Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 11 Kemarahan Al


__ADS_3

Masih terbayang dalam benak Al saat ia menggendong Alisha dari mobilnya ke kamarnya.


Alisha yang tertidur di pelukan Al saat itu sempat mengigau.


"Kamu itu terlalu tampan tapi juga terlalu dingin .. "


Ucap Alisha yang mengigau dengan mata yang masih terpejam.


"Really? Haha.. Aku tidak pernah tau bahwa dia juga mengagumi gue tapi gue ngga se dingin yang lo pikirkan.. Sikap dingin gue hanya untuk dikantor .. Lo bakal liat sikap gue saat di luar kantor nanti.. "


Ucap Al dalam hatinya.


"Pak.. Pak Al? Are you ok? " Tanya Alisha memegang pundak Al yang membuat Al tersadar dari lamunannya


"Emm.. Yeah.. Im ok.. " Sambil menatap Alisha dan tersenyum


"Oh .. Maaf pak.. Sekarang kita sudah di perjalanan menuju Bali , sebentar lagi kita akan sampai ke bandara tapi pak Al belum memberitahu apapun.. Apa yang harus saya kerjakan disana.. Dan untuk apa kita kesana? "


"Saya membuat suatu proyek di Bali.. Kamu yang harus melihatnya dan mencatat apapun yang harus dilakukan disana untuk pembangunan proyek itu.. "


"Oh baik pak.. " Kata Alisha yang masih terlihat tegang.


"Ada apa? Seperti nya kamu sangat tegang sekali? "


"Pak Al.. Kita sudah sampai.. " Ucap Sopir pribadi Al


"Oh ok.. Bawa semua barang di bagasi dan jangan ada yang tertinggal.. " Perintah Al pada sopirnya


"Kamu ikut saya, barang kamu biar sopir saya yang bawakan.. "


"Emmm.. I.. Iya pak.. "


Al dan Alisha pun segera naik ke dalam pesawat.


Lalu mereka pun duduk berdampingan di dalam pesawat. Alisha yang terus menerus memegang tangan Al membuat Al salah tingkah. Al menyangka kalau Alisha tidak ingin jauh darinya dan selalu ingin dekat dengannya dan membuat Al berfikir bahwa Alisha sangat menyukainya.


"Kamu belum jawab pertanyaaan saya di mobil tadi.. "


"Pak.. "


"Iya? "


"Sebenarnya saya belum pernah naik pesawat dan.. "


"Dan apa?" Tanya Al penasaran.


"Dan saya juga takut akan ketinggian... "


"Pantas saja wajahmu setengah pucat.. "


"Pak.. Saya serius.. "


"Lebih baik kamu pejamkan mata kamu lalu tidur.. Saya akan membangunkan kamu sesampainya di Bali nanti.. "


Alisha pun memejamkan matanya dengan tangan yang masih menggenggam tangan Al dengan kencang.


Beberapa menit kemudian Alisha pun tertidur. Al terus menatap wajah Alisha dengan seksama.

__ADS_1


"Ternyata anak ini sungguh cantik.. Aku baru menyadarinya saat ini.. Aku memang bodoh.. Sikapku terlalu angkuh dan dingin pada wanita cantik seperti Alisha ini.. " Kata Al sambil membelai rambut Alisha.


Tak lama akhirnya pesawat pun segera mendarat dan Al segera membangunkan Alisha.


Sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali.


"Sebaiknya kita makan dulu Alisha.. Mari kita kesana! " Sambil menunjuk ke arah restoran mewah.


......................


Sesampainya di restoran mewah nan megah di Bali.


"Duh pak.. Saya ngga ngerti makanan yang gini.. Pak Al aja yang pesen.. Saya ikut aja deh "


"Ok.. Biar saya saja yang pilih " Sambil memilih beberapa menu lalu memesannya pada sang pelayan .


"Sebenernya saya belum tau banyak tentang kamu.. "


"Apalagi yang bapak mau tau dari saya? Saya fikir pak Al sudah cukup tau tentang saya "


"Emm.. Siapa itu El ? Boleh kamu ceritakan lagi tentang dia? "


"El itu kakak laki-laki saya satu satunya.. Nama lengkapnya Deran Alvians Elmanico, kami hanya terpaut usia sekitar 5 tahun , Dia harapan terakhir hidup saya.. Saya bisa bertahan sampai sekarang itu berkat kak El.. Kak El mengubah saya menjadi wanita yang mandiri.. Tidak boleh bergantung kepada siapapun meski saya masih memiliki seorang bibi dan paman serta kedua sepupu saya tapi kak El bilang, kita jangan pernah merepotkan mereka.. "


"Bibi dan paman? "


