Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 20 Perayaan Satu Bulan


__ADS_3

30 hari setelah Al dan Alisha resmi menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih.


Tok!! Tok!! Tok!!


Seseorang mengetok pintu kostan Alisha, Hari ini hari Sabtu pukul 07.00 pagi, dan hari ini juga tepat Alisha menjalin hubungan satu bulan dengan Al si CEO tampan itu.


Hari ini entah mengapa begitu dingin, mungkin karena dari kemarin sore diguyur hujan hingga tadi pagi pukul 6 , membuat Alisha malas bangun karena udara yang dingin membuatnya ingin terus berada dalam selimut.


Namun seseorang itu terus saja mengetuk pintu membuat Alisha tak bisa mengabaikan nya. Alisha pun terpaksa bangun sambil dan membuka pintu.


"Duhh masih pagi.. Siapa sih?!! " Kata Alisha menggerutu sambil membuka pintu.


"Maaf mba saya Reno , bodyguard nya pak Al, ini ada titipan dari pak Al untuk mba Alisha.. " Kata seorang pria berbadan tegap seperti bodyguard.


Bodyguard itu ialah utusan langsung dari Al dan ia adalah bodyguard Al di Adinata , yang di minta untuk mengantarkan kebutuhan yang akan di butuhkan Alisha untuk dinner nanti malam.


"Duh.. Pak.. Saya ngga bisa nerima barang sebanyak dan sebagus ini.. Ini terlalu mahal untuk saya.. " Kata Alisha mencoba menolak barang barang itu semua.


"Tapi mba, pak Al sudah berpesan pada saya kalau mba Alisha harus menerimanya, jika mba Alisha tidak mau menerimanya dan memakainya di acara dinner anniversary nanti malam pukul 7 di hotel Dahlia lantai 5 maka pak Al akan memecat saya hari ini juga.. Saya harap mba Alisha mau menerimanya.. , jika mba Alisha setuju maka nanti pukul 06.15 malam saya akan menjemput mba Alisha lagi,karena saya akan mengantar mba Alisha sampai tujuan agar mba Alisha aman.." Kata pria tersebut mencoba sedikit memberi penjelasan.


"Emm.. Sebenarnya saya tidak mau pak.. karena barang barang ini terlalu mahal bagi saya, tapi baiklah pak karena saya juga tidak mau bapa di pecat.. Dan sebelumnya tolong ucapkan terimakasih banyak ya pada Al.. Dan terima kasih juga pak " Ucap Alisha.


"Iya sama-sama mba, baik kalau begitu.. Saya permisi pamit dulu..karena masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.." Kata pria itu pada Alisha, dan Alisha menjawabnya dengan senyuman yang ramah.


Setelah itu si pria bodyguard itu pun pergi, dan Alisha pun membawa barang-barangnya masuk , setelah selesai ia pun menutup pintunya.


Namun ternyata dari balik tembok samping kosan Alisha ada seorang pria berumur 35 tahun yang bernama Bayu, sedang menguping pembicaraan Alisha bersama bodyguard Al tadi. Lalu pria itu pun berjalan menjauhi kossan Alisha dan menelepon seseorang yang ternyata dia adalah teman masa kecil Al sekaligus orang yang mencintai Al sejak lama, ia adalah Laras, wanita yang telah menjebak Al di hotel kala itu.


B : halo..


L : iya!!


B : saya sudah mengintai kossan Alisha dari pagi ,


barusan bodyguard Al yang bernama Reno datang


membawa beberapa barang untuk Alisha, itu semua


barang Alisha butuhkan untuk dinner nanti


malam!!


L : sialan!!! Dasar cewe matre!! Gue tau kalau gadis


miskin itu hanya ingin harta Al saja!!! Jam


berapa mereka dinner? (Merasa kesal)


B : mereka akan dinner pukul 7 malam, di hotel


Dahlia, lantai 5.


L : oke!! Gue harus telepon maminya Al, gue tau


maminya Al ngga suka sama cewe matre si miskin


itu!!


B : lalu apa rencana bu Laras selanjutnya? Apa yang


harus saya kerjakan?!!


L : Tenang aja, gue bakal kabarin lo lagi!!


Sementara lo tunggu dan terus intei si miskin


itu!!


B : baik bu!


Setelah perbincangan di telepon dengan Bayu selesai, Laras pun diam dan berfikir menyusun rencana untuk nanti malam.


***


Pukul 13.00


Laras sudah menyusun rencana dengan matang, Laras ingin rencananya ini berhasil, apalagi kali ini ia melibatkan orang tuanya, ia berharap bisa mempermalukan Alisha di acara nanti malam. Lalu Laras pun menelepon Bu Mawar, maminya Al.

