Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 16 Pesta Ulang Tahun Al


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu akhirnya tiba, ibunya Al yang sangat kaya raya itu sudah menyewa sebuah hotel bintang lima di Bali dengan mengundang beberapa puluh orang saja yakni keluarga dan rekan rekan bisnisnya, meskipun menurut Al ini pesta yang sederhana namun menurut orang di kalangan menengah ini adalah sebuah pesta yang sangat megah, dekor berwarna biru dan perak yang menghiasi setiap sudut ruangan , membuat ruangan tersebut terlihat sangat mewah .


"Kepada para hadirin para tamu undangan yang terhormat.. Di mohon untuk perhatiannya karena akan saya panggilkan seseorang yang sangat spesial dan terkenal di kota Jakarta ini, ialah CEO muda yang tampan juga gagah dan terkenal juga pewaris tahta perusahaan besar di Jakarta yaitu Adinata Group , cucu pewaris tahta satu satunya dari pak Tonny Alvonso Adinata sang komisaris di perusahaan Adinata Group dan anak dari ibu Mawar Jelita Adinata, siapa lagi kalau bukan Albert Michael Adinata yang hari ini genap berusia 28 tahun.. Mari kita bertepuk tangan!!" Ucap sang MC kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam pesta tersebut.


Al yang berjalan menuruni anak tangga dengan jas pesta berwarna hitam dengan pariasi merah di pinggirnya terlihat semakin tampan dan gagah , di sambut riuh tepuk tangan dari semua tamu undangan, namun matanya tertuju pada seorang gadis yang baru saja tiba dan berjalan menuju pesta yang ternyata gadis tersebut adalah Alisha yang baru saja datang.


"Alisha cantik banget, gue sampe pangling.. Mata gue ngga bisa berpaling dari lo Shaa.. Sumpah dia cantik banget.. Apalagi pake gaun warna merah dengan mahkota yang menghiasi rambutnya yang panjang , dengan wajah yang setengah bule, rasanya pengen banget gue nembak dia hari ini.. Rasanya pengen gue bisikin ke telinganya "ngga ada yang menandingi kecantikan lo di sini Shaa.. " Ucap Al dalam hatinya.


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan untuk hadir di acara pesta ulang tahun saya yang begitu sederhana ini, dan terimakasih juga kepada kakek tercinta saya yakni opa Tonny Alvonso yang selalu mendukung saya selama ini, menyayangi saya dan senantiasa selalu menuruti apapun keinginan saya dan menjaga saya semenjak papa saya tiada, i love you opa, Al berharap opa selalu sehat, panjang umur, selalu ada untuk Al, terima kasih opa .. " Kata Al sambil memeluk kakeknya.


"Dia adalah cucuku satu satunya , CEO yang tampan ini adalah semangat hidupku.. Opa selalu berdoa agar kau bahagia dan kelak memiliki keluarga yang selalu mencintaimu nak.. " Ucap sang opa yang tersenyum lebar dengan bangga membalas pelukan cucunya dan mengelus punggung cucunya itu.


Suasana pun berubah menjadi haru.


"Oh iya aku juga tidak lupa pada ibuku yang cantik ini, ibu yang telah mengurusku dari kecil semenjak papaku tiada , aku tidak memiliki banyak kata kata untuk ibuku yang terpenting untukku adalah kebahagiaan ibuku dan opaku, mam.. Thanks for everything.. Aku ngga bisa balas segala apapun yang mami lakukan untukku dan setiap waktu yang mami berikan, i love you mam.. " Sambil memeluk dan mencium pipi sang ibunda dan begitu pun sebaliknya.


"Terimakasih sayang honey.. Mami bangga punya anak lelaki hebat seperti kamu Al, kini kamu mirip seperti ayahmu.. Jika ia masih ada, pasti akan bangga juga sama seperti mami bangga kepada mu nak, waktu tidak terasa ya nak, kini usia mu sudah 28 tahun, mami berharap apapun yang kamu inginkan dan kamu impikan akan terwujud.. Karena mami selalu berharap yang terbaik untukmu.. Anak kesayangan mami.. " Sambil mencium sekali lagi pipinya Al diikuti riuh tepuk tangan lagi dari para tamu undangan.