"Namanya bibi Lina dan om Anton, dan kedua anaknya yang pertama bernama Vino Den Anggara dan adik perempuan Vino namanya Shera Anindita.. Semenjak saya merantau ke Jakarta, saya tidak pernah lagi menghubungi mereka.. "


"Kenapa? "


"Karena itu.. Saya tidak ingin mereka khawatir dengan saya ataupun kak El.. " Jawab Alisha


"Terima kasih pak.. Sekarang sudah ada orang yang sewa.. Jadi kami berdua juga sekarang memiliki penghasilan tambahan.. Yaitu dengan menyewakan rumah kami kepada orang lain "


"Baguslah kalau begitu.. Saya suka dengan orang yang seperti itu.. Pandai mencari kesempatan.."


"Hmm.. Iya pak.. "


"Mas.. Ini makanannya .. Jika ada kekurangan bisa panggil saya lagi, Terima kasih.. " Ucap pelayan



Alisha pun tersenyum dengan ramah kepada pelayan tersebut. "Apa harus seperti itu kepada pelayan? Saya fikir tidak perlu.. Dia hanya seorang pelayan saja !!" Kata Al dengan nada menghina.


"Dia memang pelayan tapi dia manusia juga sama seperti kita kan, jadi sudah seharusnya kita ramah kepada siapapun , mau di kaya atau miskin, mau apapun dan bagaimana pun pekerjaan dia meskipun menurut bapa itu sangat rendah, apalagi jika orang itu usianya lebih tua dari kita.. Kita harus tetap ramah dan menghormati mereka.." Kata Alisha sambil tersenyum lagi.


"Anak ini sungguh ramah dan bijak.. Aku belum pernah menemukan wanita seperti dia sekalipun.. Aku memang tidak salah menyukai seorang gadis secantik , seramah, dan sebijak dia yang tidak hanya menilai orang dari sisi derajatnya saja. " Kata Al berbicara dalam hatinya.


"Apa jika saya bertanya tentang kehidupan pribadi pak Al, pak Al akan menjawabnya seperti saat pak Al bertanya pada saya dan saya harus menjawabnya?"



"Yeah tentu.. Karena sekarang kamu sekertaris saya.. "


"Berapa usia pak Al sekarang dan apa pak Al memiliki saudara seperti kakak atau adik? "


"Usia saya satu minggu lagi memasuki 28 tahun dan saya sendiri anak tunggal.. Awalnya perusahaan Adinata milik kakek saya namanya Tonny Alvonso Adinata atau biasa di sebut Pak Komisaris, kakek saya memiliki seorang anak bernama Rey Alvonso Adinata, yang menikah dengan ibu saya .. Ibu terhebat bagi saya.. Ia adalah ibu Mawar Jelita Adinata.. Kami semua hidup bahagia hingga pada saat saya berumur 8 tahun.. Saat itu cuaca masih cerah pukul 18.00 hanya saja ada gerimis kecil saya bersama kakek dan ibu saya berencana menjemput ayah di depan komplek kami karena permintaan saya yang sangat ingin bertemu ayah saya karena ia sudah 3 bulan di luar negeri. 15 menit saya menunggu di sana akhirnya dari kejauhan saya melihat mobil ayah saya bersama sopirnya.. " Al pun berhenti sejenak.

__ADS_1


"Jika menurut pak Al ini berat.. Bapak tidak perlu menceritakannya.. Saya akan sangat mengerti.. " Sambil memegang punggung Al berharap ingin menguatkannya


"Tidak apa.. Saya akan menceritakannya.. Setelah itu ada truk batu bata dari arah yang berbeda dengan kecepatan yang sangat tinggi yang ternyata truk tersebut mengalami rem blong menabrak mobil ayah saya hingga mobil ayah saya penyok.." Kata Al berhenti lagi berbicara, sambil menahan rasa sesak dalam dadanya.


"Saya.. Saya yang saat itu ada di depannya langsung syok melihat keadaan mobil ayah saya, kami sekeluarga sangat syok.. Hujan tiba tiba sangat deras , namun aku tidak peduli aku ingin menyelamatkan ayah.. Hanya itu yang ada dalam fikiranku.. Namun kakek dan ibu menahanku.. Dan ternyata seseorang memberitahu kami berita bahwa ayahku meninggal di tempat namun supirnya selamat hanya saja kakinya retak dan perlu di pen.. Saat itu aku menangis sekencang kencang nya.. Aku marah pada sopir ayahku hingga saat ini, sampai 3 bulan kemudian ibuku pun memecatnya karena ia masih belum menerima apa yang terjadi, dalam fikiran saya dan ibu saya, sang sopirlah penyebab ayah saya meninggal.. " Sambil meneteskan air matanya


"Saya turut prihatin atas apa yang menimpa Pak Al sekeluarga .. "


"Itu sebabnya setiap melihat wajah supir itu.. Saya melihat kejadian itu, dan setelah kejadian itu saya juga sangat membenci hujan.. Karena saat hujanlah ayah saya tiada.. " Kata Al dengan nada kesal penuh dendam.


