Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 14 Keluarga Yang Harmonis


__ADS_3

*ckiiiiiitttt*


Suara rem mobil yang di injak bersamaan dengan tuas rem tangan yang ditarik . Sebuah mobil tepat berada di depannya. Lelaki itu pun keluar dari mobil mewahnya dan ternyata itu Al.


"Aaapa yang kau lakukan?!! Kenapa kau berlari ketakutan begitu?! " Tanya Al pada Alisha dengan paniknya.


"Pak Al!! A.. Ad... Aaaada pria.. Seorang pria.. Mengikutiku.. Lalu dia mengejarku.. Pria itu terus mengikuti saya dan ingin memperkosa saya.. " Jawab Alisha yang masih ketakutan lalu memeluk Al .



"Dimana dia?!! " Tanya Al lagi


"Di... Disana!!! Tapi pak Al jangan ke sana.. Mari ki.. Kita pulang saja pak.. "


"Tapi Alisha.. Orang itu perlu diberi pelajaran!! "


"Pak.. Saya mohon!! " Sambil memegang tangan Al dengan setengah mencengkram.


"Baiklah jika itu mau kamu!! Sekarang masuklah!! Kita akan pulang ke hotel.. Kamu tenang saja sekarang kamu aman bersama saya.. " Ucap Al menenangkan Alisha yang masih ketakutan.


Beberapa menit kemudian, muka Alisha mulai pucat, dia yang belum makan sejak pagi pun mulai merasa pusing apalagi tadi dia kehujanan .


Namun Alisha tidak ingin memberitahu Al kondisinya, ia hanya menahan perutnya dan berfikir untuk memejamkan mata dan tertidur agar rasa sakitnya hilang, hingga akhirnya Alisha pun tertidur di dalam mobil Al.


Sesampainya di depan pintu hotel.


"Shaa... Kita sudah sampai.. Shaa.. Alisha!! Kok wajah kamu pucat pasi?! Dahinya juga panas, seperti dia demam!! "


Lalu Al pun menggendong Alisha keluar dari mobil dan berjalan menuju security hotel.


"Pak .. Tolong parkirin mobil saya , ini kunci mobilnya!! " Perintah Al pada security.


"Baik pak!! " Jawab security hotel.


Sesampainya di depan pintu kamar Alisha, Al pun susah mencari kunci pintu kamar Alisha hingga akhirnya ia pun membawa Alisha ke kamarnya dan segera menelfon dokter untuk memeriksa keadaan Alisha. Setelah dokter memeriksa keadaan Alisha dan mengatakan bahwa Alisha baik baik saja hanya maghnya kambuh dan Alisha perlu istirahat, Al pun sedikit lega.


Al pun terus menemani Alisha disampingnya dan membuatkan bubur untuknya, hingga beberapa menit kemudian Alisha pun terbangun.


"Emm.. Saya.. Dimana?! Pak Al? " Sambil memegang kepalanya dan menengok ke arah Al yang berada tepat di sampingnya.


"Saya khawatir.. Karena saat saya membangunkanmu di mobil tadi , kamu tidak menjawab dan wajah mu sangat pucat dan demam jadi saya membawamu ke kamar saya, karena saya sulit mencari kunci kamarmu. Karena kedua tangan saya menggendongmu tadi.. "


"Oh iya.. Kunci kamar saya di tas.. Tapi tas saya.. "


"Tas kamu kemana? Saya tidak melihatnya tadi!! "


"Oh iya saya baru ingat.. Sebenarnya tadi saya ingin ke kantor pak Dean untuk mengambil berkas yang tertinggal disana karena mendadak pak Steve harus pulang ke Jakarta jadi saya minta turun di jalan Merak tadi karena pak Steve juga sangat buru buru tadi tapi tiba-tiba saya merasa ada pria yang sedari tadi mengikuti saya setelah saya turun dari mobil pak Steve , awalnya saya tidak menghiraukan namun lama lama itu membuat saya risih dan takut, lalu saya belok ke kiri memasuki jalan kecil gitu namun ternyata jalan itu buntu sampai akhirnya pria itu merampas tas saya dan ponsel saya tapi setelah itu pria yang satunya mendekati saya lalu mengelus pipi saya dan dia bilang ingin tubuh saya, lalu saya menendangnya lalu lari hingga ke jalan besar dan bertemu pak Al.. Itu sebabnya saya sangat ketakutan tadi!! "


"Sudah.. Sekarang kamu tenang saja.. Sekarang kamu aman bersama saya.. Ini saya sudah membuatkan kamu bubur.. Lebih baik kamu makan dulu biar saya suapi yaa"


Alisha hanya pun hanya terdiam dan tidak menyangka kalau Al sangat peduli terhadap nya sampai membuatkannya bubur. Al pun menyuapinya bubur yang sudah ia buatkan tadi. Namun kali ini Al terlihat berbeda, tatapannya sangat dalam pada Alisha hingga membuat Alisha merasa berdebar jantungnya.


