
Sesampainya di wahana,mereka pun turun dari mobil dan membeli tiket masuk, Alisha lalu menarik tangan Al untuk mencoba beberapa wahana ekstrim . Alisha yang nampak kegirangan mencoba berbagai wahana pun membuat Al jadi merasa bahagia juga.
Mereka pun membeli es krim, coklat leleh, gulali, dan makanan unik lainnya.
Tak terasa hari sudah sore, hari ini adalah hari mereka di Bali.
Alisha pun izin pada Al untuk membeli minuman coklat hangat, karena memang Alisha sangat suka itu.
Al pun mengiyakan dan ia menunggu di sebuah bangku disamping tukang es krim.
Sesampainya di tempat coklat hangat ia tertegun melihat wahana komidi putar. Wahana itu seakan mengingat kebersamaan ia bersama ayah ibunya dan kak El. Semua terasa indah saat itu , mereka berempat yang sedang tertawa bahagia masih teringat dalam benak Alisha. Ia terus saja melihat ke arah patung kuda-kuda itu.
"Seandainya Tuhan ngga ambil mami daddy lebih cepat, mungkin saat ini kita bisa naik lagi wahana itu mam, daddy and mami pasti tau kan kalau aku saat ini sangat merindukan kalian.. " Kata Alisha sambil terus menatap wahana itu.
Dzerttttt
Ponsel Alisha bergetar menyadarkannya dari lamunan bayang bayang masa lalunya, dan ternyata kak El yang menelfon. Entah kebetulan atau memang ikatan batin.
A : "Halo.. Apa kabar kak El? "
E : "Kabar kakak baik de, kabar kamu gimana sekarang de? Ntah kenapa kakak sangat ingin menelfonmu.. "
A : "Kakak.. " Suaranya berhenti seperti menahan sesuatu yang sangat sakit dalam hatinya.
E : "Ada apa de.. Bilang pada kakak!! Apa ada seseorang yang menyakitimu.. Alisha jawab pertanyaan kakak!! " Tanya El cemas.
A : "Kak El.. " Ucap Alisha lagi terhenti.
E : "Alisha!! Bilang pada kak El! Jangan buat kakak berfikir macam-macam de.. Coba kamu tarik nafas dulu lalu keluarkan, jika sudah kamu sudah sedikit merasa tenang baru boleh cerita pada kakak!! "
A : "Kak El, saat ini aku berada di depan wahana komidi putar, wahana terakhir sebelum mami dan daddy pergi saat itu.. Sebulan sebelum mami dan daddy pergi ia.. Mengajak kita.. ke wahana komidi putar!! "
E : "Alisha.. "
A : "Aku sedang melihat wahana komidi putar dan aku seperti melihat kembali bayangan masa lalu bersama mami, daddy, aku dan kak El saat itu.. " Kata Alisha sambil menangis.
E : "Alisha.. Hey.. Dengar.. Jangan menangis.."
A : "Kak El.. Aku rindu mami and daddy.. Aku merindukan mereka.. Kenapa Tuhan ambil mereka lebih cepat kak?!! " Alisha pun terus menangis tak bisa membendung rasa sedihnya itu.
E : "Alisha kita ngga bisa ngerubah garis Tuhan, ini takdir Tuhan untuk keluarga kita, Tuhan pengen kita lebih kuat dalam menjalani hidup, Alisha sudah berhasil melewati semuanya.. Kakak tau Alisha gadis yang kuat.. Kakak percaya Alisha bisa ngelewatin setiap ujian yang Tuhan kasih buat Alisha.. Tuhan ambil mami dan daddy lebih cepat karena Tuhan sayang mami sama daddy, Tuhan peluk mami dan daddy.. Jadi Alisha ngga perlu khawatir atau mengingat itu semua lagi yaa.. "Kata El menenangkan Alisha yang sedang menangis.