__ADS_1


L : halo.. Tante Mawar.. Ini aku Laras!!


M : ia.. Ada apa Laras..


L : emm.. tante ada waktu ngga malam ini?


M : memangnya ada apa Laras?


L : mama papa aku pengen makan malam sama tante


karena sudah lama juga kita ngga makan malam


bareng tante sama Al.. Emm gitu tan..


M : sebentar.. Tante cek jadwal meeting dulu, (2


menit kemudian) jam 6 keatas tante free sih!


Emang mau dinner dimana?


L : mama papa pengennya di hotel Dahlia sih..


M : boleh.. boleh aja.. Why not.. Lantai berapa?


L : yang di lantai 5 aja tan, jam 7 malam..


M : okey.. Nanti tante kesana, tapi kayanya Al ngga


bisa, dia bilang hari ini jadwal meeting nya


padat sampai malem.. Dan kamu tau kalau Al


orangnya ngga bisa di paksa..


L : oh gitu ya tan.. Emm.. Yaudah ngga apa-apa tan,


sampai nanti ya tan..


M : iya Laras..


L : sebelumnya makasih banyak ya tan.. Maaf juga


M : ngga apa ko sayang..


L : see you tante


M : okey sayang


Laras pun tersenyum sambil menutup teleponnya, ia pun senang karena rencananya akan berjalan lancar, apalagi ia tau sejak lama kalau tante Mawar sangat setuju kalau Al dekat dengan Laras. Bukan hanya karena Laras memiliki derajat yang sama dengan Al, tapi karena ibunya Laras adalah sahabat tante Mawar, ibunya Al sejak lama.


***


Pukul 7 malam di hotel Dahlia.


Al yang sudah tiba duluan di hotel, dengan memakai jas coklat dan daleman turtleneck berwana cream, semua orang di resto mewah itu ternganga melihat ketampanan Al yang begitu mempesona. Semua wanita di tempat itu membicarakan Al, seakan mereka sangat mengagumi ketampanan Nicko.


Tak lama datang Alisha dengan gaun coklatnya yang serasi dengan Al, gaun yang sudah Al pesan jauh hari untuk kekasih hatinya itu, dengan high heels berwarna silver mengkilat bercahaya, membuat mata terpana melihat dari bawah hingga atas penampilan Alisha.


Alisha pun berjalan menuju meja yang sudah Al pesan, dan Al pun tersenyum sambil berdiri pada Alisha seakan menyambut kedatangan Alisha kekasih hatinya.


"Silahkan duduk tuan putri.. " Kata Al menyambut Alisha dengan bahagia


"Ihhh... Apaan sih Al.. Aku malu tau.. Semua orang di sini ngeliatin kita.. " Kata Alisha


"Ngga apa-apa dong.. Aku ngga peduli sudut pandang orang lain, karena bagiku itu ngga penting sayang.. "


"Terus apa dong yang penting untuk seorang CEO muda nan tampan seperti kekasihku ini? " Kata Alisha menggoda Al.


"Masa kamu ngga tau sih.. Ya udah jelas jawabannya itu kamu.. Alisha sayangku.. "


"Ahhh.. Kamu mah bikin aku kesemsem aja ih.. Bikin aku terbang aja tau sayang.. bercandaan kamu tuh.. "


"Aku serius sayang.. Beneran.. Aku ngga bohong.. Kamu itu bidadari yang Tuhan kirim untuk aku.. " Kata Al sambil tersenyum cool menatap Alisha, membuat Alisha tersipu malu.


"Pelayan!!! " Kata Al memanggil sang pelayan resto tersebut dengan menepuk tangannya.


Beberapa pelayan resto pun datang dengan membawa bucket bunga, beberapa makan dan minuman, dan yang terakhir sebuah cake . Alisha pun merasa terkejut karena ini adalah sesuatu yang pertama kali terjadi dalam hidup Alisha. Betapa bahagianya Alisha mendapatkan surprise yang bertubi-tubi dari Al, kekasihnya itu. Al pun dengan lembut menyuruh Alisha memotong kuenya, namun betapa terkejutnya Alisha menemukan sebuah cincin berwarna perak dengan model mata yang terbuat dari berlian yang berkilau .

__ADS_1


"Sayang.. Apa ini.. Cincin siapa yang ada di cake ini? " Tanya Alisha heran.