"Ternyata pak Al sangat baik, sikapnya saja mungkin yang dingin tapi ternyata hatinya sangat baik. Entah kenapa kini aku mulai memiliki perasaan berbeda yang awalnya hanya kagum lalu suka dan kini mulai jatuh cinta padanya.. Perasaan ini kini mulai berubah.. Aku yang awalnya membencimu kini mulai mencintaimu.. Semua perhatian yang kamu lakukan membuat hatiku tersentuh Al.. Duhhh.. Aku kenapa sih malah deg deg an gini, kalau dia sadar kan aku malu!! " Kata Alisha berbicara dalam hatinya sambil mencuri pandang menatap Al.


"Kamu lagi mikirin apa.. Kok senyum senyum gitu? " Kata Al yang masih menyuapi Alisha.


"Emmm.. Ngga pak... " Kata Alisha salah tingkah.


"Oh iya gimana perasaan kamu sekarang? Apa pusing atau enakan atau gimana? "

__ADS_1


"Sudah lebih baik pak.. Oh iya terima kasih karena pak Al sudah mau menolong saya tadi dan.. emm..apa saya boleh minta tolong sekali lagi pada pak Al? "


"Kamu kan sekertaris saya,jadi ga mungkin kalau saya ngga nolong kamu dong.. Dan tentu saja.. Memangnya minta tolong apa? "


"Kunci kamar saya kan hilang bersamaan tas dan ponsel saya tadi, jadi tolong mintakan kunci cadangan ya pak pada resepsionis"


"Oh iya baik.. Kalau begitu saya harus pergi sebentar karena ada urusan, kamu bisa istirahat dulu di kamar saya nanti saya kembali lagi.. "


"Emm.. Iya pak terima kasih banyak sebelumnya saya sudah banyak merepotkan pak Al.. " Kata Alisha sambil merasa malu.


"Jangan kamu fikirkan.. Lebih baik sekarang kamu istirahat saja.. Jangan fikirkan apapun yang membuatmu terbebani sekarang.. "


"Emm iya pak.. Sekali lagi makasih ya pak.. " Ucap Alisha


Lalu setelah Al pun keluar kamar meninggalkan Alisha sendirian.


**


Pukul 17.00


Tok.. Tok.. Tok.. !!


Alisha yang sedang tertidur pun langsung terbangun mendengar seseorang mengetok pintu kamar.


Dia fikir itu Al , lalu ia pun membuka pintu, namun betapa kagetnya Alisha saat membukakan pintu ternyata bukan Al.


"Honey...!! Yuhuuu.. Ini mami..!! " Ucap seseorang dibalik pintu.


"Duhhh lama banget sih honey buka pintunya.. Lohh!! Kamu siapa?! Ini kamar anak saya !! Kamu ngapain disini dan kamu siapa?! " Gerutu perempuan tersebut yang seketika kaget melihat Alisha.


"Emmm.. Maaf.. Saya Alisha bu.. Saya sekertarisnya pak Al, maaf sebelumnya.. Ini memang kamar pak Al, saya disini karena kunci kamar saya hilang jadi saya tidak bisa masuk ke kamar saya.. " Ucap Alisha sambil gugup.


"Sepertinya ini ibunya pak Al.. " Ucap Alisha lagi berbisik dalam hatinya.


"Pak Al sedang keluar sebentar bu.. Mungkin sebentar lagi kembali.. Saya bekerja magang selama sebulan di perusahaan Adinata Group bu.. Dan untuk urusan laporan pada ibu.. Itu saya kurang tau bu.." Kata Alisha dengan setengah gugup.


"Oh... Magang.. Pantesan!!! Mungkin ngga penting makanya Al ngga ngasih tau saya soal kamu!! " Dengan nada yang merendahkan.


"Oh iya.. Maaf bu saya akan ke resepsionis untuk meminta kunci serep kamar saya dulu bu.. " Kata Alisha.


"Mami!!!! Ngapain mami di sini?" Kata Al yang baru saja sampai , membuat Alisha menghentikan langkah kakinya.


"Oh honey!!! Kamu dari mana sih mami nungguin kamu.. " Sambil mencium pipi Al


"Mami apaan sih.. Ada sekertaris aku disini mam.. Jangan gitu deh.. Al bukan anak kecil lagi!! Lagian aku malu di liat Alisha.." Ucap Al yang sontak mukanya memerah.


"Albert Michael Adinata.. Kamu kan anak kesayangan mami.. Anak mami satu satunya... Pewaris tunggal Adinata Group jadi wajar dong kalo mami cium pipi kamu!! Dan soal sekertaris kamu ini, kenapa kamu gabilang mami? "


"Oh iya mi.. Kenalin ini Alisha sekertaris aku di kantor dan Alisha ini mami aku namanya Mawar Jelita Adinata.. Alisha ini sebenarnya lagi magang tugas kuliah di Adinata Group selama sebulan, dan beberapa hari ini juga Alisha selesai ko.. Dan dia akan melanjutkan kuliahnya lagi, Jadi aku fikir ga perlu kasih tau mami atau opa dulu gitu... Oh iya Alisha ini kunci kamar kamu!! Hampir aja aku lupa.." Sambil menyerahkan kuncinya pada Alisha


"Oh iya terima kasih pak, kalau begitu saya pamit ke kamar saya dulu .. Permisi pak.. Bu.. "


"Iya Alisha.. Besok pagi kamu ke proyek sama saya ya, setengah 8 saya tunggu di resepsionis yaa.. "


"Baik pak.. " Lalu Alisha pun pergi ke kamarnya.