A : "Tapi kak.. Alisha belum bisa move on dari semua kenangan itu.. "
E : "Alisha sayang.. Adik kak El satu satunya yang paling cantik, Alisha tau kan kalau kak El ngga bisa lihat ataupun denger Alisha nangis, Alisha tau.. Kak El paling lemah kalau udah denger suara tangis Alisha.. Jadi sekarang Alisha jangan nangis lagi yaa, yang lalu biarlah berlalu, biarkan itu jadi kenangan dan pelajaran untuk kita di masa depan, kita boleh melihat ke belakang sesekali tapi itu hanya untuk dikenang bukan untuk ditangisi ya.. Alisha ngerti maksud kak El kan.. "
A : " Iya kak.. Alisha mengerti, terima kasih karena kakak selalu menenangkan Alisha.. Kakak selalu ada untuk Alisha, Kakak jaga diri disana yaa.. Alisha sayang kak El, cuman kak El yang Alisha punya, kakak jaga kesehatan ya jangan sampai sakit.. "
E : "Iya sayang adik kakak yang paling cantik.. Kakak juga sangat.. Sangat menyayangimu.. Kakak pasti jaga kesehatan dan jaga diri kakak karena kakak tau kalau ada adik kakak pasti menunggu kepulangan kakak.. Sudah yaa.. Jaga dirimu baik-baik, jika ada sesuatu apapun yang menganggumu kabari kakak!!
A : "Iya kak El.. Aku tau itu.. Tenanglah.. "
E : "haha baiklah.. " Sambil tertawa
__ADS_1
Mereka pun menutup sambungan telepon tersebut. Alisha pun mengambil minuman coklat hangat yang sudah ia beli tadi dan menghapus air mata di pipinya lalu kembali ke bangku tempat Al duduk.
"Ada apa Alisha? Sepertinya kau habis menangis.. " Kata Al.
"Emm.. Tidak, ini hanya kelilipan debu saja pak Al.. Tidak perlu cemas.. "
"Benarkah.. Jangan bohong padaku.. "
"Tidak pak.. Aku tidak mungkin berbohong kepada bossku sendiri.. " Kata Alisha tersenyum seolah meyakinkan Al .
"Baiklah.. Kita mau main wahana yang mana lagi.. "
"Entahlah mari kita berjalan sambil mencari wahana yang belum kita naiki.. "
"Baiklah.. Pegang tanganku yaa.. "
"Haha.. orang lain akan menyangka kita seperti pacaran jika kita terus saja berpegangan tangan.. "
"Aku tidak peduli apa kata orang lain Alisha.. Aku memang sedang jatuh cinta saat ini.. Aku mencintaimu setelah beberapa lama aku mengenalmu.. "
"Haha.. Pak Al ini apa sedang bercanda? Hahaha.. " Kata Alisha tak percaya omongan Al.
"Alisha.. Aku serius.. " Sambil memegang pipi Alisha dengan kedua tangannya.
"A.. Aa.. Aku.. Aku fikir pak Al bercanda.. " kata Alisha yang langsung terdiam, jantungnya berdebar begitu kencang.
"Aku serius Alisha.. Sungguh serius.. Aku sangat mencintaimu setelah mengenal kepribadianmu.. Kau bisa merubah rasa traumaku.. Aku melihat banyak hal dari dirimu.. Hal yang tidak pernah terbayang dalam benakku sebelumnya.. Banyak pelajaran yang kau berikan padaku tanpa kau sadari.. Aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi.. Kau tau memang aku bukan orang yang banyak mengumbar soal cinta, kau tau kepribadianku seperti apa.. Tapi ini sungguh.. Aku ingin kau jadi kekasihku.. I Love You Alisha.." Kata Al sungguh sungguh .
"Emm.. Pak.. Al.." Kata Alisha gugup
"Bukan begitu pak Al.. " kata Alisha
"Lalu apa Alisha? kenapa kau berhenti bicara.. " kata Al.
"Emm.. pak Al.. saya izin ke.. toilet sebentar.. " Kata Alisha yang gugup dan sedikit shock dengan pernyataan Al padanya.
Di toilet..
Alisha terus saja memikirkan yang Al katakan tadi, perasaan yang Al ungkapkan tadi, namun di satu sisi ia ingat akan kejadian di pesta malam itu, semua orang memandang rendah dirinya termasuk ibunya Al.
Alisha juga sebenarnya menyukai Al dan ingin menerimanya , namun ia rasa itu tidak mungkin karena itu hanya akan jadi masalah untuk dirinya.
Sudah terlalu banyak masalah yang Alisha hadapi selama ini, begitu banyak orang yang menghinanya mencaci maki dirinya dan satu-satunya orang yang selalu membelanya selama ini sedang tidak bersamanya, ialah El kakak laki-laki satu-satunya.