"Maaf sebelumnya.. Apa sang supir sudah menjelaskan dan minta maaf pada keluarga pak Al? " Tanya Alisha


"Sudah dan itu berkali-kali .. " Kata Al


"Saya sangat paham dan mengerti bagaimana perasaan pak Al saat itu namun menurut saya itu adalah takdir Tuhan bukan kesalahan supir pak Al.. " Kata Alisha memberikan opininya.


"Kamu tidak mengerti.. Kamu malah membelanya!! " Ucap Al membentak


"Bukan maksud saya seperti itu pak tapi coba bapak fikirkan bagaimana perasaan sang supir dan keluarganya juga, dia juga mengalami keretakan tulang kakinya, apa bapak pernah berfikir bagaimana nasib sang supir setelah bapak pecat? Disini tidak ada maksud saya membela sang supir tapi ini hanya opini saya saja.. "


Brakkkk!!!


"Kamu bicara seperti itu karena kamu sama miskinnya dengan supir itu jadi kamu tidak tahu rasanya menjadi saya!! Lebih baik sekarang kamu pergi.. Saya sedang ingin sendiri!! " Ucap Al sekali lagi membentak dan menggebrak meja.


"Saya minta maaf jika ada yang salah dengan perkataan saya pak.. Saya tidak menyangka bahwa opini saya dapat membuat bapak semarah ini.. Dan satu lagi.. Saya memang orang miskin.. Bahkan orang yang sangat.. Sangat miskin di mata bapak tapi saya masih memiliki rasa empati pada orang lain.. Saya tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi juga memikirkan orang lain.. Sekali lagi saya minta maaf!! " Sambil melangkah pergi meninggalkan Al.


Alisha yang sedih bercampur emosi pada Al langsung meninggalkan Al sendirian di meja makan tersebut setelah meminta maaf pada Al.


Beberapa jam setelah Alisha pergi cuaca pun mulai berubah menjadi mendung lalu turun hujan .


Al yang masih emosi dengan perkataan Alisha tadi langsung pergi ke hotelnya.


Dan ternyata Steve, sahabat Al sudah tiba lebih dulu di hotel tersebut beberapa hari yang lalu.


Steve yang baru saja keluar dari pintu kamar hotelnya untuk bertemu Al ternyata melihat Al yang sedang berjalan menuju kamar hotelnya dengan wajah yang tampak emosi pun langsung menghampirinya .


"Al? Ada apa? Apa semuanya baik baik aja? Terus Alisha mana? " tanya Steve heran.


"Alisha gue suruh pergi.. "


"Pergi gimana maksudnya? "


"Dia bikin gue ngga mood!!"


"Ya ada apa sebenarnya? Coba ceritain biar gue paham!! "


Lalu Al pun menceritakan semua yang terjadi tadi di restoran. Steve pun mendengarkan hingga selesai .


"Al.. Menurut gue yang Alisha itu emang bener.. Coba lo pikir dari sudut pandang Alisha.. Dia itu mengutarakan jika dia jadi lo dan jadi keluarga pak Solihin, supir lo.. Coba lo pahamin apa yang dia maksud pasti lo bakal mengerti.. Sekarang lo masih emosi sebaiknya lo ke kamar dan istirahat, Alisha biar gue yang cari!! " Kata Steve menjelaskan


"Iya Steve.. Thanks!! Please temuin Alisha.. Dia baru pertama kali ke Bali dan cuaca di luar juga lagi hujan.. " Kata Al


"Iya Al.. Lo cukup renungin perkataan dia tadi.. Nanti kalau lo udah ketemu dia.. Gue harap lo minta maaf sama dia.. Dia udah setulus dan sebaik itu sama lo.. Lo bayangin aja belum juga sebulan tapi kinerja dia bagus patut diacungi jempol.. Lo bakal nyesel sih kalau kehilangan dia.. Sekertaris lo yang dulu dulu aja paling lama kerja sama lo 5-6 bulan, itu udah lama banget dan ngga ada yang sesabar Alisha.. Coba lo fikir baik baik.. Ya udah gue pergi dulu takut dia keburu jauh.. " Steve pun meninggalkan Al yang masih termenung di depan pintu kamar hotelnya.


...****************...


Bersambung..

__ADS_1


Tunggu kisah selanjutnya di episode besok yaa


__ADS_2