Malamnya pukul 20.00 di restoran mewah dekat hotel.


Al dan maminya sedang makan malam di restoran tersebut.

__ADS_1


"Al!!! "


Tiba-tiba terdengar suara pria separuh baya memakai jas mewah dengan membawa sebuah tongkat dengan ditemani 2 bodyguard di sampingnya memanggil Al dari pintu masuk berjalan ke arah Al dan maminya.


"Opaaa??!! Ya ampun opa kenapa ngga bilang Al kalau opa mau ke Bali, Al kan bisa jemput opa di bandara.. " Kata Al kepada pria separuh baya tersebut yang ternyata kakeknya yang bernama Tonny Alvonso Adinata sang komisaris sekaligus pemilik dari perusahaan ternama tersebut.


"Kan opa mau kasih surprise sama cucu opa tersayang.. " Ucap opa.


"Iya nih papa kenapa ngga bilang sama Mawar kalau mau nyusulin kita ke Bali, lagian kita kan khawatir takut papa kenapa kenapa!! "


"Papa kan selalu dijagain sama dua pengawal papa ini jadi kalian ngga perlu khawatir, papa baik baik aja.. Ngga perlu ada yang di khawatirkan!! "


"Tapi kalau ada apa-apa opa harus bilang sama Al, jangan pernah ada yang ditutupin apalagi soal kesehatan opa.. "


"Iya Albert Michael Adinata.. Cucu kesayangan opa.. Yang dari dulu tidak pernah berubah.. Selalu care sama opanya.. " Sambil tersenyum


"Emm yaudah kita makan malam dulu yaa, mumpung makanannya udah siap ntar takut keburu dingin malah ngga enak.. " Ucap ibunya Al


"Oh iya.. Ayo opa.. " Kata Al sambil menggandeng sang kakek untuk duduk.


"Oh iya.. Gimana keadaan perusahaan Al? "


"Everything ok opa.. Semuanya baik.. Aku dan Steve bisa handel semuanya.. Opa tenang aja.. Dan sekarang aku punya sekertaris baru.. Meskipun dia hanya magang.. "


"Good opa suka itu dan opa tau kamu dan Steve pasti akan menjalankan perusahaan dengan baik.. Emm .. Lalu dimana sekertaris kamu sekarang? Opa ingin kenal dia.. Kenapa ngga kamu ajak makan malam juga?!"


"Aduhhhh papa.. Dia kan cuman sekertaris magang.. Ngga perlu sampe segitunya.. "


"Papa kan cuman ingin tau.. Siapa tau dia sesuai sama kriteria Al jadi bisa papa jodohkan dengan Al.. Papa sudah ingin punya cicit.. Pengen gendong cicit.. Anak kamu Al.. Haha.. Rasanya sudah lama kamu tidak mengenalkan wanita pada opa semenjak kamu putus dengan Clara.. "


"Opa ko bahas Clara lagi sih.. Jangan dibahas lagi dong.. Aku kan udah move on opa.. Lagian aku belum pengen menikah.. Dan aku juga belum punya pacar untuk saat ini.. "


"Gimana kalau opa yang carikan kamu calon istri? Ngga usah pacar.. langsung aja calon istri!!"


"Papa.. Apaan sih.. "


"Loh.. Apa yang salah? "


"Ya ngga salah cuman.. "


"Ya kalau ngga salah.. Ya kamu diam saja!! Ini urusan papa dengan Al.. Jadi gimana Al.. Mau kamu yang cari.. Atau opa yang cariin untuk kamu.."


"Biar Al aja yang cari!! Opa ngga usah repot repot cariin buat Al.. Al bisa cari sendiri kok.. Lagian Al udah punya ko.. Nanti Al kenalin ke opa deh.. "


"Kapan Al? Gimana kalau dihari ulang tahun kamu 3 hari lagi.. "


"Mami mau bikin acara birthday kamu taun ini meriah banget ya Al"


"Gamau mi.. Al udah gede.. Al udah ngga suka acara kaya gitu.. Al pengen dinner aja mi.. Dan opa.. Al akan nurutin sesuai keinginan opa.. "


"Tapi Al.. Why? "


"Mami.. Kalau Al bilang ngga ya ngga!! "


"Sudahlah Mawar.. Al cucuku sekarang sudah besar.. Dia bisa menentukan apa yang dia inginkan.. Opa akan selalu dukung kamu!! " Sambil menepuk pelan pundak Al.


"Thanks opa.. Aku tau kalau opa yang paling ngerti Al.. "


"Ya sudah.. Kalau papa yang ngomong, Mawar cuman bisa bilang "Iya" dan pasrah nurutin kemauan papa.. "

__ADS_1


"Nah gitu dong mam.. " Ucap Al gembira.


"Iya sayang honey.. Ya udah makan lagi dong habisin!! " Ucap ibunya Al


__ADS_2