"Oh iya.. Saya memiliki pengumuman penting, sebelumnya ini untuk pertama kalinya aku ngenalin gadis ini ke keluargaku dan para undangan yang hadir saat ini, dia adalah kekasih hati aku yang semoga saja akan jadi calon istri juga, inilah gadis cantik yang sudah mengambil hati saya, ialah Alisha Steel Elmanico .." Ucap Al dengan lantangnya.


Alisha pun langsung berjalan menghampiri Al dengan malu malu dan wajah yang sedikit memerah karena tidak menyangka Al akan membuat pengumuman seperti itu, semua mata terpana menatap kecantikan Alisha dengan gaun warna merah dan sepatu kaca yang berkilauan dengan warna rambut coklat dan dengan wajah yang setengah bule , persis seperti cinderela dalam kisah dongeng namun dengan wajah yang setengah bule.


"Siapa gadis bule itu? Se kaya apa dia sampai bisa mendapatkan CEO Adinata?! " Ucap seorang tamu.


"Iya.. Siapa gadis itu, emang sih cantik tapi bagaimana cara dia mampu memikat hati CEO muda itu?! Bukankah cucu pak Tonny itu terkenal dengan CEO yang berhati dingin dan sulit untuk di dapatkan" Ucap yang lainnya dengan nada iri.


"Iya betul.. Begitu banyak wanita cantik yang mendekatinya tapi gadis itu yang mendapatkannya, memangnya siapa dia? Dari keluarga mana gadis itu? Apa dia kaya? " Timpal yang lainnya.


"Ini adalah Alisha gadis keturunan Indo Italia ini adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama, caranya berbicara, sopan santunya, tatapan matanya.. Ia sungguh sempurna.. " Kata Al dengan senyum bahagia dan bangga, sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Alisha, seolah tak ingin Alisha pergi kemana pun.


"Alisha?!!! " Ucap Steve yang setengah shock.


"Sial!!! Mereka beneran jadian!!! Ancur hati gue Sha!! Kenapa lo ngga bisa liat gue, cinta gue Shaa!!" Kata Steve lagi dengan muka yang sudah merah menahan amarahnya, lalu Steve pun pergi meninggalkan pesta tersebut, seolah tak ingin melihat kebersamaan yang Al dan Alisha pertontonkan dihadapan semua orang.


Lalu Steve pun mengambil sebotol alkohol di meja, lalu pergi.


"Oh ya.. Untuk semua yang sudah hadir mari kita nikmati pestanya.. Silahkan nikmati makanan dan minuman yang sudah kami sediakan.. " Ucap Mc .


Acara pun begitu meriah, semua tamu undangan merasa senang, meskipun mereka membicarakan Alisha dalam pesta tersebut. Alisha yang mendengar pun merasa sedikit sakit hati namun mau bagaimana lagi karena ini sudah menjadi resikonya, ia tahu kalau ini akan terjadi itu sebabnya ia mencoba untuk tidak menghiraukannya.


Al pun memotong kue dan menyuapi Alisha dengan mesranya, lalu membawakan minuman untuk Alisha. Di dalam pesta itu ada seorang gadis yang cintanya ditolak oleh Al 6 bulan lalu, gadis itu adalah anak dari rekan bisnis sang kakek, namanya Larasati Veronika yang biasa dipanggil Laras ia adalah gadis lulusan universitas di Amerika dengan wajah yang cantik juga, kulit yang putih dengan tinggi 157 cm namun sifatnya agak pemarah dan agak sombong,jika permintaannya tidak dituruti maka ia akan marah-marah dan melakukan segala hal untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, ia sendiri adalah anak tunggal dari pak Surya Wijaya yang juga rekan bisnis di perusahaan Adinata Group sejak lama.


