tidak.. Saya belum menyatakan perasaan saya padanya.. "
"Kenapa?" Tanya Alisha penasaran.
"Saya fikir itu butuh proses.. Bukankah setiap tujuan memiliki proses.. " Ucap Al penuh teka teki
"Hmm.. Ya.. Saya hanya berharap semoga tujuan pak Al sukses yaa.. "
"Yahh.. Terimakasih Alisha.. Oh iya kemarin kakek saya datang ke hotel.. Dan dia menanyakan dirimu.."
"Oh ya..?! Saya fikir karena saya bekerja magang jadi tidak penting.. " Belum selesai Alisha menjawab, Al langsung menimpali perkataannya.
"Tidak.. Tidak.. Bukan seperti itu.. Saya fikir perkataan mami membuat kamu merasa tersinggung ya.. " Tanya Al
"Tidak pak.. Karena saya fikir apa yang ibu Mawar katakan itu memang benar.. "
"Ngga.. Itu salah.. Saya memiliki alasan, kenapa saya belum menceritakan soal kamu ke mami saat itu.. Karena mami di luar negeri dan sangat sibuk.. Jadi saya berfikir untuk menceritakannya saat kami bertemu saja gitu, saya sendiri tidak tahu jika reaksi mami akan seperti itu terhadapmu.. Saya minta maaf ya Alisha.. Saya harap omongan mami jangan kamu masukan dalam hati.. Mami memang selalu memandang orang sebelah mata tapi sebenernya hati mami baik kok.. " Dengan nada meyakinkan Alisha.
"Iya pak.. Saya tahu.. Mungkin saya saja yang sedang sensitif jadi memasukannya dalam hati.. Maklum mungkin karena pertama kali bertemu.."
"Iya Shaaa.. Kamu mau maafin mami saya kan? "
"Iya pak Al.. Ngga mungkin ngga saya maafin dong.. Dia kan ibunya pak Al dan pak Al boss saya.. Kalau saya ngga maafin nanti gaji pertama saya ngga turun dong.. Wkwk.. Hehe.. " Kata Alisha dengan nada meledek.
"Ahh kamu bisa aja.. Kamu ngeledek saya ya.. Kamu tau kalau saya marah seperti apa kan.. " Kata Al sambil tersenyum.
"Hehe.. Ih ngga ngeledek ko.. Mana mungkin saya berani meledek pak Al.. Hehe.. " Ucap Alisha sambil tertawa.
"Haha.. Sudah.. Sudah.. Saya mau bicara serius Alisha.. 3 hari lagi saya ulang tahun dan kakek ingin saya memperkenalkan pacar saya kepada kakek saya.. Tapi kamu tahu sendiri kan kalau saya belum punya pacar sampai saat ini.. Jadi saya pengen bawa kamu aja ke acara itu... "
"Bentar.. Saya? Apa saya ngga salah denger pak Al? "
"Engga Alisha.. Please... Bantuin saya ya.. "
"Tapi pak Al.. Saya malu.. Keluarga pak Al kan keluarga terhormat.. Sedangkan saya hanya wanita miskin dengan status mahasiswi, itu pun dengan jalur beasiswa.. "
"Ssssttttt... Udah jangan kamu fikirkan.. Dimata saya kamu itu spesial.. Dan wajah kamu juga tidak menunjukkan kamu gadis miskin seperti yang barusan kamu bilang.. " Ucap Al sambil menggenggam tangan Alisha.
"Tapi pak Al.. Saya juga tidak punya baju bagus untuk ke acara tersebut.. "
"Semuanya biar saya yang atur.. Kamu tidak perlu khawatir.. Anggap saja ini permintaan pertama saya, kan tadi kamu yang bilang ingin membayar ponsel yang saya belikan, berarti kamu tidak ingin punya utang terhadap saya kan, saya hanya minta 7 permintaan dan ponsel itu utuh milik kamu, dan gaji kamu pun utuh, saya tidak akan memotongnya sepeser pun, bagaimana? "
"Baiklah.. Saya setuju.. Apa yang harus saya lakukan pak? Yang penting bagi saya, saya tidak memiliki hutang kepada pak Al.. saya akan melakukan apapun demi melunasinya.." Ucap Alisha berjanji
__ADS_1
"Ok ,kalau begitu.. Kamu hanya berpura-pura menjadi pacar saya, dan akan saya kenalkan kepada mami dan opa saya, soal sepatu, baju, tas, make up, itu semua biar asisten saya yang urus, kamu hanya perlu ikuti apa yang mereka perintah saja.. Bagaimana?Kamu pasti akan terkejut dengan hasil kerja asisten saya.."
"Ok.. Saya setuju!! Saya ikuti apa yang pak Al inginkan.."Ucap Alisha sambil tersenyum pada Al.