"Aku ngga tau.. " Jawab Al


"Serius yang.. Aku nanya ihh.. " Kata Alisha lagi


"Haha iyaa.. Itu untuk kamu.. " Kata Al


"Sayang ini terlalu mahal.. Aku ngga bisa menerimanya.. Lagian ini tidak pantas untuk gadis miskin seperti aku.. Ini barang mahal.. Ini terlalu mahal sayang.. "


"Bagiku tidak ada yang mahal untuk wanita yang aku cintai.. "


"Sayang.. Plis aku ngga bisa.. Nanti apa kata mami kamu.. Kalau dia tau aku nerima barang-barang mahal dari kamu.. Aku yakin dia akan marah.. "


"Soal mami itu urusan aku sayang.. Kamu ngga perlu khawatir ya.. Kamu perlu menerimanya.. Please.. Aku mohon ya.. Alisha.. Sayang.. " Ucap Al memohon sambil memegang tangan Alisha.


Alisha pun diam sejenak .


"Aku akan sedih jika kamu tidak menerima barang pemberianku.. " Kata Al lagi.


"Emmhhh.. Baiklah.. Aku akan menerimanya.." Kata Alisha sambil tersenyum dan menatap mata Al.


"Aku akan memasangkannya di jarimu sayang.. "


Lalu Al pun memasangkan cincin bermata berlian itu di jari tengah Alisha lalu mencium kening Alisha.


"Al!!! " Kata seorang wanita dari kejauhan yang kini berjalan menghampiri Al dan Alisha.


"Mami?!! " Kata Al.


"Tante Mawar?!! Laras?!!" Kata Alisha dalam hatinya.


"Ngapain mami di sini?!! " Kata Al bertanya kepada ibunya.


"Mami mau dinner sama keluarganya Laras dong, kamu sendiri lagi apa di sini? Sama.. Si miskin ini.. Mantan sekertaris kamu.. " Kata tante Mawar.


"Mami!!! Dia punya nama mih.. Namanya Alisha!! "


"Yayaya.. Whatever.. Terserlah.. Ngga penting kan untuk mami.. "


"Pentinglah mih!! Dia kekasih aku dan aku ingin dia jadi calon istriku juga!! Harusnya sikap mami lebih baik bukan seperti ini!!!"


"Al!! Kamu berani membentak mami?!!! "


"Al.. Tenangkan diri kamu.. " Kata Alisha menenangkan Al dengan memegang tangannya.


"Bukan seperti itu.. Al hanya tidak suka mami bicara seperti itu pada Alisha.. "


"Al, kok kamu berani bentak mami kamu sih?!" Kata tante Linda, yang tak lain ialah ibunya Laras.


"Sikap Al memang sudah berubah semenjak kenal gadis miskin ini tan!! " Kata Laras .


"Eh!!! Jaga cara bicara lo ya!! Kalaupun memang dia miskin tapi dia ngga minta apapun dari orang tua, dia wanita yang tangguh dan mandiri, dia punya harga diri yang tinggi, ngga seperti lo yang ngandelin setiap hal dari orang tua!! Bahkan hal receh sekali pun!!! "


"Al!!! Jaga bicara kamu!!! Mami ngga pernah didik kamu seperti ini!! " Kata tante Mawar membentak.


"Apa yang semua dikatakan Al benar kan mih?!! Kenapa mamih ngga mengakuinya.. Ya sudahlah mari Alisha kita pergi.. Sekarang disini sudah tak nyaman lagi, kita cari tempat lain!! "


"Al.. Lo mau ninggalin gue.. " Kata Laras.


"Tante.. Al pergi demi gadis miskin itu dari pada aku.. " Kata Laras lagi.


"Al!!! Kita akan makan malam bersama keluarganya Laras, jadi kamu tidak boleh pergi dari sini!!" Kata tante Mawar yang mencoba menghentikan langkah Al.


"Sayang.. Al.. Aku fikir lebih baik kamu mengikuti saran mami kamu untuk makan malam dengan keluarga Laras.. Aku akan pulang saja.. " Kata Alisha pada Al.


"Tapi sayang.. Aku ngga mau.. Dan aku juga ngga suka mereka.. Aku tidak nyaman berada bersama mereka.. Aku hanya ingin bersamamu.. Dan aku juga tidak mungkin membiarkan mu pulang sendiri.. " Kata Al


"Al.. Kamu dengar mami kan!! Mami minta kamu kemari sekarang!! " Kata tante Mawar.


Namun Al terus melangkah bersama Alisha meninggalkan tempat itu , hingga membuat Laras terbakar api cemburu dan terus menghasut tante Mawar, agar tante Mawar semakin tidak menyukai Alisha, bahkan Laras menyuruh agar tante Mawar yang harus turun tangan untuk memisahkan Al dan Alisha agar mereka tidak bisa bersama lagi



π˜Όπ™‘π™žπ™¨π™π™– π™Žπ™©π™šπ™šπ™‘ π™€π™‘π™’π™–π™£π™žπ™˜π™€


__ADS_1


π™‡π™–π™§π™–π™¨π™–π™©π™ž π™‘π™šπ™§π™€π™£π™žπ™˜π™–


__ADS_2