Namun sebulan setelah cintanya ditolak oleh Al ia pun pergi ke Amerika dan baru kembali kemarin malam dan hari ini langsung menghadiri pesta ulang tahun Al.

__ADS_1


"Hey.. Al.. Selamat ya.. " Sambil memeluk Al.


Alisha yang berada di samping Al hanya bisa melihatnya meski sesekali mencoba melihat ke arah lain.


"Oh iya.. Kenalin ini Alisha dan Alisha ini Laras.. Laras ini temen aku dari kecil.. Dari sd.. "


"Oh gitu.. Saya Alisha.. " Kata Alisha sambil tersenyum dan menyodorkan tangannya kepada Laras.


"Iya.. Jadi kita tuh udah kenal dari kecil jadi kita deket banget.. " Kata Laras sambil menjabat tangan Alisha.


"Oh iya lo kemana aja, sejak hari itu gue ngga liat lagi dan bokap lo bilang lo pergi ke Amerika.. "


"Iya.. Gue pergi ke Amerika buat nenangin diri.. Dan gue baru balik kemaren malem, so.. Karena gue tau hari ini lo ulang tahun jadi gue kesini.. Gue kangen banget sama lo Al.. " Sambil memeluk dan mencium pipi Al di depan Alisha.


Alisha yang cemburu melihatnya pun langsung pura-pura izin ke toilet, karena tidak ingin melihat mereka bermesraan di depannya.


"Maaf.. Aku harus ke toilet dulu.. " Kata Alisha


"Oh iya.. Jangan lama ya sayang.. Aku menunggumu.. " Kata Al


"Iya Al!! " Jawab Alisha


Namun Alisha tidak berjalan ke toilet justru ia berjalan ke luar hotel tersebut untuk menghindari semua orang di dalam pesta tersebut , dan juga untuk sejenak menghirup udara agar bernafas lebih lega.


"Bu Alisha ya?! Pak Al mencari ibu di dalam.. " Ucap seorang pria berjas hitam menepuk pundak Alisha yang kiranya seumuran dengan Al.


"Oh iya.. Terimakasih.. Saya akan ke dalam menemuinya.. " Kata Alisha pada pria tersebut.


Setibanya di dalam..


"Sayang.. Dari mana aja sih dari tadi aku nyariin kamu!! " Kata Al dengan mulut yang berbau alkohol.


"Emmhhh.. Kamu mabuk ya? Mulut kamu kaya bau alkohol gitu!! "


"Ahh ngga ko.. Aku cuman minum 5 gelas aja tadi!! Sedikit doang sayang.. Ngga usah khawatir " Kata Al sambil sedikit sempoyongan


"Kamu tau ngga sayang.. Hari ini kamu tuh cantik banget, aku sampe aku pangling dan pengen terus di samping kamu, mata aku gabisa lepas dari pandangan, pengen terus liatin kamu.. Dan si Laras itu tiba-tiba aja datang lagi ke kehidupan aku setelah 6 bulan lalu aku tolak dia.. Dia tuh ngga punya malu atau gimana sih,padahal kan aku cuman cintanya sama kamu..aku tuh pengen nembak kamu.. Tapi aku belum berani.. nyali aku masih ciut buat lakuin itu Shaa.. " Kata Al


"Al udah ya.. Lebih baik kamu pulang aja yaa.. Biar aku yang anterin kamu pulang.. Biar aku yang bawain mobil kamu.. " Kata Alisha dengan wajah cemas.


"Al!! Kamu mabuk yaa? " Kata Laras yang baru saja datang dengan membawa 2 gelas minuman berwarna merah seperti sirup dingin.


"Iya.. Al sedikit mabuk! " Kata Alisha

__ADS_1


"Biasanya Al ngga sampe mabuk kaya gini, emm mungkin dia minumnya banyak jadi kaya gini.. Atau mungkin dia frustasi.." Kata Laras


"Upss..!! Sorry.. " Kata Laras yang sengaja menumpahkan minumannya ke baju Alisha


"Emmm.. Iya... Ngga apa apa.. " Timpal Alisha dengan wajah yang sedikit kesal.