Itu sebabnya terkadang Alisha merasa lemah, meskipun ia tidak menunjukkan kepada siapa pun namun saat sendiri ia akan menangis sekencang kencangnya dengan muka yang ditutupi bantal agar tidak ada yang mendengar jerit tangis suara hatinya.
"Ini tidak benar, aku hanya gadis miskin yang tidak mungkin memiliki kekasih seorang CEO muda nan tampan, apa jadinya jika semua orang di kantor akan menghina dan mentertawakan aku nanti.. Aku harus menolaknnya meskipun sebenarnya hatiku ingin menerimanya.. " Kata Alisha sambil menangis dan menatap dirinya di depan cermin.
Setelah keluar dari toilet ia pun kembali berjalan menuju Al yang masih setia menunggu jawaban yang keluar dari mulut Alisha.
"Alisha.. Are you okay? "
"Yeah.. Im okay!! "
__ADS_1
"Matamu sembab.. Apa kamu habis nangis? Apa kata-kata ku tadi menyakiti perasaanmu? "
"No.. Everything okay, saya cuman kelilipan aja pak.. "
"Really? " nada meyakinkan lagi.
"Yeah.. "
"Jadi.. Apa jawabannya Alisha? Aku masih menunggu jawabanmu itu.. "
"Emmm... " Terdiam sejenak.
"Alisha.. Apa kamu mau menjadi kekasih ku? "
"Emm.. Pak Al.. Saya minta maaf sebelumnya.. Tapi saya tidak bisa pak!! "
"Kenapa? Apa alasannya? "
"Saya hanya gadis biasa, sedangkan pak Al adalah orang terpandang, semua orang penting mengenal pak Al, pak Al adalah CEO muda yang kaya raya dan tampan memiliki banyak prestasi, apa yang akan orang katakan jika mereka tahu kalau pak Al memiliki kekasih seorang gadis miskin yang masih kuliah, itupun kuliah beasiswa.. "
"Stoppp Alisha!! Saya tidak peduli pendapat orang lain!! Yang saya inginkan hanya dirimu saja.. Hanya kamu!! "Kata Al menegaskan.
"Pak.. Hidup ini tidak seperti itu, pak Al memiliki ibu dan kakek, bagaimana jika mereka tidak menyukai saya pak!! "
"Jangan panggil saya pak , panggil saja Al, ini diluar kantor Alisha lagipula opa menyetujuinya, opa mendukung apapun keputusan saya dan soal mami, aku akan meyakinkannya, aku berjanji.. " Kata Al bersungguh-sungguh
"Al.. aku fikir ini terlalu cepat, belum tepat sebulan kita saling mengenal kan.. "
"Aku tau Alisha.. Waktu tidaklah penting.. Jika hati sudah jatuh cinta dan memilih.. Aku bisa apa Alisha? "
"Al.. Mengertilah.. Mungkin ini mudah bagimu tapi tidak bagiku.. "
"Kita akan melewati setiap rintangan bersama-sama.. Aku akan selalu ada untukmu.. Percayalah kepada ku.. " Kata Al Sambil memegang kedua tangan Alisha.
Alisha pun berfikir sejenak.
"Aku minta waktu.. Ini bukan keputusan yang mudah untukku Al!! "
"Baiklah.. Aku akan menunggu.. Katakan saja jika kau sudah siap menjawabnya.. Kapan pun itu aku akan tetap menunggu Alisha.."
Lalu mereka pun pergi meninggalkan wahana tersebut karena hari pun sudah gelap menandakan hari akan berganti malam. Dalam perjalanan menuju hotel Alisha terus saja diam tak berkata apapun meski hanya sepatah kata saja. Alisha terus melihat saja ke depan dengan tatapan kosong seakan fikirannya sedang tidak bersamanya.
Al yang sesekali memperhatikan Alisha di mobil pun merasa bingung, kenapa sikap Alisha menjadi berubah.
Padahal Al sudah menjelaskan semuanya, mungkin yang Alisha butuhkan ialah bukti, dan Al pun berfikir untuk berusaha membuktikannya.
Setibanya di hotel pun Alisha masih diam, namun Al merasa bingung apa yang salah dengan dirinya, apa yang salah dengan perkataannya tadi, Al berfikir kalau Alisha juga menyukainya, itu sebabnya Al langsung menyatakan cinta pada Alisha, Al masih ingat kedekatan mereka di Bali dan tempat lainnya bersama Alisha.
__ADS_1