"Duh.. Gaun mahalnya jadi kotor deh.. Sebaiknya kamu ke toilet aja abis itu langsung pulang, biar Al aku yang bawa aja.. Kamu ngga perlu khawatir!! " Kata Laras membujuk


"Emm iyasih.. Tapi.. Ini.. Al ngga apa kan? "


"Ngga.. Tenang aja.. " Kata Laras meyakinkan lagi.


Laras pun langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa Al ke mobilnya, dan Alisha pun langsung berjalan ke toilet.


Namun ternyata tanpa sengaja di depan pintu toilet ia bertemu Steve yang sedang mabuk parah tengah duduk.


"Steve? Apa yang kamu lakukan di sini? " Sambil memegang pipi Steve yang sedang mabuk.


"Al.. Alisha? Aku.. dari tadi.. tunggu kamu di sini.. Kenapa kamu.. Malah per.. Pergi.. Sama si Al?!! Kan aku yang nembak kamu duluan tapi , tapi.. kenapa Al yang sekarang jadian sama kamu.. Kenapa .. kamu tega sama aku Shaa.. Aku yang dari awal jatuh cinta sama kamu bukan dia!!" Kata Steve yang berbicara pun terpatah patah saking parahnya ia mabuk.


"Steve... Udah Steve , aku bener bener minta maaf Steve.. Ayo kita pulang.. Biar aku papah ke mobil kamu ya.. Biar aku anter kamu pulang ya.. "


"Hati aku ancur shaa... Liat Al peluk kamu.. Cium kamu.. Harusnya aku yang di samping kamu bukan si Al brengsek itu!!!" Sambil menarik tangan Alisha .


"Iya Steve aku yang salah.. Aku bener bener minta maaf.. Tapi ngga seharusnya kamu kaya gini Steve.. "


"Mas.. Tolong bantu saya mapah temen saya ini yang lagi mabuk parah ke parkiran buat ambil mobilnya ya, saya mau anter dia pulang soalnya!! " Kata Alisha kepada seorang pria pelayan hotel tersebut yang sedang melewat.


"Oh iya mba.. Mari saya bantu.." Jawab seorang pelayan di hotel tersebut.


Lalu Alisha dan pelayan pria tersebut pun memapah Steve ke mobilnya , dan langsung membawa Steve pulang . Namun di tengah jalan ia menepi dulu untuk mampir membeli kelapa muda, air putih botol, dan beberapa obat untuk Steve agar Steve segera sadar.


"Steve.. Kamu minum dulu air kelapa ini abis itu minum air putih ini.. "


Setelah minum Steve pun tidur kembali. Alisha pun segera membawa Steve ke rumahnya.



Sebenarnya Alisha sendiri pernah sekali ke rumah Steve saat mengantarkan berkas beberapa minggu lalu, itu sebabnya ia tahu dimana rumah Steve. Rumah Steve sendiri berada di sebuah perumahan mewah di daerah Jakarta, Steve tinggal dengan ibunya di Jakarta sedangkan adik perempuannya sedang kuliah di Australia. Dan ayahnya Steve sudah menikah lagi dan memiliki seorang istri juga 2 orang anak laki-laki yang pertama berusia 5 tahun dan yang ke dua , 2 tahun. Ayah dan ibu Steve bercerai saat Steve berusia 12 tahun dan adiknya 7 tahun saat itu.


Namun Steve sendiri sudah tidak bertemu dengan ayahnya sejak 6 tahun terakhir, yakni saat Steve berumur 20 tahun saat ia masih kuliah.


Ibu Steve sendiri bukan orang biasa, ia memiliki beberapa usaha butik di Jakarta , Bandung,6 Semarang, dan Bali, juga memiliki 5 konveksi dibeberapa tempat.

__ADS_1


Dan Steve sendiri selain bekerja di perusahaan Adinata, ia memiliki usaha showroom jual beli mobil di 10 tempat berbeda yang join langsung dengan Al di beberapa kota.


__ADS_2